INFESTASI CACING

TINJAUAN PUSTAKA

KECACINGAN
Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing.

Cacingan merupakan parasit manusia dan hewan yang sifatnya merugikan, manusia merupakan hospes beberapa nematoda usus Diantara nematoda usus tedapat sejumlah spesies yang ditularkan melalui tanah dan disebut “Soil Transmitted Helmints” yang terpenting adalah Ascaris lumbricoides,Necator americanus,
Ancylostoma duodenale, Trichuris trichiura.

• Cacing jantan << cacing betina • Dalam lingkungan yang sesuai.Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Siklus Hidup • Manusia merupakan satusatunya hospes cacing ini. telur yang dibuahi tumbuh menjadi bentuk infektif dalam waktu kurang lebih 3 minggu didalam tubuh .

.

14 karbohidrat dalam usus halus penderita. eosinofilia b. oedema. gejala gangguan usus ringan seperti : mual. Cacing dewasa : penderitanya disebut Ascariasis. leucocytosis. batuk.Gejala Klinis a. Pada infeksi berat  anak-anak  malabsorbsi  malnutrisi. . Larva : menimbulkan kerusakan kecil pada paruparu dan menyebabkan “loeffler syndome” dengan gejala demam. infiltrasi paru-paru. Dalam sehari setiap ekor cacing menghisap 0. diare dan konstipasi. nafsu makan berkurang. asthma.

hidung maupun anus . cacing dewasa keluar melalui mulut.Diagnos a ditegakkan -> menemukan telur cacing pada pemeriksaan feses secara langsung.

• telur yang telah berisi embrio -> tertelan. • Cara infeksi :langsung.Cacing Cambuk (Trichuris trichiura) Siklus Hidup • Manusia adalah hospes utama cacing Trichuris trichiura. tidak memerlukan hospes perantara. larva yang menjadi aktif akan keluar di usus halus masuk ke usus besar dan menjadi dewasa dan menetap -> dapat hidup beberapa tahun .

.

Diagnosa ditegakkan dengan menemukan telur cacing pada feses penderita. Diagnosa Pengobatan Albendazole/ Mebendazole dan Oksantel pamoate. Pada infeksi menahun dapat menimbulkan anemia.Gejala Klinis Gejala yang ditimbulkan oleh cacing cambuk biasanya tanpa gejala pada infeksi ringan. diare. mual dan berat badan turun. sakit perut. .

000 – 10.000 butir telur sehari • Cacing >> cacing • cacing dewasa berbentuk seperti huruf S atau C .Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) Siklus Hidup • Hospes parasit ini adalah manusia • hidup di rongga usus • Cacing betina menghasilkan 9.

.

perubahan pada paru-paru biasanya ringan Stadium dewasa.Gejala Klinis Larva filariform : Stadium larva bila menembus kulit maka terjadi perubahan kulit yng disebut ground itch. menghisap darah > menimbulkan anemia. .

Untuk membedakan kedua spesies ini biasanya dilakukan tekhnik pembiakan larva . americanus. duodenale tidak dapat dibedakan dengan telur N. Secara praktis telur cacing A.Diagnosa Diagnosa ditegakkan dengan menemukan telur cacing pada feses penderita.

Cacing betina yang mengandung 11.Penyakit Cacing Kremi ( Oxyuris Vermicularis ) Siklus Hidup • Manusia merupakan hospes cacing ini. usus besar dan di usus halus yang berdekatan dengan sekum • Cacing jantan mati setelah kawin dan cacing betina mati setelah bertelur.000 – 15. • Telur akan matang dalam waktu sekitar 6 jam setelah dikeluarkan. • Cacing betina >> yang jantan sekitar. pada suhu tubuh. Dalam keadaan lembab telur dapat hidup .000 butir telur akan bermigrasi ke daerah sekitar anal untuk bertelur. • Cacing dewasa hidup di sekum.

.

berat badan menurun ( jarang terjadi. rewel ( karena rasa gatal dan tidurnya pada malam hari terganggu ) kurang tidur (biasanya karena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya disana ).Gejala Klinis rasa gatal hebat di sekitar anus. jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina ) kulit di sekitar anus menjadi lecet atau kasar atau terjadi infeksi ( akibat penggarukan . tetapi bisa terjadi pada infeksi yang berat ) rasa gatal atau iritasi vagina ( pada anak perempuan. nafsu makan berkurang.

Diagnosa Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut. pada pagi hari sebelum anak terbangun. . Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop. Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus. mereka aktif bergerak.

STATUS PASIEN Identitas pasien  Identitas Pasien  Nama/Kelamin/Umur : Afif/ Laki-Laki/ 4tahun  Pekerjaan/pendidikan : Belum bekerja/Belum Sekolah  Alamat : Jl. Kampung Baru. Padang Pasir No 52 .

-/bulan KB : Tidak ada Kondisi Rumah : Rumah milik orang tua sendiri.000. . di dalam rumah Sampah di buang ke tempat pembuangan sampah dan dibakar.000. perkarangan cukup luas Listrik ada Sumber air : air sumur Ventilasi udara baik Jamban ada 1 buah.Latar Belakang sosial-ekonomidemografi-lingkungan keluarga            Status Perkawinan : Belum Menikah Jumlah Saudara :Status Ekonomi Keluarga : mampu penghasilan orang tua Rp. permanen. 2.

 Tinggal di daerah pinggiran kota. nenek. kakek dan paman. Aspek Psikologis di keluarga  Hubungan dengan keluarga baik Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga  Tidak ada anggota keluarga yang sakit /memiliki keluhan seperti ini.Kondisi Lingkungan Keluarga  Jumlah penghuni 4 orang. pasien. .

Keluhan Utama Gatal-gatal disekitar lubang anus sejak ± 3 hari yang lalu .

tidal disertai kejang. tidak encer. . tidak menggigil. Gatal-gatal disekitar lubang anus meningkat pada malam hari.Riwayat Penyakit Sekarang Gatal-gatal disekitar lubang anus sejak ± 3 hari yang lalu. muntah (-) Nyeri di daerah ulu hati (-). tidak berlendir. Pasien suka bermain di tanah dan tidak menggunakan sandal. Riwayat demam sebelumnya (+) 1 hari yang lalu. perut terasa kembung (-) Nafsu makan menurun (+) Berat badan turun (+) Nyeri ulu hati (-) Frekuensi BAB 1 kali dalam sehari. demam tidak tinggi. tidak berkeringat. makin bertambah gatal dalam 1 hari ini. Riwayat mual (-). tidak berdarah.

8 °C Berat Badan : 15 kg Tinggi Badan : 110 cm Kesan : kesan gizi baik .          Pemeriksaan Fisik Tanda Vital : Keadaan Umum : tidak tampak sakit Kesadaran : sadar Frekuensi denyut nadi : 88x / menit Frekuensi Nafas : 24 x/menit Suhu : 36.

Pemeriksaan Sistemik  Kulit : teraba hangat  Kepala : bentuk bulat. simetris. rambut hitam tidak mudah dicabut  Mata : konjungtiva tidak anemis. sklera tidak ikterik  Mulut : caries dentis (+)  Telinga : tidak ditemukan kelainan  Hidung : tidak ditemukan kelainan  Tenggorokan : tonsil T1-T1 tidak hiperemis. faring tidak hiperemis  Leher : tidak teraba pembesaran KGB  Dada : dalam batas normal  Abdomen : dalam batas normal  Punggung : tidak ditemukan kelainan  Alat Kelamin : tidak ditemukan kelainan .

feses rutin. Laboratorium Anjuran : laboratorium darah. Diagnosis Kerja : suspek oxyuriasis (cacing kremi)  .

Manajemen Preventif :  Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan/setiap habis dari toilet/setelah memegang benda kotor.  Biasakan untuk selalu mandi 2 kali sehari menggunakan sabun  Jagalah selalu kebersihan makanan yang dikonsumsi  Menggunakan sandal jika bermain.  . tidak di sembarang tempat.  Jagalah selalu jari kuku untuk selalu dipotong pendek.  Perhatikan kebersihan pakaian dan peralatan rumah tangga lainnya.  Buang air besar di WC. bersih & terawat.

seask nafas.Promotif :  Menjelaskan tentang penyakit dan komplikasi  Konsumsi makanan yang bergizi seimbang Kuratif :  pirantel pamoat (single dose)  vitamin B kompleks  viramin C Rehabilitatif :  Kontrol teratur ke Puskesmas  Jika gejala makin berat ( batuk kering/produktif. perut kembung. berat badan makin turun. nyeri perut. diare/konstipasi. pucat) segera bawa ke . bunyi nafas menciut. BAB berlendir/berdarah.

Kampung Baru. V Pro : Afif Umur : 4 tahun Alamat : Jl. II No.Dinas Kesehatan Kodya Padang Puskesmas Padang Pasir Dokter Tanggal : Putri : 7 Mei 2013 R/ pyrantel pamoat tab 125mg S 1 dd tab 1 1/2 R/ vitamin B kompleks tab S 3 dd tab 1/2 R/ vitamin C S 3dd tab 1/2 tab No. Padang Pasir No 52 . V No.

KUNJUNGAN RUMAH .

.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful