Perubahan dan Adaptasi Fisiologi/ Psikologi pada Ibu Hamil

PERUBAHAN FISIOLOGIS

1. Sistem Reproduksi

TM I

TM II

TM III

Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal tetapi seiring dengan bertambahnya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalannya hanya sekitar 1.1.5 cm bahkan kurang. . UTERUS  TM I  Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot & terjadi akumulasi jaringan ikat dan elastik →→meningkatkan kekuatan dinding uterus.

ovarium dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus. pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus. Pada awal kehamilan penebalan uterus hormon→→esterogen dan sedikit progesteron. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata (tanda piscaseck).  Pada awal kehamilan tuba fallopi. bagian uterus yang mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Setelah kehamilan 12 minggu →→desakan dari hasil konsepsi. .  Posisi plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus.

 Isthmus uteri pada minggu pertama mengadakan hipertrofi →→ isthmus menjadi lebih panjang dan lunak (tanda Hegar). . Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat →→ membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.  Sejak trimester I kehamillan uterus akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri.

warnanya menjadi livid (tanda Chadwick).2. SERVIKS  serviks menjadi lunak(soft) (tanda Goodell). .kelenjar servikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah. banyak jaringan ikat yang mengandung kolagen.

tidak terjadi ovulasi. OVARIUM     Hanya 1 korpus luteum yg ditemukan di ovarium dan akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesteron dlm jumlah yg relatif minimal.3. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. . Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. Sejak kehamilan 16 minggu. fungsi diambil alih oleh plasenta. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

4. . hipertropi otot polos dan pemanjangan vagina. Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan produksi mukosa vagina yang tebal. jarinagn ikat longgar.5) Mengalami deskuamasi akibat stimulasi estrogen membentuk rabas vagina disebut leukore (keputihan). VAGINA & VULVA     Minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tampak merah dan kebiruan (tanda chatwick). pH vagina menjadi lebih asam (4→6.

c. Pada kehamilan lima bulan. setelah itu.1. b. Posisi rahim : a. lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri . Pada empat bulan kehamilan.rahim tetap berada pada rongga pelvis. rahim yang hamil biasanya mobilitas nya. UTERUS    TM II Bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan berbentuk bujur telur. mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati.rahim teraba seperti berisi cairan ketuban dan dinding rahim terasa tipis.

.kavum uteri seluruhnya di isi oleh amion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu.     pada kehamilan 16 minggu. Plansenta telah terbentuk seluruhnya. TFU terletak 2-3 jari di bawah pusat. Tinggi TFU terletak antara pertengahan simpisis pusat. Pada kehamilan 20 minggu. TFU terletak setinggi pusat. Pada kehamilan 24 minggu.

warnanya menjadi lipid (tanda Chandwick). . SERVIKS  Serviks bertambah dan menjadi lunak (soft) (tanda Gooldell). Kelenjar endoserfikal membesar dan mengeluarkan cairan mukus. Oleh karena pertumbuhan dan pelebaran pembuluh darah.2.

3.OVARIUM Saat ovulasi terhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya plasenta yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron (korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm) .

serta meningkatkan libido.4. Vagina dan vulva  Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan peningkatan sensitifitas yang menyolok. .

Pada kehamilan tua.1. UTERUS   TM III   Berat uterus naik dari 30 gram→1000 gram pada akhir kehamilan 40 minggu. Pada trimester III . TFU terletak 2-3 jari diatas pusat. istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi Segmen Bawah Rahim (SBR). kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). . Dan pada kehamilan 40 minggu. Kehamilan 28 minggu. pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Px. Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik.TFU berada tiga jari dibawah px.

Sesudah partus. sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin kebawah . . maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter. SERVIKS  Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot.2. serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter.

. Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan → serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.  Prostaglandin bekerja pada serabut kolagen. karena peningkatan hormon progesteron. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik.

. OVARIUM  Ovulasi terhenti. fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron di ambil alih oleh plasenta.3.

Akibat dari hipervaskularisi.4. .vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. VAGINA & VULVA  Vagina dan vulva mengalami perubahan karena pengaruh esterogen.

terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. laktoglobulin. Puting susu membesar dan menonjol. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. sel-sel lemak. laktoalbumin. kolostrum. . serta meningkatkan produksi zatzat kasein.2. Payudara    Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Mammae membesar dan tegang.

2. Esterogen 1.serta garam sehingga payudara tampak makin besar. 3. 2.dan laktoglobulin. Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara. .dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara. Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.TM I Fungsi hormone yang mempersiapkan pemberian ASI antara lain : a. Menambah sel asinus.air. Menimbulkan penimbunan lemak dan air. Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi. b. Progesteron 1. Tekanan saraf-saraf akibat penimbunan lemak. Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein.laktabumin. Somatomamotrofin 1. 2. c.

terjadi pigmentasi (berwarna lebih gelap) dengan diameter awal 4 cm . areola meluas. Payudara akan mulai membesar dan sirkulasi pembuluh darah meluas dengan pembuluh vena menjadi lebih terlihat di bawah kulit.    Pada 3-4 minggu ada sensasi rasa nyeri (duktus dan alveoli membesar) Pada 6 minggu ukuran payudara bertambah besar Pada 8 minggu mulai tampak 12-13 nodul kecil disekitar areola. Puting susu akan menjadi lebih besar dan lebih menonjol. merupakan kelenjar sebasea yang terdapat pada nipple yang mengalami perubahan.7 cm . serta menghasilkan sebum (kelenjar keringat yang ada di puting). Puting susu dan areola akan menjadi lebih gelap warnanya Pada 12 minggu puting susu membesar dan melunak.

4. Muncul rabas kolostrum( cairan kental jernih ) dari puting susu. 5. seiring berjalannya waktu rabas kolostrum menjadi kuning dan kentalnya berkurang. Peningkatan ukuran secara bilateral. nodular dan lobulus kasar semakin teraba akibat hipertropi alvioli mamae. Perluasan dan peningkatan pigmentasi areola 7. seringkali disertai kesemutan tegang dan nyeri tekan. Folikel montgomery kelenjar sebasea di areola. 2. Tanda – tanda umum : 1. 6. Ketika diraba. Vena subcutan yang melebar biasa terjadi dibawah kulit . Pembesaran dan peningkatan elektrilitas puting. 3.

TM II  Perubahan pada ibu hamil a.Pengeluaran ASI belum terjadi karena prolaktin ini di tekan oleh PIH ( Prolactine Inhibiting Hormone) . Ariola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi c.Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu akan keluar cairan putih jernih ( kolestrum) yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi e. Glandula montgomery makin tampak menonjol di permukaan ariola mamae d.Payudara menjadi lebih besar b.

 Tanda – tanda umum : 1. Perubahan warna areola menjadi gelap dan pembentukan bercak kulit disekitar dan diluar areola primer atau disebut juga areola sekunder. . 3. Striae payudara. Spinder angioma di dada atas. 2.

Perubahan mammae selama kehamilan Umur kehamilan (minggu) 3-4 minggu 6 minggu 8 minggu 8 minggu 12 minggu 16 minggu Perubahan Rasa penuh pada payudara Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri Pelebaran pembuluh darah vena disekitar mammae Kelenjar montgomery mulai tampak Penggelapan disekitar areola dan putting Colostrum sudah mulai dikeluarkan .

TM III  Payudara menjadi besar dan meregang dan bertambah berat  Hyperpigmentasi terjadi pada areola  Pertambahan besar pada payudara dipengaruhi oleh hormon somatotropin. progesteron dan estrogen. .

Kelenjar adrenal kortin meningkat tetapi epineprin tetap konstan. Ovarium dan Plasenta Korpus luteum membentuk estrogen dan progresteron. e. oksitosin meningkat dan menstimuli kontraksi otot uterus. b. plasenta membentuk juga hCG. prolaktin meningkat selama kehamilan dan laktasi. Sistem Endokrin a.3. c. . Kelenjar tiroid membesar selama kehamilan. tetapi jumlah tiroksin tetap konstan. tetapi jumlah glikogen terbatas. hPL dan hCT. d. Kelenjar Pituitari FSH ditekan oleh hCG yang dihasilkan plasenta. Pankreas pembentukan Insulin meningkat selama kehamilan.

sehingga kebutuhan insulin wanita hamil naik.  Prolaktin terus meningkat hormon esterogen dan .TM I  Meningkatnya progesteron  HCG berfungsi memproduksi korpus luteum  HPL naik bersifat diabetogenik.

somamotropin korion manusia .TM II  Pada kehamilan plasenta membentuk sejumlah besar gonadotropin korion manusia . progesteron . menjelang 16 – 20 mgg setelah ovulasi akan terjadi peningkatan sampai kadar relatif rendah . .  Sekresi hormon dapat diukur dalam darah.

dan progesteron merangsang mammae semakin membesar dan meregang.TM III  Hormon Somatomamotropin. . esterogen. untuk persiapan laktasi.

4. SISTEM IMUNITAS HCG dapat menurunkan respons imun wanita hamil. dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan. hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga aterm. IgA. Selain itu. . kadar IgG.

5. SISTEM PERKEMIHAN
 Selama

kehamilan sistem perkemihan mengalami berbagai perubahan structural dan fungsional.  Perubahan utama selama kehamilan adalah retensi natrium dan peningkatan cairan ekstraseluler.

a.

b.

c.

Ginjal yang normal mampu mengatasi kerja tambahan tanpa menyebabkan masalah tekanan. Ukuran ginjal sedikit bertambah besar. Kapasitas vesica urinaria meningkat pada kehamilan mencapai 1000ml. Estrogen mempengaruhi hipertropi lapisan vesica urinaria. Mukosa vesica urinaria menjadi hiperemis karena peningkatan ukurannya. Mukosa juga menjadi oedema, makanya rentan terkena trauma atau serangan infeksi. Sering berkemih pada awal masa kehamilan (6-12 minggu),disebabkan karena penekanan uterus pada kandung kemih

 16

minggu, ureter membesar, tonus otototot saluran kemih menurun akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%.  Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.  Glukosaria meningkat pada kehamilan.

Fisiologi perkemihan

Adanya peningkatan 60% aliran darah sampai akhir trimester pertama yang kemudian secara bertahap turun sampai akhir kehamilan. GFR meningkat 50% selama kehamilan yang dimulai segera setelah konsepsi dan berakhir minggu ke-9 sampai 16. Kadar glukosa urin dapat meningkat selama kehamilan. Tubulus mengalami penurunan kemampuan dalam mengabsorbsi glukosa. Glukosuria umumnya terjadi pada kehamilan. Proteinuria juga umum terjadi selama kehamilan karena ada ekskresi berlebih asam amino, namun proteinuria dengan hipertensi merupakan masalah serius.

6. SISTEM GASTROINTESTINAL

Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering

lapar / perasaan ingin makan terus
(mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu

dapat terjadi muntah-muntah banyak
sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

      Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus Penurunan tonus dan motilitas saluran gastro intestinal menyebabkan waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama Penyerapan makanan meningkat Terjadi konstipasi yang dapat meningkatkan terjadinya haemoroid Adanya refluks sekret-sekret asam ke esofagus menyebabkan terjadinya pirosis (nyeri ulu hati) Gusi menjadi melunak dan mudah berdarah (hiperemi) .

7. SISTEM MUSCULOSKELETAL  Terdapat peningkatan mobilitas sendi sakroiliaka. sakrokoksigeal dan sendi pubis karena pengaruh hormonal  Perubahan postur menyebabkan rasa tidak nyaman di punggung bagian bawah .

. Terdapat bukti bahwa saliva yang sama pada saat hamil membuat aktifitas penghancur bakteri email yang menyebabkan karies. Selama masa kehamilan wanita membutuhkan kira-kira 1/3 lebih banyak kalsium dan posfor. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisi khususnya produk susu terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya tidak berubah pada kehamilan yang normal. Karies gigi tidak disebabkan oleh dekalsifikasi.TM I     Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada muskuloskeletal.

 Otot dinding perut meregang dan akhirnya sedikit kehilangan tonus otot. . peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara menyolok..TM II  Pada trimester II.

. dapat menyebabkan nyeri tulang punggung pada wanita. Setelah melahirkan. sendi tulang belakang lebih lentur. otot rektus abdominalis dapat memisah menyebabkan isi perut menonjol digaris tengah →Umbilikus menjadi lebih datar/ menonjol. pemisahan otot (diastasi recti) menetap. Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen shga bahu lebih tertarik kebelakang dan tulang belakang lebih melengkung.TM II I    Selama trimester ketiga. tonus otot secara bertahap kembali tetapi.

bersamaan dengan distensi pada vena dan tekanan uterus menyebabkan oedema pada kaki. SISTEM KARDIOVASKULER        Peningkatan curah jantung pada kehamilan 16 minggu sekitar 40-50% dari biasanya Peningkatan volume darah 25-30%. vulva dan saluran anal. sel darah merah bertambah 20% yang menyebabkan hemodilusi Denyut nadi meningkat Cardiac output meningkat karena adanya peningkatan volume darah Terdapat sedikit peningkatan tekanan darah sampai umur kehamilan 30 minggu Peningkatan volume darah.8. sehingga beresiko terjadi varises vena dan sering hemoroid Posisi terlentang menyebabkan terjadinya supine hypotensi syndrome .

    Adaptasi system kardiovaskuler kehamilan yang penting terjadi pada trimester awal kehamilan. . Perubahan Hemodinamik yang paling penting pada sirkulasi selama kehamilan adalah peningkatan volume darah dan Cardiac Output serta penurunan tahanan pembuluh perifer. Menurut hasil penelitian. system imun dan system hormonal bekerjasama segera untuk mulai adaptasi hemodinamik. Perubahan yang lain terjadi pada letak dan ukuran jantung. stroke volume dan distribusi darah (de Swiet 1998). detak jantung.

.  Volume jantung meningkat dari 70 ml menjadi 80 ml antara trimester I dan trimester III. Perubahan anatomi dan fisiologi normal jantung dapat pula mengakibatkan perubahan suara jantung. Peningkatan Cardiac Output disebabkan oleh peningkatan denyut jantung dan stroke volume. Desiran systole dan diastole dapat ditemukan pada usia kehamilan 12-20 minggu (tidak terlalu signifikan karena peningkatan aliran darah pada katup trikuspidal). Peningkatan Stroke Volume terjadi secara progresif selama trimester pertama dan kedua berkisar 30% dibandingkan keadaan tidak hamil.

dan pada areola 3). memerlukan mandi lebih sering . Steriae gravidarum peregangan jaringan yang menyebabkan rasa gatal dan meninggalkan bekas 2).9. SISTEM INTEGUMEN 1). pada wajah (chloasma). Pigmentasi terjadi penumpukan sementara pada midline abdomen (linea nigra). Sekresi kelenjar lemak dan perspirasi meningkat selama kehamilan.

Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium.10. terjadi juga hipertrofi tiroid. magnesium. Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg. untuk pembentukan hemoglobin tambahan. METABOLISME Basal metabolic rate meningkat sampai 15%. . fosfor.

growth factors. hipofisis. pankreas. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya. terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena : – ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat. – produksi glukosa dari hati menurun – produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun – aktifitas ekskresi ginjal meningkat – efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen. Retensi air meningkat akibat penurunan tekanan osmotik koloid interstisial . pada kehamilan normal. dsb). hormon2 ovarium. Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. adrenal.Khusus untuk metabolisme karbohidrat. hormon2 plasenta lainnya.

terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin. PENINGKATAN BB  Normal berat badan meningkat sekitar 616 kg.11. .

5 kg 20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg . normal (BMI 19.8) 12.5 s/d 18.5 s/d 16.    Suatu metode untuk mengetahui penambahan BB optimal IMT = BB(Kg)/ (TB(m))2 Kategori BMI. rendah (BMI < 19. tinggi (BMI > 26-29) 7 s/d 11.8-26) 11.5 20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2.

9 Peningkatan berat payudara 0.5 kg adalah : Berat badan (kg) Janin Plasenta Cairan amnion 3-4 0.4 Peningkatan volume darah Cairan ekstra seluler Lemak 1.•Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12.5 Total 12.8 Peningkatan berat uterus 0.4 3.5 kg .5 1.6 0.

menurunnya faktor XI dan XII. meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu. DARAH & PEMBEKUAN DARAH      Volume plasma. meningkat selama kehamilan. sedangkan protrombin (F II) dan F XII tidak berubah . VIII. mencapai maksimum pada 30-34 minggu sampai dengan persalinan Massa RBC. IX. X). persalinan dan kelahiran bayi Platelets meningkat selama kehamilan dalam batas normal Faktor-faktor pembekuan adalah meningkatnya fibrinogen (I. meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu WBCs. VII.12.

SISTEM PERNAFASAN    Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%. . Volume tidal meningkat 40 % → peningkatan ventilasi pernafasan permenit. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. selain itu diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun.13. Kapasitas vital menurun.

       Ketidaknyamanan dan gangguan memperberat penyakit saluran respirasi Perubahan mukosa saluran respirasi Diafragma naik atau terjadi desakan diafragma akibat dorongan rahim yang membesar Pernafasan menjadi lebih pendek dan dalam (frekuensi 14-15 x/menit) akibat peningkatan penggunaan oksigen Peningkatan konsumsi oksigen Progesteron menyebabkan hiperventilasi Penurunan kadar CO2 menyebabkan alkalosis .

