You are on page 1of 18

HIPERBILIRUBINEMIA

Rizky Syawaluddin Djamal 0861050043

(Blackburn ST) .DEFINISI • Adalah terjadinya peningkatan kadar plasma bilirubin 2 standar deviasi atau lebih dari kadar yang diharapkan berdasarkan umur bayi atau lebih dari persentil 90.

PEMBENTUKAN BILIRUBIN .

.

IKTERUS NEONATORUM • Adalah keadaan klinis pada bayi yang ditandai oleh pewarnaan ikterus pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin terkonjugasi yang berlebih • Ikterus tampak sejak bayi baru lahir bila kada bilirubin darah 5-7mg/dl .

4. 2. Asi ekslusif dengan perawatan tidak baik dan kehilangan berat badan berlebihan. Memar yang bermakna 7. Ras asia timur. . Inkompatibilitas golongan darah atau penyakit hemolitik. Ikterus yang muncul 24 jam pertama kehidupan 3. Umur kehamilan 35-36 minggu 5. Sebelum pulang. kada bilirubin serum total atau bilirubin transkutaneus terletak pada daerah risiko tinggi. Riwayat anak sebelumnya mendapat fototerapi 6.FAKTOR RESIKO HIPERBILIRUBINEMIA BERAT BAYI USIA KEHAMILAN > 35MINGGU • Faktor resiko mayor 1. 8.

Umur kehamilan 37-38 minggu 3. Sebelum pulang. Umur ibu > 25 tahun 7. kada bilirubin serum total atau bilirubin transkutaneus terletak pada daerah risiko sedang. Bayi makrosomia dari ibu DM 6. Sebelum pulang bayi tampak kuning 4.FAKTOR RESIKO HIPERBILIRUBINEMIA BERAT BAYI USIA KEHAMILAN > 35MINGGU • Faktor risiko minor 1. Riwayat anak sebelumnya kuning 5. Laki-laki . 2.

Bayi dapat susu formula penuh 4.FAKTOR RESIKO HIPERBILIRUBINEMIA BERAT BAYI USIA KEHAMILAN > 35MINGGU • Faktor risiko kurang 1. Sebelum pulang. Bayi dipulangkan setelah 72 jam . Umur kehamilan >41 minggu 3. kada bilirubin serum total atau bilirubin transkutaneus terletak pada daerah risiko rendah. 2. Kulit hitam 5.

PATOFISIOLOGI IKTERIK Terbagi melalui 3 tahapan utama : 1. Pre-hepatik 2. Intra-hepatik 3. Post-hepatik .

Pre-hepatik  Peningkatan pembentukan bilirubin  Keadaan hemolitik – Infeksi – Hemoglobinopati – Defek enzim – Ikterus neonatorum  Hipersplenisme  Dll. .

Gilbert  Defek konjugasi bilirubin – Sind. Crigler-Najjar – Ikterus neonatorum  Gangguan ekskresi bilirubin intrahepatik – Sind.Intra-hepatik  Gangguan uptake bilirubin ke sistem hepatika – Sind. Dubin johnson – Sind. Rotor .

Post-hepatik  Gangguan kolestasis intrahepatik – Infeksi – DILI – Alcohol liver disease – Sirosis hepatis – Keganasan hati  Gangguan kolestasis ekstrahepatik – Obstruksi saluran empedu – Atresia bilier – keganasan .

IKTERUS NEONATORUM  Peningkatan pigmen bilirubin pada neonatus  Angka kejadian mendekati 50% pada neonatus aterm dan 80% pada neonatus preterm  Dibagi menjadi ikterus fisiologis dan patologis  Pada bayi mulai bermanifestasi ikterik pd kadar > 5 mg/dl  Dimulai pada sklera dan bagian bawah lidah .

IKTERUS NEONATORUM IKTERUS FISIOLOGIS :  Terjadi mulai 24 jam setelah kelahiran dan tidak lebih dari  Manifestasi klinis pada sklera dan kulit  Ikterik  Peningkatan bilirubin indirek  Tidak ada abnormalitas hasil LFT  Defek pada sistem konjugasi bilirubin (fungsi hepar immatur)  Hemolisis 14 hari .

IKTERUS NEONATORUM IKTERUS FISIOLOGIS : Mekanisme Peningkatan bilirubin : • peningkatan produksi bilirubin Penyebab Peningkatan jumlah eritrosit Penurunan umur hidup eritrosit Peningkatan early bilirubin Proses konjugasi yg inefektif Flora normal usus yg sedikit Gangguan motilitas usus • peningkatan sirkulasi enterohepatik Penurunan bersihan bilirubin : • penurunan bersihan dari plasma • penurunan metabolisme hepatik Defisiensi protein karier Penurunan aktivitas Glukoroniltransferase .

dll)  Manifestasi klinis pada sklera. muntah. ekstremitas. TTV abnormal. palmar dan plantar  Dapat ditemukan abnormalitas pada LFT.5 mg/dl/jam atau > 5 mg/dl/hari  Ada tanda-tanda bayi sakit (letargis.IKTERUS NEONATORUM IKTERUS PATOLOGIS :  Terjadi < 24 jam setelah kelahiran  Ikterus bertahan > 8 hari pada BCB dan > 14 hari pada BKB  Peningkatan Bil. hematologi . kulit. Total > 0.

TERAPI SINAR INDIKASI :  Ikterus berat (kadar bilirubin > 10 mg/dl)  Ikterus mulai sejak hari pertama kelahiran  Ikterus pada BKB  Ikterus yang disebabkan bilirubin tak terkonjugasi  Fungsi hepar immatur. dll  Terapi dilakukan hingga kadar bilirubin berada dalam batas normal atau hingga bayi tidak memberi penampakan ikterik lagi .

PEMILIHAN TERAPI BERDASARKAN KADAR BILIRUBIN .