5/26/2013

1

Pendahuluan
 Masa remaja  masa topan badai & stress (storm & stress)
 Fisik (12 – 24 tahun)  remaja awal (12 – 17

th); remaja akhir (18 – 24 th)  Keinginan untuk menentukan nasib sendiri  Masa transisi  terarah menjadi orang yang bertanggungjawab  Karakteristik masa remaja?
5/26/2013

2

Karakteristik masa remaja
       

Periode penting Masa peralihan Periode perubahan Usia bermasalah Pencarian identitas Usia yang ditakutkan Tidak realistik Ambang dari masa dewasa
5/26/2013

3

menerima dan mencapai perilaku bertanggungjawab secara sosial Mencapai kemandirian secara emosional Mempersiapkan untuk karir ekonomi Mempersiapkan untuk menikah dan berkeluarga Memperoleh set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku 5/26/2013 4 .Tugas perkembangan masa remaja  Mencari relasi yang lebih matang dengan teman seusia        (laki-perempuan) Mencapai peran sosial feminim atau maskulin Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif Meminta.

4. HIV / AIDS) KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA????? 5/26/2013 5 . narkoba. 2. 3.    Jumlah penduduk usia 10 – 24 th besar (sekitar 60 juta) Masa transisi kehidupan (youth five life transitions): Melanjutkan sekolah (continue learning) Mencapai pekerjaan (start working) Memulai berkeluarga (form families) Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship) Mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life) Globalisasi liberalisasi norma sikap dan perilaku remaja Resiko triad (seksulaitas. 5.Permasalahan Remaja   1.

4% dari 633 pelajar SLTA kelas II (22% laki2. 9% wanita (15 – 24 th) di Medan pernah melakukan hubungan seksual pranikah  Studi PKBI (1997) 75 dari 100 remaja di Lampung pernah melakukan hubungan seksual pranikah  Pangkahila (1996) 23. Boyke  th 1980 (5%). Palu (29.Permasalahan Remaja cont’d Masalah kaesehatan reproduksi remaja: 1. th 2000 (20% . Seksual pranikah  Dr. Surabaya. Banjarmasin).9%)  YKB (1993)  10 – 31% (n=300 / kota dari 12 kota besar di Indonesia) pernah melakukan hubungan seksual pranikah  Situmorang (2001) 27% laki2.Jakarta. 18% wanita) pernah melakukan hubungan seksual pranikah 5/26/2013 6 .

Permasalahan Remaja  cont’d 90% remaja melakukan light petting  80% remaja melakukan heavy petting  Perilaku onani – masturbasi di Surabaya berkisar 62% (2 kali / hari)  Nonton video porno (….3 juta kasus aborsi per tahun dilakukan remaja 5/26/2013 7 .. Aborsi:  20% dari 2.%) 2.

1994)  Kesehatan reproduksi  kesejahteraan fisik. mental sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi. dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi. fungsi serta prosesnya (WHO)  Kesehatan reproduksi remaja  … pada remaja 5/26/2013 8 .Kesehatan Reproduksi Remaja  Reproduksi  proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup  Kesehatan reproduksi  keadaan sejahtera fisik. mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. peran dan system reproduksi (Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan.

Mengapa remaja perlu tahu?  Agar remaja memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya  remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggungjawab tentang proses reproduksi 5/26/2013 9 .

memiliki kelenjar penghasil hormon reproduksi yang sehat  DIPERLUKAN GIZI YANG ADEKUAT 2. 5/26/2013 10 . Dapat melewati masa hamil dengan aman 1.Prasyarat Reproduksi Sehat Supaya tidak terjadi kelainan anatomis – fisiologis  perempuan harus memiliki ronggga pinggul yang cukup besar untuk mempermudah persalinan. Diperlukan landasan psikis yang kuat dan memadai  dimulai sejak bayi 3. Terbebas dari penyakit organ reproduksi 4.

Ruang lingkup masalah kespro  1. 3. 4. genital. 5. 6. 8. 2. 7. diskriminasi nilai anak) Masalah kespro remaja Tidak terpenuhinya kebutuhan KB Mortalitas dan morbiditas ibu dan anak Infeksi saluran reproduksi Kemandulan Sindroma pre dan post menopause Kekurangan hormon  osteoporosis 5/26/2013 11 . Ditinjau dari siklus kehidupan keluarga (Program kerja WHO IX th 1996 – 2001): Praktik tradisional yang berakibat buruk semasa anakanak (mutilasi.

kesakitan dan kematian perempuan yang terkait dengan kehamilan Peranan / kendali sosial budaya terhadap masalah reproduksi Intervensi pemerintah terhadap masalah reproduksi Tersedianya yan reproduksi dan KB Kesehatan bayi dan anak Dampak pembangunan ekonomi. 6. 5. industri dan perubahan lingkungan terhadap kesehatan reproduksi 5/26/2013 12 . 4. 2.Ruang lingkup masalah kespro cont’d  1. 3. Berdasarkan Masalah reproduksi: Kesehatan.

3. 5. Berdasarkan masalah gender dan seksualitas: Pengaturan negara terhadap seksualitas Pengendalian sosio-budaya terhadap masalah seksualitas Seksualitas di kalangan remaja Status dan peran perempuan Perlindungan terhadap perempuan bekerja 5/26/2013 13 .Ruang lingkup masalah kespro cont’d  1. 4. 2.

Sikap masyarakat mengenai kekerasan perkosaan terhadap pelacur 4. Kecenderungan penggunaan kekerasan secara sengaja kepada perempuan 2. Berbagai langkah untuk mengatasi masalah2 tersebut 5/26/2013 14 .Ruang lingkup masalah kespro cont’d  Berdasarkan masalah kekerasan dan perkosaan terhadap perempuan: 1. Norma sosial mengenai kekerasan dalam rumah tangga 3.

herpes) Masalah HIV / AIDS Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular seksual Kebijakan dan program pemerintah dalam mengatasi masalah penyakit menular seksual Sikap masyarakat terhadap penyakit menular seksual 5/26/2013 15 .Ruang lingkup masalah kespro cont’d  1. 3. Berdasarkan masalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual: Masalah penyakit menular seksual yang lama (sifilis. Gonorhea) Masalah penyakit menular seksual yang baru (chlamydia. 4. 2. 6. 5.

Demografi pekerja seksual komersial 2.Ruang lingkup masalah kespro cont’d  Berdasarkan masalah pelacuran: 1. Dampaknya terhadap kesehatan reproduksi 5/26/2013 16 . Faktor2 yang mendorong pelacuran 3.

5.Ruang lingkup masalah kespro cont’d  1. 4. 3. 2. Berdasarkan masalah sekitar teknologi: Teknologi reproduksi dengan bantuan Pemilihan bayi berdasarkan kelamin Penapisan genetik Keterjangkauan dan kesamaan kesempatan Etika dan hukum yang terkait dengan teknologi reproduksi 5/26/2013 17 .

Faktor biologis 5/26/2013 18 .Faktor yang mempengaruhi kespro 1. Faktor budaya dan lingkungan 3. Faktor psikologis 4. Faktor sosio-ekonomi dan demografi 2.

4. Utama  meningkatkan kesadaran kemandirian wanita remaja dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya. sehingga hak-hak reproduksinya dapat terpenuhi  peningkatan kualitas hidup Khusus: Meningkatnya kemandirian remaja dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya Meningkatnya hak dan tanggungjawab sosial remaja (wanita) dalam menentukan kapan hamil. 3. termasuk kehidupan seksualitasnya.Tujuan kespro   1. jumlah dan jarak kehamilan Meningkatnya peran dan tanggungjawab sosial remaja (pria) terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dean anak2nya Dukungan yang menunjang remaja untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksinya 5/26/2013 19 . 2.

Pengenalan masalah sistem reproduksi. 7. 2. 6.Pengetahuan apa saja yang diperlukan remaja? 1. 3. 8. 5. proses dan fungsi alat reproduksi Mengapa remaja perlu mendewasakan usia perkawinan dan merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginan Penyakit menular seksual dan HIV / AIDS dan dampaknyan terhadap kespro Bahaya narkoba dan miras pada kespro Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2 negatif Hak2 reproduksi 5/26/2013 20 . 4.

1 8 2 ASSESSMENT 7 3 Community Core: . 6. Physical environment Health & social services Economics Safety & transportation Politics & government Communication Education Recreation NURSING DIAGNOSIS PLAN INTERVENTION EVALUATION 5/26/2013 21 . 3.Nilai . 4. 5. 2. 7.Sejarah .Demografi .kepercayaan 6 5 ANALYSIS 4 1. 8.

kekuatan komunitas. tren pemanfaatan yankes  Dilakukan berdasarkan hasil pengkajian melalui 4 langkah  Langkah 1: mengkatogorikan data (categorize the data)  Contoh… 5/26/2013 22 .ANALISA DATA  Analisis = mempelajari & menguji data  Tujuan  untuk menentukan kebutuhan kesehatan komunitas. pola respon kesehatan.

age. educational attainment.ANALISA DATA cont’d Contoh kategori data: 1. Data pelayanan kesehatan (hospitals. Data demografik (family size. Data geografik (area boundaries. racial groupings) 2. rental or home-ownership patters) 4. number & size of neighborhoods. roads) 3. public spaces. mental health centers. clinics.) 5/26/2013 23 . Data sosioekonomik (occupation & income categories. dll. ethnic. sex.

penghapusan data (omission)  Langkah 4: membuat simpulan (inference) 5/26/2013 24 . incongruence).ANALISA DATA cont’d  Analisa data (sebaiknya) mengikuti model pengkajian yang digunakan  menentukan kerangka kerja koleksi data dan membantu dalam analisa data  Langkah 2: meringkas data (summarize the data) per kategori  Langkah 3: mengidentifikasi perbedaan data (data gaps.

DIAGNOSA KEPERAWATAN  A diagnosis is a statement that synthesizes assessment data  A diagnosis is a label that both describes a situation (or state) and implies an etiology  A nursing diagnosis limits the diagnostic process to those diagnoses that represent human responses to actual or potential health problems that nurses are licensed to treat (American Nurses’ Association)  A community nursing diagnosis…? 5/26/2013 25 .

housing condition)  Nursing diagnosis has three parts: a description of the problem (P). population. ethnicity.DIAGNOSA KEPERAWATAN cont’d  A community nursing diagnosis focuses the diagnosis on a community – usually defined as a group. or cluster of people with at least one common characteristic (e. occupation.g. signs and symptoms that are characteristic of the problem (S) 5/26/2013 26 . identification of factors etiologically related to the problem (E). geographic location.

Tingginya angka prevalensi PSM di kalangan remaja 3.DIAGNOSA KEPERAWATAN cont’d 1. Tidak adekuatnya tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja 2. Resiko HIV / AIDS di kalangan remaja 5/26/2013 27 . Resiko terjadinya induksi haid di kalangan remaja putri 4.

PERENCANAAN  Disebut juga sebagai community-focused plan (CFP)  Dibuat untuk meningkatkan kesehatan komunitas  CFP didasarkan pada diagnosa / masalah keperawatan komunitas berisi tentang tujuan khusus dan rencana tindakan untuk mencapai keluaran yang ditetapkan (desired outcome)  Merupakan proses yang sistematik dalam melakukan kerjasama (partnership) dengan komunitas 5/26/2013 28 .

PERENCANAAN cont’d Langkah perencanaan: 1. Langkah 1: memvalidasi diagnosa keperawatan komunitas 2. Langkah 2: membuat prioritas 3. Langkah 3: menyusun tujuan 4. Langkah 4: membuat rencana tindakan 5/26/2013 29 .

    Langkah 1: memvalidasi diagnosa Validasi sangat penting untuk menetapkan diagnosa secara tepat Perhatikan hak para pemimpin / tokoh di komunitas. dan penduduk untuk dijaga kerahasiaannya Perhatikan juga hak untuk tidak ikut serta dalam menyusun perencanaan (walaupun NCP sebaiknya disusun bersama masyrakat) Masyarakat punya hak untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan mereka sendiri & negosiasi dengan perawat untuk membuat intervensi Sebaliknya perawat memiliki tanggungjawab untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan selama proses intervensi 5/26/2013  30 . organisasi.

lansia)  Perhatikan juga tentang aplikasi perubahan yang direncanakan (planned change) 5/26/2013 31 . anak. isu politik  Perlu juga diperhatikan kebutuhan kesehatan pada kelompok beresiko (ibu hamil. ekologi. ekonomi. infan.Langkah 1: memvalidasi diagnosa cont’d  Dalam membentuk kerjasama dengan masyarakat  harus memperhatikan aspek sosial.

