You are on page 1of 18

SOAL-SOAL BOSE-EINSTEIN

Vera Rizchi Cahyani Putri (4211410017)


Ahmad Juheri (4211410021)
Nurhidayah (4250406037)

Keadaan Mikro dalam Suatu
Keadaan Makro
Dalam suatu tingkat energi
terdapat 3 buah status dan 4
buah boson. Ada berapakah
keadaan mikro yang mungkin
terjadi dari system ini ?

Status/ke
jadian
I II III
1 1 1 2
2 1 2 1
3 2 1 1
4 2 2 -
5 2 - 2
6
-
2 2
7 3 1 -
8 3 - 1
9 - 1

3
10 1 - 3
11 1 3 -
12 - 3 1
13 4 - -
14 - 4 -
15 - - 4
Dengan kotak dapat digambarkan sebagai status gi dan boson sebagai partikel Ni.
Jadi, gi = 3 dan Ni = 4 maka kombinasi yang terjadi




Jadi, dalam satu keadaan makro terdapat 15 keadaan mikro.
15
! 4 ! 2
! 6
! 4 )! 1 3 (
)! 1 3 4 (
! )! 1 (
)! 1 (
= =

+
=

+
=
i i
i i
i
N g
g N
W
! )! 1 (
)! 1 (
i i
i i
i
N g
g N
W

+
=
Untuk menentukan banyaknya pengaturan tak terbedakan di antara partikel
Dapat menggunakan persamaan

SOAL 2
Suatu sistem mempunyai 2 tingkat energi.
Tingkat energi yang pertama dengan energi E
1

memiliki 3 status. Dalam keadaan makro tingkat
pertama berisi 2 buah boson. Tingkat kedua
dengan energy E
2
memiliki 2 status dan berisi 4
buah boson. Ada berapa keadaan mikro yang
mungkin terjadi dari sistem tersebut ?




Status dengan E
1



Status dengan E
2


Jadi keadaan mikro total adalah :




W = W
1
.

W
2

6
! 2 ! 2
! 4
! 2 )! 1 3 (
)! 1 3 2 (
! )! 1 (
)! 1 (
1 1
1 1
1
= =

+
=

+
=
N g
g N
W
5
! 4 ! 1
! 5
! 4 )! 1 2 (
)! 1 2 4 (
! )! 1 (
)! 1 (
2 2
2 2
2
= =

+
=

+
=
N g
g N
W
! )! 1 (
)! 1 (
! )! 1 (
)! 1 (
.
! )! 1 (
)! 1 (
2 2
2 2
1 1
1 1
i i
i i
N g
g N
W
N g
g N
N g
g N
W

+
H =

+
=
W = W
1
. W
2
= 6 . 5 = 30

Aplikasi Statistika Bose-Einstein pada Boson
Molekul gas
4
He adalah boson dengan spin nol, statistika yang sesuai adalah
statistic Bose-Einstein, satu keadaan menempati volume h
3
dalam ruang
fasa sehingga banyaknya keadaan yang memiliki energi sampai
dalam elemen volume adalah





dimana


maka







e
e + e d
I d
3
h
dI
3
) (
h
d
d g
I
e= e
3
) (
h
dp dp dxdydzdp
d g
z y x
e= e
}}} } }
= =
= =
t
u
t

t u u
0
2
0
2 2
4 sin dp p dp p d d dp dp dp
z y x
3
2
4 .
) (
h
dp p V
d g
t
e= e
Hubungan antara momentum dan energy dapat diperoleh dari
maka . Dengan menurunkan energy terhadap momentum
, sehingga





Banyaknya molekul gas
4
He yang berenergi antara sampai adalah







m
p
2
2
e=
e = m p 2
dp
m
dp
m
p
d
e
=
|
.
|

\
|
e=
2
e
e
= d
m
dp
2
3
2 / . 2 . 4 .
) (
h
d m m V
d g
e e e
e= e
t
3
2 / 3
. 2 . 4 .
) (
h
d m V
d g
e e
e= e
t
e e + e d
1
1
.
2 4 .
1
1
) (
) (
/
3
/

e e
=

e e
e= e e=
kT e kT e
e
A
d
h
m m V
e
A
d g
d N dN
t
Dengan jumlah partikel total adalah dan bila 1/A >>1, maka
maka :




Dimana

Maka


atau





}

e= e
0
) ( N d N
kT e kT e
e
A
e
A
/ /
1
1
1
~
} } }

e e =
e e
e= e
0 0
/ 2 / 1
3
/
0
3
2 4
1
.
2 4 .
) ( d e
h
m m AV
e
A
d
h
m m V
d N
kT e
kT e
t t
}

I e= e
0
2 / 3
/ 2 / 1
) 2 / 3 (
) / 1 (
1
kT
d e
kT e
t t
2
1
) ( 2 4
2 / 3
3
kT m m
h
AV
N =
t t
2
1
) ( 2 4
2 / 3 3
kT m m AV Nh =
2 / 3
3
) 2 ( mkT V
Nh
A
t
=
Asumsikanlah bahwa energi akustik ditransfer melalui kisi-kisi kristal dalam jumlah
terkuantisasi sebesar hf oleh quasipartikel yang disebut fonon, yang merupakan boson-boson
dengan total jumlah yang tidak tetap. Tentukanlah pernyataan untuk total energi kinetik
(energi vibrasi) kristal zat padat tersebut, jika diketahui kerapatan keadaannya
!

2
3
9
f
f
N
g
m
f
=
Aplikasi hukum distribusi bose-einstein:
kapasitas panas zat padat
Jumlah fonon dN
f
dengan frekuensi-frekuensi berada dalam
rentang antara f dan f+df adalah :
Solusi :
Karena setiap fonon memiliki energi E=hf, maka energi dE yang
dimiliki oleh fonon-fonon dN
f
:
Total energi :
dengan (temperature debye) dan
df f
f
N
e
df g F dN
m
KT
E f BE f
2
3
9
1
1

= =
df
e
f
fm
Nh
hfdN dE
kT
hf
f
1
9
3
3

= =
} } }

|
|
.
|

\
|
=

= =
m
f x
x
D
kT
hf
m
e
dx x
T
T
NkT df
e
f
f
Nh
dE E
0 0
3
3
3
3
1
9
1
9
k
hf
T
m
D
=
kT
hf
x =
Dari hasil soal diatas, tentukan pernyataan untuk C
V
, kalor jenis molar pada volume
konstan, dalam limit T<<T
D
!

Solusi :
Dari soal diatas, didapatkan total energi :
Untuk T<<T
D,
kita mendapati x~ dan dengan perhitungan didapatkan nilai
integralnya mendekati sehingga :
Dengan menerapkan definisi Cv, didapatkan :
}

|
|
.
|

\
|
=
x
x
D
e
dx x
T
T
NkT E
0
3
3
1
9
15
4
t
15
9
4
3
t
|
|
.
|

\
|
=
D
T
T
NkT E
3
4
3
4
5
12
15
36 1
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
c
c
=
D D v
v
T
T R
T
T
n
kN
T
E
n
c
t t
SOAL 3
Tentukanlah temperatur perak saat kalor jenis molar listrik Cve dan kalor jenis
molar kisi-kisi Cv bernilai sama, jika diketahui energi fermi perak E
fo
adalah 5,5
eV dan temperatur debye (T
D
) perak 210 K!

Kesetaraan akan terjadi pada temperatur rendah, sehingga hasil
teori Debye dapat diambil sebagai berikut :
Solusi :
Dengan menyamakan Cv dan Cve :
Kalor jenis molar listrik pada volume konstan :
3
4
5
12
|
|
.
|

\
|
=
D
v
T
T R
c
t
0
2
2
f
ve
E
kT R
c
t
=
vs v
c c =
0
2
3
4
2 5
12
f D
E
kT R
T
T R t t
=
|
|
.
|

\
|
K
eV
K K eV x
E
kT
T
f
D
75 , 1
) 5 , 5 ( 24
) 210 )( / 10 62 , 8 ( 5
24
5
2
2
3 5
2
0
2
3
= = =

t t
Hasil ini menunjukan bahwa konduksi panas dapat dicatat pada
temperature yang sangat rendah
Tunjukkan bahwa rumusan entropi statistik Bose-Einstein dalam batasan
klasik (gj >> Nj >> 1) akan tereduksi menjadi



Gunakan aproksimasi Stirling

(
(

+
|
|
.
|

\
|
~
j
j
j
j
j
N
N
g
N k S ln
Solusi
Statistika Bose-Einstein memiliki Peluang termodinamika untuk
keadaan makro






[

+
=
j j j
j j
BE
g N
g N
w
)! 1 ( !
)! 1 (
[
+
=
j j j
j j
BE
g N
g N
w
! !
)! (
Dimana dalam limit klasik (gj >> Nj >> 1) suku suku dalam persamaan diatas akan menjadi
j j
j j j j
g g
g N g N
~
+ ~ +
1
1
Sehingga

(
(

|
|
.
|

\
| +
+
|
|
.
|

\
| +
=
j
j
j j
j
j
j j
j BE
g
g N
g
N
g N
N w ln ln ln

+ + =
j
i j j j i i j j BE
g g N N g N g N w ] ln ln ) ln( ) [( ln
j
j
j
j j
N
g
N
g N
~
+
j
j
j
j j
g
N
g
g N
+ =
+
1
(
(

+
=
[
j j j
j j
BE
g N
g N
w
! !
)! (
ln ln
Kemudian
Kemudian dengan gj >> Nj akan diperoleh
Dengan syarat limit klasik dapat dilihat bahwa Nj / gj << 1 sehingga
Dengan demikian peluang termodinamika suatu keadaan makro statistic Bose Einstein dengan limit
klasik akan menjadi
Sehingga entropinya
j
j
j
j
g
N
g
N
~
|
|
.
|

\
|
+ 1 ln

|
|
.
|

\
|
+ =
(
(

|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
=
j
j
j
j
j
j
j
j
j
j
j
j BE
N
N
g
N
g
N
g
N
g
N w ln ln ln ln

(
(

+
|
|
.
|

\
|
= =
j
j
j
j
j BE
N
N
g
N k w k S ln ln