You are on page 1of 24

Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PERCEPATAN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH

Selasa, 10 September 2013

Kondisi Masyarakat

RENTAN MISKIN

TITIK KULMINASI

MISKIN

PERILAKU KOMUNITAS

Causal Loop Diagram


MASYARAKAT PENGELOLA KOTA
PRANATA TR KWS PERUMAHAN >< RDTR Bertolak belakang (><)

Dynamic System

PERILAKU PEMERINTAH

KEBIJAKAN KRITIS
KEBIJAKAN KRITIS

PELUANG USAHA DI KWS PERKOTAAN

RTR RDTR (per BWK) RTBL

+
MIGRASI PARA URBANIS (karakteristik perilaku) dilatarbelakangi
kemiskinan (pendapatan, pendidikan, pengetahuan pranata perkotaan)

+ +
PERSEPSI KEMUDAHAN (menghuni kws perumahan di perkotaan) KONDISI LINGKUNGAN PERUMAHAN (padat huni/kumuh --penurunan kualitas lingk: daya dukung & daya tampung) Kepatuhan (-) Pelanggaran (+)

+
ATURAN/KEPRANATAAN DLM PEMANFAATAN KOTA SESUAI FUNGSI2 KAWASANNYA

KUR A TI F
Bujukan investor/Parpol

+
FUNGSI-FUNGSI KAWASAN PERKOTAAN SESUAI ARAHAN RDTR

INTERAKSI SOSIAL

+ + + PEMILIK TANAH (PL) + PERSEPSI TERHADAP LAHAN, & RUMAH (M-- Rmh=tempat tinggal sementara PL Lhn & Rmh = komoditi ekonomi keluarga) KOMUNITAS & PRANATA HIDUP (perilaku)

KETIDAKPEDULIAN THD PEMANFAATAN& PEMELIHARAAN LINGK PERUMAHAN

Dana terbatas

+ + PRANATA PEMANFAATAN LINGKUNGAN PERUMAHAN (meningkatkan perilaku negatif thd pranata lingk perkotaan)
Minimasi angaran

COMMITMENT & POLITICAL WILL PENGELOLA KOTA

APLIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN (usulan>< realisasi atau < realisasi) PENGENDALIAN & PEMBINAAN MINIMAL - Networking - Komunikasi ttg pranata pemanfaatan kws - Keterbukaan & pelibatan program pembangunan - Sanksi - Capacity Building)

(T

RU ) ST

VE PRE

TE NTIF

TAS RBA

Prayitno, 2012

Causal Loop Diagram


PENINGKATAN KEGIATAN FUNGSI KWS PERKOTAAN PROGRAM PENGENDALIAN PEMBANGUNAN PEMKOT/KAB

Dynamic System

(-)
KETERSEDIAAN DANA & SDM UTK PENGENDALIAN PEMBANGUNAN

(+)
SEDIAAN LAHAN & INFRASTRUKTUR DI KWS PERKOTAAN SESUAI Kebijakan RTRK Kritis

(-) (-)

PADAT HUNI/KUMUH DI KAWASAN PERUMAHAN


PADAT PENDUDUK, PADAT BANGUNAN, MINIM PELAYANAN INFRASTRUKTUR, RUANG TERTUTUP BANGUNAN > RUANG TERBUKAHIJAU

(+)

(-)

PENGGUNAAN LAHAN, BANGUNAN & INFRASTRUKTUR KWS PERUMAHAN YG TIDAK TERKENDALI/TIDAK LAYAK

(-) (-) (-)


DAYA TAMPUNG LAHAN < TKT PENCEMARAN DARI KEGIATAN MANUSIA DI LINGKUNGANNYA DAYA DUKUNG LAHAN KWS PERUMAHAN < TINGKAT PELAYANAN UTK KEGIATAN MANUSIA

Minim tingkat kepedulian masyarakat Minim ketersediaan dana & SDM utk pengendalian pembangunan

AGLOMERASI POPULASI PENYEDIA JASA FORMAL & INFORMAL DI KWS PERUMAHAN

KDB LAHAN>70%, RTH TIDAK ADA, SEDIAAN LAHAN INFRASTRUKTUR MINIM

(+) (-)
KEBUTUHAN TEMPAT TINGGAL

(-)
PEMECAHAN LAHAN DAN PENINGKATAN KDB (100%) KAVLING

(-)

(-) (-)

(+)
ALOKASI PENYEDIAAN LAHAN DAN BANGUNAN TEMPAT TINGGAL

(-) (-)
ALIH FUNGSI LAHAN DAN BANGUNAN KWS PERUMAHAN

(+) (+)

BANGKITAN LIMBAH, SAMPAH & DRAINASE KWS PERUMAHAN

(-)

KETERSEDIAAN JARINGAN PEMBUANGAN LIMBAH, SAMPAH, & DRAINASE LINGK. < PENINGKATAN PEMAKAIAN PENGHUNI KWS PERUMAHAN

(-) (+)
BANGKITAN PELAYANAN AIR MINUM, JL. LINK., RTH, BANGUNAN RMH SEHAT DI KWS PERUMAHAN GENERATOR PENCETUS PADAT HUNI/BANGUNAN/PELAYANAN INFRASTRUKTUR MINIM /KUMUH ALOKASI PENYEDIAAN PEMBUANGAN LIMBAH, SAMPAH & DRAINASE KWS PERUMAHAN

KETERSEDIAAN SUMBER & JARINGAN AIR MINUM, JL. LING., RTH, TEMPAT TINGGAL < PENINGKATAN POPULASI DI KWS PERUMAHAN

(+)

ALOKASI PENYEDIAAN AIR MINUM, JL LINGK, RTH, TEMPAT TINGGAL DI KWS PERUMAHAN

(-)

Prayitno, 2012

Causal Loop Diagram


KUMUH DI KAWASAN PERKOTAAN
INTENSITAS PENGGUNAAN LAHAN TINGGI, PADAT BANGUNAN, ALIH FUNGSI INFRASTRUKTUR KOTA, ALIH FUNGSI RUANG TERBUKAHIJAU

Dynamic System

PENGENDALIAN: KURATIF? PREVENTIF?

RDTR BWK
(-)

Minim tingkat kepedulian masyarakat Minim ketersediaan dana & SDM utk pengendalian pembangunan

ZONA-ZONA FUNGSI KWS PERKOTAAN PENINGKATAN INTENSITAS GUNA LAHAN & INFRASTRUKTUR KWS PERKOTAAN

(-) (-)

R TERTUTUP BANGUNAN > R TERBUKA

FUNGSI LAHAN RTH & LHN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN >< RTRK

(-) (+)
PEMAKAIAN >< FUNGSI INFRASTRUKTUR PERKOTAAN
Kebijakan Kritis

(-)
ALIH FUNGSI & KEPEMILIKAN LAHAN DI KWS PERKOTAAN

(-)

(-)
SEDIAAN INFRASTRUKTUR & LAHAN SESUAI FUNGSI KEGIATAN KWS DI PERKOTAAN
Kebijakan Kritis

(-)

(-)
ALOKASI LAHAN UTK KEGIATAN & BANGUNAN

ALIH FUNGSI LAHAN DAN BANGUNAN

(-)
INTENSITAS PEMAKAIAN > KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR

ALIH FUNGSI LHN UTK RTH & INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

(-)

(+)

(-) (-) (-) (-)


INTENSITAS PEMAKAIAN INFRASTRUKTUR PERUMAHAN MENINGKAT TINGKAT PEMAKAIAN INFRASTRUKTUR UTK BISNIS INFORMAL SEKTOR KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PERUMAHAN UTK PENYEDIA JASA FORMAL

INVESTOR & PERTUMBUHAN EKONOMI DI KWS PERKOTAAN

(+) (-)

ALOKASI LAHAN & BANGUNAN UTK TEMPAT TINGGAL

(- )

(+)

(+)
RATIO KEBUTUHAN TEMPAT TINGGAL ALOKASI LAHAN UTK TEMPAT TINGGAL & BISNIS

(+) (+)
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR UTK BISNIS JASA INFORMAL

(+)

POPULASI PENYEDIA JASA FORMAL & INFORMAL

(+)

(-)

(+)

(+)

RATIO TEMPAT TINGGAL & TEMPAT BISNIS JASA INFORMAL

(+)
GENERATOR PENCETUS PADAT HUNI/BANGUNAN/PELAYANAN INFRASTRUKTUR MINIM /KUMUH

Prayitno, 2012

Tantangan Penanganan Kumuh di Indonesia


Enabling Duty Holders Keterjangkauan Pembiayaan
Pemerintah (pusat dan daerah) Penyedia ( developer, koperasi, kontraktor, dsb) Pengguna Institusi pendukung Daya beli (ability to pay) Keinginan untuk membayar (willingness to pay) Peningkatan priorutas pendanaan sektor pemerintah Pemanfaatan dana dana tidur Mobilisasi dana masyarakat Peningkatan CSR Outcome variable Menggali potensi dan kondisi Coping with livelihoods struggle