. perubahan sensasi.14.  Perubahan yang terjadi menyangkut ketidaknyamanan tulang dan otot. gangguan tidur. Kinerjanya sangat berpengaruh dan dipengaruhi hormone. pengalaman terhadap nyeri. SISTEM PERSYARAFAN  Fungsi system saraf pusat dan otak sangat kompleks dan mencakup semua aktifitas mulai dari reflex dasar sampai perubahan kemampuan kognitif dan emosional.

 Banyak wanita hamil mengeluhkan bahwa kemampuan kognitif mereka menurun selama kehamilan dengan kesulitan berkonsentrasi kelemahan menyimpan memori.  Holdcroft meyakini bahwa penyusutan otak wanita selama hamil dan kembali normal setelah persalinan disebabkan oleh perubahan dalam sel individu bukan karena penurunan jumlah selnya. .

nasal congestion. Wanita hamil yang umur kehamilannya sudah mencapai 25 minggu mengalami lebih banyak tidur. muscle aches dan kecemasan. Selama trimester pertama waktu tidur bertambah namun sering terjadi bangun di malam hari karena adanya kelainan atau gangguan seperti nocturia. dyspnoe. heartburn. Pola tidur berubah selama kehamilan dan periode postpartum. .

 Persepsi bau dan rasa erat kaitannya dan penurunan sensitifitas bau mungkin terjadinya perubahan sensasi dan perubahan makanan yang lebih disukai. hidung dan laring terjadi karena perubahan gerak cairan dan permeabilitas pembuluh darah. Perubahan pada telinga. .

Hipotensi postural bisa jadi karena kekurangan volume darah sementara. terasa gatal di daerah paha). bisa disebabkan oleh tekanan uterus pada saraf kutan lateral femoral. berkeringat. Beberapa hal yang dirasakan ibu hamil diantaranya : · Pusing dan kunang-kunang Pusing disebabkan oleh hipotensi supine syndrome (vena cava sindrom). Hal ini terjadi karena ketidakstabilan vasomotor dan hipotensi postural khususnya setelah duduk atau berdiri dengan periode yang lama. · Meralgia Paresthetica (kesakitan. · . mati rasa.

Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan tangan sehingga menyebabkan inflamasi dan penyempitan di saraf tengah yang menjalar ke telapak tangan.• Sindrom Karpel Tunel Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar. leher dan dada. naik ke lengan bagian bawah. gatal dan sakit di tangan (biasanya di jempol dan 3 jari pertama) sakitnya bisa sampai ke pergelangan tangan. . dan kadang-kadang sampai ke pundak.

Ketika itu terjadi seharusnya ibu melenturkan atau meluruskan kaki atau berdiri. Ibu tidak dianjurkan untuk memijat kakinya karena mungkin saja rasa sakit itu berasal dari tromboplebitis. . Kejang ini dikarenakan rendahnya serum ion kalsium dan meningkatnya fosfat atau ketidakcukupan intake kalsium.• Kejang kaki mendadak Hal ini terjadi karena ibu sedang istirahat atau bangun tidur.

PERUBAHAN PSIKOLOGI .

dari perasaan sangat gembira sampai syok. Menerima kehamilan a. bukan saya dan tidak yakin. tetapi tidak sekarang”.1. respons emosi wanita dapat bervariasi. tidak yakin dan putus asa. mungkin menunda mencari pengawasan dan perawatan. Reaksi yang diperhatikan banyak wanita ialah respons ”suatu hari nanti. Setelah kehamilan dipastikan. Kesiapan menyambut kehamilan Wanita yang siap menerima suatu kehamilan akan dipicu gejala-gejala awal untuk mencari validansi medis tentang kehamilannya. . seperti ”tidak senang”. Beberapa wanita yang memiliki perasaan kuat.

Respon emosional Wanita yang bahagia dan senang dengan kehamilannya sering memandang hal tersebut sebagai pemenuhan biologis dan merupakan bagian dari rencana hidupnya. Rasa senang yang timbul karena memikirkan anak yang lahir dan perasaan dekat dengan anak membantu Ibu menyesuaikan diri terhadap rasa tidak nyaman. .b.

Sikap ini sering berubah seiring kemajuan kehamilan. Respon terhadap perubahan citra tubuh Selama trimester pertama bentuk tubuh sedikit berubah. Sikap wanita terhadap tubuhnya diduga dipengaruhi oleh nilainilai yang diyakininya dan sifat pribadinya. .c. Pada kebanyakan wanita perasaan suka atau tidak suka terhadap tubuh mereka dalam keadaan hamil bersifat sementara dan tidak menyebabkan perubahan persepsi yang permanen tentang diri mereka.

