You are on page 1of 23

XANTHELASMA

ELOK ERLITA NF 201120401011069

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Xanthelasma Kumpulan kolesetrol di bawah kulit dengan batas tegas berwarna kekuningan biasanya di sekitar mata berkembang, bergabung dan menjadi menetap

Banyak ditemukan di Indonesia

Karena pola makan atau keturunan

2 Tujuan  Referat ini disusun agar penulis dan pembaca dapat mengetahui lebih jauh tentang hal yang berhubungan dengan Xanthelasma palpebrarum .1.

TINJAUAN PUSTAKA .

sehingga sering disebut xanthelasma palpebra . DEFINISI Xanthelasma diartikan pula sebagai kumpulan kolesetrol di bawah kulit dengan batas tegas berwarna kekuningan biasanya di sekitar mata.

.5 %. Kondisi ini dapat terlihat pada individu berkulit cerah maupun gelap. EPIDEMIOLOGI Xanthelasma bermanifestasi pada usia 15-73 tahun.4%. Riwayat dengan xanthelasma sebesar 27. Pada penelitian didapatkan xanthelasma predominan pada wanita dengan perbandingan 32% dan 17. dengan puncaknya pada dekade keempat dan kelima.

 ETIOLOGI  Hiperlipoproteinemia .

PATOFISOLOGI .

PRIMER HEPAR LIPOPROTEIN SEKUNDER Xanthelasma Trauma dan inflamasi LDL MENINGKAT Perubahan permeabilitas vaskular Masuk kedalam kulit Difagosit sel dermal .

 MORTALITAS DAN MORBIDITAS Lesi ini tidak berpotensial menjadi ganas .

 GEJALA KLINIS Timbul plak irregular di kulit  Berwarna kekuningan dan lembut berupa plaque berisi deposit lemak dengan batas tegas  Lesi akan bertambah besar dan bertambah jumlahnya  Klinis tidak ada keluhan  .

Gambar xanthelasma palpebra pada stadium awal berupa lesi kuning keputihan Gambar xanthelasma terdapat lesi berwarna kekuningan dengan batas tegas di kelopak mata bagian dalam .

Gambaran Xanthelasma palpebra simetris di kedua kelopak mata Gambar xanthelasma palpebra berupa benjolan warna kuning keputihan .

Gambar xanthelasma palpebra menunjukkan gambaran plaque kekuningan di kelopak mata bagian tengah .

 PEMERIKSAAN LABORATORIUM   Profil lipid Analisis patologi (bila perlu) .

 PEMERIKSAAN HISTOLOGI .

 DIAGNOSA BANDING       Familial hypercholesterolemia types IIa and IIb Familial dysbetalipoproteinemia type III Familial hypertriglyceridemia type IV HDL rendah yang dibandingkan dengan LDL yang rendah Diabetes yang tidak terkontrol yang dihubungkan dengan hypertriglyceridemia Necrobiotic xanthogranuloma .

           Tuberous xanthomata Diffuse planar xanthoma Orbital lipogranulomata Juvenile xanthogranulomata Erdheim-Chester disease Wegener granulomatosis Lipoid proteinosis Primary systemic amyloidosis Necrobiosis lipoidica Sarcoid Atypical lymphoid infiltrate .

TERAPI Medikamentosa  Operatif (Bedah eksisi. elektrodesikasi dan cryoterapi)  . argon dan pengangkatan dengan laser karbondioksida. kauterisasi kimia.

EDUKASI Melakukan control terhadap kolesterol juga trigliserid  Cara untuk menurunkan kolesterol  Membiasakan gaya hidup sehat untuk mengatur kolesterol  .

PROGNOSIS Ad Vitam  Ad Sanam  Ad Kosmetika  : Dubia et Bonam : Dubia et Bunam : Dubia et Bunam .

lapisan dermis (korium. kutis vera. true skin). warna kekuningan sering kali disekitar mata Ukuran xanthelasma bervariasi berkisar antara 2 – 30 mm. lapisan sub kutis (hipodermis)  Xanthelasma adalah kumpulan kolesterol di bawah kulit dengan batas tegas berwarna kekuningan biasanya di sekitar mata  Gejala klinis yang muncul adalah Timbul plak irregular di kulit.  . adakalanya simetris dan cenderung bersifat permanen.RINGKASAN Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu lapisan epidermis atau kutikel..

 .Xanthelasma tersusun atas sel-sel xanthoma.  Penggunaan chloracetic acid efektif untuk menghilangkan xanthelasma memberi hasil yang baik dengan hasil yang sempurna dan scar minimal. Selsel ini merupakan histiosit dengan deposit lemak intraseluler terutama dalam retikuler dermis atas.