BATU STAGHORN REN DEXTRA

IDENTITAS PASIEN
• NAMA : TN. N

• UMUR
• JENIS KELAMIN • PEKERJAAN • AGAMA • ALAMAT • TANGGAL MASUK • TANGGAL PERIKSA • NOMOR CM

: 53 TAHUN
: LAKI-LAKI : PETANI : ISLAM : MADUKARA : SENIN, 30 JUNI 2013 : SELASA, 1 JULI 2013 : 203221

ANAMNESIS
• KELUHAN UTAMA • NYERI DI PUNGGUNG KANAN MENJALAR KE PINGGANG SEJAK 1 BULAN • KELUHAN TAMBAHAN • BUANG AIR KECIL TIDAK LANCAR DAN BERWARNA COKELAT KERUH

• RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG • PASIEN SEORANG LAKI-LAKI DATANG KE POLI IGD RSUD MARGONO SOEKARJO. NYERI DIRASAKAN HILANG TIMBUL DAN MENJALAR KE PERUT BAGIAN KANAN. PASIEN MENGAKU LEBIH SUKA MINUMAN YANG BERWARNA. LAMA NYERI SETIAP KALI MUNCUL 10-20 MENIT. DENGAN KELUHAN NYERI DI PUNGGUNG KANAN MENJALAR HINGGA KE PINGGANG SUDAH SEBULAN YANG LALU. NYERI DIRASAKAN MENGGANGGU KEGIATAN SEHARI-HARI. PASIEN MENGELUHKAN BUANG AIR KECIL TIDAK LANCAR DAN BERWARNA COKELAT KERUH. DALAM SEHARI PASIEN HANYA MINUM AIR PUTIH 3-4 GELAS SAJA. PASIEN MENGAKU KURANG BERAKTIVITAS. . SELAIN ITU PASIEN MENGAKU JARANG MINUM AIR PUTIH.

• RIWAYAT PENYAKIT DAHULU • RIWAYAT HIPERTENSI DISANGKAL • RIWAYAT DIABETES MELITUS DISANGKAL • RIWAYAT SAKIT JANTUNG DISANGKAL • RIWAYAT TRAUMA PADA DAERAH PERUT DISANGKAL • RIWAYAT PENYAKIT GINJAL DISANGKAL • RIWAYAT ALERGI OBAT DISANGKAL • RIWAYAT OPERASI DISANGKAL .

PEMERIKSAAN FISIK • KU/KES : SEDANG/COMPOS MENTIS • TANDA VITAL : DBN • STATUS GENERALIS : DBN .

STATUS LOKALIS • REGIO • INSPEKSI • AUSKULTASI • PERKUSI • PALPASI : ABDOMEN : DATAR. NYERI TEKAN PERUT REGION EPIGASTRIK. : BISING USUS (+) NORMAL : TIMPANI (+). NYERI KETOK KOSTOVERTEBRA (-/-) : SUPEL. HEPAR/LIEN TIDAK TERABA . TIDAK ADA SIKATRIKS DAN TIDAK ADA MASSA.

FOTO POLOS ABDOMEN .

NYERI DIRASAKAN HILANG PERUT SEBELAH KANA. KELUHAN TAMBAHAN TIMBUL DAN MENJALAR KE HABIT : PASIEN MENGAKU JARANG MINUM AIR PUTIH DAN LEBIH SUKA MINUMAN YANG BERWARNA. LAMA NYERI SETIAP KALI MUNCUL 10-20 MENIT.RESUME • ANAMNESIS • • • • SEORANG LAKI-LAKI USIA 53 TAHUN KELUHAN UTAMA :NYERI DI PUNGGUNG KANAN MENJALAR HINGGA KE PINGGANG :NYERI PINGGANG BAGIAN KANAN SEJAK 1 MINGGU YANG LALU. • • • PEMERIKSAAN FISIK VITAL SIGN STATUS GENERALIS : DALAM BATAS NORMAL : DALAM BATAS NORMAL . PASIEN JARANG BERAKTIVITAS.

TIDAK ADA SIKATRIKS DAN TIDAK ADA MASSA : BISING USUS (+) NORMAL : TIMPANI (+). NYERI TEKAN PERUT REGION LUMBAL HEPAR/LIEN TIDAK TERABA • PADA FOTO BNO DIDAPATKAN HASIL NEFROLITHIASIS DEXTRA BENTUK STAGHORN .• STATUS LOKALIS • INSPEKSI • AUSKULTASI • PERKUSI : REGION ABDOMEN : DATAR. NYERI KETOK KOSTOVERTEBRA (-/-) • PALPASI DEXTRA. • PEMERIKSAAN PENUNJANG : SUPEL.

