CHRYSOPHYTA

Ciri-ciri umum Dinding sel sebagian besar tersusun dari silikat Sel terdiri dari dua bagian   Tutup (epitheca)  Wadah (Hypotheca) Pigmen : Chlorofil a, c, β carotene, Xanthofil (vialoxanthin, diatixanthin, diadinoxanthin)

Terdiri dari 3 kelas  Chrysophyceae (Algae emas)  Xanthophyceae (Algae kuning hijau) Baccilariophyceae (Diatom) Paling berperan sebagai plankton, paling anggotanya dan merupakan produsen primer utama di laut

BACILLARIOPHYCEAE
CIRI

UMUM

 Unicell  kosmopolitan  produsen

primer utama di laut  dinding sel dr silikat dan karbon  tdd tutup (epitheca) dan wadah (hypotheca)  Jumlah genera +/- 240 jumlah spesies 100000  ada 2 ordo 1.Pennales,sbgan bsr hidup di air tawar. Punya raphe,tidak punya setae (bentuk umumnya simetri bilateral) 2. Centrales, sbgan bsr hidup di laut punya setae,tapi tdk punya raphe (bentuk umumnya simetri radial)

Diatoms (Greek: διά (dia) = "through" + τέμνειν (temnein) = "to cut", i.e., "cut in half") are a major group of eukaryotic algae, and are one of the most common types of phytoplankton. Most diatoms are unicellular, although some form chains or simple colonies. A characteristic feature of diatom cells is that they are encased within a unique cell wall made of silica (hydrated silicon dioxide). These walls show a wide diversity in form, some quite beautiful and ornate, but usually consist of two asymmetrical sides with a split between them, hence the group name. Fossil evidence suggests that they originated during, or before, the early Jurassic Period.

There are more than 200 genera of living diatoms, and it is estimated that there are approximately 100,000 extant species[1][2]. Diatoms are a widespread group and can be found in the oceans, in freshwater, in soils and on damp surfaces. Most live pelagically in open water, although some live as surface films at the watersediment interface (benthic), or even under damp atmospheric conditions. They are especially important in oceans, where they are estimated to contribute up to 45% of the total oceanic primary production[3]. Although usually microscopic, some species of diatoms can reach up to 2 millimetres in length.

Daftar

Istilah Frustule = dinding sel diatom Seta/chetae = bulu atau cambuk panjang pada ordo centrales Raphe = Lubang memanjang dari ujung ke ujung pada ordo pennales Areola = Ornamen (berupa lubang-lubang) pada frustule Central nodule = bagian tengah sel yang tidak ada raphenya, memiliki dinding sel yang lebih tebal dibandingkan dengan bagian sel lainnya

Hyaline = Bagian frustule yang tidak ada areolanya Valve = Keping/sel diatom Epivalve = keping atas berukuran lebih besar Hipovalve = keping bawah berukuran lebih kecil Diantaranya terdapat girdle

Areola

Raphe
Central nodule

PENNALES
ada 4 subordo: Araphidinae Raphidiodineae Monoraphidineae Biraphidineae SO. Araphidineae  Tidak punya raphe punya 1 famili : Fragilariaceae cth genus – Fragilaria, Tabellaria SO. Raphidiodinae  raphe rudimen pada ujung valve ada 1 famili : Eunotiaceae cth genus - Eunotia

SO.Monoraphidineae raphe pada salah satu valve, hyaline pada valve yang tdk ada raphe ada satu famili: Achnanthaceae cth genus – Achnanthes, Coconeis SO. Biraphidinae  raphe pada kedua valve Ada 4 famili 1) Naviculaceae cth.genus : - Navicula 2.Famili : Epithemiaceae contoh. Genus : Epithemium

3. Famili: Nitzchiaceae contoh.Genus : Nitzchia 4. Famili: Surirellaceae contoh. Genus : Surirella  CENTRALES Ada 5 Famili : 1. Famili Coscinodiscaceae contoh Genus : Coscinodiscus, Melosira,Skeletonema 2.Famili Actinodiscaceae contoh Genus : Actinodiscus, Stictodiscus

3.

Famili:Soleniaceae contoh Genus : Rhizosolenia, Lauderia 4. Famili : Chaetoceraceae contoh Genus : Chaetoceros 5. Biddulphiaceae contoh Genus : Biddulphia, Lithodesmium REPRODUKSI 1. Pembelahan sel vegetatif: selama proses mitosis 2 valve saling menjauh --> pembelahan protoplast paralel terhadap valve Dua valve yang memisal berperan sebagai epivalve baru. Konsekuensinya satu dr hasil pembelahan lebih kecil dari yang lain

 Seksual

: Pada ukuran tertentu, sbgai hasil pembelahan sel yang terus menerus. Bisa Oogamus  pada Centrales Isogamus  pada Pennales Gametogenesis Pada Centrales
 Resting

spora Pada Centrales, biasa terjadi pada kondisi lingkungan yang buruk

Sel Chaetoceros yang mengandung resting spora

Seta

Peranan

(+) Produsen primer utama di laut (45 %) produksi primer di laut disumbangkan oleh Diatomae ini (+) Sumber pakan alami untuk ikan/organisme air lain Jenis yang telah dibudidayakan : Chaetoceros, Biddulphia, Isochrysis (+) Setelah jadi fosil:

 Sebagai

tanah diatom/diatomit/ kieselguhr Sumber bahan baku untuk bahan bangunan Sumber bahan baku gelas Indikator minyak bumi
Peranan

negatif (-) tidak diketahui

Sel siap membelah

Sel baru selesai membelah (masih terikat satu sama lain)

Sel baru selesai membelah (masih terikat satu sama lain)

Ornamen pada dinding sel diatom

Placoderm

Desmid = Desmid yang memiliki dinding sel yang terdiri dari dua komponen dari umur dan asal yang berbeda Saccoderm desmid = desmid yang memiliki dinding sel yang homogen dalam hal umur dan asalnya Coenobic = Koloni dari sel dengan jumlah yang tertentu dan tetap

TUGAS
REVIEW

MATERI KULIAH

 Cyanophyta

(1-9, 1-7, 1-7)  Chlorophyta (10-18, 8-14, 8-14)  Chrysophyta (19-28, 15-21, 15-22)  Pirrophyta (29-38, 22-28, 23-30)  Euglenophyta (39-47, 29-35, 31-37)  Protozoa (48-56, 36-42, 38-45)  Rotifera (57-66, 43-50, 46-53)  Copepoda (67-76, 51-57, 54-61)  Cladocera (77-85, 58-64, 62-68)

DIKIRIM VIA EMAIL irahebatku@yahoo.co.id

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful