You are on page 1of 38

TATALAKSANA DIARE PADA ANAK

Oleh : dr. Dedet Hidayati, SpA

PENDAHULUAN
- DIARE → KESAKITAN & KEMATIAN DI NEGARA BERKEMBANG - ANAK < 2 TAHUN → 2-3 KALI DIARE / TAHUN - KEMATIAN > : DEHIDRASI - PERJALANAN KLINIS : ☺ 90% : SEMBUH DALAM WAKTU < 7 HARI ☺ 5% : SEMBUH DALAM WAKTU 7-14 HARI ☺ 4% : DIARE > 14 HARI → DIARE AKUT : PENYAKIT ”SELF LIMITED”

KESENJANGAN :

 

DI RS > 80% KASUS DIARE MENDAPAT ANTIBIOTIK DAN ANTI DIARE PASIEN RAWAT JALAN > 60% KASUS MENDAPAT ANTIBIOTIK DAN ANTIDIARE CRO DIABAIKAN EFEK SAMPING ANTIBIOTIK : - RESISTENSI - DIARE PERSISTEN - EKSKRESI PATOGEN > LAMA - BIAYA

ANTIBIOTIK → HANYA UNTUK DIARE YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI PATOGEN .CAIRAN ORALIT → TIDAK UNTUK MENGOBATI DIARE .DAPAT DITERAPI DAN DICEGAH SECARA EFEKTIF DAN AMAN DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN REHIDRASI ORAL (ORALIT) .DEHIDRASI : .TERJADI JIKA LEHILANGAN CAIRAN & ELEKTROLIT TIDAK TERGANTI SECARA ADEKUAT .

ROTAVIRUS (60%) .PENYEBAB : .DURASI ROTAVIRUS ≈ BAKTERI . coli & Salmonella (20%) .FREKUENSI DIARE CAIR : ROTAVIRUS >> .ANAK USIA < 3 TAHUN DGN DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI DAN DEHIDRASI RINGAN SEDANG .ETIOLOGI    INFEKSI SALURAN CERNA >> PENYEBAB TERSERING : ROTAVIRUS & BAKTERI PENELITIAN DI RSCM (2003) : .BAKTERI E.

PATOFISIOLOGI DIARE OSMOTIK Nutrien ↓ Tidak diserap ↓ Fermentasi bakteri ↓ Asam-asam organik ↓ Tekanan osmotik meningkat ↓ Menarik cairan ↓ Diare .

DIARE SEKRETORIK Bakteri ↓ Toksin ↓ Stimulasi c-AMP. c-GMP ↓ Stimulasi sekresi cairan / elektrolit ↓ Diare .

PENDEKATAN DIAGNOSIS        INTOLERANSI LAKTOSA ALERGI PROTEIN SUSU SAPI MALABSORPSI NUTRIEN BAKTERI TUMBUH LAMPAU INFEKSI PERSISTEN ANTIBIOTIC-ASSOSIATED DIARRHEA HIV .

ANUS KEMERAHAN .TINJA CAIR. FLATUS. BERBUIH DAN BERBAU ASAM .PH TINJA .KEMBUNG.DEFISIENSI LAKTASE AKIBAT KERUSAKAN MUKOSA USUS .LAKTOSA TIDAK DICERNA → DIFERMENTASI BAKTERI DI KOLON .INTOLERANSI LAKTOSA .

PROETEIN) .ELIMINASI & PROVOKASI MALABSORPSI NUTRIEN .INSUFISIENSI PANKREAS .ALERGI PROTEIN SUSU SAPI .PAN-MALABSORPSI (KH. LEMAK.KERUSAKAN MUKOSA USUS BERKEPANJANGAN .COW′S MILK PROTEIN SENSITIVE ENTEROPATHY (CMPSE) .

coli (EAEC) > Shigella > Cryptosporidium > Infeksi multipel - .INFEKSI PERSISTEN - KULTUR TINJA ETIOLOGI > Enteroaherent E.

