Pemilihan Operator Pengelolaan Blok Mahakam Kalimantan Timur

Kelompok :
Fikri Praharseno Inti Lestari Jiant Vialy Mashudi Ali (16309833) (16309836) (16309837) (16309841)

Pendahuluan

Salah satu komoditas unggulan Indonesia di sektor energi adalah gas. Namun pengelolaan kilang gas Indonesia saat ini masih didominasi oleh pihak asing sebesar 75%. Industri migas nasional baru mencapai 25%. Sebagai contoh kilang migas Mahakam, menjelang berakhirnya Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam yang dikelola Total E&P Indonesia (Total) pada tanggal 31 Maret 2017, menimbulkan kontroversi. Timbul keinginan pemerintah untuk mengelola sendiri Blok Mahakam yang selama 50 tahun dikuasai pihak asing yaitu PT. Total E&P Indonesia (Perancis) sebagai operator utama dan Inpex Coorporation (Jepang) demi mencapai kedaulatan energi nasional dibawah perusahaan BUMN PT.Pertamina. Sementara tentunya pihak asing tidak ingin kontrak berakhir begitu saja

Lokasi Blok Mahakam

1

Permasalahan

• Pengurasan dan pengelolaan sumber daya alam indonesia yang selalu di pegang Pihak Asing • Kebutuhan peningkatan kedaulatan pengelolaan energi minyak bumi di Mahakam • Keputusan pemilihan pengelola kilang minyak dan gas blok Mahakam

TUJUAN PENULISAN

Menganalisis Masalah Penentuan Operator pengelola Blok Mahakam dengan menggunakan sistem pakar dan pengambilan keputusan.

Menentukan hasil keputusan pengelolaan blok mahakam dengan menggunakan metode AHP (analitycal hierarchy process)

5 tcf atau 50% Potensi pendapatan Pengelola saat ini Coorporation : US$ 187 Miliar atau sekitar 1700 triliun : Pt. Inpex Masa Berakhir Kontrak : Maret 2017 80% gas yang dihasilkan dari Blok ini dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri di Bontang juga untuk memenuhi kontrak penjualan gas dengan Jepang.200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) Cadangan : sekitar 27 triliun cubic per feet (tcf) Cadangan Tersisa : 12. .Kilang Minyak dan Gas Blok Mahakam Rata-rata produksi : 2. dan Korea Selatan. Taiwan. Total E&P indonesie dan PT.

Pertamina • PT. Inpex (hanya ikut mengelola. bukan operator) . Total E&P Indonesie • PT.Perusahaan Yang telah Mengajukan Minat Menjadi Operator dan Pengelola Blok Mahakam • PT.

mulai berproduksi di Desember 1999 menguatkanTotal E&P Indonesie sebagai produsen LNG terbesar di Indonesia Menjelang Berakhir Masa Kontrak Kerja Sama tdi ahun 2017.Total E&PPM Prancis Francois Fillon(2011) Menteri Perdagangan Luar Negeri PerancisPrancis Nicole Bricq (2012) mengajukan perpanjangan kontrak.PT. berdiri di Jakarta. dengan lapangan awal saat itu diseputar delta mahakam (Bekapai dan Handil) Tahun 1974 ditemukannya lapangan Tambora Tahun 1977 Penemuan Lapangan Tunu sebagai penyumbang utama supply gas bagi Total E&P Indonesie hingga kini Tahun 1983 ditemukan lapangan Peciko. Executive Vice President Exploration & Production Total SA Christophe de Margerie (2007). . Total E&P Indonesie (Perancis) 14 Agustus 1968. Manajemen PT.

PT. Pertamina Pertamina didirikan pada 10 Desember 1957 dengan nama PT Permina Dengan ketetapan hukum UU No.8 tahun 1971 nama perusahaan berganti menjadi Pertamina Pertamina mendapatkan legalitas untuk berganti nama menjadi PT Pertamina (Persero) pada 9 Oktober 2003 Pemerintah memiliki 100% dari seluruh modal saham yang dikeluarkan Pt. Pertamina dan Dewan Komisaris beserta Direksi PT Pertamina (Persero) dipilih oleh pemerintah melalui Kementrian BUMN Tahun 2010 yang lalu Pertamina telah mengungkapkan minat untuk membeli 15% saham Blok Mahakam melalui mekanisme business to business Dirut Pertamina Karen Agustiawan kembali menyatakan minat mengelola blok Mahakam pada 27 Juli 2012 bahwa Pertamina mampu mengelola blok Mahakam. .

seismic inversion untuk area C. Sudan) difokuskan pada permodelan dan seismic velocity analysis.64 MMSCFD. Dafnah. Di Blok 3 (Qatar) telah dilakukan studi dan permodelan cekungan serta interpretasi G&G Blok 17-3 Sabratah (Libya) dan daerah di sekitarnya sedang mempersiapkan study G&G (Sumber: Laporan Tahunan 2011 PT. .Berhasil meningkatkan produksi minyak sebanyak 1.1 (Offshore Vietnam) pengembangan Blok 10 dan 11. Half Graben. Pertamina). Pertamina Blok 10 dan 11. dan Penian High studi ADP (Area Development Plan) untuk penyusunan KonsepPengembangan Area Blok SK-305.Eksplorasi Migas Luar Negeri Oleh PT.1 sedang mempersiapkan Outline Development Plan (ODP) Blok SK-305 (Malaysia) Melakukan interpretasi detail dan analisis seismik atribut meliputi studi Amplitude Versus Offset (AVO).034 BOPD dan gas sejumlah 2. Kegiatan di Blok 13 (Red Sea.

. berdiri pada tanggal 21 Februari 1966 Bulan Oktober 1966 INPEX Corporation menandatangani Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah Indonesia untuk memegang hak 100% untuk mengoperasikan dua blok yaitu Blok lepas pantai Mahakam dan Unit Attaka diperpanjang pada bulan Januari 1991 selama 20 tahun sampai tahun 2017 Pada bulan April 1970.50% Pada bulan Juli 1970. Toshiaki Kitamura meminta perpanjangan kontrak saat bertemu wakil presiden dan Presiden RI pada 14 September 2012.PT. INPEX Coorporation (Jepang) INPEX Corporation pada Blok Mahakam. INPEX melakukan kerja sama dengan Unocal untuk mengoperasikan Unit Attaka dengan pembagian 50% .Inpex. INPEX melakukan kerja sama pengoperasian dengan Total E&P Indonesie untuk Blok lepas pantai Mahakam dengan pembagian 50%-50% pula CEO PT.

pengawasan. Kontrak Karya (Kk). Tata Cara Pencadangan Wilayah Kuasa Pertambangan (Kp). 2048 tahun 2005 tentang wilayah usaha niaga jenis\bahan bakar minyak tertentu Peraturan BPH migas no: 11/p/bph migas/i/2007 tentang pedoman penetapan wilayah jaringan distribusi gas bumi .K/27/DDJP/1996. Dan Kontrak Karya Batubara (KKB) Peraturan MESDM no. dan pengendalian kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi dan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi Keputusan MESDM no.154. pengaturan. 1088 k/20/mem/2003 tentang pedoman pelaksanaan pembinaan.Peraturan-Peraturan Migas Berkaitan Blok Mahakam UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (juga mengatur KKS) UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara UU Nomor 42 Tahun 2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas PP no 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu minyak dan Gas Bumi UU no 30 tahun 2007 tentang Sistem Ketahanan Energi Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum No. 0007 tahun 2005 tentang persyaratan dan pedoman pelaksanaan izin usaha dalam kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi Keputusan MESDM no.

Cristhope de Margerie mengajukan perpanjangan kontrak (ditolak karena terlalu dini membahas kontrak) Juni 2007 . 35 Tahun 2004 • Masa Berakhir Kontrak perpanjangan ini 31 Maret 2017 • Executive vice President Eksploration & Productiob Total SA.Total yang berlaku 30 tahun dan berakhir 31 Maret 1997 31 Maret 1967 31 Maret 1997 • Kontrak di perpanjang untuk masa 20 tahun berikutnya sesuai pasal 28 ayat 1 PP No.Kronologi KKS Blok Mahakam • Pertama kali ditandatangani KKS Blok Mahakam oleh pemerintah dan PT.

Prancis Nicole Bricq meminta perpanjangan saat kunjungan Jero Wacik di Paris 14 September 2012 • CEO PT. Total E&P PM. . Prancis Francois Fillon meminta perpanjangan kontrak mahakam saat kunjungan ke Jakarta Juli 2011 23Juli 2012 • Menteri Perdagangan LN Perancis.Kronologi KKS Blok Mahakam • Manajemen PT.INPEX. Toshiaki Kitamura meminta Perpanjangan Kontrak saat bertemu Presiden dan Wapres RI 2017? • Hingga saat ini belum diputuskan kepada siapa Blok Mahakam akan diserahkan setelah kontrak berakhir.

• 10. • 13. yang terdiri atas jangka waktu Eksplorasi dan jangka waktu Eksploitasi. berakhirnya kontrak. pengembangan masyarakat sekitarnya dan jaminan hak-hak masyarakat adat. Jangka waktu KKS paling lama 30 (tiga puluh) tahun. • 2. penerimaan Negara. pengelolaan lingkungan hidup. • 5. pengutamaan penggunaan tenaga kerja Indonesia. • 14. Wilayah Kerja dan pengembaliannya. • 8. • 11. • 4. • pengendalian manajemen atas operasi yang dilaksanakan oleh Kontraktor berada pada Badan Pelaksana. kegiatan usaha hulu dilaksanakan oleh badan usaha atau bentuk usaha tetap berdasarkan KKS dengan BP Migas. Kontrak tersebut paling sedikit memuat persyaratan: kepemilikan sumber daya Minyak dan gas bumi tetap ditangan Pemerintah sampai pada titik penyerahan. KKS dapat diperpanjang dengan jangka waktu perpanjangan paling lama 20 (dua puluh) tahun untuk setiap kali perpanjangan. penyelesaian perselisihan.Syarat Kontrak Kerja Sama (KKS) Kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. rencana pengembangan lapangan. pengutamaan pemanfaatan barang dan jasa dalam negeri. pengalihan hak dan kewajiban. jangka waktu dan kondisi perpanjangan kontrak. • 17. KKS wajib memuat paling sedikit ketentuan-ketentuan pokok (pasal 26)yaitu: • 1.35 Tahun 2004) . kewajiban pemasokan Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi untuk kebutuhan dalam negeri. • 15. • modal dan resiko seluruhnya ditanggung oleh Kontraktor. pelaporan yang diperlukan. • 16. (Pasal 27 ayat 1 PP No. • 7. • 9. perpindahan kepemilikan hasil produksi atas Minyak dan gas bumi. kewajiban pasca operasi pertambangan. kewajiban pengeluaran dana. • 3. • 6. • 12. keselamatan dan kesehatan kerja.

Analisis Peraturan yang Mengatur KKS (PP No. >Menyatakan bahwa Eksplorasi dan Eksploitasi Migas di Indonesia memang sengaja di serahkan ke pihak asing.35 Tahun 2004) Masalah Perpanjangan KKS (pasal 28 ayat 1 tentang perpanjangan KKS selama 20 Th): > Pihak asing akan cenderung melakukan perpanjangan karena eksplorasi dan eksploitasi Migas di Indonesia sangat menguntungkan pihaknya. >KKS dengan pihak asing yang berakhir tidak dapat di ambil alih oleh perusahaan nasional karena keburu pihak asing terlebih dahulu memperpanjang kontraknya sebelum kontrak berakhir. . bahkan pada ayat 6. > Bangsa Indonesia tidak punya kesempatan mengelola Migas dinegeri sendiri > Rakyat Indonesia minim pengalaman mengelola migas selalu menjadi pihak yang terbodohi karena tinggal menerima hasil tanpa tahu cara mengelola sendiri dan memanfaatkan untuk kebutuhan negeri sendiri Pada pasal 28 ayat 5 tentang permohonan perpanjangan KKS paling cepat 10 tahun dan paling lambat 2 tahun sebelum KKS berakhir. kontraktor yang sudah terikat jual beli boleh mempercepat perpanjangan KKS dari batas waktu.

Pertamina (persero) 100% dimiliki oleh Negara dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kontrak kerja sama yang bersangkutan. Dengan peraturan ini PT. dengan mempertimbangkan program kerja. berbunyi : menteri dapat menyetujui permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat 9 (PT. Pertamina (persero) sepanjang saham PT. Pertamina dibatasi kebebasannya dalam melakukan kontrak .• Pada pasal 28 ayat 10. kemampuan teknis dan keuangan PT. Pertamina dapat mengajukan permohonan kepada menteri untuk wilayah kerja yang habis jangka waktu kontraknya).

Pertamina kepada BP Migas . Ditandai dengan produksi anjlok. karyawan BP Migas melonjak 10 kali lipat.21 Tahun 2001. merugikan negara dan melanggar Konstitusi BP Migas selalu dijadikan alasan pemerintah untuk meneruskan kerjasama pengelolaan migas dengan dalil membutuhkan perusahaan asing sebagai partner untuk tenaga ahli. Menurut pakar perminyakan. salah satu kesalahan itu terjadi dalam kasus pengelolaan Blok Mahakam sebagai sumber utama gas bumi di Indonesia. Dr Kurtubi. Selain itu pasal yang dianggap bermasalah yaitu pasal yang mengatur tentang pemindahan hak kuasa pertambangan PT. Pasal-pasal dalam UU Migas yang bermasalah diantaranya ialah pasal-pasal yang berkaitan dengan pembentukan BP Migas: BP Migas tidak memiliki aset. aset BP Migas adalah aset pemerintah Tata kelola migas Indonesia menjadi yang paling buruk di Asia.Permasalahan Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia yang di Dominasi Oleh Pihak Asing Permasalahan utama mengapa aset-aset sumber daya alam (SDA) Indonesia yang banyak dikuasai pihak asing dinilai penyebabnya adalah karena kesalahan undang-undang (UU) Migas No. cost recovery melonjak.

status. personalia. fungsi. Pasal 46. tugas. Pasal 44. Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan seluruh data yang diperoleh selama masa Kontrak Kerja Sama kepada Menteri melalui Badan Pelaksana” “Rencana pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksikan dalam suatu Wilayah Kerja wajib mendapatkan persetujuan Menteri berdasarkan pertimbangan dari Badan Pelaksana dan setelah berkonsultasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi yang bersangkutan” “Tentang Pengawasan atas pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu berdasarkan Kontrak Kerja Sama dilaksanakan oleh Badan Pelaksana” “Tentang pengawasan terhadap pelaksanaan Kontrak Kerja Sama Kegiatan Usaha Hulu oleh BP Migas” 21 1 41 44 48 49 2 1 59 “Tentang anggaran biaya operasional BP Migas berdasar fee dari pemerintah” “Ketentuan mengenai struktur organisasi. dan Pasal 48 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah” Huruf a. Pasal 43. Pasal 42. 22 Tahun 2001 yang Mengatur tentang Pembentukan BP Migas Pasal 1 4 11 20 Ayat 23 3 1 3 Isi “Badan Pelaksana adalah suatu badan yang dibentuk untuk melakukan pengendalian Kegiatan Usaha Hulu di bidang Minyak dan Gas Bumi” “Pemerintah sebagai pemegang Kuasa Pertambangan membentuk Badan Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 23” “Kegiatan Usaha Hulu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 1 dilaksanakan oleh Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap berdasarkan Kontrak Kerja Sama dengan Badan Pelaksana” “Apabila Kontrak Kerja Sama berakhir.Rincian Pasal dalam UU No. wewenang dantanggung jawab serta mekanisme kerja Badan Pelaksana dan Badan Pengatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41. Pasal 47. Pasal 45. “Tentang pembentukan Badan Pelaksana dan Badan Pengatur dalam waktu 1 tahun” b .

dan Pertamina disamakan sebagai Kontraktor migas lainnya. Meskipun pemerintah mengakui masih “menguasai” cadangan tersebut.Rincian Pasal dalam UU No. hak yang sebelumnya 63 a Tentang seluruh hak akibat dan kewajiban kontrak bagi hasil antar pertamina dan pihak lain beralih ke badan pelaksana dimana cadangan migas jadi milik PT. Pertamina dan sektor swasta memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai pemain di sektor migas. Dengan berpindahnya hak kuasa pertambangan ini. sehingga mereka memanfaatkannya sesuai kepentingan pihak asing. pengusaha sampai terbentuk Badan Pelaksana b) Tentang wajib kontrak kerja sama dengan Badan Pelaksana jika ingin eksploitasi. Pertamina kepada BP. Pertamina sebagai badan usaha dan Seluruh kontraktor asing berkontrak dan berada dibawah kendali Pertamina. Pertamina Pasal 61 Ayat a. kuasa pemilikan cadangan beralih kepada kontraktor (terutama asing). b a) Tentang sebagai pengawas kontraktor migas Isi pertamina Pembina Analisis tetap Dengan Wajib KKSnya PT. . 22 Tahun 2001 yang Mengatur tentang Pemindahan Hak Kuasa Pertambangan PT. Migas maka PT. namun kenyataannya pemilikan berada di tangan asing.

22 Tahun 2001 (Sumber: Marwan Batubara.UU No. 2012) . Direktur EKsekutif Indonesian Resources Studies (IRESS.

Kontrak Karya yang merugikan Negara bermula dari pembentukan BP Migas. tugas dan fungsi BP Migas dialihkan sementara ke Dirjen Migas.Pembubaran BP Migas BP Migas ini bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945 yang mengharuskan negara menguasai dan mengelola sumber daya alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.hal-hal yang membuat BP migas tidak efektif ialah: • pemerintah tidak bisa secara langsung mengelola atau menunjuk perusahaan untuk mengelola sumber migas • Setelah BP Migas meneken kontrak kerjasama. Keputusan pembubaran BP Migas ini merupakan salah satu langkah untuk mengembalikan kedaulatan RI. negara kehilangan kebebasan untuk mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan isi kontrak • Negara tidak bisa memaksimalkan keuntungan untuk kemakmuran rakyat karena adanya prinsip persaingan usaha yang sehat. Kementerian ESDM. Selanjutnya. MK resmi membubarkan BP Migas. Oleh sebab itu segala pasal yang mengatur mengenai BP Migas harus dicabut. . wajar dan transparan Berdasarkan putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012.

kemampuan produksi kilang. jumlah SDM. ikut campurnya Negara asing dalam kebijakan pemerintah.Analisis Sistem Blok Mahakam Pendekatan sistem terhadap pemilihan pengelola blok Mahakam didahului oleh :  Analisis kebutuhan Bagi pemerintah : – – – – kebutuhan akan peningkatan ketahanan energi nasional Kebutuhan akan peningkatan pendapatan Negara Pemenuhan kebutuhan BBM dan Gas Kesejahteraan kehidupan Bagi Masyarakat  Formulasi Masalah • Kondisi politik negara.  Identifikasi sistem melalui diagram Input-Output dan Sebab Akibat . dan cuaca dan iklim. cadangan minyak yang tersedia. Pengalaman SDM dalam mengelola kilang minyak dan gas. peraturan pemerintah.

kemampuan produksi Kilang 2. Penyerahan pengelolaan ke pihak asing .Input Lingkungan Input Tak Terkontrol 1. Kondisi politik dan ekonmi global 2. Pengalaman 5. Intervensi (ikut campur) pihak asing UU No 22 tahun 2001 Input Lingkungan UU Nomor 22 Tahun 2011 UU Nomor 42 Tahun 2002 UU Nomor 30 Tahun 2007 PP 35 tahun 2004 Cuaca dan Iklim Output Dikehendaki 1. Teknologi Pengelolaan Minyak 3. Jumlah dan kemampuan SDM 4. Penurunan produksi minyak dan gas 2. cadangan minyak tersedia Output Tak dikehendaki Manajemen Pengendalian Pengelolaan Migas 1. Pengelolaan Kilang Mahakam oleh Pemeirntah Pemilihan Pengelola Kilang Migas Mahakam Input Terkontrol 1. peningkatan produksi minyak dan gas 2. Terbangun Ketahanan Energi dalam Negeri 3.

Causal Loop - + Pengalaman + Investasi SDM + + + + Produksi + + Teknologi + Pengelolaan Asing Pengelolaan Minyak Blok Mahakam + Pendapatan Negara + Kesejahteraan Rakyat + .

Causal loop Diagram dengan Powersim .

Diantara kedua faktor penghambat dan pendukung tersebut. hambatan atau kelemahan (weaknessess).Analisis SWOT • Dalam proses pemilihan pengelola minyak Mahakam dihadapkan kepada berbagai kendala. disamping juga memiliki faktorfaktor kekuatan atau pendukung (strength). . ditemui beberapa peluang (opportunities) dan tantangan (threat) yang menciptakan kondisi-kondisi bagi kemungkinan pengembangan kilang Mahakam kedepan.

Analisis SWOT Blok Mahakam Dikelola PT. Pekerja lebih berpengalaman menangani blok Mahakam Weaknesses Kurang pengembangan kemajuan teknologi pengolahan Manajemen sistem pengelolaan yang rendah Belum diketahui dari mana modal investasi selain kemntrian keungan RI Threats Berkurangnya kerjasama antarnegara Konflik sosial ekonomi budaya dan politik di Mahakam Disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk meraih pengaruh politik Opportunities Kedaulatan pengelolaan kilang minyak Hemat biaya untuk teknologi baru .Pertamina Strength Ketahanan energi Peningkatan kas negara Peningkatan lapangan pekerjaan Peningkatan produksi minyak dalam negeri Penguasaan teknologi yang sudah ada dari pengelola sebelumnya.

EP dan PT.Analisis SWOT Blok Mahakam Dikelola PT. Pertamina Strength Kerja sama antar negara meningkat. manajemen pengelolaan dipegang pihak asing . Pengelolaan dibantu pihak asing Weaknesses Sebagian keuntungan diambil pihak asing Opportunities Kerjasama dengan pihak asing lebih erat Threats Dominasi kerja sama oleh pihak asing.

Total EP Indonesia Strength Keuntungan bantuan dan investasi asing Teknologi pengolahan yang lebih maju Weaknesses Keuntungan lebih besar ke pihak asing Kontrak diperpanjang Opportunities Kerjasama asing lebih erat Threats SDA Minyak Mahakam Habis dikeruk pihak asing Konflik sosial ekonomi budaya dan politik di Mahakam .Analisis SWOT Blok Mahakam Dikelola PT.

• Sub Kriteria : Peningkatan Kesejahteraan Rakyat. Teknologi. PT. Finansial/Investasi. . Pertamina. PT. • Alternatif : PT. Pertamina & PT.Pemilihan Operator Pengelolaan Blok Mahakam • Goal : Pemilihan Pengelola Blok Mahakam • Kriteria : SDM. Peningkatan Pemasukan Kas Negara. Peningkatan Produksi Minyak. Total E&P Indonesia. Total E&P Indonesia.

Total E&P Indonesia . 2 Kriteria Sumber Daya Manusia Teknologi Finansial/Investasi Lv. Pertamina & PT.Diagram AHP Lv. 3 Sub Kriteria Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Peningkatan Produksi Minyak Peningkatan Pemasukan Kas Negara Lv. 4 Alternatif PT. Pertamina PT. Total E&P Indonesia PT. 1 Fokus Pemilihan Pengelola Blok Mahakam Lv.

5714 0.Analisis Pemilihan Pengelola Kilang Minyak Mahakam dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) Melalui Perhitungan Matriks Eigen • Perbandingan berpasangan dipergunakan untuk membentuk hubungan didalam struktur. Nilai eigen dari kriteria dan alternatif pemilihan pengelolaan blok Mahakam sebagai berikut : • Level 2 : Kriteria Finansial Finansial SDM Teknologi 1 1/2 1/4 SDM 2/1 1 ½ Teknologi 4/1 2/1 1 Nilai Eigen 0.2857 0. Sumber Daya Manusia dan diikuti Teknologi. Hasil dari perbandingan berpasangan ini akan membentuk matrik dimana skala rasio diturunkan dalam bentuk eigen vektor utama atau fungsi eigen. Pembobotan Berdasar Diskusi Kelompok . Dengan nilai eigen dapat diketahui kriteria dan alternatif yang paling penting sehingga keputusan pemilihan Operator Blok Mahakam dapat diambil.1429 Sehingga kriteria yang paling penting adalah finansial.

• Level 3 : Sub Kriteria Sejahtera Pemasukan Produksi Nilai Eigen Sejahtera Pemasukan Produksi 1 2 4 ½ 1 2 ¼ ½ 1 0. Pertamina & PT. Total PT. Total 1 1/4 1/2 4 1 2 2 ½ 1 0. Pertamina PT. Total PT. Total PT.571429 Sehingga sub-kriteria yang paling penting adalah produksi.142857 0.142857 0. • Level 4 : Alternatif Pemasukan Negara PT.571429 0. Pertamina PT.285714 Nilai Eigen Alternaif Terhadap Sub Kriteria Pemasukan Negara . Pemasukan dan diikuti oleh Sejahtera. Pertamina & PT.285714 0.