DIAGNOSIS KERJA • BATU STAGHORN REN DEXTRA • DIAGNOSA BANDING • COLIC RENAL DEXTRA • ISK • USULAN PEMERIKSAAN • URINALISIS .

• TERAPI • FARMAKOLOGIS • IVFD RL 20 TPM • INJ CEFTRIAXONE • METRONIDAZOLE 3 X 1 • ANTRAIN 3 X 1 • RANITIDIN 2X1 • OPERATIF • BIVALVE NEFROLITEKTOMI REN DEXTRA .

TINJAUAN PUSTAKA • ANATOMI DAN FISIOLOGI GINJAL • GINJAL YAITU SEPASANG ORGAN SALURAN KEMIH YANG TERLETAK DIRONGGA RETROPERITONEAL BAGIAN ATAS • DI SEBELAH KRANIAL GINJAL TERDAPAT KELENJAR ANAK GINJAL ATAU GLANDULA AD • GINJAL DIBAGI MENJADI DUA BAGIAN YAITU KORTEKS DAN MEDULLA .

.

• SISTEM ARTERI GINJAL ADALAH END ARTERI YAITU ARTERI YANG TIDAK MEMPUNYAI ANSTOMOSIS DENGAN CABANG-CABANG DARI ARTERI LAIN .• ALIRAN DARAH DARI ARTERI RENALIS • CABANG LANGSUNG DARI AORTA ABDOMINALIS • DARAH VENA DIALIRKAN MELALUI VENA SENTRALIS YANG BERMUARA KE DALAM VENA KAVA INFERIOR.

REABSORBSI TUBULUS DAN SEKSRESI TUBULUS. SERTA ION-ION ORGANIK YANG DARI KAPILER PERITUBULUS KE LUMEN TUBULUS . MEMBRAN BASAL DAN KAPSUL BOWMAN. FILTRASI GLOMERULUS. • REABSORBSI TUBULUS MERUPAKAN PROSES PERPINDAHAN ZAT BERSIFAT SELEKTIF DARI LUMEN TUBULUS MENUJU KAPILER PERITUBULUS. • SEKRESI TUBULUS MERUPAKAN PROSES PERPINDAHAN ZAT-ZAT BERSIFAT SELEKTIF TERMASUK H+ DAN K+.DIEDARKAN KE TUBUH. • FILTRASI GLOMERULUS MELEWATI TIGA LAPISAN YAITU DINDING KAPILER GLOMERULUS.• TIGA PROSES DALAM GINJAL YAITU.

NEFROLITHIASIS • NEFROLITHIASIS ATAU BATU GINJAL MERUPAKAN SUATU KEADAAN YANG TIDAK NORMAL DI DALAM GINJAL DIMANA TERDAPAT KOMPONEN KRISTAL DAN MATRIKS ORGANIK. DAN MEMILIKI CABANG-CABANG. • DISEBUT BATU STAGHORN KARENA BENTUKNYA YANG MENYERUPAI TANDUK. BATU JENIS INI BISA BERUKURAN KECIL ATAU BESAR TERGANTUNG DARI UKURAN GINJALNYA .

HIPERKALSIURIA • INFEKSI SALURAN KEMIH OLEH MIKROORGANISME • DEHIDRASI : KURANG MINUM. REFLIKS VESIKO-URETERAL • GANGGUAN METABOLISME : HIPERPARATIROIDISME. HIPERURESEMIA. SUHU LINGKUNGAN TINGGI • BENDA ASING : FRAGMEN KATETER • JARINGAN MATI • MULTIFAKTOR : ANAK DI NEGARA BERKEMBANG.ETIOLOGI • IDIOPATIK. • GANGGUAN ALIRAN AIR KEMIH : FIMOSIS. PENDERITA MULTITRAUMA . HIPERTROPI PROSTAT.

• FAKTOR EKSTRINSIK : • GEOGRAFI.FAKTOR RESIKO • FAKTOR INTRINSIK : • HEREDITER (KETURUNAN) • UMUR : SERING USIA 30-50 TAHUN. • JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN PEREMPUAN. • ASUPAN AIR • DIET • PEKERJAAN . IKLIM DAN TEMPERATUR.

• NYERI PINGGANG • BATU DIDISTAL URETER :NYERI PADA SAAT KENCING ATAU SERING KENCING.GEJALA KLINIS • KELUHAN BERGANTUNG : POSISI ATAU LETAK BATU. SAAT URETER MENYILANG VASA ILIAKA. • BATU DENGAN UKURAN KECIL MUNGKIN DAPAT KELUAR SPONTAN SETELAH MELALUI HAMBATAN PADA PERBATASAN URETERO-PELVIK. DAN SAAT UTRETER MASUK KE DALAM BULI-BULI. • HEMATURIA • DEMAM  CURIGA UROSEPSIS . BESAR BATU DAN PENYULIT YANG TELAH TERJADI.

JENIS BATU .

• FAKTOR TERJADINYA : • HIPERKALSIURI ( KADAR KALSIUM URIN > 250-300 MG/24 JAM). KADAR ASAM URAT DI DALAM URIN MELEBIHI 850 MG/24 JAM • HIPOSITRATURIA • HIPOMAGNESURIA . EKSKRESI OKSALAT URIN YANG MELEBIHI 45 GRAM PERHARI. KALSIUM FOSFAT ATAU CAMPURAN DARI KEDUA UNSUR ITU. • HIPEROKSALURI.BATU KALSIUM • PALING SERING • KANDUNGAN BATU JENIS INI :KALSIUM OKSALAT. • HIPERURIKOSURIA.

.BATU STRUVIT • DISEBUT JG BATU INFEKSI • KUMAN GOLONGAN PEMECAH UREA  URIN MENJADI SUASANA BASA  MEMBENTUK BATU MAGNESIUM AMMONIUM FOSFAT (MAP).

• TIDAK LARUT DALAM URIN  MEMBENTUK KRISTAL ASAM URAT. PASIEN YANG MENDAPATKAN TERAPI ANTIKANKER DAN BANYAK MENGGUNAKAN OBAT URIKOSURIK (THIAZIDE.SALISILAT).BATU ASAM URAT • PADA PENYAKIT GOUT. • DIET YANG MENGANDUNG PURIN DAN METABOLISME ENDOGEN DALAM TUBUH. PENYAKIT MIELOPROLIFERATIF. .

BATU JENIS LAIN • BATU SISTIN DAPAT TERJADI KARENA KELAINAN METABOLISME SISTIN. • BATU XANTHIN TERBENTUK KARENA PENYAKIT BAWAAN BERUPA DEFISIENSI ENZIM XANTHIN OKSIDASE YANG MENGKATALIS PERUBAHAN HIPOXANTHIN MENJADI XANTHIN DAN XANTHIN ASAM URAT .

PATOFISIOLOGI • BATU TERDIRI ATAS KRISTAL-KRISTAL YANG TERLARUT DI DALAM URIN  KRISTAL TETAP DALAM KEADAAN METASTABLE  PRESIPITASI KRISTAL MEMBENTUK INTI BATU (NUKLEASI)  AGREGASI  MENARIK BAHAN LAIN  KRISTAL YANG LEBIH BESAR  AGREGAT KRISTAL MASIH RAPUH DAN BELUM CUKUP MENUTUP SALURAN KEMIH  AGREGAT KRISTAL MENEMPEL PADA EPITEL SALURAN KEMIH (MEMBENTUK RESISTENSI KRISTAL)  BAHAN LAIN DIENDAPKA  MEMBENTUK BATU YANG CUKUP BESAR UNTUK MENYUMBAT SALURAN KEMIH .

• PEMERIKSAAN FISIK • NYERI KETOK CVA • PALPASI GINJAL SISI YANG SAKIT TERABA  HIDRONEFROSIS .DIAGNOSIS • ANAMNESIS : • NYERI PINGGANG • KADANG NYERI MENJALAR KE PANGGUL • DEMAM. • HEMATURI. DAN BILA OBSTRUKSI TOTAL ANURIA. DISURIA. DAN FREKUENSI BUANG AIR KECIL BERTAMBAH.

• EVALUASI FUNGSI GINJAL : UREUM KREATININ. MENINGKAT JIKA TERJADI GANGGUAN PADA GINJAL • FASE LANJUT DARI BATU STAGHORN INI DAPAT MENYEBABKAN HIDRONEFROSIS DAN AKHIRNYA TERJADI GAGAL GINJAL • KADAR ELEKTROLIT . LEUKOSIT. KULTUR URIN DARAH RUTIN  PENINGKATAN LEUKOSIT JIKA DISERTAI DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH. PH URIN ALKALIS. HEMATURI PADA URINALISIS.• LABORATORIUM • • • • • BAKTERIURIA ATAU PIURIA.

.• FOTO POLOS ABDOMEN (BNO) : RADIOOPAK • INTRA VENOUS PYELOGRAFI (IVP) DENGAN MENGGUNAKAN KONTRAS : DILATASI DARI PELVIS RENALIS DAN DILATASI DARI KALIKS MINOR KARENA OBSTRUKSI DAN PENURUNAN KONTRAS KE URETER HINGGA BULI-BULI TERGANGGU. • PEMERIKSAAN INI BERTUJUAN UNTUK MENILAI KEADAAN ANATOMI DAN FUNGSI GINJAL.

YAITU PADA KEADAAN-KEADAAN: ALERGI TERHADAP BAHAN KONTRAS. FAAL GINJAL YANG MENURUN DIMANA INI DAPAT DILIHAT DARI KADAR SERUM KREATININ YANG > 3. DAN HIDRONEFROSIS . DAN PADA WANITA YANG SEDANG HAMIL.• USG DIKERJAKAN APABILA PASIEN TIDAK MUNGKIN MENJALANI PEMERIKSAAN IVP. • PEMERIKSAAN USG DAPAT MENILAI ADANYA BATU GINJAL YANG DI TUNJUKKAN SEBAGAI ECHOIC SHADOW.

MINUM BANYAK AIR DIMAKSUDKAN UNTUK MENDORONG BATU KELUAR. PECAHAN BATU YANG SEDANG KELUAR DAPAT MENIMBULKAN NYERI KOLIK DAN MENYEBABKAN HEMATURIA. ATAU BATU BULI-BULI TANPA MELALUI TIDAKAN INVASIVE DAN TANPA PEMBIUSAN. . BATU URETER PROKSIMAL. BAIK BATU GINJAL. BATU DIPECAH MENJADI FRAGMEN-FRAGMEN KECIL SEHINGGA MUDAH DIKELUARKAN MELALUI SALURAN KEMIH. • ESWL (EXTRACORPOREAL SHOCKWAVE LITHOTRIPSI) • ESWL ADALAH PEMECAH BATU.PENATALAKSANAAN • MEDIKA MENTOSOSA • MENGURANGI RASA NYERI DAN MEMPERLANCAR ALIRAN URIN DENGAN PEMBERIAN DIURETIK.

• ENDOUROLOGI • TINDAKAN INVASIVE MINIMAL UNTUK MENGELUARKAN BATU SALURAN KEMIH YANG TERDIRI ATAS PEMECAH BATU DAN KEMUDIAN MENGELUARKANYA DARI SALURAN KEMIH MELALUI ALAT YANG DIMASUKKAN LANGSUNG KEDALAM SALURAN KEMIH. PROSES PEMECAHAN BATU DAPAT DILAKUKAN SECARA MEKANIK. • BEBERAPA TINDAKAN ENDOUROLOGI ADALAH: . ENERGI GELOMBANG SUARA ATAU ENERGI LASER. • ALAT DIMASUKKAN MELALUI URETRA ATAU MELALUI INSISI KECIL PADA KULIT (PERKUTAN). DENGAN MEMAKAI TENAGA HIDRAULIK.

. YAITU MENGELUARKAN BATU YANG BERADA DIDALAM SALURAN GINJAL DENGAN CARAMEMASUKKAN ALAT ENDOSKOPI KE SISTEM KALIKS MELALUI INSISI PADA KULIT. • LITOTRIPSI YAITU MEMECAH BATU BULI.BULI ATAU BATU URETRA DENGAN MEMASUKKAN ALAT PEMECAH BATU (LITOTRIPTOR) KE DALAM BULI.• PNL (PERCUTANEUS NEPHRO LITHOLAPAXY).BULI. BATU KEMUDIAN DIKELUARKAN ATAU DIPECAH TERLEBIH DAHULU MENJADI FRAGMENFRAGMEN KECIL. PECAHAN BATU DIKELUARKAN DENGAN EAVAKUATOR ELLIK.

BATU YANG BERADA DI DALAM URETER MAUPUN SISTEM PELVIKALIKS DAPAT DIPECAH DENGAN BANTUAN URETEROSKOPI ATAUURETERORENOSKOPI INI. DENGAN MEMAKAI ENERGI TERTENTU.• URETEROSKOPI ATAU URETERO RENOSKOPI YAITU MEMASUKKAN ALAT URETEROSKOPI PER URETRAM GUNA MELIHAT KEADAAN URETER ATAU SISTEM PIELO KALIKS GINJAL. . • EKSTRAKSI DORMIA YAITU MENGELUARKAN BATU URETER DENGAN MENJARINGNYA MELALUI ALAT KERANJANG DORMIA.

• PEMBEDAHAN TERBUKA ANTARA LAIN PYELOLITECTOMY ATAU NEFROLITOTOMI UNTUK MENGAMBIL BATU PADA GINJAL DAN URETEROLITOTOMI UNTUK BATU DI URETER . CARA INI BANYAK DIPAKAI UNTUK MENGAMBIL BATU URETER.• BEDAH LAPAROSKOPI • PEMBEDAHAN LAPAROSKOPI UNTUK MENGAMBIL BATU SALURAN KEMIH.

TERIMA KASIH  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful