Atresia Duodenal

EPIDEMIOLOGI *Insiden 1 : 5000-10000, *30% bayi obstruksi intrinsic duodenum dgn sindroma Down *10% di proksimal ampula vateri *75% pada bayi dgn hidramnion. *50% dilahirkan prematur ETIOLOGI •Jaringan “windsock” yaitu suatu flap jaringan yg dpat mengembang yg terjadi karena anomali saluran empedu •Kompresi ekstrinsik seperti pankreas anular atau oleh pita2 Ladd pada penderita dgn malrotasi •Gangguan perkembangan pada masa awal kehamilan

pancreas anulare.PATOFISIOLOGI Minggu 4 pertumbuhan lapis epitel usus lebih cepat dibandingkan panjang lempeng usus. Seiring pertumbuhan usus. mulai pula proses vakuolisasi shg terjadi rekanalisasi usus. .shg terdapat sumbatan usus. Gangguan perkembangan duodenum terjadi akibat proliferasi endodermal yg tidak adekuat (elongasi saluran cerna melebihi proliferasinya) atau kegagalan rekanalisasi pita padat epitheleal (kegagalan proses vakuolisasi). Terdapat hubungan kelainan perkembangan khususnya dengan pancreas dalam bentuk baji yang interposisi antara bag proksimal dan distal atresia.

berwarna kehijauan akibat adanya empedu (biliosa) • Muntah terus-menerus meskipun bayi dipuasakan selama beberapa jam • Tidak memproduksi urin setelah beberapa kali buang air kecil • Hilangnya bising usus setelah beberapa kali buang air besar mekonium.GEJALA • Bisa ditemukan pembengkakan abdomen bagian atas • Muntah banyak segera setelah lahir. . PEMERIKSAAN PENUNJANG *Radiografi: gambaran double-bubble tanpa gas pada bagian distal.

meskipun dengan perkembangan yang ada telah dimungkinkan untuk melakukan koreksi atresia duodenum dengan cara yang minimal invasif. -Lakukan juga evaluasi anomali kongenital lainnya. . -Pembedahan untuk mengoreksi kebuntuan duodenum perlu dilakukan namun tidak darurat. Prosedur operatif standar saat ini berupa duodenoduodenostomi melalui insisi pada kuadran kanan atas. Masalah terkait (misalnya sindrom Down) juga harus ditangani. Pendekatan bedah tergantung pada sifat abnormalitas.DIAGNOSIS BANDING • Atresia esofagus • Malrotasi dengan volvulus midgut • Stenosis pilorus • Pankreas anular • Vena portal preduodenal • Atresia usus • Duplikasi duodenal • Obstruksi benda asing • Penyakit Hirschsprung • Refluks gastroesofageal PENATALAKSANAAN -Tuba orogastrik dipasang untuk mendekompresi lambung. -Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dikoreksi dengan memberikan cairan dan elektrolit melalui infus intravena.

. angka kesembuhannya telah meningkat hingga 90%. Dengan adanya kemajuan di bidang anestesi pediatrik. KOMPLIKASI Dapat ditemukan kelainan kongenital lainnya. Mudah terjadi dehidrasi. gangguan motilitas usus. dan teknik pembedahan. Setelah pembedahan. terutama bila tidak terpasang line intravena. atau refluks gastroesofageal.PROGNOSIS Morbiditas dan mortalitas telah membaik secara bermakna selama 50 tahun terakhir. dapat terjadi komplikasi lanjut seperti pembengkakan duodenum (megaduodenum). neonatologi.