Total Nilai Eigen PT.285714 0. Total PT. Total PT. Pertamina PT.Produksi PT. Pertamina PT. Total Alternaif Terhadap Sub Kriteria Kesejahte raan . Pertamina PT. Pertamina 1 1/4 1/2 4 1 2 2 ½ 1 0. Pertamina PT.285714 & PT.142857 0. Pertamina & PT.571429 Alternaif Terhadap Sub Kriteria Produksi & PT. Total Nilai Eigen PT. Total Kesejahteraan PT.142857 0. Pertamina & PT.571429 0. Total PT. Pertamina 1 2 4 ½ 1 2 ¼ ½ 1 0. Total PT.

571429 0.224 0.571429 0. Total Pertamina & Total 0.142857 0. Pertamina dengan nilai bobot 0.327 Bobot Maka diperoleh bahwa pemilihan Pengelola Blok Mahakam ialah : PT.142857 0.285714 0.Perkalian Matriks Eigen Alternatif dengan Bobot Matrik Produksi Pemasukan Negara Pertamina PT.285714 Bobot Kriteria 0.142857 0.571429 0.285714 0.449 .571429 Hasil Perkalian : Operator blok Mahakam Pertamina Total Pertamina & Total 0.449 0.142857 0.285714 Kesejahteraa n 0.

Analisis Pemilihan Pengelola Kilang Minyak Mahakam dengan CDP Brainstorm .

Hirarki .

finansial dan SDM Pembobotan Berdasar Diskusi Kelompok .Langkah Pembobotan Goal-Kriteria Pemilihan pengelola blok mahakam terhadap kriteria teknologi.

Langkah Pembobotan Kriteria-Sub Kriteria Pembobotan Berdasar Diskusi Kelompok .

Langkah Pembobotan Sub KriteriaAlternatif Pembobotan Berdasar Diskusi Kelompok .

510 .Decision Score Klik icon Hasil Dari gambar dapat diketahui bahwa prioritas utama Pengelola Blok Mahakam jatuh pada PT. Pertamina dengan skor 0.

.Grafik Kontribusi • • Kriteria yang menyumbang kontribusi atau yang memberikan pengaruh tertinggi adalah Finansial (keuangan perusahaan dalam menginvestasikan uang untuk blok Mahakam. dan yang berkontribusi sedikit ialah kriteria teknologi sub-kriteria yang menyumbang kontribusi atau yang memberikan pengaruh tertinggi ialah peningkatan pendapatan negara. Kontribusi kedua sumber daya manusia (baik dari segi jumlah maupun pengalaman).

Analisis Pemilihan Pengelola Blok Mahakam dengan Bantuan Software Expert Choice  Sebagai tahap awal dalam melakukan AHP dengan program bantu Expert Choice adalah mendefinisikan tujuan. Masukkan tujuan analisis pada Goal Description. lalu buat nama File pada direktori yang diinginkan. kriteria. . sub-kriteria dan alternatif yang akan digunakan dengan cara sebagai berikut: – – Pilih menu File > New.

Memasukkan Kriteria dan Sub-Kriteria • Masukkan masing-masing kriteria dengan klik kanan pada Goal – Insert Child of Current Node. • Masukkan masing-masing sub kriteria .

Definisikan alternatif yang akan digunakan dengan klik kanan pada Goal – Alternative – Insert. .

• Pembobotan Kriteria terhadap Tujuan • Pembobotan Alternatif terhadap Kriteria/Sub Kriteria . tahap ini terbagi ke dalam pembobotan kriteria terhadap tujuan dan pembobotan alternatif terhadap kriteria/subkriteria.Tahapan pembobotan.

maka tahapan selanjutnya adalah sebagai berikut  Pembobotan masing-masing sub kriteria dan alternatif • Mulai buat pembobotan masing-masing sub kriteria dan alternative dengan menu Assessment – Pairwise • Lakukan pembobotan masing-masing alternatif terhadap sub kriteria dengan klik kiri pada sub kriteria. tahapan selanjutnya adalah menguji sensitivitasnya. Expert choice menyediakan tool untuk menampilkan grafik sensitivitas tersebut dengan menu: Sensitivity Graphs – Open Four Graphs.Setelah didefinisikan hirarkinya. Adapun grafik sensitivitas untuk kasus ini adalah sebagai berikut: . kemudian pilih menu Assessment – Pairwise.  Grafik Sensitivitas Kinerja Alternatif • Setelah melakukan pembobotan masing-masing alternatif terhadap masing-masing kriteria.