. sesuatu atau suatu keadaan. Kebanyakan wanita memiliki sedikit perasaan ambivalen selama kehamilan. seperti cinta dan benci terhadap seseorang. Ambivalensi adalah respon normal yang dialami individu yang mempersiapkan diri untuk suatu peran baru. Ambivalensi selama masa hamil Ambivalensi didefinisikan sebagai konflik perasaan yang simultan.d.

diasuh oleh ibunya. Hubungan ibu-anak perempuan  Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam adaptasi terhadap kehamilan dan menjadi Ibu. 3. subjek yang sering dideskripsikan sebagai. Mengenal peran ibu  Proses mengidentifikasi peran ibu dimulai pada awal setiap kehidupan seorang wanita.2. Keberadaan Ibu disisi anak perempuannya selama selama masa kanak-kanak sering kali berarti ibu juga akan hadir dan mendukung selama anaknya hamil. keakraban timbul dan memfasilitasi perkembangan dan adaptasi kedua individu. yakni melalui memori-memori dan ketika ia sebagai anak. Banyak wanita selalu menginginkan seorang bayi. . dan menanti untuk menjadi orang tua. menyukai anak-anak. Hal ini mempengaruhi penerimaan mereka terhadap kehamilan dan akhirnya terhadap adaptasi prenatal dan adaptasi menjadi orang tua. Dengan ikatan keibuan yang sama dan sikap siap membantu satu sama lain.

termasuk takhayul tentang seks masa hamil. Perasaan yang berbeda dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik emosi dan interaksi. Hubungan dengan pasangan a. . Hubungan seksual Ekspresi seksual selama masa hamil bersifat individual. sedangkan yang lain mengatakan sebaliknya. masalah disfungsi seksual dan perubahan fisik pada wanita.4. Beberapa pasangan menyatakan puas dengan hubungan seksual mereka.

. Kekhawatiran tentang janin  Kekhawatiran pertama timbul pada trimester I dan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya keguguran. yang terlihat dengan adanya gerakan dan denyut jantung. Ketika janin semakin menjadi jelas. kecemasan orang tua yang terutama ialah kemungkinan cacat pada anaknya.b.

depresi.1 PERUBAHAN PSIKOLOGI  Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian. tetapi secara umum merupakan waktu terjadinya penurunan libido. Ada beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual.  . Penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi. kecemasan. dan kesedihan. Sebagian wanita merasa sedih tentang kenyataan bahwa ia hamil.TM I 2. penolakan. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan.

Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. jika memang multigravida. khususnya tentang perubahan pada tubuhnya. . Trimester pertama adalah saat yang spesial karena seorang ibu akan menyadari kehamilannya. Selama kehamilan sedapat mungkin wanita hamil harus beradaptasi dengan kondisi psikologisnya. Mereka khawatir terhadap perubahan fisik dan psikologisnya.  Para wanita juga mungkin akan mengalami ketakutan dan fantasi selama kehamilan. kecemasan berhubungan dengan pengalaman yang lalu.

USG mengetahui jenis kelamin janin lebih awal bisa berpengaruh positif/negatif terhadap penerimaan orang tua tergantung ekspektansi. Tingkat pendidikan ibu mempunyai pengaruh terhadap sikap ibu menghadapi perubahan tersebut. .

Stress di dalam individu 2. yaitu: 1. kesendirian.2 Stress yang Terjadi Pada Kehamilan Trimester I Ada 2 tipe stress yaitu yang negatif dan positif. Stress yang disebabkan penyesuaian terhadap tekanan sosial  . kedua stress ini dapat mempengaruhi reaksi individu : Stress intrinsik yang berhubungan dengan tujuan pribadi dari individu. kehilangan.  Stress ekstrinsik timbul karena faktor eksternal seperti rasa sakit.2. Menurut Burnard (1991) stress selama masa reproduksi dapat dihubungkan dengan 3 aspek utama. yang mana individu berusaha untuk membuat sempurna mungkin baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan sosialnya secara profesional. Stress yang disebabkan oleh pihak lain 3. dan masa reproduksi.

Sikap mereka: tidak hanya menolak kehamilan. mereka lebih sering mengatakan “saya hamil” daripada “saya akan mempunyai anak”.     . kegusaran. untuk kepastiannya mereka melakukan tes kehamilan. sebenarnya berat badan bertambah sebagai penentu janin tumbuh kembang. teman tentang kemungkinan hamil. apakah ia hamil atau tidak. perasaan panik terhadap kehamilan dan segala akibatnya. Gambaran respon terhadap rasa tidak pasti: selama beberapa minggu awal kehamilan ibu ragu. ia menghabiskan banyak waktu untuk membuktikannya dengan cara: perubahan tubuh diamati dengan cermat. kegawatan. Dalam pikiran mereka kehamilan merupakan: ancaman. mencari tanda-tanda kehamilan. Diri sebagai fokus utama: fokus utama hanya pada dirinya dan bukan pada janinnya. tapi berusaha menggugurkan. ketakutan.2.3 Respon Psikologis Kehamilan Triwulan Pertama  Reaksi psikologis dan emosi timbul pada beberapa wanita: kecemasan. membahas ketidakpastian dengan keluarga. kadang-kadang mencoba bunuh diri. seperti mual dan letih sebenarnya isyarat sesuatu telah terjadi pada dirinya. berat badan ibu belum bertambah. ketakutan. bahaya bagi dirinya. walaupun kepastian tentang janin. respon fisik. belum menentu dan tidak nyata.

Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksualnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Disamping respon yang diperlihatkannya. seorang ayah dapat memahami keadaan ini dan menerimanya. Bentuk dukungan yang diberikan oleh suami lebih pada : a) Untuk saling berkomunikasi dari sejak awal b) Menempatkan nilai-nilai penting dalam keluarga untuk mempersiapkan menjadi orang tua.Bentuk Motivasi 1.  . Motivasi Suami  Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untukkeluarganya.

. Tapi mungkin bisa menjadi lebih kuat sesudah bayinya lahir hal ini bisa dipahami karena pada waktu itu wanita memerlukan keamanan dan perhatian dari seseorang yang sangat dominan baginya. Keluarga dalam hal ini harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.    Motivasi Keluarga Wanita hamil sering kali merasakan ketergantungan terhadap orang lain.

. kegelisahan yang timbul karena kondisi baru merupakan suatu yang normal.Memperkuat Ikatan  Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kehamilan memberikan kesempatan pada seorang ibu untuk saling memperkuat hubungan. akan semakin baik akhirnya.  Semakin dekat pada awalnya.  Betapapun bahagianya atau sibuknya pasangan suami istri. Dan hubungan yang kuat lebih penting dari yang lainnya. persalinan dan bulanbulan sesudahnya merupakan saat – saat yang sulit.  Masa-masa kehamilan.

pada wanita pada trimester pertama ini berbeda.  Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami.Kehamilan dan Libido  Hasrat untuk melakukan hubungan seks. kebanyakan mereka mengalami penurunan libido selama periode ini. Walaupun pada beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi.  Libido sangat dipengaruhi oleh kelelahan.beda.  Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa hubungan seks. . keprihatinan dan kekhawatiran. pembesaran payudara. rasa mual.

Kehamilan dan Olahraga  Setelah hamil. . bermain tennis.  Latihan-latihan yang paling menguntungkan bagi wanita hamil adalah latihan dengan gerakan yang menguatkan dinding perut untuk membantu menopang uterus dan otot pinggul yang akan anda butuhkan untuk mendorong. mayoritas wanita dapat melanjutkan aktivitas biasa mereka. kecuali latihan-latihan prenatal yang dirancang khusus untuk wanita hamil. berenang. atau melakukan hubungan seks. Tidak ada bukti bahwa aktivitas yang teratur.  Kebanyakan dokter melarang program olahraga baru yang dimulai pada saat hamil. seperti jogging.  Latihan kaki juga penting untuk meningkatkan sirkulasi dan menghindari kram otot yang merupakan sesuatu yang biasa dalam kehamilan. dapat menimbulkan masalah seperti keguguran atau fetal malformation (janin yang cacat) pada kebanyakan wanita normal dan sehat.

4 Perubahan Psikologis Pada Kehamilan Trimester II  Peningkatan rasa memiliki dan mulai dapat kembali pada minat semula. mulai membayangkan fisik calon bayi dan merancang rencana masa depan untuknya.2. Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase: prequickening (sebelum adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) dan postquickening (setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu). adanya gerak anak menjadikan ibu semakin merasakan kehamilan.  .

wanita sudah dapat menyesuaikan diri dengan kenyataan. identitas keibuan yang jelas akan muncul. yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil. Respon psikologis triwulan kedua: konsep abstrak kehamilan menjadi identitas nyata: perut membesar. 2. Dokter atau bidan mendengar denyut jantung janin. Hal ini meyebabkan perubahan fokus pada bayinya. Ibu hamil akan fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagi seorang ibu.  Fase Prequickening Selama akhir trimester pertama dan masa prequickening pada trimester kedua. bahwa kehidupan terjadi dalam rahim. Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun konsep bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya. gerakan janin terasa (quickening) gerakan ini merupakan peristiwa penting karena gerakan janin yang lembut ini. Transisi ini memberikan pengertian yang jelas bagi ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya sebagai ibu yang memberikan kasih sayang kepada anak yang akan dilahirkannya. sekarang ia mengatakan: “saya akan mempunyai bayi”. Fase Postquickening Setelah ibu hamil merasakan quickening.1. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan. ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala aspek di dalamnya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi basis/dasar bagaimana ia mengembangkan hubungannya dengan anak yang akan dilahirkannya. terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir. ia mulai memikirkan janin merupakan bagian dari dirinya yang secara keseluruhan bergantung padanya.    .  Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini adalah perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari ibunya) menjadi pemberi kasih sayang (persiapan menjadi seorang ibu). Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik.

. 2. ibu dan pasangannya harus lebih sensitif terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. Ibu hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau gendut dll  Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini. Menjaga agar ikatan tetap kuat  Ketika kehamilan telah terlihat. Tetapi cara ini dapat digunakan bila ibu dan pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin.

3.  Perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu hamil dan ibu harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga ia lebih merasa nyaman lagi.namun ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil.  Beberapa perubahan yang menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang dialami selama trimester pertama. energi bertambah dan peningkatan libido. Menjaga kehamilan yang sehat  Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua  Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu. .

Anak perlu diberikan pengertian secara sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan.4.  Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya. Reaksi orang-orang di sekitar ibu hamil  Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring perubahan yang dialami istrinya yang hamil. . Ibu hamil tampaknya merasa tergantung akan bantuan dari ibunya dalam menghadapi kehamilan dan persiapan penerimaan bayi yang akan dilahirkan. ia akan merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. Pada suatu studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan. Ibu dari wanita hamil tampaknya adalah orang yang sering mengambil peran yang cukup besar selama kehamilan. Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya.perubahan berat badan. rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil.

mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur. Berhubungan seks  Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan yaitu suatu peningkatan libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah.  Kebanyakan calon orang tua khawatir jika hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan.  Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan. misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami.  Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman.5. .

Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayinya sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ia akan merasa canggung. berantakan. dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. membuatnya berjaga–jaga dan memperhatikan serta menunggu tanda dan gejala persalinan muncul. Pada trimester ketiga ibu akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. jelek.  2. Pergerakan janin dan pembesaran uterus menjadi hal yang mengingatkan keberadaan bayi.5 Perubahan Psikologis Pada Trimester III Trimester tiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Perasaan was-was mengingat bayi dapat lahir kapan pun.  .

  . janin bertumbuh terus dan pergerakannya tidak lagi lembut. menyelamatkan ibu dan bayi kerentanan. Hubungan ibu dan janin berubah. kepercayaan pada dokter dan bidan akan mengurangi beban penderitaannya. pengertian janin bukan bagian dari dirinya-sesuatu yang ada di dalam walaupun sudah terpisah tetapi merasa lebih akrab. Ada dua golongan wanita yang perlu mendapat perhatian karena diliputi rasa takut: wanita dengan pengalaman tidak menyenangkan dalam kehamilan sebelumnya dan primigravida yang mendengar pengalaman menakutkan dan mengerikan dari wanita lain. Multipara dalam usia lanjut. Persiapan untuk melahirkan secara bertahap. perasaan rentan dan menurun sesuai dengan situasi. dan hal buruk pada janinnya. Pendekatan psikologis yang tepat. kehamilan dan persalinan normal dan lancar.

waktu.  Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek.  Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan.kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu . .  Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi.  Kadang .3.kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.  Trimester ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.  Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester III  Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut kalau .

II. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin d. alat – alat kebidanan dan tenaga kesehatan. . c. Mempelajari keadaan lingkungan penderita b. melatih pernafasan.Peran bidan dalam persiapan psikologis ibu hamil trimester I. Informasi dan pendidikan kesehatan • Mengurangi pengaruh yang negatif • Memperkuat pengaruh yang positif • Meganjurkan latihan – latihan fisik seperti senam hamil untuk memperkuat otot – otot dasar panggul. teknik mengedan yang baik dan latihan – latihan relaksasi. Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi : memperkenalkan ruang bersalin. III a.

TERIMA KASIH… .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful