DIREKTORAT JABATAN KARIER BKN 2009

1

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

NAMA JABFUNG Bidan Fisikawan Medis Psikolog Klinis Apoteker Ass. Apoteker POPT P. Pertanian Auditor Perekayasa Penyuluh Sosial

PER. MENPAN 01/PER/M.PAN/1/2008 PER/12/M.PAN/5/2008 PER/11/M.PAN/5/2008 PER/07/M.PAN/4/2008 PER/08/M.PAN/4/2008 PER/10/M.PAN/05/200 8 PER/02/M.PAN/2/2008 PER/220/M.PAN/7/200 8 PER/219/M.PAN/7/200 8 PER/06/M.PAN/2008

PER. BERSAMA 1110/MENKES/PB/XII/2008 dan 25 Tahun 2008 1111/MENKES/PB/XII/2008 dan 29 Tahun 2008 1112/MENKES/PB/XII/2008 dan 28 Tahun 2008 1113/MENKES/PB/XII/2008 dan 26 Tahun 2008 1114/MENKES/PB/XII/2008 dan 27 Tahun 2008 55/Permentan/OT.210/11/200 8 dan 23B Tahun 2008 55/Permentan/OT.210/11/200 8 dan 23A Tahun 2008 PER-1310/K/JF/2008 dan 24 Tahun 2008 13/M/PB/VIII/2008 dan 22 Tahun 2008 41/HUK-PPS/2008 dan 13 Tahun 2008

KET Revisi Baru Baru Revisi Revisi Revisi Revisi Revisi Revisi Baru 2

( pasal 17 Ayat 2 UU No. 43 Tahun 1999 )

 PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat

Umum Jabatan Struktural Jabatan Fungsional Khusus/Tertentu (Dgn Angka Kredit)  Pengangkatan dlm jabatan dilaksanakan berdasarkan Prinsip Profesionalisme, sesuai :     Kompetensi Prestasi Kerja Jenjang Pangkat Syarat Obyektif lainnya
3

struktural

Manajerial Fasilitatif

PP. No. 100 Th 2000 PP. No. 13 Th. 2002

Perampingan Struktur PP. No. 8 Th. 2003

Pengangkatan Dalam jabatan
Jafung Umum staf

PNS Profesional

fungsional Jafung tertentu Mandiri teknis Subtantif PP. No. 16 Th 1994 Keppres No. 87 Th. 1999 Pemerkayaan/ Pengembangan fungsi 111 Jabatan Fung
4

5

pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi melalui cpns

pengangkatan yg dilakukan melalui perpindahan dari js atau jf lain ke dalam jabatan fungsional tertentu (111)

Pengangkatan dlm jabfung bagi PNS yg pada saat Peraturan Menpan ditetapkan, telah dan masih melaksanakan tugas jabfung
6

engangkatan PNS ke dalam jabatan fungsional pada Instansi Pemerinta etapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai formasi yang telah ditetap (Ps 7 PP No 16 Th 1994))

Untuk menentukan kekuatan PNS berdasarkan kualifikasi jabatan untuk menjalankan tugas tertentu, guna menjaga keseimbangan kekuatan PNS dengan beban kerja. Dengan kata kunci “ Setiap Pegawai memiliki pekerjaan”

Apabila tersusun dengan baik, akan mempermudah dan memperlancar pejabat fungsional dalam menjalankan tugasnya dalam mengumpulkan angka kredit

7

pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi melalui cpns
pns

cpns

Jab. fungsional
terampil ahli

Kami diangkat dlm jabatan ?

Kami dpt diangkat dlm jabatan

Syarat jabatan 2. Ijazah 3. Angka kredit 4. formasi
8

Syarat Pengangkatan No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jabfung
Terampil Bidan Fisikawan Medis Psikolog Klinis Apoteker Ass. Apoteker POPT P. Pertanian Auditor Perekayasa Penyuluh Sosial

Pendidikan
Ahli S1/D IV Kebidanan S1 Fisika Medik
S1 Psikologi mempunyai sertifikat psikolog dgn

Tingkat/Gol.
Terampil II/a II/a II/a II/a II/c Ahli III/a III/a III/b III/b III/a III/a III/a III/a III/a

DP-3 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

KET

Sekolah Bidan/D I Kebidanan Berijazah Ass. Apoteker SMU-IPA atau SMK Pertanian SMK Pertanian D III sederajat sesuai kualifikasi -

Berijazah Apoteker S1/D IV Pertanian sesuai kualifikasi S1/D IV Pertanian S1/D IV sederajat sesuai kulifikasi S1/DIV bid teknologi S1 sesuai kualifikasi

