 Nama

 Usia
 Jenis Kelamin  Alamat

: An. A : 14 tahun : Laki-laki : Kp Bunisari RT16 RW05,
Kelurahan Kertasari, KecamatanBojong Purwakarta

 Agama

: Islam  Status : Belum kawin  Tanggal Masuk Rumah Sakit : 29 Maret 2013

. penderita mengalami perdarahan banyak yang keluar dari leher setelah kecelakaan sepeda motor di daerah Purwakarta. Penderita dibawa ke RS Bayu Asih dan kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin. Keluhan Utama : Perdarahan banyak di leher  Anamnesis Khusus : ± 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Riwayat pingsan diakui. telinga dan hidung. Penderita merasa sesak nafas yang disertai dengan nyeri dada pada saat mengambil nafas. Riwayat mual dan muntah tidak ada. Riwayat trauma berupa leher penderita tersobek kaca spion sepeda motor lawan dan dadanya membentur aspal. Tidak ada riwayat perdarahan mata. Penderita menaiki sepeda motor dengan kecepatan sedang dengan tidak menggunakan helm.

dengan inisial drainage berupa darah sebanyak 250cc. diberikan O2 3L/menit pernasal kanul dan masih terpasang WSD. . Anamnesis tambahan Penderita telah dirawat selama 5 hari telah dilakukan CTT dan pemasangan WSD.

Keadaan Umum : tampak sakit berat Kesadaran T :100/60 mmHg N : 106 x/m : compos mentis R : 28x/m S : 36. Kepala : Konjunctiva anemis Sklera tidak ikterik Leher : JVP tidak meningkat Trakea di tengah Terdapat balutan kassa yang diplester pada leher kiri KGB tidak teraba .8 0C Status Generalis .

DM – Hepar dan Lien tak teraba P : PS -. P : NT -.Toraks : I: Bentuk dan gerak asimetris Ictus cordis tidak tampak P: VF : kiri < kanan P: dullness pada hemithorax kiri Batas jantung : Batas atas dan kiri sulit dinilai Batas kanan Linea Sternalis Dextra A: VBS kiri < kanan Bunyi jantung murni reguler Abdomen : I: Datar. PP -. lembut. A: Bising usus (+) normal Ekstremitas : Capillary refill < 2” akral hangat Edema -/akral cyanosis - .

drain WSD cairan berwarna merah kehitaman .Status lokalis  a/r leher terdapat vulnus terbalut verban  a/r toraks pada auskultasi didapatkan VBS paru kiri menurun  a/r Hemitoraks sinistra Terdapat vulnus terbalut verban Terpasang CTT.

trauma leher (+). tampak sakit berat Tanda vital : dalam batas normal Kepala : Konjunctiva anemis(+) Leher : balutan kassa di leher kiri (+) Toraks : terpasang CTT dengan WSD pada hemithorax kiri VF : kiri < kanan dullness pada hemithorax kiri VBS kiri < kanan Abdomen : tidak ada kelainan Ekstremitas : tidak ada kelainan . trauma dada (+). penderita mengalami perdarahan banyak yang keluar dari leher setelah kecelakaan sepeda motor di daerah Purwakarta. Di rawat di RSHS dan dilakukan pemasangan CTT pada hemithorax sinistra. perdarahan mata (-). perdarahan hidung (-). anastomosis vena jugularisdengan indikasi kontrol perdarahan Keadaan Umum : CM. mual muntah (-). perdarahan telinga (-). pingsan (+).Keluhan Utama : Perdarahan Banyak di leher ± 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Helm (-).

Vulnus Laceratum a/r colli sinistra + hemothoraks .

Urinalisa. Foto Thorax  Laboratorium (Sysmex. AGD. Cross Match) .

7) (N: 13.5 – 17.000) (N: 32-36%) .8 (N: 10.9 Darah Lengkap  Hb : 11.96  Leukosit : 19200  Trombosit : 402000  MCHC : 34.7-37.400-11.83-1.5 g/dL) (N: 40-52%) (N: 4.000-450.7) (N: 0.0  Ht : 32  Eritrosit : 3.5 INR : 1.5-6. Hematologi Rutin:  Hematologi  PT-INR Massa Protrombin (PT): 14.300) (N: 150.7-14.5 jt/µL) (N: 4.15  APTT : 19.16) (N: 17.

64 211 140 3.6 – 5.5 mEq/L) .87 mg/dL) (N:<140 mg/dL) (N: 135-145 mEq/L) (N: 3.Kimia Klinik  AST (SGOT) :  ALT (SGPT) :  Ureum :  Kreatinin :  Gula darah sewaktu:  Natrium :  Kalium : 16 9 40 0.57-0.8 (N: <50 µ/L dalam 37o C) (N: <50 µ/L dalam 37o C) (N: 15-50 mg/dL) (N:0.

34-7.7 99.0 24 -12.4 166 12.2 (N: 7.Lain-lain Analisa gas darah  pH  PCO2  PO2  HCO3  TCO2  Base excess  Saturasi O2 : : : : : : : 7.296 25.44) (N: 35-45) (N: 69-116) (N: 22-26) (N: 22-29) (N: ((-2) – (+3)) (N: 95-98%) .

003-1.029) (N: 5.030  PH Urine  (N: 1.5 1+/30 +3/500 +1/10 +1/2 - .0-8.Urin Urin Rutin  Kimia Rutin  Berat Jenis Urin : >1.0) (N: -) (N: -) (N: -) (N: -) (N: <1) (N: -)      : Nitrit Urine : Protein Urine : Glukosa Urin : Keton Urin : Urobilinogen Urin: Bilirubin Urin : 5.

Mikroskopis Urin  Eritrosit :  Leukosit :  Sel Epitel :  Bakteri :  Kristal :  Silinder : 1 2 2 + - (N <1/lpb) (N <6/lpb) (N: -) (N: -) (N: -) (N: -) .

VL a/r colli sinistra + hematotoraks sinistra .

 Observasi Tanda vital  Observasi WSD  Chest fisioterapi .

 Quo ad vitam  Quo ad functionam  Quo ad sanactionam : ad bonam : ad bonam : ad bonam .

Apa dasar diagnosis pada pasien ini? 2.1. Apa dasar prognosis pasien? . Apa Manajemen yang harus dilakukan pada pasien ini? 3.

Anamnesis : Terdapat cedera berupa sobekan pada leher (Vulnus laceratum) Pemeriksaan fisik : Kepala : Konjunctiva anemis(+) Leher : balutan kassa di leher kiri (+) (Vulnus Laceratum) Toraks : terpasang CTT dengan WSD pada hemithorax kiri (Hemothorax) VF : kiri < kanan (Hemothorax) dullness pada hemithorax kiri (Hemothorax) VBS kiri < kanan (Hemothorax) .

 Pemeriksaan Penunjang Rontgen .

 Intrapleural thrombolytic dapat diberikan untuk meningkatkan drainae subaut (6-13 hari) .Penatalaksanaan utama pada pasien traumatik hemothorax adalah dengan segera memasukkan intercostal chest drain. Kegunaan pemasangan intercostal chest drain dengan segera adalah:  Mengevakuasi darah dari rongga pleura (drainase) – pasang CTT  Kontrol perdarahan  Persistent hemothorax yang sudah dilakukan CTT harus dilakukan VATS (Videoasissted Thoracoscopy Surgery)  VATS harus dilakukan pada 3-7 hari pada perawatan.

 Prognosis pasien ini baik karena setelah dilakukan tindakan anastomosis vena jugularis dan pemasangan CTT. faktornya adalah penanganan yang cepat . kondisi pasien mulai membaik.  Ada pun paru-paru pasien masih dapat berfungsi dengan baik.

 Schwartz – principle surgery  Practice Management Guidelines for Management of Hemothorax and Occult Pneumothorax .

Related Interests