Langkah 2: prioritas  1. Goeppinger & Shuster III dalam Stanhope & Lancaster (1992)  prioritas masalah didasarkan pada 6 hal: Kesadaran masyarakat akan masalah (community awareness of the problem) Motivasi masyarakat untuk memecahkan masalah (community motivation to resolve or better manage the problem) Kemampuan perawat untuk membantu memacahkan masalah (nurses’ ability to influence problem solution) Adanya ahli / pakar yang relevan untuk memecahkan masalah (availability of expertise relevant to problem solution) Beratnya konsekuensi yang muncul ketika masalah tidak dapat dipecahkan (severity of consequences if the problem is unsolved) Kecepatan pencapaian resolusi masalah (speed with which resolution can be achieved)  Pembobotan (criteria weights) = 1 . 4. 3. 6. 2. 5.10 5/26/2013 32 .

7. 4. Sangat rendah 2. 3. cont’d Berdasarkan 11 kriteria: Kesesuaian dengan peran CHN Resiko terjadi Resiko parah Potensi untuk pendidikan kesehatan Minat masyarakat Kemungkinan diatasi Tersedianya sumber:      Tempat Waktu Dana Fasilitas kesehatan Sumberdaya manusia (petugas / masyarakat) Pembobotan (1 – 5): 1. Tinggi 5. 6. 2. Sangat tinggi 5/26/2013 33 .Langkah 2: prioritas  1. Rendah 3. Cukup 4. 5.

Langkah 3: menetapkan tujuan  Terdiri atas GOAL & OBJECTIVE (s)  Goal is generally a broad statement of desired outcome (keluaran yang ditetapkan)  Objective (s) are the precise statements of the desired outcome  Objective merupakan pernyataan perilaku dan dapat diukur (lebih rinci) 5/26/2013 34 .

TUJUAN 1. Tidak terjadi HIV / AIDS di kalangan remaja (indikatornya?) 5/26/2013 35 . Tidak terjadinya induksi haid di kalangan remaja putri (indikatornya?) 4. Meningkatnya tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja (indikatornya?) 2. Penurunan PSM di kalangan remaja (indikatornya?) 3.

situasi. observasi. program yg lalu 5/26/2013 36 . 3.Langkah 4: membuat rencana tindakan  1.   Didasarkan atas goal / objectives yang telah dibuat: Apa yg akan dilakukan Kapan akan dilakukan Bgm akan dilakukan Siapa yg melakukan Berapa banyak akan dilakukan Menetapkan aktifitas untuk setiap tujuan berupa tindakan mandiri. kolaborasi Memperhatikan : program.E / promkes. sumber daya. 2. 4. H. 5.

5. 7. proses dan fungsi alat reproduksi Pemberian informasi tentang mengapa remaja perlu mendewasakan usia perkawinan dan merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginan Pemberian informasi tentang penyakit menular seksual dan HIV / AIDS dan dampaknyan terhadap kespro Informasi tentang bahaya narkoba dan miras pada kespro Informasi tentang pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual Informasi tentang kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2 negatif yang tertkait dengan kespro Informasi tentang hak2 reproduksi 5/26/2013 37 . 3. 2.Tindakan 1. 8. 6. Pengenalan masalah sistem reproduksi. 4.

Perilaku induksi haid di kalangan remaja putri 4. HIV / AIDS di kalangan remaja  Cek dengan tujuan yang ditetapkan 5/26/2013 38 . Kejadian / prevalensi PSM di kalangan remaja 3.Evaluasi  Difokuskan pada: 1. Tingkat pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi remaja 2.

M. (1992).B. Stanhope. E. Anderson..T.Suggested readings 1. Louis: Mosby Year Book. Philadelphia: J.. 2. (1988). & Lancaster. St. 5/26/2013 39 . J. Community as client: Application of the nursing process. Lippincott Company. J. & McFarlane. M. Community health nursing: Process and practice for promoting health.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful