You are on page 1of 22

GGN IDENTITAS JENIS & SEKSUAL

SONNY T. LISAL BAG PSIKIATRI FAK. KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

 Penekanan pd fkt psikologis 

timbulnya/perkembangan st gangguan  Bukan disebabkan o/ fkt organik, zat/obat, situasi, psikosis atau ggn mental lainnya  Penampilan/ perilaku seksual normal/ menyimpang & peran jenis  berbeda sesuai kebudayaan

disertai perilaku menetap yg mirip dgn perilaku lawan jenisnya .GGN IDENTITAS JENIS  Identitas jenis: perasaan seseorang tergolong dlm jenis kelamin ttt  Peran jenis: pernyataan thd masyarakat ttg identitas jenis  Gbr-an khas: hasrat/keinginan kuat u/ menjadi lawan jenisnya & perasaan tdk senang/ tdk sesuai thd alat kelaminnya.

kromosom  Bisa: heteroseksual. D/  Hasrat hidup & diterima kelompok lawanjenisnya. genetik.1. biseksual. homoseksual. Transeksualisme • • Mulai sejak masa anak & hanya diketahui oleh mereka sendiri Ped. biasanya disertai peraaan risih/ketidakserasian dgn anatomi seksnya  Keinginan th/ hormonal  semirip mgk lawan jenisnya  Remaja/dewasa: > 2 thn  Bkn ggn jiwa lain. aseksual .

2. D/  Mengenakan pakaian lawan jenis sbg bgn eksistensi diri  sesaat menikmati sbg lawan jenisnya  Tdk ada hasrat mengubah jenis kelamin/ tindakan bedah  Tdk ada perangsangan seksual  beda dgn transvestisme fetishistik . Transvestisme Peran Ganda • Ped.

Ggn Identitas Jenis Masa Anak • Ped. penyangkalan diri terganggu  Ada ide kelak jenis kelaminnya akan berubah menjadi lawan jenisnya .3. D/  Hasrat pervasif/mendalam dan menetap menjadi lawan jenisnya disertai penolakan atribut/pakaian yg sesuai jenis kelaminnya  Tdk ada perangsangan seksual pakaian lawan jenisnya  Yg Khas: muncul pada usia pra-sekolah dan jelas sebelum pubertas.

menyakiti diri atau pasangan .GGN PREFERENSI SEKSUAL  Disebut juga: parafilia atau deviasi seksual  Gambaran utama: fantasi yg membangkitkan keinginan & dorongan seksual yg kuat atau aktivitas seksual yg melibatkan benda mati. hewan. anak atau orang dewasa yg tdk menghendakinya  Dicapai dgn: bujukan. penganiayaan bahkan pembunuhan. paksaan/perlakuan kasar.

D/  Benda mati sbg rangsangan u/ membangkitkan keinginan/pemuasan seksual  pakaian dlm.1. Fetishisme • Biasanya hanya pd pria • Ped. sepatu  Obyek fetish  sumber utama perangsangan seksual u/ respons seksual yg memuaskan  Fantasi fetishistik lazim  st ritual  ggn hub seksual  penderitaan  Plg sedikit 6 bln .

D/  Memakai pakaian lawan jenis u/ membangkitkan keinginan & pemuasan seksual  Ada hasrat kuat u/ melepaskan pakaian/ benda lain dari lawan jenis bila orgasmus tercapai  Lamanya: 6 bln . Transvestisme Fetishistik • Ped.2.

D/  Kecenderungan berulang/menetap memamerkan alat kelamin pd orang asing (lawan jenis). Ekshibisionisme • • Pada pria heteroseksual Ped. terpesona. tanpa niat hub lebih lanjut  Rangsang/gairah meningkat bila yg menyaksikan terkejut. takut  Merupakan satu-satunya cara penyaluran seksual  Bersifat “ego-alien” atau “distonik”  penderitaan .3. jarak cukup aman. sering di tempat umum.

rasa sakit atau penghinaan  Resipiens  masochism  Pelaku  sadism  Aktivitas sadistik/masokistik penting u/ pemuasan seksual  Hrs dibedakan dgn kebrutalan dlm hub seksual yg tidak berkaitan dgn erotisme . Sadomasokisme • Ped. D/  Preferensi aktivitas seksual: pengikatan.4.

. D/  Kecenderungan menyentuhkan/mengosokan diri pd org yg tdk menghendakinya  Penting u/ membangkitkan gairah seksual/ pemuasannya 6. D/  Kecenderungan melihat/mengintip org yg berhub seksual/menanggalkan pakaian  Sumber utama perangsangan seksual  pemuasan seksual dgn masturbasi tanpa diketahui org yg diintip Frotteurisme • Ped. Voyeurisme • Ped.5.

D/  Preferensi seksual pd anak pra atau awal pubertas  Berulang/ menetap  Pd umumnya pria .7. Pedofilia • Ped.

terangsang): a. Nafsu (minat/keinginan): fantasi/keinginan 2. Perubahan fisiologis: ereksi pd pria. Gairah (excitement. Senang/ suka yg subyektif b. vasokongesti pelvis/genitalia externa & pelumasan vagina pd wanita DISFUNGSI SEKSUAL . Meliputi berbagai ggn dimana individu tdk/kurang mampu berperan dlm hub seksual seperti yg diharapkan  Berhub dgn siklus respons seksual  Siklus respons seksual: 1.

d.c. kontraksi dinding 1/3 bag luar vagina Resolusi: relaksasi otot. perasaan senang/puas  Disfungsi ereksi dpt terjadi pd salah satu atau lebih fase siklus respons seksual . Orgasme: ejakulasi pd pria.

hanya kurang aktivitas awal B. kecemasan aktivitas seksual  Kasus berat  menghindar disentuh  Kadang disertai kurangnya kenikmatan meskipun terjadi orgasme .1. Berkurang atau hilangnya nafsu seksual  Gamb. utama: tdk ada fantasi/keinginan aktivitas seksual  Motivasi kurang. frustasi kalau keharusan aktivitas seksual  Kenikmatan ada. Penolakan atau Aversi Seksual  Penolakan/penghindaran aktif kontak genital. timbul kejijikan. Ggn Nafsu atau Minat Seksual A.

Kegagalan dari Respons Genital • Kelainan pd fase gairah  tdk ada rangsang seksual • Pria: Gangguan ereksi (Male Erectile Disorder) atau impotensi psikogenik • Kesulitan terjadi/mempertahankan ereksi  senggama • Psikogenik: ereksi normal pd wkt masturbasi. pasangan lain • Wanita: Ggn rangsang seksual (Female sexual arousal disorder)  kekeringan vagina atau kegagalan pelicinan (lubrication) .2. tidur.

3. Gangguan Orgasme • Wanita: keterlambatan/ tdk terjadi orgasme setelah fase gairah/aktivitas seksual yg normal baik dlm intensitas & lamanya • Pria:  Keterlambatan/ tdk terjadi orgasme/ejakulasi  Ejakulasi dini atau prematur .

Dorongan Seksual yg Berlebihan • Tergantung fase resolusi  pendek/panjang • Pd pria: tdk mempunyai minat/hilang nafsu seksual & kurang/tidak berespons thd stimulus seksual • Dorongan seksual yg berlebihan/ hiperseksualitas pada pria disebut “Satyriasis” & pd wanita disebut “Nimfomania” • Biasanya dijumpai pd akhir masa remaja atau dewasa muda .4.

Vaginismus Nonorganik atau Fungsional (Psikogenik) • Ditandai spasme involunter dari otot sepertiga bagian luar vagina  menghalangi senggama • Bukan karena nyeri lokal/ ggn jiwa lain 6. Dispareunia Nonorganik atau Fungsional (Psikogenik) • Nyeri pd alat kelamin sewaktu senggama (pria/wanita) • Bukan oleh kelainan patologis lokal/vaginismus/keringnya vagina 5. .

heteroseksual. atau biseksual  Kondisi: Pubertas Dini atau Pubertas Prekoks  sudah berkembang alat genitalia sekunder  cemas/depresi/dorongan seksual dini .GGN SEKSUALITAS LAINNYA 1. Ggn Maturitas Seksual  Ragu/tdk pasti tentang identitas jenis atau orientasi seksualnya kecemasan/ depresi  Plg sering pd remaja  bingung  homoseksual.

Orientasi Seksual Egodistonik  Tdk ada masalah identitas jenis & preferensi seksual  Sebab psikologik  mengharapkan yg lain. . mencari pengobatan u/ merubah  secara berulang menemui kegagalan  Homoseksual yg coba hidup normal  gagal  penderitaan 3. Gangguan Hubungan Seksual  Penyebab: abnormalitas identitas jenis atau preferensi seksual  sulit memelihara hub dgn pasangan seksual 2.