Pertamina PT. dimana pengurutan atau ranking alternatif ditunjukkan pada masing-masing kategori kriteria dan secara keseluruhan (overall). Total E&P Indonesia PT. Berdasarkan hasil pengolahan tujuan dari pemilihan alternative pengelola blok Mahakam yang sesuai secara keseluruhan (overall) kriteria yang beradapatasi pada kondisi tersebut. didapatkan peringkat alternatif terbaik dari 3 tipe alternatif yang ada sebagai berikut: – – – PT.Grafik Sensitivitas Kinerja Alternatif  Dapat dilihat sensitivitas kinerja alternatif. Total E&P Indonesia . Pertamina dan PT.

Pertamina VS PT. Pertamina unggul dalam kriteria sumber daya manusia dan finansial/investasi. Alternatif PT. Total E&P Indonesia • Dapat dilihat perbandingan masing-masing tingkat kemenangan tiap kriteria. Total E&P Indonesia unggul dalam teknologi. Sedangkan alternatif PT.Head to head Sensitivity PT. .

Head to head Sensitivity PT. Sedangkan alternatif PT. Alternatif PT. Pertamina unggul dalam kriteria sumber daya manusia dan finansial/investasi. Total E&P Indonesia • Dapat dilihat dr grafik perbandingan masing-masing tingkat kemenangan tiap kriteria. Pertamina dan PT. Pertamina dan PT. . Total E&P Indonesia unggul dalam teknologi. Pertamina VS PT.

Pertamina.Pertamina) untuk meningkatkan pendapatan Negara. Pertamina dengan persentase prioritas 51. Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan.0% 3. . Dengan analisis pemilihan pengelola blok Mahakam.51 – Berdarkan Analisis AHP dengan Expert Choice. Permasalahan utama terjadinya dominasi pengelolaan energi oleh pihak asing ialah kesalahan pada undang-undang Migas baru yaitu UU No. 2. Sehingga tercapai ketahanan energi dalam negeri dan kedaulatan pengelolaan energi. meningkatkan keahlian dan pengalaman sumber daya manusia (tercipta tenaga ahli) dalam berbagai bidang sehingga terbebas dari kebodohan. didapatkan prioritas utama pengelola blok Mahakam jatuh pada PT. Pertamina dengan decision score atau nilai keputusan sebesar 0.Kesimpulan 1.22 Tahun 2001. dan kesejahteraan masyarakat. Dari analisis terhadap pemilihan pengelola blok Mahakam didapatkan: – Berdasarkan analisis AHP dengan perhitungan Matriks eigen didapat prioritas pengelolaan blok Mahakam harus diberikan kepada PT. diketahui bahwa pengelolaan energy minyak dan gas bumi harus dikelola perusahaan nasional (PT. – Berdasarkan Analisis AHP dengan bantuan Software Criterium decision Plus (CDP) didapat prioritas utama pengelola blok Mahakam adalah PT.

bisnis. Seminar Blok Mahakam tanggal 28 Juli 2011 di Nusantara V. 2011.com http://www.id http://indonesia. IRESS. Senayan. Indonesian Resources Studies. MPR.go.com http://jakarta45.go.id/2011/05/25/perusahaan-asing-mengancamkedaulatan-indonesia/ • • • • • • • • • • .bin.co www. Marwan.go.com/berita/10136/pertamina-siap-lanjutkanpengelolaan-mahakam http://hizbut-tahrir.antarakaltim.pertamina.go.wordpress.id/ www.bpmigas.id www.ig www.id www.or.com http://www.wikipedia.jurnas.Referensi • Batubara.com/articles/blok-mahakam-pemerintah-minta-pertaminasiap http://hizbut-tahrir. Jakarta www.esdm.or.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful