You are on page 1of 21

By: Endang Sunandar, S.Pd., M.Pkim Nia Rojbaniati, S.Pd., M.

Pkim

KESADAHAN

DEFINISI

Kesadahan dalam air disebabkan oleh adanya ion-ion logam terlarut, seperti Ca2+, Mg2+, Fe2+, Mn2+, dll  Karena jumlah Ca2+ dan Mg2+ terlarut sangat dominan  tinjauan penyebab kesadahan adalah ion Ca2+ dan Mg2+

Jika kesadahan tinggi  kandungan Ca2+ dan Mg2+ dalam air tinggi

JENIS KESADAHAN KESADAHAN TETAP KESADAHAN SEMENTARA KESADAHAN TOTAL KESADAHAN MAGNESIUM KESADAHAN KALSIUM .

3 mg CaCO3/L 1oF = 10 mg CaCO3/L . Derajat Kesadahan Jerman = oD (Germany Degree) 2. 3. Derajat Kesadahan Francis = oF (French Degree) Derajat Kesadahan Inggris = oE (England Degree) Derajat Amerika (Dalam mg CaCO3/L) 1oE = 1 g/gallon = 14. 4.PENENTUAN KESADAHAN    Tinjauan penyebab kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+ Kesadahan ditetapkan melalui metode titrimetri Kompleksometri Larutan baku    EDTA (Ethylen Diamin Tetra Acetic Acid) / Complexon II/TItriplex II Complexon III/Titriplex III/Na-EDTA 1oD = 10 mg CaO/L  Satuan Kesadahan : 1.

Pada saat TA terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru jelas. .PRINSIP Penetapan Kesadahan Total Ca2+ dan Mg2+ dalam sampel air dititrasi oleh larutan EDTA standar pada pH=10 dengan bantuan indikator EBT. mol Ca2+ + Mg2+ = mol EDTA. Pada TE.

Pada saat TA terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru jelas.PRINSIP Penetapan Kesadahan Tetap Sejumlah tertentu sampel air dipanaskan terlebih dahulu untuk menghilangkan kesadahan sementara. mol Ca2+ + Mg2+ = mol EDTA. . Pada TE. Ca2+ dan Mg2+ dalam bentuk garam non bikarbonat dititrasi oleh larutan EDTA standar pada pH=10 dengan bantuan indikator EBT.

Kesadahan sementara diperoleh dengan cara mengurangi hasil penetapan Kesadahan Total dengan hasil penetapan kesadahan tetap. .PRINSIP Penetapan Kesadahan Sementara Penetapan kesadahan sementara dilakukan secara tidak langsung.

Pada saat TA terjadi perubahan warna dari merah muda menjadi ungu. dititrasi oleh larutan EDTA standar pada pH basa (pH>11) dengan bantuan indikator murexyde. mol Ca2+ = mol EDTA. Pada TE.PRINSIP Penetapan Kesadahan Kalsium Ca2+ yang terkandung dalam sampel air. .

Kesadahan Magnesium diperoleh dengan cara mengurangi hasil penetapan Kesadahan Total dengan hasil penetapan Kalsium(Ca). .PRINSIP Penetapan Kesadahan Magnesium Kesadahan Mg didapatkan secara tidak langsung.

3. Ambil 100 mL sampel air lalu masukkan ke dalam labu elemeyer 250 mL. 4. Titrasi dengan larutan standar EDTA 0. Hitung ppm kesadahan total dalam mg CaO/L. Tambahkan 2 mL larutan buffer pH=10. Tambahkan 50 mg indikator EBT dalam NaCl.CARA KERJA Kesadahan Total 1. .01M sampai terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru jelas. 2. 5.

kemudian saring. tambahkan 2 mL larutan buffer pH=10. 6. 5. Hitung ppm kesadahan tetap dalam mg CaO/L. Ambil 100 mL sampel air lalu dimasukkan ke dalam labu elemeyer 250 mL. 3. 2.01M sampai terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru jelas. Kemudian panaskan selama 30 menit dan dinginkan.CARA KERJA Kesadahan Tetap 1. . 4. Kedalam filtrat. Tambahkan 50 mg indikator EBT dalam NaCl. Titrasi dengan larutan standar EDTA 0.

5. . Titrasi dengan larutan standar EDTA 0. 3.01M sampai terjadi perubahan warna dari merah menjadi ungu biru. masukan kedalam erlenmeyer 250 mL. 6. 4. Ambil sampel baru sebanyak 100 mL. Hitung ppm kesadahan kalsium dalam mg CaO/L. Ambil 100 mL sampel air lalu masukkan ke dalam labu elemeyer 250 mL . hingga larutan berwarna merah muda. 7. Tambahkan a mL NaOH 3N dan 3 mL NaOH 3N. Tambahkan 3 tetes indikator phenol-phtalein dan beberapa tetes larutan NaOH 3N (a mL).CARA KERJA Kesadahan Kalsium 1. Tambahkan 50 mg indikator Murexyde dalam NaCl. 2.

CARA KERJA Kesadahan Sementara ditetapkan secara tidak langsung Penetapan Kesadahan Magnesium ditetapkan secara tidak langsung .

PERSAMAAN REAKSI Penetapan Kesadahan Total Mg2+(aq)+ HIn2-(aq)  MgIn-(aq) + H+(aq) Ca2+(aq) + H2Y2-(aq)  CaY2-(aq) + 2H+(aq) Mg2+(aq) + H2Y2-(aq)  MgY2-(aq) + 2H+(aq) H2Y2-(aq) + MgIn-(aq)  MgY2-(aq) + HIn2-(aq) + H+(aq) .

PERSAMAAN REAKSI Penetapan Kesadahan Tetap Ca(HCO3)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) Mg(HCO3)2(aq) → Mg(OH)2(s) + CO2(g) Mg2+(aq)+ HIn2-(aq)  MgIn-(aq) + H+(aq) Ca2+(aq) + H2Y2-(aq)  CaY2-(aq) + 2H+(aq) Mg2+(aq) + H2Y2-(aq)  MgY2-(aq) + 2H+(aq) H2Y2-(aq) + MgIn-(aq)  MgY2-(aq) + HIn2-(aq) + H+(aq) .

PERSAMAAN REAKSI Penetapan Kesadahan Kalsium Mg2+(aq) + OH-(aq) → Mg(OH)2(s) Ca2+(aq)+ H2In3-(aq)  CaIn3-(aq) + 2H+(aq) Ca2+(aq) + H2Y2-(aq)  CaY2-(aq) + 2H+(aq) H2Y2-(aq) + CaIn3-(aq)  CaY2-(aq) + H2In3-(aq) .

PERHITUNGAN .

PERHITUNGAN .

PERHITUNGAN .

PERHITUNGAN .

PERHITUNGAN .