You are on page 1of 21

Kultur Jaringan dan Totipotensi

 Ali Ridho Nugroho
 Elina Wardatul Istiqomah
 Novantara Ridho Hafidz
 Sofhie Solawati
Pengertian
 Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman
dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata
tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam
media buatan secara aseptik. yang kaya nutrisi dan zat
pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya
sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan
bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

 Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan
tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman
menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. 

 Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu
memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit
dikembangbiakkan secara generatif.
Keunggulan
 Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai
beberapa keunggulan, antara lain:
 Dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar
sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas,
 Mempunyai sifat yang identik dengan induknya,
 Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam
waktu yang singkat,
 Kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin,
 Kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan
perbanyakan konvensional. 
Tahapan
Pembuatan
Media

Aklimitasi Inisiasi

Tahapan

Pengakaran Sterilisasi

Multiplikasi
Bioteknologi
 Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari
pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus,
dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup
(enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini,
perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada
biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan
murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular,
mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain
sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu
terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu
dalam proses produksi barang dan jasa.
Prinsip Dasar Pengembangan
 Di bidang medis, penerapan
bioteknologi di masa lalu
dibuktikan antara lain Input
dengan penemuan vaksin,
antibiotik, dan insulin
walaupun masih dalam
jumlah yang terbatas akibat Makhluk
proses fermentasi yang Produk
Hidup
tidak sempurna. Perubahan
signifikan terjadi setelah Prinsip
penemuan bioreaktor oleh Dasar
Louis Pasteur. Dengan alat
ini, produksi antibiotik
maupun vaksin dapat
dilakukan secara massal. Prinsip
Output
Ilmu
BIOTEKNOLOGI DALAM PERBANYAKAN
TANAMAN/KULTUR JARINGAN
 Sifat Totipotensial tanaman, dapat diterapkan untuk
kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah
mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk
memperoleh individu baru.
 Penemu F.C. Steward menggunakan jaringan floem akar
wortel.
 Gambar 1
Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan
oleh Steward terhadap tanaman wortel (Daucus carota)
Contoh Bioteknologi

 Bayi Tabung
 Kloning
 Inseminasi Buatan
 Rekayasa Genetika
 Hidroponik
 Persilangan Tanaman
Bayi Tabung
 Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in
vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan
dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita.
Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi
masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.
Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi
secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan
pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair.
Kloning
 Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan
turunan yang sama sifat baik dari segi hereditas maupun
penampakannya.

 Sekitar satu abad lalu, Gregor Mandel merumuskan aturan-aturan
menerangkan pewarisan sifat-sifat biologis. Sifat-sifat organisme
yang dapat diwariskan diatur oleh suatu faktor yang disebut gen,
yaitu suatu partikel yang berada di suatu di dalam sel, tepatnya di
dalam kromosom.

 Gen menjadi dasar dalam pengembangan penelitian genetika
meliputi pemetaan gen, menganalisis posisi gen pada kromosom.

 Hasil penelitian telah berkembang baik diketahuinya DNA sebagai
material genetik beserta strukturnya, kode-kode genetik, serta proses
transkripsi dan translasi dapat dijabarkan.
 Suatu penelitian yang merupakan revolusi dalam biologi
medern adalah setelah munculnya metode teknologi
DNA rekombinasi atau rekayasa genetika yang inti
prosesnya adalah kloning gen, yaitu suatu prosedur
untuk memperoleh replika yang dapat sama dari sel atau
organisme tunggal.
Inseminasi Buatan
 Inseminasi buatan adalah peletakan sperma ke follicle
ovarian (intrafollicular), uterus (intrauterine), cervix
(intracervical), atau tube fallopian (intratubal) wanita
dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan
kopulasi alami.

 Teknik modern untuk inseminasi buatan pertama kali
dikembangkan untuk industri ternak untuk membuat
banyak sapi dihamili oleh seekor sapi jantan untuk
meningkatkan produksi susu.
Rekayasa Genetika
 Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) adalah
penerapan genetika dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian ini dianggap terlalu luas karena berarti kegiatan
penyilangan hewan atau tanaman untuk mendapatkan
bentuk-bentuk baru yang lebih bernilai dapat dengan
mudah dimasukkan, meskipun rekayasa yang dilakukan
adalah rekayasa populasi (melalui seleksi). Batasan yang
lebih sempit adalah penerapan genetika molekular (atau
paling tidak melibatkan teknik genetika molekular) dalam
kehidupan manusia.

 Rekayasa genetika mendapatkan titik berat dalam dunia
kedokteran dan farmasi modern. Namun demikian, bidang
gizi, peternakan, serta agronomi juga telah melibatkan ilmu
ini untuk mengembangkan bidang masing-masing.
Hidroponik
 Hidroponik adalah teknik bercocok tanam dengan meletakkan
akar pohon ke dalam air (nutrien) tanpa mengunakan tanah
sebagai media menanam. Sebaliknya, bahan-bahan seperti zat
mineral, sabut kelapa, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu dan
lain-lain digunakan untuk mengganti tanah.

 Penanaman secara hidroponik dilakukan oleh individu-individu
sebagai hobi dan juga secara besar-besaran untuk tujuan
komersil. Di negara Singapura misalnya, oleh karena kekurangan
tanah, lantai atas bangunan dijadikan tempat untuk menanam
sayur-sayuran seperti lobak, sawi, dan bayam. Semuanya
menggunakan teknik hidroponik. Begitu juga, untuk perjalanan
ruang angkasa, para astronot boleh bercocok tanam sayur-
sayuran di dalam kapal angkasa. Teknik yang sama di gunakan
oleh para tentara di atas kapal perang, maupun kapal selam.
Dengan cara ini mereka tidak perlu membawa bekal makanan
yang banyak, hanya sekadar membawa benih-benih sayur-
sayuran dan boleh ditanam semasa dalam perjalanan.
 Kelebihan
 Tidak memerlukan tanah sebagai media tanaman.
 Akar pokok boleh dipantau dengan cara mengangkat
pasu dan melihat akarnya.
 Pembaziran baja tidak berlaku; kerana air baja sentiasa
dikitar semula.
 Tidak perlu menyiram baja setiap hari.
 Hasil tanaman boleh di makan keseluruhanya, sebab
akarnya bebas dari kotoran dan penyakit.
 Penyakit pokok tanaman dapat dikurangkan kerana
banyak penyakit akar/pokok berpunca dari kandungan
tanah.
 Pengusaha secara komersial tidak memerlukan tenaga
pekerja utk tugasan menyiram.
Penyelidik NASA memeriksa
bawang hidroponik dengan
salad Bibb di kirinya dan lobak
di kanan.
Pembiakan Tanaman
 Pembiakan tanaman merupakan kegiatan untuk
mengubah susunan genetik (rekayasa genetika) tanaman
secara tetap sehingga memiliki sifat atau penampilan
sesuai dengan tujuan yang diinginkan pelakunya.
Pembiakan tanaman umumnya mencakup tindakan
penangkaran, penyilangan dan seleksi. Dasar
pengetahuan mengenai perilaku biologi tanaman dan
pengalaman dalam budidaya diperlukan dalam kegiatan
ini sehingga sering kali dikatakan sebagai gabungan dari
ilmu dan seni.

 Produk pembiakan tanaman adalah kultivar dengan ciri-ciri
yang khusus dan bermanfaat bagi penanamnya. Dalam
kerangka usaha pertanian (agribisnis), pemuliaan tanaman
merupakan bagian awal/hulu dari mata rantai usaha tani
dan memastikan tersedianya benih atau bahan tanam
yang baik dan bermutu tinggi.
 Tujuan
 Tujuan dalam pembiakan tanaman secara umum
diarahkan pada dua hal: peningkatan terhadap hasil
yang tinggi dan perbaikan kualitas produk yang
dihasilkan.
 Peningkatan kepastian terhadap hasil biasanya
diarahkan pada peningkatan daya hasil,
 Ketahanan terhadap gangguan dari organisme lain
atau lingkungan yang kurang mendukung,
 Daya tumbuh tanaman yang kuat, serta
 Kesesuaian terhadap teknologi pertanian yang lain.
 Usaha perbaikan kualitas produk dapat diarahkan
pada perbaikan ukuran, warna, kandungan bahan
tertentu, pembuangan sifat-sifat yang tidak disukai,
ketahanan simpan, atau keindahan serta keunikan.
Tiga varietas mawar (bunga
berwarna merah hati, kuning,
dan merah terang, berturut-
turut dari depan ke belakang)
merupakan hasil perakitan
terhadap variasi genetik yang
tersedia dalam satu spesies
mawar.