DEHIDRASI BERAT (DEFISIT CAIRAN ≥ 10%) TANPA DEHIDRASI : .ANAK MINUM NORMAL .LANGKAH AWAL → TENTUKAN DERAJAT DEHIDRASI .AIR MATA (+) .ANAK SADAR .BIBIR DAN LIDAH BASAH .DEHIDRASI : 1. TANPA DEHIDRASI 2.TURGOR KULIT KEMBALI DENGAN CEPAT .DERAJAT DEHIDRASI . DEHIDRASI RINGAN SEDANG (DEFISIT CAIRAN 5-10%) 3.KALOPAK MATA TIDAK CEKUNG .

DEHIDRASI RINGAN SEDANG : - ANAK TAMPAK REWEL & GELISAH* KELOPAK MATA CEKUNG AIR MATA SEDIKIT SAAT MENANGIS BIBIR & LIDAH KERING ANAK TERLIHAT SANGAT HAUS* TURGOR KULIT KEMBALI DENGAN LAMBAT* (*) : GEJALA KLINIS PENTING DERAJAT DEHIDRASI → TANDA KUNCI .

DEHIDRASI BERAT : - ANAK TAMPAK SANGAT LEMAS / KESADARAN MENURUN* KELOPAK MATA SANGAT CEKUNG TIDAK ADA AIR MATA SAAT MENANGIS BIBIR & LIDAH SANGAT KERING ANAK MALAS MINUM ATAU TIDAK DAPAT MINUM* TURGOR KULIT KEMBALI SANGAT LAMBAT* .

Rasa haus A . rewel . ingin minum banyak * Kembali lambat C .Tidak ada Kering .Basah .Mata .Normal .Lesu*.Ada .Malas minum atau tidak bisa minum * Kembali sangat Periksa Turgor kulit Hasil pemeriksaan Dehidrasi Ringan/sedang 1 tanda * (+) 1 atau lebih tanda lain lambat Dehidrasi berat 1 tanda * (+) 1 atau lebih tanda lain TERAPI C TERAPI TERAPI A TERAPI B .Sangat cekung – kering .tidak haus Kembali cepat Tanpa dehidrasi B .Cekung . Umum . lunglai.Haus*.Baik.Tidak ada .Mulut dan lidah .Kead.Minum biasa .Air Mata .Penilaian Lihat : . tak sadar .Sangat kering .Gelisah*. sadar .

TERAPI  PENDEKATAN AWAL DIARE AKUT : → MENENTUKAN DERAJAT DEHIDRASI TUJUAN UTAMA TERAPI : → MENCEGAH DEHIDRASI → MENGOREKSI KEKURANGAN CAIRAN & ELEKTROLIT → MENCEGAH GANGGUAN NUTRISI  .

ANAK HARUS DIBAWA KE PETUGAS KESEHATAN SECEPATNYA JIKA : .BERIKAN CAIRAN > BANYAK DIBANDING BIASANYA UNTUK CEGAH DEHIDRASI .TANPA DEHIDRASI (A) .BERIKAN MAKANAN SESUAI UMUR . > TERAPI DILAKSANAKAN DI RUMAH > EDUKASI ORANG TUA → CEGAH DEHIDRASI. YAITU : .LARUTAN ORALIT 5-10 ml / kgBB / BUANG AIR BESAR CAIR s/d DIARE (-) .

TINJA BERDARAH .☺DIARE MAKIN SERING & TINJA MAKIN CAIR ☺MUNTAH MAKIN SERING → MASUKAN MAKANAN ↓ ☺ANAK SANGAT HAUS SEKALI ☺DEMAM TINGGI.

LARUTAN ORALIT : 75 ml / kgBB DIBERIKAN SELAMA 3 JAM → PANTAU KEMAJUAN HIDRASI .ANAK HARUS MENDAPAT ORALIT .DIPANTAU DI POJOK URO (UPAYA REHIDRASI ORAL) ATAU RUANG RAWAT SEHARI (one day care) .EDUKASI ORANG TUA → CARA MENYIAPKAN & MEMBERIKAN LARUTAN ORALIT .DEHIDRASI RINGAN SEDANG (B) : .

LARUTAN ORALIT DIBERIKAN : SECARA SEDIKIT DEMI SEDIKIT. ANAK SEBAIKNYA DIPANTAU DI RUANG RAWAT SEHARI S/D DEHIDRASI (-) 2. TUNGGU BEBERAPA MENIT → TERUSKAN PEMBERIAN DGN CARA YG > LAMBAT 3. BILA KELOPAK MATA BENGKAK : → HENTIKAN PEMBERIAN LARUTAN ORALIT → BERIKAN AIR MATANG ATAU ASI / SUSU FORMULA → JIKA BENGKAK (-) → ORALIT ≈ ₒ DEHIDRASI . JIKA MUNTAH.BEBERAPA HAL YG HARUS DIPERHATIKAN : 1.

4.SUSU FORMULA → SUSU BEBAS LAKTOSA . JIKA KLINIS INTOLERANSI LAKTOSA : .ASI DITERUSKAN .

CAIRAN REHIDRASI PARENTERAL 100 cc / kgBB SELAMA : ☺6 JAM : BAYI < 12 BULAN ☺3 JAM : ANAK >12 BULAN .CAIRAN RINGER LAKTAT .DEHIDRASI BERAT (C) : .LARUTAN ORALIT (+) JIKA ANAK MULAI DAPAT MINUM .JIKA ASI (-) → SUSU FORMULA BEBAS LAKTOSA .ANAK HARUS DIRAWAT DI RS .

C .1 jam 2nd treatment 70 ml/kgBB dlm 5 jam 2 ½ .3 jam Dehidrasi berat – Parenteral  Re-evaluasi / 1-2 jam  Setelah 6 jam (bayi) atau 4 jam (anak)  re-evaluai  rencana terapi A.PLAN TREATMENT C Usia Bayi < 12 bulan Anak > 12 bulan  Ist treatment 30 ml/kgBB dlm 1 jam ½ .B.

9% KeN 3 B NaCl 0.45% 90 154 61 77 20 0 18 0 80 154 52 77 30 0 27 0 .KOMPOSISI ELEKTROLIT Na Diare kolera Diare Non Kolera 101 56 K 27 25 Cl 92 55 HCO3 32 14 RL NaCl 0.

KOMPOSISI ELEKTROLIT Na Diare kolera Diare Non Kolera 101 56 K 27 25 Cl 92 55 HCO3 32 14 ORS WHO (lama) Hypotonic solution (baru) (245 mmol/L) NaCl 0.9% DG ana NaCl 0.45% 90 75 20 20 80 65 30 10 (sitrat) 0 154 0 154 61 77 18 0 52 77 27 0 .

PEMASANGAN INFUS YG TDK DIPERLUKAN DI ↓ > 30% .5 g 2. KELUARAN FESES. VOLUME CAIRAN FESES YG HILANG SELAMA DIARE DI ↓ 25-30% 1.WHO / UNICEF ORS – 1978     NaCl NaHCO3 KCl Glukose 3.5 g 20 g Na K HCO3 Cl Glukose Osmolar 90 mEq/l 20 mEq/l 30 mEq/l 80 mEq/l 111 mmol/l 331 mmol/l PENELITIAN OSMOLARITAS DI ↓: 1. MUNTAH ↓ 30% 2.5 g 1.

6 g 2.5 g Na K Citrate Cl Glukose Osmolar 75 mEq/l 20 mEq/l 10 mmol/l 65 mEq/l 75 mmol/l 245 mmol/l .5 g 13.9 g 1.KOMPOSISI of the New ORS – 2004     NaCl NaHCO3 KCl Glukose 2.

Solution Cola Ginger ale Apple Juice Na+ 2 3 3 K+ 0. fruc 100-150 gluc. fruc 50-150 gluc.1 1 20 HCO3 13 4 0 CHO (g/L) 50-150 gluc.fruc mOsm 470-550 540 700 Chicken Broth Tea Gatorade 250 0 20 5 0 3 0 0 3 0 0 45 gluc. other sug 450 5 330 .

DIARE KARENA ANTIBIOTIK PROBIOTIC AGENTS - Lactobacillus GG Lactobacillus acidophilus Bifidobacterium bifidum Enterococcus faecium Bifidobactrerium longum . DIARE NOSOKOMIAL.PROBIOTIK > KUMAN BAIK : EFEK POSITIF THD KESEHATAN > Bifidobacteri dan Lactobacillus > BERMANFAAT DALAM TATALAKSANA DIARE AKUT.

Fighting with pathogens for nutrients adhering probiotic 3. Local production of bactericidal substances Mucus epithelium Signal transduction Immune system . lactate) 4.Adherence: improves colonisation 1. Blocking of receptor molecules 2. Specific frmentation (acetate.

. 1998 (Hanson & Tele .IMPORTANCE OF PROBIOTICS Competitive binding on mucosa Secretion of substance Lowering pH in environment Volatile fatty acids and modify bile Synthesis of vitamins. 1998. enzymes Activation of the immune system • Enhanced resistance to enteric infections • Develop the immune system and adequate oral tolerance induction Koletzko et al. Heine.

TERAPI NUTRISI      DIARE MENCETUSKAN MALNUTRISI ANOREKSIA PEMUASAAN / PANTANGAN KATABOLISME MALABSORPSI NUTRIEN .

DIMANA TEMPAT SUSU FORMULA KHUSUS ? • DIARE TANPA DEHIDRASI DAN DIARE DEHIDRASI RINGAN SEDANG : → Susu formula normal dilanjutkan • DIARE TANPA DEHIDRASI ATAU DEHIDRASI RINGAN SEDANG DENGAN GEJALA KLINIS INTOLERANSI LAKTOSA YANG JELAS : → susu formula bebas laktosa. • DIARE DEHIDRASI BERAT : → susu formula bebas laktosa .

Campylobacter.PEMERIKSAAN LABORATORIUM - PERIKSA TINJA RUTIN : > LEUKOSIT ↑ → INFLAMASI BAKTERI → KULTUR ? > DARAH (+) → INFLAMASI : Shigella. AKIBAT : > DISREGULASI FLORA SALURAN CERNA > KOLITIS AKIBAT ANTIBIOTIK . EHEC ANTIBIOTIK - TIDAK RUTIN DIBERIKAN REAKSI SIMPANG : → DURASI DIARE > PANJANG.

Clostridium. Giardiasis OBAT ANTI DIARE : > AMAN > KOMPATIBEL DGN ORALIT > EFEKTIF THD DIARE > HARGA TERJANGKAU .PEDESAAN : > TERAPI EMPIRIS (+) ANTIBIOTIK : > DISENTRI (BASILER & AMUBA) > KOLERA > Campylobacter.

SUPLEMENTASI SENG .MENSOSIALISASIKAN REKOMENDASI SUPLEMENTASI Zn KEPADA KALANGAN MEDIA DAN MASYARAKAT .ANGKA KEJADIAN DIARE 47% LEBIH TINGGI PADA ANAK DENGAN DEFISIENSI Zn .PREVALENSI GLOBAL DEFISIENSI Zn DIPERKIRAKAN 31% (4-31%) .PREVALENSI DEFISIENSI Zn DI INDONESIA 44-60% .

INTEGRITAS BARIER EPITEL 2. PERBAIKAN JARINGAN 3. MENGURANGI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK . MENCEGAH INFEKSI SALURAN CERNA 2. DURASI DAN KEKAMBUHAN DIARE 3.WHO : SUPLEMENTASI ZINC PADA DIARE AKUT (10-14 HARI)  USIA < 6 BULAN : 10 mg / hari  USIA > 6 BULAN : 20 mg / hari PERAN ZINC : 1. MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN. FUNGSI SISTEM IMUN EFIKASI PEMBERIAN ZINC : 1.

TERIMA KASIH .