9

pengangkatan yg dilakukan melalui perpindahan dari js atau jf lain ke dalam jab. fung tertentu
JS / JF Jab. fungsional
terampil ahli

Apa yg harus kami lakukan

Syarat jabatan 1. 2. 3. 4. Usul Ikut diklat / Lulus Diklat Penetapan PAK Jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah AK yg diperoleh. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ijazah Diklat Angka kredit Formasi Usia Pengalaman
10

Persyaratan Perpindahan dari jabatan lain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jabfung Bidan Fisikawan Medis Psikolog Klinis Apoteker Ass. Apoteker POPT P. Pertanian Auditor Perekayasa Penyuluh Sosial Memiliki pengalaman 2 thn dlm pelayanan kebidanan 2 thn dlm pelayanan fisika medik 2 thn dlm pelayanan psikologi klinis 2 thn di bid. kefarmasian 2 thn dlm penyiapan kefarmasian 2 thn di bid. Pengendalian OPT 2 thn di bid. penyuluhan pertanian 2 thn di bid kerekayasaan 2 thn penyuluhan di bid pemb. Kesejhtraan sosial Mengikuti dan lulus Diklat Diklat fung bid penendalian OPT Diklat dasar fung bid penyuluhan pertanian Lulus sertifikasi auditor Diklat fung bid perekayasa Diklat fungsional penyuluhan sosial Usia Min 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn 50 thn DP-3 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik
11

a. Minimal Penata Muda b. Ijazah S-1 sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan; c. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan; d. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli; e. Tersedia formasi untuk ahli.
12

Persyaratan Perpindahan dari terampil ke ahli No Jabfung Pendidikan Sertifikasi/ Lulus Diklat AK Min DP-3 Masa Kerja Pangkat 1 thn dalam pangkat terakhir Keterangan
65% AK dari Diklat, T.Pokok, P.Profesi + AK ijazah S1/DIV (AK U.Penunjang tdk diperhitungkan)

1

Bidan

S1/DIV Kebidanan

-

100

Baik

2

POPT P. Pertanian Auditor

S1/DIV
(sesuai kualifikasi)

sda √ 100 Baik sda sda √ 100 Baik sda sda sda
13

3

S1/DIV
(sesuai kualifikasi)

4

S1/DIV
(sesuai kualifikasi)

100

Baik

Pengangkatan dlm Jab fung bagi PNS yang Melaksanakan tugas pokok jabfung pada saat Peraturan ditetapkan Jab. fungsional
terampil Kapan kami dpt diangkat
Saat inpassing diberlakukan
AK Sesuai dgn tabel inpassing

ahli

PNS yg masih melaksanakan tugas sesuai dgn tugas pokok masing-masing jf

Jabatan 3. 4. 5. Ijazah Pangkat/Gol Ru Masa Kerja dlm pangkat

Syarat jabatan 2. Ijazah 3. Angka kredit 4. formasi
14

 PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL BARU  PERUBAHAN PERSYARATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN  DIPERINTAHKAN OLEH SUATU PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN

15

1.

Jabatan fungsional Keterampilan harus memenuhi syarat : a. b. c. Berijazah paling rendah SLTA; Pangkat paling rendah Penata Muda gol. ruang III/a; (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1(satu) th terakhir.

6.

Jabatan fungsional Keahlian harus memenuhi syarat : a. b. c. Berijazah paling rendah Sarjana/Diploma IV; Pangkat paling rendah Penata Muda gol ruang III/a; DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1(satu) th terakhir.

16

Persyaratan Inpassing/Penyesuaian
No

Jabfung

Pendidikan Terampil Ahli
S1/DIV Kebidanan S1/DIV fisika medik
S1 Psikologi/ sertifikat psikolog dgn permintaan psikologi klinis

Gol.ruang Terampil
II/a

Ahli
III/a

Usia (Pertama& Muda)
-

DP-3

Massa TMT
1 Jan 09 s/d 31 Des 09 1 Jan 09 s/d 31 Des 09 1 Jan 09 s/d 31 Des 09 1 Jan 09 s/d 31 Des 09 1 Sep 09 s/d 31 Des 09

KET

1

Bidan

SMK/D- I Kebidanan -

Baik

2 3

Fiskawan Medis Psikolog Klinis

-

III/a III/b

-

Baik Baik

4 5 6 7 8 9

Apoteker Ass. Apoteker POPT P. Pertanian Auditor Perekayasa
-

SMK/D-I/D-II P. Pertanian -

S1/DIV bid teknologi sesuai kualifikasi S1 atau yang setingkat

-

III/c
-54

thn -(P & M) -58 thn (MY&U) -

Baik

Tdk ada inpassing Tdk ada inpassing Tdk ada inpassing

Inpassing khusus
Rekomendasi dr instansi pembina dgn pengalaman 10 thn

10

Penyuluh Sosial

-

-

III/a

Baik

1 Juli 09 s/d 31 Des 09

Perpanjangan inpassing

17

Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional  yang digunakan pengangkatan satu sebagai salah syarat untuk kenaikan  pangkat  kenaikan
18

KELEBIHAN ANGKA KREDIT dapat diperhitungkan utk kenaikan pangkat

Khusus Auditor

Kelebihan AK dari Unsur Pengembangan Profesi tidak dapat diperhitungkan utk kenaikan pangkat berikutnya

19

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN/INPASSING BAGI JABATAN FUNGSIONAL KETERAMPILAN
STTB/IJAZAH ATAU YANG SETINGKAT SLTA/D.I SLTA/D.I/DII SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III SLTA/D.I/DII SARJANA MUDA / D III ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN KURANG 1 TH 25 40 60 60 80 80 100 100 150 150 200 200 300 300 1 TAHUN 28 45 65 66 83 85 110 111 160 161 222 223 300 300 2 TAHUN 31 50 70 72 87 90 120 122 170 172 244 247 300 300 3 TAHUN 35 55 75 78 91 95 130 133 180 183 267 271 300 300 4 TAHUN / LEBIH 40 60 80 80 100 100 150 150 190 200 290 295 300 300 20

NO. 1 2 3 4 5 6 7 8

GOL. RUANG II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN/INPASSING BAGI JABATAN FUNGSIONAL KEAHLIAN
NO 1 2 GOL RUANG III/a III/b STTB/IJAZAH ATAU YANG SETINGKAT SARJANA / D IV SARJANA / D IV PASCA SARJANA SARJANA / D IV 3 III/c PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA / D IV 4 III/d PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA / D IV 5 IV/a PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA / D IV 6 IV/b PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA / D IV 7 IV/c PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA / D IV 8 9 IV/d IV/e PASCA SARJANA DOKTOR SARJANA S/D DOKTOR ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN KURANG 1 TH 100 150 150 200 200 200 300 300 300 400 400 400 550 550 550 700 700 700 850 850 850 1050 1 TH 112 162 163 225 226 227 325 326 327 437 438 440 587 588 590 735 736 737 900 901 902 1050 2 TH 124 174 177 250 252 254 350 352 354 474 477 480 624 626 630 770 772 774 949 950 951 1050 3 TH 137 187 191 275 278 282 375 378 382 512 516 520 662 665 670 805 808 812 998 999 1000 1050 4 TH / LEBIH 150 200 205 300 305 310 400 405 410 550 555 560 700 700 700 840 845 850 1040 1045 1050 1050

ANGKA KREDIT UNTUK JABATAN / PANGKAT PUNCAK
No
1

Nama Jabatan
Auditor (Penyelia) Auditor (Utama)

Angka Kredit U. Utama
30 60 50 10 25 25 20 20 10 20 10 10 20 20

Keterangan
Tiap 2 Tahun Wajib mengumpulkan AK sda sda sda sda sda sda sda sda sda sda sda sda sda
22

2 3 4 5 6 7 8 9 10

Perekayasa (Utama) P. Pertanian (Penyelia) P. Pertanian (Utama) Apoteker (Utama) Psikolog Klinis (Madya) Fisikawan Medis (Madya) Bidan (Penyelia) Bidan (Utama) Ass. Apoteker (Penyelia) POPT (Penyelia) POPT (Utama) P. Sosial (Madya)

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN DIPLOMA II
JENJANG JABATAN/GOL. RUANG DAN ANGKA KREDIT JF P. LANJUTAN PELAKSANA PENYELIA II/b I UTAMA A Pendidikan 1. Pendidikan Sekolah 2. Diklat B Tugas Pokok C Pengembangan Profesi II PENUNJANG Kegiatan yang mendukung tugas JUMLAH < 20 % 100 % 40 4 60 8 80 12 100 22 150 32 200 52 300 > 80 % 16 32 48 88 128 208 40 40 40 40 40 40 40 II/c II/d III/a III/b III/c III/d

NO

UNSUR

PERSENTAS E

23

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN DIPLOMA III
JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO. UNSUR PROSENTASE PELAKSANA LANJUTAN III/a III/b

PELAKSANA II/c II/d

PENYELIA III/c III/d

1

UNSUR UTAMA A. Pendidikan : 1. Pendidikan Sekolah 2. Diklat B. Tugas Pokok C. Pengembangan Profesi 80% 16 32 72 112 192 60 60 60 60 60 60

2

UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas 20% 4 8 18 28 48

60

80

100

150

200

24

300

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)
JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO. UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/a 1 UNSUR UTAMA A. Pendidikan : 1. Pendidikan Sekolah 2. Diklat B. Tugas Pokok C. Pengembangan Profesi 2 UNSURPENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas JUMLAH 20% 10 20 80 60 90 120 150 190 80% 40 80 120 240 360 480 600 760 100 100 100 100 100 100 100 100 100 III/b MUDA III/c III/d IV/a MADYA IV/b IV/c UTAMA IV/d IV/e

100

150

200

300

400

550

700

850

25

1050

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN PASCASARJANA (S2)
JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b 1 UNSUR UTAMA A. Pendidikan : 1. Pendidikan Sekolah 2. Diklat B. Tugas Pokok C. Pengembangan Profesi 2 UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas JUMLAH 20% 10 30 50 80 110 140 180 80% 40 120 200 320 440 560 720 150 150 150 150 150 150 150 150 MUDA III/c III/d IV/a MADYA IV/b IV/c UTAMA IV/d IV/e

150

200

300

400

550

700

850

1050

26

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL DENGAN PENDIDIKAN DOKTOR (S3)
JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT NO. UNSUR PROSENTASE MUDA III/c 1           2 UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Pendidikan Sekolah 2. Diklat B. Tugas Pokok C. Pengembangan Profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas JUMLAH   20% 20 40 70 100 130 170           80%           200   80       200   160 III/d     200 IV/a MADYA IV/b     200   280   IV/c     200   400       520       200   680 UTAMA IV/d     200 IV/e

   

200

300

400

550

700

850

1050 27

1. Jabatan sama dengan Pangkat 2. Jabatan dibawah Pangkat 3. Jabatan diatas Pangkat
Kenaikan Pangkat jab Fung dalam jenjang jabatan yang Lebih tinggi dapat dipertimbangkan apabila kenaikan Jabatannya telah ditetapkan oleh pejabat yg berwenang

25

Pejabat fungsional dapat dinaikan jabatan setingkat lebih tinggi apabila telah memenuhi persyaratan yang ditentukan : c. Sekurang-kurang nya 1 tahun dlm jabatan d. Telah mencapai angka kredit kumulatif yg ditentukan (PAK) e. DP-3 bernilai baik f. Tersedianya formasi g. Usia h. Usul dari Pimpinan unit kerja Jabatan fungsional dapat dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi apabila telah memenuhi persyaratan yang ditentukan : d. Sekurang-kurang nya 2 tahun dlm pangkat e. Telah mencapai angka kredit kumulatif yg ditentukan (PAK)

29

Kenaikan Jabatan JF Madya ke bawah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
Kenaikan Pangkat JF gol Ruang IV/b ke bawah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang setelah mendapat pertimbangan Teknis dari Kepala BKN / Kantor Regional BKN Kenaikan Pangkat JF gol Ruang IV/b ke atas ditetapkan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan Teknis dari Kepala BKN
30

Angka kredit

I
Angka kredit

IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a III/d III/c III/b III/a

Utama

II III
Penyelia III/d III/c III/b III/a II/d II/c II/b II/a

Madya

IV V

Muda

Pelaksana L

Pertama

Pelaksana

Pelaksana P

Untuk mengembangkan Karier PNS yg menduduki Jabatan terampil dpt alih Jabatan ke tingkat ahli
31

Pelaksanaan penyerasian dan rasionalisasi struktur organisasi instansi pembina jabatan fungsional dapat menetapkan program inpassing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

32

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tidak Dapat Mengumpulkan Angka Kredit Dijatuhi hukuman Disiplin. Diberhentikan sementara sebagai PNS Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Cuti diluar tanggungan negara Tugas belajar lebih dari enam bulan

33

(YANG DITETAPKAN TAHUN 2008/2009) 1. Jabfung P.Pemula s/d P.Lanjutan, dan Jabfung Pertama s/d Jabfung Madya dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 thn dlm jab. terakhir tdk dapat mengumpulkan AK utk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi bagi jabfung yg jab.nya lebih rendah dari jab. yg setara dgn pangkat yg dimiliki • Jabfung P.Pemula s/d P.Lanjutan, dan Jabfung Pertama s/d Jabfung Madya dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 thn dlm jabatan terakhir tdk dapat mengumpulkan AK utk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi jabfung yg akan mendapatkan kenaikan pangkat pertama sejak diangkat dlm jabatan terakhir Jabfung P.Pemula s/d P.Lanjutan, dan Jabfung Pertama s/d Jabfung Madya dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 thn dlm pangkat terakhir tdk dapat mengumpulkan AK utk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi jabfung yg pernah mendapatkan kenaikan pangkat sejak diangkat dlm jabatan terakhir Jabfung P.Pemula s/d P.Lanjutan, dan Jabfung Pertama s/d Jabfung Madya yg pada tahun pertama dlm pangkat terakhir telah memenuhi AK yg disyaratkan utk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila pada tahun kedua tidak dapat mengumpulkan 20% AK yg disyaratkan utk naik pangkat dari kegiatan tugas pokok dan/atau P.Profesi
34

PNS yang dibebaskan sementara dari jabatan fungsional tertentu dan belum diangkat kembali dalam jabatan fungsional atau jabatan struktural kenaikan pangkat nya adalah Reguler.
35

1. Telah selesai menjalani hukuman disiplin. 2. Setelah yg bersangkutan dinyatakan selesai melaksanakan tugasnya. 3. Dinyatakan aktif bekerja kembali setelah cuti diluar tanggungan negara. 4. Dinyatakan aktif kembali setelah menyelesaikan tugas belajarnya 5. Telah mengumpulakn Angka Kredit

a. Jenjang Jabatan yang terakhir. b. jumlah AK yang terakhir
36

Menteri Sekretaris Negara bagi Penerjemah Utama di lingkungan Instansi Pusat dan Daerah

→ Sekjen Departeman, Sekjen Lembaga Tinggi Negara, Pimpinan LPND, atau pejabat eselon I lainnya yang setingkat dengan itu bagi Penerjemah Pertama s/d Madya di lingkungan masing-masing → Sekda Prov bagi Penerjemah Pertama s/d Madya di lingkungan masing-masing

37

Pejabat yang berwenang mengangkat – memindahkan – memberhentikan
 Presiden  pns pusat/daerah untuk jenjang utama  Menteri  pns pusat dilingkungan Dep untuk jenjang pel. pemula s/d penyelia dan jenjang pertama s/d madya  Pimpinan Kesekretarian Lt/Ln, Non Dep  pns pusat dilingkungan Lt/Ln, Non Dep untuk jenjang pel. pemula s/d penyelia dan jenjang pertama s/d madya  Gubernur/Bupati/Walikota  pns daerah provinsi/kabupaten/kota untuk jenjang pel. pemula s/d penyelia dan jenjang pertama s/d madya
38

1. 1 tahun sejak dibebaskan sementara tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. 2. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat
3 tahun setelah diangkat tidak lulus sertifikasi Khusus Auditor

diklat fungsional berbasis kompetensi

(tram pil)

Diklat Fungsional

(ahli )

Diklat teknis lankan fungsi keahlian dan/atau keterampilan yang berdasarkan tugas pokok masing-masing jabatan
40

PNS yang diangkat dalam jabatan diberikan tunjangan jabatan Besaran tunjangan jabatan ditetapkan dgn Peppres berdasarkan penilaian :

 resiko pekerjaan  kompetensi jabatan  kelangkaan  sikap pelaksanaan pekerjaan  bobot jabatan
- Instansi Pembina - MENPAN - BKN - Ditjen Anggaran Dep. Keuangan - Sekretaris Kabinet RI
41

( PP No 32 Th 1979 )

secara selektif dapat dilakukan evaluasi untuk perpanjangan batas usia pensiun sampai dengan 58 - 60 - 65 th dengan dasar pertimbangan :  kaderisasi  kompetensi  kesehatan
42

   menyusun pedoman formasi       menyusun standar kompetensi    mengusulkan tunjangan jabatan    Sosialisasi jabatan dan       petunjuk pelaksanaannya 6.   menyusun kurikulum diklat  7.   menyelenggarakan diklat 8.   membangun pusat informasi 9.   menfasilitasi pelaksanaan jabatan 10.  menfasilitasi pembentukan organisasi   11. menfasilitasi penyusunan kode etik  12. monitoring dan evaluasi
43

 menyusun formasi jf  melaksanakan pengangkatan, pemindahan, pembebasan sementara, pemberhentian dalam dan dari jf  penyelenggaraan pembinaan karier pejabat  memfasilitasi pelaksanaan tugas pejabat  berkoordinasi dengan instansi
44

45