You are on page 1of 26

KELAINAN KONGENITAL

DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

ANGKA KEJADIAN KELAHIRAN KELAINAN KONGENITAL DI RSU DR. SOETOMO SBY 1 JANUARI 2008 – 31 DESEMBER 2008

 

Bayi lahir normal = 1865 kasus (97,3%) Bayi lahir dengan kelainan kongenital = 50 kasus

(2,7%)

Jumlah bayi lahir = 1915 kasus

Kongenital 50 2.7% normal 1865 97.ANGKA KEJADIAN KELAHIRAN KONGENITAL 1 JANUARI 2008 – 31 DESEMBER 2008 kel.3% .

PENEGAKAN DIAGNOSIS KELAINAN KONGENITAL    31 kasus ( 62%) antenatal 13 kasus ( 26%) intranatal 6 kasus (12%) postnatal .

26% 31.PENEGAKAN DIAGNOSA KELAINAN KONGENITAL 0. 12% 13. 62% antenatal intranatal postnatal . 0% 6.

4%) Penyakit Jantung Bawaan = 3 kasus (9.6%) Hidrocephalus = 8 kasus (25.PENEGAKAN DIAGNOSIS KELAINAN KONGENITAL ANTENATAL 31 kasus antenatal :         Multiple Congenital Anomali = 7 kasus (22.6%) Hidrops fetalis = 4 kasus (12.9%) Anencephalus = 6 kasus (19.2%) Atresia Oesophagus = 1 kasus (3.9%) Gastroschizis = 1 kasus (3.2%) Meningocele = 1 kasus (3.2%) .

PENEGAKAN DIAGNOSIS KELAINAN KONGENITAL ANTE NATAL 8 8 7 6 7 6 Multiple Congenital Anomali Hidrocephalus Anencephalus 5 4 3 2 1 4 Penyakit Jantung Bawaan Hidrops Fetalis Gastroschizis 3 1 1 1 Meningocele Atresia oesophagus 0 Jenis Kelainan .

JENIS KELAINAN KONGENITAL                Multiple Congenital Anomali = 11 kasus (22%) Hidrocephalus = 8 kasus (16%) Anencephalus = 6 kasus (12%) Penyakit Jantung Bawaan = 5 kasus (10%) Atresia ani = 5 kasus (10%) Hidrops fetalis = 4 kasus (8%) Polidactily Manus = 2 kasus (4%) Erb’s Paralysis = 2 kasus (4%) Gastroschizis = 1 kasus (2%) Meningocele = 1 kasus (2%) Hemangioma = 1 kasus (2%) Atresia Oesophagus = 1 kasus (2%) Microcephali = 1 kasus (2%) Laringomalacia = 1 kasus (2%) CTEV = 1 kasus (2%) .

JENIS KELAINAN KONGENITAL Chart Title 12 10 Multiple Congenital Anomali Hidrocephalus Anencephalus Penyakit Jantung Bawaan Atresia ani 8 6 4 2 0 Jenis Kelainan Hidrops Fetalis Polidactili manus Erb's Paralysis Gastroschizis .

meningocele) = 15 kasus (30%)  Sistem cranio-facial (microcephali) = 1 kasus (2%)  Sistem cardiovascular (peny. hemangioma) = 10 (20%)  Sistem gastrointestinal (gastroschizis. atresia ani. anomali) = 11 kasus (22%)  . Erb’s paralysis. anencephalus.JENIS KELAINAN KONGENITAL BERDASARKAN SISTEM ORGAN YANG TERKENA Sistem SSP (hidrocephalus. CTEV) = 5 kasus (10%)  Sindroma (multiple cong. atresia oesophagus) = 7 kasus (14%)  Sistem respiratory track (laringomalacia) = 1 kasus (2%)  Sistem muskuloskeletal (polidactili manus.. hidrops fetalis. Jantung bawaan.

BERDASARKAN SISTEM ORGAN YANG TERKENA 16 15 14 12 10 8 6 10 11 SSP Cran-Facial Cardiovascular 7 5 Gastro-intestinal Respiratory track Muskuloskeletal Sindroma 4 2 1 1 0 Sistem Organ .

6%) ibu usia 25-35 tahun 8 kasus (2.8%) ibu usia > 35 tahun    Jumlah ( n )  Ibu usia < 25 tahun = 555  Ibu usia 25-35 tahun = 1072  Ibu usia > 35 tahun = 288 .5%) ibu dengan usia < 25 tahun 28 kasus (2.KELAHIRAN KELAINAN KONGENITAL BERDASARKAN UMUR IBU 14 kasus (2.

SOETOMO SBY JANUARI 2008 – DESEMBER 2008 BERDASARKAN UMUR IBU .PROPORSI PERSALINAN DI RSU DR.

KELAHIRAN KELAINAN KONGENITAL BERDASARKAN USIA IBU .

7%)  APB  2 kasus (5.KELAHIRAN KEL.8%)  PER  1 kasus (2.8%)  PPI  1 kasus (2.KONGENITAL BERDASARKAN KELAINAN PENYERTA IBU KPP  8 kasus (22.3%)  ROJ  3 kasus (8.7%)  Gemelli  1 kasus (2.7%)  Varicella  1 kasus (2.8%)  Tanpa kelainan penyerta  4 kasus (11.6%)  Hidramnion  2 kasus (5.8%)  DM Gestasional  1 kasus (2.4%)  .8%)  Asma  2 kasus (5.6%)  Oligohidramnion  3 kasus (8.8%)  PEB  5 kasus (14.8%)  Prolaps tali pusat  1 kasus (2.

KELAINAN PENYERTA IBU 8 7 6 5 4 3 2 1 0 14.8% 2.8% 2.penyerta .8% PEB PER KPP Prolaps Tali Pusat PPI APB DM Gestasional Asma Varicella ROJ Gemelli Hidramnion Oligohidramnion Tanpa kel.7% 2.8% 2.8% 2.7% 5.8% 8.8% 11.6% 5.3% 22.7% 2.6% 5.4% 8.

KEADAAN BAYI KELAINAN KONGENITAL  Kematian janin dalam rahim/IUFD = 28 kasus (56%)   Kematian neonatal = 4 kasus (8%) Pulang hidup = 18 kasus (36%) .

KEADAAN BAYI KELAINAN KONGENITAL .

6%)  Usia kehamilan 20-28 minggu = 20 kasus (30.PEMANTAUAN JANIN Usia kehamilan < 20 minggu = 11 kasus (16.KONGENITAL DI R.USIA KEHAMILAN TERDIAGNOSIS KEL.9%)  Usia kehamilan > 36 minggu = 8 kasus (12.3%)  Usia kehamilan 29-36 minggu = 27 kasus (40.1%)  .

3% 40.KONGENITAL 30 25 20 15 10 5 0 < 20mgg 20-28mgg 29-36mgg >36mgg 16.6% 12.9% .USIA KEHAMILAN TERDIAGNOSA KEL.1% 30.

JENIS KELAINAN KONGENITAL BAYI PULANG HIDUP Penyakit Jantung Bawaan = 4 kasus (22%)  Multiple congenital anomali = 3 kasus (16.6%)  CTEV = 1 kasus (5.6%)  Laringomalacia = 1 kasus (5.1%)  Erb’s paralysis = 2 kasus (11.7%)  Atresia ani = 3 kasus (16.6%)  Polidactily manus = 1 kasus (5.7%)  Hidrocephalus = 2 kasus (11.1%)  Microcephali = 1 kasus (5.6%)  .

JENIS KELAINAN KONGENITAL BAYI PULANG HIDUP .

Penegakan diagnosa kelainan kongenital terbanyak saat antenatal (62%) dengan jenis kelainan kongenital terbanyak adalah multiple congenital anomaly (22. 2.KESIMPULAN      Bayi lahir dengan kelainan kongenital = 50 kasus. Bayi dengan kelainan kongenital paling banyak dalam kondisi IUFD Jenis kelainan kongenital pada bayi pulang hidup paling banyak adalah penyakit jantung bawaan .6%) dan berdasarkan sistem organ terbanyak adalah SSP (30%) Kelahiran kelainan kongenital terbanyak pada usia ibu >35 th.7% dari total persalinan.

mikropenis USG : Short limb.DIAGNOSA KURANG LENGKAP   USG : Cleft lip. ventrikulomegali  Lahir : fokomelia. agenesis penis . ventrikulomegali  Lahir : palatoschisis. polidactily. omfalokel.

Palatoschisis Cheilognatoschisis Spina bifida Meningocele . 2. 3.TIDAK TERDIAGNOSA Didapatkan 4 kasus USG normal (tidak ditemukan kelainan kongenital)  Lahir : didapatkan kelainan kongenital 1. 4.

TERIMAKASIH .