You are on page 1of 46

06/21/13

1

PENDAHULUAN
 Psikoterapi

berasal dari dua kata, yaitu “psyche” yang berarti “jiwa” dan “therapy” yang berarti “pengobatan”. Jadi “psikoterapi” berarti “pengobatan jiwa”

 Sampai

saat ini psikoterapi dianggap sebagai aspek murni psikiatri yang merupakan bagian integral dari praktek psikatri dan relevant digunakan pada gangguan psikiatrik,  Psikoterapi digunakan untuk ,meningkatkan sikap fleksibilitas, 2 06/21/13 kebebasan, kebahagian dalam hidup

DEFINISI PSIKOTERAPI
Menurut Lewis R. Wolberg (1977) Psikoterapi adalah perawatan dengan menggunakan alat-alat psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan profesional dengan pasien, yang bertujuan : (1) Menghilangkan, mengubah atau menurunkan gejala-gejala yang ada. (2) memperantarai perbaikan pola tingkah laku yang terganggu, dan (3) meningkatkan pertumbuhan serta 3 mengembangkan kepribadian yang 06/21/13

TUJUAN PSIKOTERAPI
1. Perawatan akut (intervensi klinis dan stabilisasi) 2. Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat) 3. Pemeliharaan ( pencegahan keadaan memburuk jangka panjang) 4. Restrukturisasi (meningkatkan perubahan yang terus menerus pada pasien)
06/21/13 4

2. Rawat inap rumah sakit Perawatan parsial (day care) Rawat jalan 06/21/13 5 .LINGKUNGAN PSIKOTERAPI 1. 3.

FORMAT PSIKOTERAPI 1. 2. Individual Keluarga / perkawinan Kelompok (homogen dan heterogen) 06/21/13 6 . 3.

TEHNIK PSIKOTERAPI Eksplorasi psikoanalisa. terapi seni. terapi berorientasi psikodinamik 2. Direktif terapi kognitif. terapi berpusat klien. advis. 3. biofeedback. Supportif sugestif. desensitisasi. penjaminan (reassurance). Eksperiensial terapi eksistensi. . 7 06/21/13 1. ventilasi. psikodrama. rasional emotif. terapi realitas. 4.

PSIKOTERAPI EKSPLORASI  Tujuan : 1. Mengurangi kekakuan gaya defensif 2. Memperbaiki kemampuan mengintegrasikan pengertian intelektual dengan wawasan emosional 3. menginterpretasikan 2. Merekonstruksi (menghubungkan data klinis yang berkaitan dengan perkembangan awal 8 06/21/13 . Mengunkapkan dan melalui pengalaman traumatik masa lalu yang menyakitkan  Peran terapis : 1. Penyusun kembali.

desensitisasi 2. pelatihan relaksasi. meyakinkan kembali. pembanjiran.  Tehnik : 1. saran. pemodelan. Meningkatkan dan mengajarkan perilaku yang adaptif. guru. 06/21/13 9 . Perubahan perilaku maladaptif 2. Konfrontasi.  Peran terapis Sebagai konsultan. penasehat. Paparan sistematik.PSIKOTERAPI DIREKTIF/ARAHAN  Tujuan : 1.

Memperbaiki kemampuan mengekspresikan emosi 3. non otoriter  Tehnik : empati. merasakan pengalaman dengan pasien. Meningkatkan kesadaran akan pengalaman dalam 2. Meningkatkan perasaan dapat dimengerti oleh orang lain  Peran terapis : sebagai teman. 06/21/13 10 .PSIKOTERAPI EKSPERENSIAL  Tujuan : 1. konfrontasi.

guru yang mendukung  Tehnik : 1. pendidikan 06/21/13 11 . Meningkatkan kesadaran realitas 2.PSIKO TERAPI SUPPOTRTIF  Tujuan : 1. 2. Pernyataan penuh hormat. Membantu mengembangkan ketrampilan penyesuaian dan perilaku adaptif realitas 3. meyakinkan kembali. Memberikan dorongan dan asuhan  Peran terapis : sebagai wali. Fungsi peminjaman ego. pujian.

Freud dan J. Masing – masing sesi lamanya 45 – 50 menit  Indikasi : konflik psikologis yang telah 12 06/21/13 berlangsung lama dan telah menimbulkan .Breur  Tujuan utama mengangkat konflik (emosi dan motif yang direpresi) ke kesadaran sehingga dapat ditangani dengan cara yang lebih rasional dan realistik  Tugas terapis : mempersiapkan pasien untuk menghadapi material yang menimbulkan kecemasan yang telah diungkapkan  Tehnik yang dilakukan : asosiasi bebas dan analisa mimpi  Lamanya terapi : 3 – 6 tahun.PSIKOANALISA  Dikemukakan oleh S. sesi 4 kali atau lebih dalam seminggu.

PSIKOTERAPI PSIKOANALITIK  Psikoterapi psikoanalitik adalah psikoterapi yang didasarkan pada rumusan psikoanalitik yang telah dimodifikasi secara konsepsual dan tehnik dengan memusatkan perhatian pada konflik pasien sekarang dan pola dinamika sekarang  Dikembangkan dari konsep psikoanalisa Freud bahwa gangguan mental berakar dari konflik dan ketakutan bawah sadar 13 06/21/13  Penekanan pada peran ego yang rasional. .

TERAPI GESTALT  Dikemukakan oleh Frederick Perl  Fokus : kesadaran kepribadian menyeluruh dengan mengatasi konflik dan menemukan aspek-aspek yang menghalangi ke kesadaran  Metode : Kombinasi penekanan psikoanalitik pemecahan konflik internal dengan penekanan perilaku pada kesadaran perilaku seseorang. 06/21/13 14 .

kehangatan dan ketulusan  Tanggung jawab pemecahan masalah pada klien 15 06/21/13 .TERAPI TERPUSAT KLIEN  Dikembangkan oleh Carl Rogers (1940)  Didasarkan pada asumsi behwa individu merupakan ahli yang paling mengetahui tentang dirinya sendiri dan mampu mencari pemecahan atas masalahnya  Tugas terapis mempermudah kemajuannya  Kualitas yang terpenting bagi terapis ialah empati.

TERAPI KOGNITIF  Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerja-sama aktif pasien dengan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapeutik.  Terapi ini memfokuskan diri pada perubahan pikiran / pandangan seseorang terhadap masalah yang 16 06/21/13 dihadapinya.  Terapi ini berorientasi pada masalah sekarang dan pemecahannya. .

JENIS – JENIS TERAPI KOGNITIF 1. Terapi Kognitif Depresi Beck Terapi Emotif Rational 06/21/13 17 . 2.

maladaptif/negatif  Depresi memiliki triad kognitif : 1. Pandangan negatif mengenai masa depan  Tehnik : pendekatan ini terdiri dari 4 proses : 1. Pandangan negatif mengenai dunia 3. Mendapatkan pikiran otomatis 2. Pendapat negatif mengenai diri 2. Menguji pikiran otomatis 3. Mengidentifikasi anggapan dasar yang maladaptif 18 06/21/13  Dikemukakan oleh  Indikasi : depresi  Fokus : perubahan TERAPI KOGNITIF BECK aaron beck pandangan yang .

berbahagia dengan cara mengajarkan orang berpikir lebih rasional  Indikasi : depresi. fobia. gangguan emosional jarang terjadi. ansietas. masalah sekseksual dan relasional dan ketrampilan sosial. psikotik.TERAPI EMOTIF RASIONAL   Dikemukakan oleh Ellis dan Bernard (1985) Menurut ellis. orang yang mempertahankan pandangan hidup yang waras mengenai kehidupan. gangguan kepribadian. dan mengaktualisasikan diri sehingga mereka hidup dalam eksistensi yang lebih terpenuhi. 19 06/21/13  . Tujuan : mengurangi gangguan emosional dan perilaku penaklukkan diri.

TERAPI PERILAKU  Terapi perilaku adalah terapi yang secara langsung bertujuan menghilangkan perilaku atau sikap yang maladaptif dan menggantinya dengan pola perilaku yang baru ini didasarkan pada prinsip teori belajar (learning theory) pembiasaan klasik dan pembiasaan pelaku 20  Terapi 06/21/13 .

2.JENIS-JENIS TERAPI PERILAKU 1. Terapi desensitisasi Terapi aversif Terapi pembanjiran Pemodelan 21 06/21/13 . 4. 3.

gangguan . orang dapat mengatasi kecemasan maladaptif yang ditimbulkan oleh situasi atau objek dengan mendekati situasi yang menakutkan secara bertahap dan dalam suatu keadaan psikofisiologis yang menghambat kecemasan  Desensitisasi sistematik terdiri dari 3 tahap : 1.DESENSITISASI  Dikembangkan oleh Joseph Wolpe  Prinsip dasar : perilaku pembiasaan balik (counter conditioning) yang menyatakan. obsesi kompulsif. Konstruksi hirarki 3. 22 06/21/13  Indikasi : fobia. Latihan relaksasi 2. Desensitisasi stimulus.

TERAPI AVERSIF  Prinsip : perilaku yang dibentuk untuk menghindari konsekwensi yang tidak menyenangkan  Tehnik : ada tiga tipe pokok : 1. Pelatihan menghindari stimulus berbahaya  Indikasi : gangguan perilaku destruktif 06/21/13 23 . Pengkondisian klasik 2. Penghukuman 3.

PEMBANJIRAN (FLOADING)  Prinsip dasar : meloloskan diri dari pengalaman yang menimbulkan kecemasan akan memperkuat kecemasan melalui pembiasaan  Tehnik : 1. Mendorong pasien berhadapan langsung dengan situasi yang menakutkan. Melalui pembayangan situasi yang menakutkan (tehnik implosi)  Indikasi : fobia spesifik  Kontra indikasi : kecemasan yang kuat 24 06/21/13 akan membahayakan . dibiarkan beberapa saat sampai ia menjadi tenang dan menguasai ketakutannya. 2.

PEMODELAN / MODELING PARTISIPAN Pasien belajar perilaku baru dengan meniru model yang tanpa rasa takut menghadapi situasi yang menakutkan Tehnik telah berhasil digunakan pada fobia anak dan agorafobia 06/21/13 25 .

aktivitas otak 26 06/21/13 . fisiologis kecemasan dapat diturunkan melalui pengajaran untuk menyadari perbedaan fisiologis antara ketegangan dan relaksasi :  Manifestasi  Tehnik 1. denyut jantung. tekanan darah tegangan otot. Pasien diberitahu mengenai status fungsi biologik tertentu (temperatur.BIOFEEDBACK  Dikembangkan  Didasarkan oleh Neal Miller pada konsep bahwa respon autonomik dapat dikendalikan melalui pembiasaan pelaku atau instrumental.

06/21/13 27 .PSIKOTERAPI SUPPORTIF Psikoterapi supportif adalah bentuk psikoterapi yang memberikan dukungan kepada pasien yang berada dalam keadaan krisis atau trauma psikologis.

3. 6.JENIS-JENIS PSIKOTERAPI SUPPORTIF 1. Ventilasi Persuasif Reassurance Sugestif Bimbingan Penyuluhan 28 06/21/13 . 4. 2. 5.

 Topik pembahasan : permasalah yang menjadi stres utama.VENTILASI  Bentuk psikoterapi yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk mengungkapkan isi hatinya sehingga ia merasa lega dan keluhannya berkurang. 06/21/13 29 .  Sikap terapis : memnjadi pendengar yang baik dan penuh pengertian.

Berusaha meyakinkan pasien dengan alasan yang masuk akal bahwa gejalanya akan hilang.  Sikap terapis : 1. Berusaha membangun. mengubah dan menguatkan impuls-impuls tertentu serta membebaskan dari impuls yang mengganggu secara masuk akal dan sesuai hati nurani.PERSUASI  Psikotrapi yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir. perasaan dan sikap terhadap masalah yang dihadapi. 30 06/21/13  Topik pembahasan : ide dan kebiasaan pasien . 2.

 Sikap terapis : meyakinkan secara tegas dengan menunjukkan hasil-hasil yang telah dicapai pasien  Topik pembahasan : 31 06/21/13 pengalaman pasien yang berhasil  Psikoterapi .REASSURANCE yang berusaha meyakinkan kembali kemampuan pasien bahwa ia sanggup mengatasi masalah yang dihadapinya.

 Sikap terapis : meyakinkan dengan tegas bahwa gejala penyakit pasien akan menghilang  Topik pembahasan : gejala-gejala bukan karena 06/21/13 kerusakan organik/fisik dan 32  Psikoterapiyang .SUGESTIF berusaha menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gejala gangguannya akan hilang.

cara bekerja dan belajar yang 33 06/21/13 Psikoterapi .BIMBINGAN yang memberi nasehat dengan penuh wibawa dan pengertian Sikap terapis : menyampaikan nasihat dengan penuh wibawa dan pengertian Topik bahasan : cara hubungan antar manusia. cara komunikasi.

agar ia dapat mengatasi permasalahannya dan dapat menyesuaikan diri  Sikap terapis : menyampaikan secara halus dan penuh kearifan  Topik pembicaraan : masalah pendidikan. pekerjaan.PENYULUHAN/ KONSELING yang membantu pasien mengerti dirinya sendiri secara lebih baik. 34 06/21/13 pernikahan dan pribadi  Psikoterapi .

T. Mengubah dinamika keluarga – pasangan spesifik Jenis : 1. T.K.K.K. Transaksional (Eric Berne) 5.TERAPI KELOMPOK Tujuan : 1. T. Psikodinamika Interpersonal 3.K. Direktif Supportif 2. Psikoanalisis 4. T. Menghapuskan gejala 2.K. Gestalt Frederic Perl 06/21/13 35 . T. Mengubah hubungan interpersonal 3.

 Individu yang bermasalah bergabung dalam kelompok dan saling bertukar pikiran dan pengalaman serta mengembangkan pola perilaku yang baru dibimbing oleh terapis yang profesional 06/21/13  Kelompoknya bisa homogen 36 atau .TERAPI KELOMPOK  Terapi kelompok adalah bentuk psikoterapi yang didasarkan pada pembelajaran hubungan interpersonal.

. Mengamati interaksi dalam keluarga 2. Membantu tiap anggota untuk menyadari cara dirinya berinteraksi dengan orang lain dan bagaimana tindakanya berperan dalam timbulnya masalah 37 06/21/13 keluarga. sistem keluarga yang tidak berjalan baik.  Tugas terapis : 1.TERAPI KELUARGA  Merupakan bentuk khusus terapi kelompok yang melibatkan seluruh keluarga  Dasar pemikiran adalah masalah yang ditunjukkan oleh pasien merupakan tanda adanya sesuatu yang tidak benar dalam keluarga.

kecemasan keluarga 3. Meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kebutuhan masing-masing anggota keluarga 4. Mengenali dan menanggulangi pola-pola maladaptif yang terjadi dalam keluarga. Meningkatkan kemampuam penanganan krisis 5.TERAPI KELUARGA Tujuan Terapi Keluarga : 1. Menurunkan konflik. 2. Meningkatkan hubungan peran yang 38 06/21/13 sesuai .

REHABILITASI adalah suatu program untuk mempersiapkan penempatan kembali pasien di keluarga dan masyarakatnya  Program ini dilakukan oleh lembaga rehabilitasi  Kegiatan yang dilakukan antara lain : .terapi kelompok.terapi seni (musik.Terapi kerja (bercocok tanam. menjahit . . tari. lukis) 39 06/21/13  Rehabilitasi .

TERAPI SOSIO-REHABILITATIF Terapi sosio rehabilitatif adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mempersiapkan individu kembali kelingkungan masyarakat dan keluarganya  Terapi ini ditujukan pada : 1. Individu 2. Lingkungannya  06/21/13 40 .

TERAPI SOSIO-REHABILITATIF (2)  Terhadap yaitu :  1. 06/21/13 41 individu melalui dua cara. Secara individual dibimbing dan dibekali ketrampilan sesuai minat dan bakatnya. dan rekreasi dsb. olah raga.  2. Bersama kelompok dengan melibatkan dalam kegiatan kelompok bermain. .

Mendeteksi dan kemudian mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor stresor dilingkungannya 3. Mendeteksi dan kemudian mempertahankan atau meningkatkan 42 06/21/13 faktor-faktor yang mendukung .TERAPI SOSIO-REHABILITATIF (3) Terhadap lingkungan : 1. Memberi penjelasan dan pengertian kepada keluarga mengenai keadaan pasien 2.

Prevensi primer 2.PREVENSI  Prevensi adalah upaya –upaya pencegahan terhadap terjadinya dan perkembangan gangguan jiwa  Terbagi dalam tiga tahap : 1. Prevensi sekunder 3. Prevensi tertier 06/21/13 43 .

PREVENSI PRIMER Mencegah timbulnya gangguan mental dengan cara :  mendeteksi dan menghilangkan faktor-faktor penyebab  mendidik hidup sehat 06/21/13 44 .

PREVENSI SEKUNDER Mencegah kekambuhan dengan cara :   memberi pengobatan segera Menganjurkan untuk teratur memeriksakan diri dan mempertahankan pengobatan 45 06/21/13 .

PREVENSI TERTIER Mencegah terjadinya cacat mental dengan cara : Pengawasan pengobatan agar tidak terjadi cacat lebih lanjut  Usaha rehabilitasi dengan memperhitungkan cacat yang sudah ada 46 06/21/13  .