You are on page 1of 13

REFLEKS PATOLOGIS

BABINSKI Penderita disuruh berbaring dengan tungkai diluruskan. Kita pegang pergelangan kaki, supaya kaki tetap pada tempatnya. Kemudian dilakukan goresan pada telapak kaki bagian lateral, mulai dari tumit menuju pangkal jari. Interpretasi : reaksi positif, kita dapatkan gerakan dorso flexi ibu jari, disertai gerak mekarnya jarijari.

OPPENHEIM Mengurut dengan kuat tibia dan otot tibialis anterior. Arah mengurut kebawah (distal). GORDON Memencet atau mencubit otot betis. SCHAEFER Memencet atau mencubit tendon achiles.

GONDA Memencet atau menekan satu jari kaki dan kemudian melepaskannya secara tiba-tiba. CHADDOCK Rangsangan diberikan dengan menggoreskan bagian lateral maleolus.

jalan

Pada lesi piramidal kita sering mendapatkan klonus dan refleks patologis lainnya.
Klonus kaki

Pemeriksa menempatkan tangannya ditelapak kaki penderita, kemudian telapak kaki didorong dengan cepat (dikejutkan) sehingga terjadi dorso flexi sambil seterusnya diberikan tahanan enteng. Hal ini menyebabkan teregangnya otot betis.

Interpretasi : klonus positif, akan terlihat gerakan ritmik (bolak-balik) dari kaki, yaitu berupa plantar flexi dan dorso flexi scara bergantian.

Klonus patella

Pemeriksa memegang patella penderita, kemudian didorong dengan kejutan (dengan cepat) ke arah distal sambil diberikan tahanan enteng. Pada pemeriksaan ini tungkai harus diekstensikan serta dilemaskan. Klonus ini dibangkitkan dengan jalan meregangkan otot quadrisep femoris. Interpretasi : klonus positif, akan terlihat kontraksi ritmik otot quadrisep yang mengakibatkan gerakan bolak-balik dari patella.

Refleks hoffman-trommer

Refleks ini selain disebabkan oleh lesi piramidal, juga dapat pula disebabkan oleh peningkatan refleks fungsional.

Cara pemeriksaan : Tangan penderita kita pegang pada pergelangan dan jarijarinya disuruh fleksi entengkan kemudian jari tengah penderita kita jepit diantara telunjuk dan jari tengah kita. Dengan ibu jari kita gores-kuat ujung jari tengah penderita.
Interpretasi : Refleks positif bila terjadi fleksi jari telunjuk, fleksi dan adduksi ibu jari.

Gejala Leri

Cara pemeriksaan : Kita pegang lengan bawah pasien yang disupinasi serta di fleksikan sedikit. Kemudian kita tekukan dengan kuat jari-jari serta pergelangannya. Interpretasi : Pada orang normal, gerakan ini akan diikuti oleh fleksi lengan bawah dan atas, serta adduksi lengan atas. Jika tidak ada refleks ini dinyatakan sebagai gejala leri positif.

Gejala Mayer

Cara pemeriksaan : Pasien disuruh mensupinasikan tangannya, telapak tangan keatas, dan jari-jari difleksi entengkan serta ibu jari juga demikian dan diabduksikan. Tangannya kita pegang, kemudian dengan tangan yang satu lagi kita tekukan jari tiga dan empat pada phalang proksimal dan menekannya pada telapak tangan (fleksi). Interpretasi : Pada orang normal terjadi adduksi dan oposisi ibu jari serta fleksi pada persendian metacarpophalangeal dan ekstensi di persendian interphalang ibu jari. Jika tidak ada refleks ini dinyatakan sebagai gejala mayer positif.

Pada lesi di lobus frontalis di dapatkan reaksi refleks genggam.


Cara pemeriksan : Pasien disuruh memfleksi entengkan jari-jari tangannya. Kemudian kita sentuh kulit yang berada diantara telunjuk dan ibu jari dengan ujung ketok refleks. Interpretasi : Bila refleks menggenggam positif maka ujung ketok refleks ini akan digenggamnya.