Beyond Shelter Future Well Becoming


Kualitas Lingkungan

Sampah Limbah Open space

Penguatan 3i

Institusi Infrastruktur Intervensi

Penanganan Kumuh
Pendekatan hak dasar (right-based approach)

Pemerintah Pusat

Pemerintah Daerah

Berbagai sistem dan kelembagaan terlibat


Pendekatan keterpaduan skala kota (integrated citywide approach)

Partisipatif dan Terpadu


Kuratif Preventif

Fisik Ekonomi Sosial

Koordinasi,

pembagian peran dan fungsi stakeholders

Penguatan dan Peneguhan

Kemauan dan komitmen politik

Komitmen keberlanjutan

mengendalika n dan menguatkan kemampuan serta kemauan masyarakat dan swasta.

perbaikan sosial

Perbaikan ekonomi
Perbaikan lingkungan fisik permukiman

PEMERINTAH

Pelayanan Prima

Fungsi Pemerintah

penguatan kerjasama dan koordinasi antar lembaga

pemenuhan kesejahteraan papan.

Perlindungan dan Penguatan Hak Bermukim

Perlindungan dan Penguatan Hak Bermukim

kewajiban negara untuk memenuhi hak-hak warga

menumbuhkan dan meneguhkan komitmen

mensinergikan multi sistem yang ada,

TUJUAN DISKUSI

titik temu koordinasi penanganan permukiman kumuh

peran kelembagaan dan komitmen pemerintah dalam penanganan permukiman kumuh semakin menguat.

Target 2020 Penanganan Kumuh Tercapai

HASIL YANG DIHARAPKAN

sinergis lintas sektoral

suatu skema strategi baru, baik yang sifatnya preventif atau kuratif

Kemauan dan Komitmen yang berkelanjutan

Indonesia Bebas Kumuh 2020

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)


a)

b)

c)

d)

Bagaimana bentuk penjabaran RPJMN 2010-2014 dalam RKP terkait perencanaan dan pengendalian program penanganan permukiman kumuh (fisik, sosial, ekonomi) ? Sejauh mana kerjasama yang dilakukan pemerintah (BAPPENAS) baik internasional dan nasional menyelesaikan penanganan permukiman kumuh? Apa saja upaya koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan nasional di bidang kewilayahan, otonomi daerah, perekonomian daerah, serta perkotaan, tata ruang dan pertanahan terkait dengan penanganan permukiman kumuh? Tata Kelola seperti apa yang menunjang peran BAPPENAS dalam upaya penanganan permukiman kumuh?

Kementerian Pekerjaan Umum


a) b)

c)

d)

e)

f)

Bagaimana upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi pertambahan permukiman kumuh? Apakah tantangan dan hambatan fasilitasi pembangunan rumah susun dalam rangka peremajaan kawasan,? Apa sajakah yang penting dikoordinasikan beserta K/L yang lain? Bagaimana dengan sistem koordinasi dan apa yang harus ditingkatkan dalam penyediaan infrastruktur permukiman untuk kawasan kumuh/nelayan, perdesaan, daerah perbatasan, kawasan terpencil dan pulau-pulau kecil ? Apa saja produk Puslitbangkim yang dapat digunakan sebagai alternatif solusi penanganan kawasan kumuh? Apa kendala dan hambatan implementasi produk Puslitbangkim tersebut? Tata kelola seperti apa yang menunjang peran Kementerian PU dalam upaya penanganan

Kementerian Perumahan Rakyat


a) Bagaimana proses pengkinian data dalam pemetaan kawasan kumuh di Indonesia? Apa tantangan dan hambatan yang dihadapi? b) Sejauhmana terobosan-terobosan Kemenpera yang dituangkan dalam kegiatan penanganan permukiman kumuh dapat menyelesaikan tantangan pembiayaan perumahan dan keamanan bermukim ? c) Apa sajakah hambatan terbesar dalam pemetaan permukiman kumuh dan strategi apa yang telah dicoba? d) Apa saja tantangan dan hambatan masyarakat dalam pembangunan perumahan secara swadaya di kawasan padat huni perkotaan ? e) Bagaimana upaya pencegahan terhadap permukiman yang berpotensi menjadi kumuh dalam kebijakan perumahan formal ? f) Tata kelola seperti apa yang menunjang peran Kementerian Perumahan Rakyat dalam upaya penanganan permukiman

Kementerian Sosial
a)

b)

c)

Bagaimana dengan keberlangsungan Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni ? Bagaimana perkembangan pelaksanaan Program Bedah Kampung ? Apa saja kendala dan hambatan yang menyertai ? Tata kelola seperti apa yang menunjang peran kementerian Sosial dalam upaya penanganan permukiman kumuh?

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi


a)

b)

Bagaimana implementasi UU Jamsostek oleh pihak swasta terkait dalam hak bermukim secara aman di perkotan sebagai upaya meningkatkan kesetiakawanan sosial? Bagaimana kebijakan pemerintah dalam intervensi swasta untuk menyediakan jaminan bermukim bagi pekerja rumah pekerja) ?

Kementerian Dalam Negeri


a)

b) c) d) e) f)

Apakah tantangan dan hambatan pembinaan pembangunan daerah dalam hal penanganan permukiman kumuh? Hal apa saja yang perlu dikoordinasikan dalam penanganan permukiman kumuh di daerah ? Tantangan dan kendala apa saja yang penting dan menjadi prioritas dalam Penanganan permukiman kumuh terkait penguatan otonomi daerah? Bagaimana upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam penanganan kawasan kumuh ? Tata kelola seperti apa yang menunjang peran Kementerian Dalam Negeri dalam upaya penanganan permukiman kumuh?

Badan Pusat Statistik


a)

b)

c)

Bagaimana peran BPS dapat ditingkatkan dalam upaya penanganan permukiman kumuh? Apakah tantangan terberat dalam pendataan di permukiman padat huni perkotaan dan bagaimana mengatasinya? Sejauh mana data BPS dapat digunakan dalam penanganan permukiman kumuh?

Badan Pertanahan Nasional


a)

b)

c)

Apa saja tantangan dan hambatan dalam implementasi pemanfaatan tanah negara untuk kepentingan umum seperti rusun, fasum dsb (dalam konteks penanganan kumuh) ? Sejauh mana peran BPN dalam mengendalikan harga pasar pertanahan dalam rangka penanganan permukiman kumuh? Tata Kelola seperti apa yang menunjang peran BPN dalam upaya penanganan permukiman kumuh ?

Lembaga Administrasi Negara


a)

b)

c)

Apa tantangan dan hambatan terkait kewenangan pemerintah dengan pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah dalam konteks desentralisasi pembangunan bidang perumahan/permukiman ? Bagaimana upaya LAN dalam meningkatkan kapasitas pemerintah untuk melakukan inovasi kebijakan dalam penanganan pembangunan bidang perumahan/permukiman, dengan mempertimbangkan kondisi sosial kemasyarakatan (pemerintah, masyarakat dan swasta) yang ada di Indonesia? Tata Kelola seperti apa yang menunjang peran LAN dalam upaya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintah dalam pembangunan bidang perumahan/permukiman?

PEMERINTAH DAERAH:
a) Cerita sukses program penanganan permukiman kumuh: a.1. Bagaimana terobosan yang dilakukan dalam penanganan permukiman kumuh dapat membantu menyelesaikan permasalahan di daerah? (sejak awal program didesain sampai dengan implementasi, evaluasi, dan perbaikan-perbaikan kebijakan dilakukan dalam program ini) a.2. Sistem kerja yang seperti apa (tata kelola) yang mampu mendukung terjadinya kesuksesan tersebut (faktor kunci keberhasilan) ? a.3. Dasar hukum dan kebijakan daerah apa yang dikembangkan dalam program ini? a.4. Bagaimana upaya peningkatan kesadaran akan krisis untuk menangani permukiman kumuh dilakukan? a.5. Apakah ada kelompok pemerhati atau lembaga lain yang mendukung kesuksesan atau sangat menghambat pelaksanaan program ? a.6. Apakah usaha yang dilakukan dalam menghadapi tantangan akan pemenuhan lahan (tanah), pembiayaan dan kelembagaan?

PEMERINTAH DAERAH
a)

b)

Sejak kapan pemerintah daerah melaksanakan program perumahan? Apakah ada momen khusus yang menandai peningkatan layanan terhadap pemenuhan hak bermukim di perkotaan? Dukungan dari pemerintah yang seperti apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam penanganan permukiman kumuh ini?