You are on page 1of 27

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK

Oleh: Norhana binti Zawawy

Definisi

 

Infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi MT dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. Sekret : encer/kental, bening/nanah Dahulu: Otitis Media Perforata

Perjalanan Penyakit  OMA + perforasi MT <2 bulan OMS subakut OMA + perforasi MT >2bulan OMSK  .

Faktor predisposisi      Terapi yang terlambat diberikan Terapi yang tidak adekuat Virulensi kuman tinggi Daya tahan tubuh kurang Higiene buruk .

Letak perforasi .

Jenis OMSK Tipe aman  Tipe bahaya Peradangan pada mukosa  Perforasi marginal / atik  Perforasi sentral  Bisa timbul komplikasi berbahaya  Jarang timbulkan komplikasi berbahaya  Disertai kolesteatoma  Tidak terdapat kolesteatoma .

Berdasarkan sekret yang keluar OMSK aktif  OMSK tenang Sekret keluar dari kavum  Keadaan kavum timpani timpani secara aktif terlihat basah atau kering .

Kolesteatoma  Suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin). .

Patogenesis Teori invaginasi Teori metaplasi Teori migrasi Teori implantasi .

daerah petrosus mastoid atau di cerebellopontin angle.  MT utuh tanpa tanda infeksi. .  Lokasi: kavum timpani.Klasifikasi Terbentuk pada masa 1) Kolesteatoma Kongenital embrionik.

tuba (Teori Invaginasi) Sekunder Terbentuk setelah perforasi MT Terbentuk akibat masuknya epitel kulit dari liang telinga atau dari pinggir perforasi MT ke telinga tengah (Teori Migrasi)  Terjadi akibat metaplasi mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi yang berlangsung lama (Teori Metaplasi) .2) Kolesteatoma Akusital (terbentuk setelah lahir) Primer   Terbentuk tanpa didahului perforasi MT Timbul akibat proses invaginasi dari pars flaksida karena tekanan –ve di telinga tengah akibat gg.

. Tanda lanjut: abses / fistel retroaurikuler. : polip / jaringan granulasi liang telinga luar yg berasal dari telinga tengah.Tanda Klinis OMSK tipe bahaya   Tanda dini : perforasi marginal/atik. berbau khas : terlihat bayangan kolesteatoma pada foto rontgen mastoid. : sekret (nanah). : kolesteatoma.

Tipe bahaya 1) 2) . eritromisin Setelah observasi 2 bulan sekret kering tapi perforasi + : miringoplasti/timpanoplasti Mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti.kortikosteroid Antibiotik oral golongan ampisilin. Terapi konservatif dengan medikamentosa hanya terapi sementara sebelum pembedahan.Terapi OMSK Tipe aman 1) 2) 3) 4) Obat pencuci telinga (larutan H2O2 3-5 hari) Obat tetes telinga berisi antibiotik.

 fungsi pendengaran tidak diperbaiki  .Jenis pembedahan pada OMSK OMSK dengan mastoiditis kronis tipe aman atau bahaya 1) Mastoidektomi sederhana OMSK tipe aman dengan pengobatan konservatif tidak sembuh Dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik supaya infeksi tenang. telinga tidak berair.

cegah komplikasi intrakranial. datang teratur utk kontrol. 3) Mastoidektomi  Ind: OMSK + kolesteatoma daerah atik radikal dengan tapi belum merusak kavum timpani.  . pendengaran berkurang.2) Mastoidektomi radikal Ind: OMSK bahaya dengan infeksi atau kolesteatoma meluas. Kerugian: tidak boleh berenang seumur hidup. Tujuan: buang semua jaringan patologik. pertahankan pendengaran. modifikasi (operasi Tujuan: buang semua jaringan patologik Bondy) dari rongga mastoid.

4) Miringoplasti 5) Timpanoplasti jenis timpanoplasti paling ringan  Ind: OMSK tipe aman (tenang) + tuli ringan disebabkan perforasi MT Rekonstruksi hanya pada MT Tujuan: cegah berulangnya infeksi telinga tengah pd OMSK tipe aman + perforasi menetap  Ind: OMSK tipe aman + kerusakan lebih berat/ OMSK tipe aman yg tidak bisa ditenangkan dgn medikamentosa.  Tujuan: menyembuhkan + perbaiki pendengaran  .

6) Timpanoplasti dengan pendekatan ganda Ind: OMSK tipe bahaya / OMSK tipe aman dengan jaringan granulasi yg luas Tujuan: menyembuhkan + perbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mastoidektomi radikal  .

Komplikasi OMSK     Terjadi apabila sawar pertahanan telinga tengah yang normal dilewati. Pertahanan 1: mukosa kavum timpani Pertahanan 2: dinding tulang kavum timpani dan sel mastoid Pertahanan 3: jaringan granulasi .

Penyebaran penyakit    Hematogen Melalui erosi tulang Melalui jalan yang sudah ada .

Komplikasi (Adam dkk) 1) Telinga tengah Perforasi MT persisten  erosi tulang pendengaran Paralisis nervus fasialis  2) Telinga dalam fistula labirin Labirinitis supuratif Tuli saraf  3) ekstradural abses ekstradural Trombosis sinus lateralis Petrositis  4) Ke SSP meningitis Abses otak Hidrosefalus otitis  .

subdura.Komplikasi (Souza dkk) Intratemporal Telinga tengah •Paresis nervus fasialis •Kerusakan tulang pendengaran •Perforasi MT Ke rongga mastoid • petrositis •Mastoiditis koalesen Ekstratemporal Intrakranial •Abses ekstradura.otak •Meningitis •Tromboflebitis sinus lateralis •Hidrosefalus otikus Ekstrakranial •Abses retroaurikuler •Abses Bezold’s •Abses zigomatikus Ke telinga dalam •Labirinitis •Tuli sensorineural .

Komplikasi (Shambough 2003) Intratemporal perforasi MT  Mastoiditis akut  Paresis N.Fasialis  Labirinitis  Petrositis   Ekstratemporal abses subperiosteal Intrakranial abses otak  tromboflebitis  hidrosefalus otikus  empiema subdura  abses subdura/ekstradura  .

E.E.Pedoman Tatalaksana OMSK Otore kronis MT utuh MT perforasi •O.Maligna •Miringitis Granulomatosa OMSK Komplikasi - Komplikasi + Kolesteatom – OMSK benigna Kolesteatom + OMSK bahaya Lihat Algoritma 2 Lihat Algoritma 1 .Difusa •Otomikosis •dermatitis/eksim •O.

Algoritma 1 Kolesteatom – OMSK benigna Kolesteatom + OMSK bahaya OMSK aktif OMSK tenang Stimulasi epitelialisasi tepi perforasi Perforasi menutup Tuli konduktif? Tdk sembuh Cuci telinga Ab sistemik Ab topikal Perforasi menetap Otore menetap > 1 minggu Pilihan •Atikotomi anterior •Timpanoplasti dinding utuh •Timpanoplasti dinding runtuh •Atikoantroplasti •Timpanoplasti buka-tutup .

Mastoid Schuller x-ray audiogra. mikroorganisme Otore menetap > 3 bulan Ideal : timpanolasti Tanpa/dengan mastoidektomi Ideal: mastoidektomi + timpanoplasti .m Antibiotik berdasar pem.Tuli konduktif + Ro.

V dosis tinggi 7-15 hari •Konsul spesialis saraf/ Anak •Mastoidektomi •Operasi bedah saraf .Algoritma 2 OMSK + komplikasi Komplikasi intratemporal Komplikasi intrakranial •Antibiotik dosis tinggi •Mastoidektomi •Dekompresi N.VII •petrosektomi • rawat inap •Periksa sekret telinga •Antibiotik I.

Terima Kasih .