Osteoporosis

Oleh : Hevi Milda Lestari 0811013158

Pendahuluan
• Osteoporosis adalah penyakit metabolisme tulang yang cirinya adalah pengurangan massa tulang dan kemunduran mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur oleh karena fragilitas tulang meningkat. • Insiden osteoporosis lebih tinggi pada wanita dibandingkan laki-laki dan merupakan problem pada wanita pasca menopause.

Faktor risiko terjadinya osteoporosis • Faktor endogen Faktor eksogen • Genetik o Kaukasus/oriental o Habitus kecil o Riwayat keluarga • Usia lanjut • Jenis kelamin – wanita • Fungsi ovarium o menopause o amenorhoe • Gizi (nutrisi) o Defisiensi kalsium o Defisiensi fosfat o Defisiensi protein • Gaya hidup o Merokok o Minum kopi o Minum alcohol o Tidak aktif/kurang olahraga • Obat-obatan o Glukokortikoid o Diuretika o Sedatif/anti depressan .

Klasifikasi 1. Osteoporosis sekunder Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan : • Cushing's disease • Hyperthyroidism • Hyperparathyroidism • Hypogonadism • Kelainan hepar • Kegagalan ginjal kronis • Kurang gerak • Kebiasaan minum alkohol • Pemakai obat-obatan/corticosteroid • Kelebihan kafein • Merokok . 2. Osteoporosis primer Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

25 dihidroksi vitamin D dan malabsorbsi kalsium sehingga menyebabkan hiperparatiroidisme sekunder yang menyebabkan penurunan densitas tulang pada tulang kortikal. • pada osteoporosis tipe II (senilis) perbandingan wanita dengan pria 2 : 1 dengan rata-rata terjadi pada usia 75 –85 tahun. kejadiannya berhubungan dengan penurunan produksi 1. • osteoporosis tipe I (pasca menopause) disebabkan penurunan estrogen yang cepat. . absorbsi kalsium yang rendah dan fungsi paratiroid yang menurun. Wanita lebih banyak dari pria dengan perbandingan 6-8 : 1 pada usia rata-rata 53 – 57 tahun. menyebabkan peningkatan proses resorpsi di tulang trabekuler sehingga meningkatkan risiko fraktur vertebrae dan colles.• Osteoporosis primer dibagi menjadi tipe I atau osteoporosis pasca menopause dan tipe II atau osteoporosis senilis.

Frekwensinya 30-40% osteoporosis laki-laki usia 23 – 86 tahun dengan gangguan rendahnya proses formasi tulang dan gangguan fungsi osteoblast. hiperkalsiuria. Penting mencari apakah ada penyakit tersebut diatas yang mendasari terjadinya osteoporosis dan mengatasi dengan benar penyakit yang mendasarinya. dan lainnya. seperti glukokortikoid. Bila kelainan ini dapat disingkirkan berarti osteoporosis tersebut termasuk idiopatik.• osteoporosis sekunder yaitu osteoporosis yang disebabkan oleh penyakit atau sebab lain diluar tulang . . Osteoporosis idiopatik lebih banyak pada pria dibanding wanita. arthritis rematoid. yaitu 10 berbanding 1. merokok. immobilisasi. kelainan gastrointes tinal. tirotoksikosis. alkoholisme.

seperti anamnesis. sedangkan fraktur kolum femoris meningkat secara bermakna pada wanita diatas 50 tahun atau laki-laki diatas 60 tahun. tiroid dan sebagainya. pemeriksaan fisik. pemeriksaan biokimia tulang. . pengukuran densitas massa tulang. seperti ginjal. hati. pemeriksaan radiologik dan fungsi beberapa organ terkait. Berbagai fraktur yang berhubungan dengan osteoporosis adalah kompresi vertebral. • Osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang paling sering dijumpai. fraktur Colles dan fraktur kolum femoris. Prevalensi fraktur kompresi vertebral adalah 20% pada wanita Kaukasus pasca menopause. ditandai oleh densitas massa tulang yang menurun sampai melewati ambang fraktur. diperlukan evaluasi yang lengkap. saluran cerna.MANIFESTASI KLINIS OSTEOPOROSIS • Untuk mengetahui penyebab osteopenia.

kemudian mulai menurun secara kontinyu. densitas massa tulang akan meningkat.• Usia merupakan faktor yang sangat penting yang menentukan densitas massa tulang dan berhubungan erat dengan risiko fraktur akibat osteoporosis. Sampai usia 30 tahun. Daur haid yang tidak teratur dan menopause yang awal juga berhubungan dengan densitas massa tulang yang rendah. Selain itu pada wanita juga akan mengalami penurunan densitas massa tulang yang sangat cepat sejak 6 tahun setelah menopause. . • Defisiensi estrogen dan testosteron memegang peranan yang sangat penting sebagai penyebab osteoporosis pasca menopause dan pada laki-laki.

• Beberapa obat yang berhubungan dengan osteoporosis antara lain kortikosteroid. hormon tiroid. heparin dan furosemid. . Peran makanan terhadap osteoporosis masih kontroversial. Sebaliknya. tiazid bersifat mempertahankan densitas massa tulang. tetapi asupan kalsium yang rendah akan menyebabkan densitas massa tulang yang rendah. • Imobilisasi yang lama juga akan menurunkan densitas massa tulang dengan cepat. juga perokok dan peminum alkohol akan memiliki densitas massa tulang yang rendah.

PENATALAKSANAAN OSTEOPOROSIS • Terapi untuk osteoporosis harus mempertimbangkan 2 hal. • Tujuan terapi pencegahan osteoporosis selain sifatnya primer yaitu agar osteopeni yang terjadi tidak melewati nilai ambang osteoporosis dan terjadi terlalu dini. yaitu terapi pencegahan pada umumnya bertujuan untuk menghambat hilangnya massa tulang dan kuratif yaitu meningkatkan massa tulang. . juga bersifat sekunder yaitu memperlambat laju osteopeni yang terjadi.

dan sebagainya. raloxifen. Selain pencegahan tujuan terapi osteoporosis adalah meningkatkan massa tulang dengan melakukan pemberian obat-obatan antara lain hormon pengganti (estrogen dan progesterone dosis rendah). kafein. kortikosteroid dan sebagainya. bisfosfonat. latihan fisik (senam osteoporosis). pola hidup yang aktif dan paparan sinar ultra violet beta matahari. sedatif. terapi rehabilitasi medik dan terapi bedah. kelainan kelenjar tiroid. kalsitonin. Selain itu menghindari obat-obatan dan jenis makanan yang merupakan faktor risiko osteoporosis seperti alcohol. dan nutrisi seperti kalsium serta senam beban.• Caranya yaitu dengan memperhatikan faktor makanan. Pemberian terapi hormonal pada pencegahan sekunder terutama pada osteoporosis tipe I (pasca menopause) dan perhatian terhadap penyakit tertentu yang dapat menyebabkan osteoporosis seperti diabetes mellitus. . kalsitriol. diuretika. Bila telah terjadi fraktur maka perlu diperhatikan penyuluhan untuk kegiatan hidup sehari-hari.

27 setelah penggunaan 10 tahun (Eriksen. Terapi estrogen ini juga meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium. Kelebihan terapi estrogen adalah juga memperbaiki profil lipid dan mengurangi faktor risiko serangan jantung serta meningkatkan massa tulang 5-10% pada penggunaan yang teratur selama 5 tahun. Berbeda dengan progesterone sampai sekarang efek langsung pada tulang belum diketahui secara pasti. Pada laki-laki testosteron diubah menjadi estrogen di perifer oleh enzym aromatase dan mekanisme selanjutnya hampir sama dengan wanita. 1995). Wanita yang masih berfungsi uterusnya pemberian estrogen perlu dikombinasi dengan progesterone untuk mencegah proliferasi endometrium dan mengurangi faktor risiko kanker rahim. bedanya pada laki-laki tidak ada osteoporosis fase cepat karena tidak ada menopause dan mempunyai massa puncak tulang lebih tinggi. • . Digunakan untuk terapi pencegahan osteopenia pada wanita post menopausal dan pengobatan wanita post menopause dengan osteoporosis selama 20 tahun lebih. Pada penelitian terbukti dapat menurunkan risiko fraktur tulang sampai 37% dengan risiko relatif 0.Hormon steroid gonadal • Termasuk hormon steroid gonadal adalah estrogen. androgen dan progesterone. Estrogen mempunyai peranan yang besar dalam mempertahankan massa tulang. Risiko ini berhubungan dengan durasi dan dosis estrogen serta penggunaan lebih dari 5 tahun penggunaan estrogen tersebut. Efek utamanya adalah menghambat resorpsi tulang dengan cara menghambat pembentukan dan fungsi osteoklas. Estrogen merupakan terapi hormonal pengganti utama yang direkomendasikan WHO untuk osteoporosis tipe I.

estradiol (Estraderm) patches 25 – 100 ug dan medroksiprogesteron asetat (provera) 2.25 mg/hari.• Obat yang digunakan adalah conjugated estrogens (premarin) 0.625 – 1. .3 – 0.5 – 10 mg/hari.625 mg/hari. piperazine estrone sulfate (ogen) 0.

mempunyai efek sintesa protein yang kuat dan efek androgen ringan. menurunkan massa lemak dan menambah massa otot. menurunkan ekskresi kalsium dalam urine. . meningkatkan absorbsi kalsium di usus. Manfaat pada penderita osteoporosis adalah menambah massa tulang.• Derivat androgen yang dapat diberikan pada penderita osteoporosis laki-laki adalah anabolik steroid. Efek sampingnya adalah suara parau. Anabolik steroid mampu menurunkan kecepatan bone loss pada penderita osteoporosis dengan cara merangsang pembentukan tulang secara langsung oleh karena adanya reseptor androgen pada tulang. Anabolik steroid yang digunakan adalah nandrolon decanoat dan stanozolol. cenderung retensi air dan garam serta mengakibatkan perubahan profil lipid (atherogenik). hirsutisme.

Efek sampingnya adalah retensi cairan dan nyeri kepala. . selain itu menurunkan risiko patah tulang belakang sebesar 50% pada dosis 120 mg/hari (Ettinger et al..Raloxifene • Raloxifene tergolong dalam selektif estrogen reseptor modulator (SERM). selain juga bersofat agonis estrogen pda tulang dan metabolisme lemak. 1997). Obat lain yang tergolong dalam SERM ini adalah tamoxipen.5% pada tulang panjang wanita post-menopause (Delmas et al. Penggunaan raloxifene meningkatkan massa tulang 2 – 2. mengadakan kompetitif inhibisi terhadap peran estrogen pada payudara dan khususnya uterus. Bila dibandingkan dengan estrogen maka efektivitas raloxifene menurunkan risiko fraktur lebih rendah. adalah komponen non steroid yang berasal dari benzothiophene yang bersifat anti estrogen. 1999). namun tidak menstimulasi payudara dan uterus dan tidak membuat perdarahan menstruasi. Dosis yang biasa dipergunakan adalah 60 mg/hari..

sehingga untuk hasil yang lebih baik dikombinasikan dengan terapi pengganti hormon atau bisfosfonat.. Pemberian suplemen kalsium saja hanya berdampak kecil terhadap massa tulang pada wanita menopause (Gennari & Nuti. • Pemberian calcitriol biasanya bersamaan dengan kalsium karena fungsi utama vitamin D ini adalah menjaga homeostasis kalsium dengan cara meningkatkan absorbsi kalsium di usus dan mobilisasi kalsium dari tulang. begitu pula pada tulang kepala dan lengan atas (Tilyard et al.7 – 1. 1992). Vitamin D ini termasuk obat yang moderat dalam meningkatkan massa tulang. Calcitriol tidak dianjurkan pada penderita batu ginjal atau didapatkan gangguan fungsi ginjal. 1993).3% pertahun pada dosis 0.Calcitriol dan Kalsium • Calcitriol telah banyak diteliti dan terbukti mencegah hilangnya massa tulang 0. jantung maupun hepar.1500 mg/harinya. Pemberian kalsium yang dianjurkan 1000 . ..6 ug/hari pada tulang belakang penderita osteoporosis akibat kortikosteroid (Sambrook et al. 1997). Kalsium yang cukup dalam serum akan menekan sekresi PTH dengan demikian proses resorpsi tulang akan dihambat (Christiansen & Riis. 1990).

• Beberapa ahli meneliti dampak histologis pada massa tulang akibat pemberian kalsium bersama calcitriol mendapatkan hasil penurunan resorpsi tulang yang bermakna. Faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium adalah diet serat dan kafein.5 ug bersama 1200 – 2000 mg kalsium selama 3 – 4 bulan pada wanita lanjut usia. peningkatan mineralisasi tulang dan peningkatan remodeling pada pemberian kalsitriol 0. 1997). serta natrium dan protein yang mempengaruhi eksresi kalsium urine (Heaney. .

Manfaat kalsitonin yang lain adalah menambah massa tulang dan mempunyai efek analgetik. Dampak yang nyata adalah penderita mengalami turn over dalam massa tulang yang tinggi (Christiansen & Riis. mual. Pemberiannya lewat semprotan intra nasal dengan dosis 200 u/hari sebagai dosis tunggal dan parenteral dengan dosis 50 – 100 IU secara intramuskuler atau subkutan diberikan 2-3 kali/minggu. sebab bila dihentikan maka akan didapat fenomena rebound bone turn over.Kalsitonin • Kalsitonin telah disetujui oleh FDA sebagai alternatif terapi untuk osteoporosis. Mekanisme kerjanya adalah mengurangi resorpsi dengan menekan aktivitas osteoklast atau menghambat cara kerja osteoklast dengan 2 cara yaitu menghambat transformasi monosit menjadi osteoklast dan mengadakan translokasi ion kalsium kedalam mitokhondria. . Kelemahan obat ini adalah harus digunakan terus menerus. Efek samping adalah pusing. muka panas biasanya berlangsung 30 – 60 menit. 1990). Indikasinya adalah pada pasien yang tidak dapat menggunakan estrogen.

kemotaksis. Dengan mengurangi aktivitas osteoklast maka pemberian bisfosfonat akan memberikan keseimbangan yang positif pada unit remodelling tulang. differensiasi prekusor osteoklast menjadi osteoklast yang matang. Beberapa penelitian juga mendapatkan bahwa bisfosfonat dapat meningkatkan jumlah dan diferensiasi osteoblast. Bisfosfonat juga memiliki efek tak langsung terhadap osteoklast dengan cara merangsang osteoblast menghasilkan substansi yang dapat menghambat osteoklast dan menurunkan kadar stimulator osteoklast. Selain itu juga mempengaruhi aktifasi prekusor osteoklast. perlekatan osteoklast pada permukaan tulang dan apoptosis osteoklast. . Cara kerja bisfosfonat adalah mengurangi resorpsi tulang oleh osteoklast dengan cara berikatan pada permukaan tulang dan dengan menghambat kerja osteoklast dengan cara mengurangi produksi proton dan enzym lisosomal dibawah osteoklast. baik sebagai alternatif terapi pengganti hormon pada wanita maupun penderita osteoporosis laki-laki.Bisfosfonat • Bisfosfonat merupakan obat yang relatif baru yang digunakan untuk pengobatan osteoporosis.

UPAYA PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful