I.

FUNGSI
I. PENGERTIAN Fungsi adalah suatu bentuk matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. (dependent dengan independent) II. UNSUR SUATU FUNGSI a. VARIABEL : adalah unsur pembentuk fungsi yang mencerminkan atau mewakili faktor tertentu dan didalambangkan dengan huruf. b. KOEFISIEN : adalah bilangan atau angka yang terkait dan terletak didepan suatu variabel dalam sebuah fungsi. c. KONSTANTA : adalah bilangan atau angka yang turut membentuk sebuah fungsi dan berdiri sendiri, tidak terkait pada suatu variabel tertentu.

III. BENTUK SUATU FUNGSI a. PERSAMAAN (=) : adalah fungsi yang ruas kiri sama dengan ruas kanan atau ruas kiri dan kanan dihubungkan dengan tanda kesamaan (=). b. PERTIDAKSAMAAN (≤ , ≥) : adalah fungsi yang ruas kiri dan kanan dihubungkan dengan tanda ketidak samaan. (≤ , ≥) CONTOH : - Y = 3 + 2x (persamaan) - 4 + 2x ≥ 19 (pertidaksamaan)

IV. JENIS FUNGSI
1. FUNGSI POLINOM : adalah fungsi yang mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebasnya. y = a0 + a1x + a2x2 + a3x3 + ……….+ anxn 2. FUNGSI LINEAR : adalah fungsi polinom khusus yang pangkat tertinggi dari variabel bebasnya adalah pangkat satu. y = a 0 + a1 x 3. FUNGSI KUADRAT : adalah fungsi polinom yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat dua atau fungsi berderajat dua. y = a0 + a1x + a2x2 4. FUNGSI BERDERAJAT n : adalah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat n. y = a0 + a1x + a2x2 + …… + an-1xn-1 + anxn 5. FUNGSI PANGKAT : adalah fungsi yang variabel bebasnya berpangkat sebuah bilangan nyata bukan nol. y=xn

6. FUNGSI EKSPONENSIAL adalah fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat dari suatu konstanta bukan nol. y = nx
7. FUNGSI LOGARITMIK : adalah fungsi balik (invers) dari fungsi eksponensial, yang variabel bebasnya merupakan bilangan logaritmik y = n Log x

2

8. FUNGSI EKSPLISIT : adalah fungsi yang variabel bebasnya dan variabel terikatnya terletak diruas yang berlainan. Bentuk Fungsi Umum Linear Kuadrat Kubik Bentuk Eksplisit y = f (x) y = a0 + a1 x y = a0 + a1x + a2x2 y = a0 + a1x + a2x2 + a3x3

9. FUNGSI IMPLISIT : adalah fungsi yang variabel bebasnya dan variabel terikatnya terletak disatu ruas yang sama. Diruas kiri semua atau diruas kanan semua. Bentuk Fungsi Umum Linear Kuadrat Kubik Bentuk Eksplisit f (x, y) = 0 a0 + a1 x – y = 0 a0 + a1x + a2x2 – y = 0 a0 + a1x + a2x2 + a3x3 - y = 0

3

V. HUBUNGAN DUA GARIS PADA FUNGSI LINEAR
1. Hubungan berimpit Dua buah garis lurus akan berimpit, bila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari persamaan garis yang lain. Y1 = a1 + b1x akan berimpit dengan Y2 = a2 + b2x Y Y1 = a1 + b1x Y2 = a2 + b2x 2. Hubungan sejajar Dua buah garis lurus akan sejajar apabila lereng garis yang satu sama dengan lereng garis yang lain. Y1 = a1 + b1x akan sejajar dengan Y2 = a2 + b2x

Y

Y1 = a1 + b1x
Y2 = a2 + b2x

x 0 a1 = a 2 b1 = b 2

0 a1 ≠ a 2 b1 = b 2

x

4

3. Hubungan berpotongan Dua buah garis lurus akan berpotongan apabila lereng garis yang satu tidak sama dengan lereng garis yang lain. Y1 = a1 + b1x berpotongan dengan Y2 = a2 + b2x Y Y1 = a1 + b1x Y2 = a2 + b2x

4. Hubungan tegak lurus Dua buah garis lurus akan tegak lurus apabila lereng garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. Y1 = a1 + b1x berpotongan dengan Y2 = a2 + b2x Y Y1 = a1 + b1x

Y2 = a2 + b2x x 0 a1 ≠ a 2 b1 ≠ b2 0 a1 ≠ a 2 b1 = -1/b2 x

5

FUNGSI LINEAR
I. PENGERTIAN Fungsi linear : adalah fungsi polinom variabel bebasnya adalah pangkat satu. y = a0 + a1 x Contoh : y = 3 + 2x

khusus

yang pangkat tertinggi dari

II. FUNGSI DEMAND (PERMINTAAN ) Fungsi permintaan adalah menjelaskan hubungan antara variabel harga (P) dan variabel jumlah barang (Q) yang diminta. Bentuk umum persamaan permintaan dapat ditulis dalam 2 bentuk yaitu : 1. D = Qd = f (P) dimana variabel bebasnya adalah harga (P) dan persamaan permintaannya adalah : D = Qd = a – bP 2. D = Qd = f (Q) dimana variabel bebasnya adalah jumlah barang yang diminta (Q) dan persamaan permintaannya adalah : P = a/b – 1/b Q
6

Contoh 1 : Fungsi permintaan : Q = 15 – P atau P = 15 - Q Maka kurvanya.

Q = 15 – P Q = 0 P = 15 P = 0 Q = 15
P 15 Q = 15 - P 0 15 Qd

Dari kurva diatas dapat di tentukan berapa harga dan jumlah kuantitas tertinggi yang diminta yaitu pada saat P = 15 dan Qd = 15.

7

II. FUNGSI SUPPLY (PENAWARAN ) Fungsi penawaran adalah menjelaskan hubungan antara variabel harga (P) dan variabel jumlah barang (Q) yang ditawarkan atau dijual. bentuk umum persamaan penawaran dapat ditulis dalam 2 bentuk yaitu : 1. S = Qs = f (P) dimana variabel bebasnya adalah harga (P) dan persamaan penawarannya adalah : Q = - a + bP 2. S = Qs = f (Q) dimana variabel bebasnya adalah jumlah barang yang diminta (Q) dan persamaan penawarnnya adalah : P = a/b + 1/b Q

8

Contoh 1 : Fungsi penawaran : Q = - 6 + 2P atau P = 3 + 0,5 Q Maka kurvanya.

Q = - 6 – 2P Q=0 P=3 P=0 Q=-6
P

Contoh : Fungsi permintaan : Qd =15 – P Fungsi penawaran : Qs = - 6 + 2P Tentukan berrapa harga dan jumlah keseimbangannya ? Jawab : Qs = Qd - 6 + 2P = 15 - P 2P + P = 15 + 6 3P = 21 Pe = 7 (harga keseimbangan) Qd = 15 – P = 15 – 7 Qe = 8 (jumlah keseimbangan) Maka gambarnya adalah :

P 15

Qs = - 6 + 2P E

3

Q=-6+2P

7 3

Qd = 15 - P

-6

0

Q

-6

0

8

15

Q

9

KESEIMBANGAN DENGAN PAJAK Contoh : Fungsi Permintaan : Q = 11 – P Fungsi Penawaran : Q = - 4 + 2P Diminta : Tentukan harga dan jumlah keseimbangan serta buatkan kurvanya, jika pemerintah menetapkan pajak sebesar Rp.3 perunit barang. Jawab : Qs = Qd Keseimbangan sebelum pajak : 4 +2P + 11 - P 2p + P = 11 + 4 3P = 15 Pe = 5 Qd = 11 - P = 11 – 5 Qe = 6 Keseimbangan sesudah pajak Qd = 11 – P Qs = - 4 + 2P =-4+2(P–3) = - 4 + 2P – 6 = - 10 + 2P Maka, Qs = Qd 10 + 2P = 11 – P 2P + P = 11 + 10 3P = 21 Pe = 7 (harga keseimbangan) Qd = 11 – P = 11 – 7 Qde = 4 (jumlah keseimbangan)
10

Kurvanya : Qd = 11 – P Q=0 P = 11 P=0 Q = 11 Qs = - 10 + 2P Q=0 P=5 P=0 Q = - 10 P 11 Qs = -10 + 2P Qs = - 4 + 2P Q=0 P=2 P=0 Q=-4

1. Pajak yang ditanggung konsumen / pembeli TK = PsdT – PsblT = 7–5 = 2 (3 – 2 = 1 atau 66,67 %) 2. Pajak yang di tanggung produsen /penjual TP = T – TK = 3–2 = 1 (3 – 1 = 2 atau 33,33 %) 3. Pajak yang di terima pemerintah TG = QsdT x T = 4x 3 = 12

7
5

E1
Qs = - 4 + 2P E0

2 Qd = 11 - P -10 -4 0 4 6 11 Q

11

KESEIMBANGAN DENGAN SUBSIDI Contoh : Fungsi Permintaan : Q = 20 – 2P Fungsi Penawaran : Q = - 8 + 2P Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2 perunit barang, berapa harga dan jumlah keseimbangan yang baru serta bagaimana kurvanya. Adanya subsidi Rp. 2, maka : Qs = - 8 + 2P =-8+2(P+2) = - 8 + 2P + 4 = - 4 + 2P maka : -4 + 2P = 20 – 2P 2P + 2P = 20 – 4 4P = 24 Pe = 6 Qd = 20 - 2P = 20 – 2 (6) Qe = 8
12

Jawab : Qs = Qd - 8 + 2P = 20 – 2P 2p +2P = 20 + 8 4P = 28 Pe = 7
Qd = 20 – 2P = 20 – 2(7) Qe = 6

Kurvanya : Qd = 20 – 2P Q=0 P = 10 P=0 Q = 20 Qs = - 4 + 2P Q=0 P=2 P=0 Q=-4

^

Qs = - 8 + 2P Q=0 P=4 P=0 Q=-8

P 10 E0 7 E1 6 4

Qs = - 8 + 2P

Qs = - 4 + 2P Qd = 20 – 2P

1. Subsidi yang diterima konsumen / pembeli SK = Psbls – Psds = 7–6 = 1 (2 – 1 = 1 atau 50 %) 2. Subsidi yang di terima produsen /penjual SP = S – SK = 2–1 = 1 (2 – 1 = 1 atau 50 %)

2

-8

-4

0

6

8

20

Q

3. Dana subsidi yang di sediakan pemerintah SG = Qsds x S = 8x 2 = 16
13

1. Total biaya TC = k + f (Q) = FC + VC 2. Biaya tetap (Fixed Cost) FC = k 3. Biaya tidak tetap (Variabel Cost) VC = f (Q)

BIAYA

6. Rata-rata total biaya (Average Total Cost) TC FC + VC ATC = -------- = -----------Q Q 7. Biaya marjinal (Marginal Cost) ΔTC TC 2 – TC 1 MC = -------- = ----------------ΔQ Q2 – Q1

4. Rata- rata biaya tetap (Average Fixed Cost) FC k AFC = -------- = -----Q Q
5. Rata- rata biaya tidak tetap (Average Variabel Cost) VC f (Q) AVC = -------- = -------Q Q

14

Contoh : Seorang produsen mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp. 40 dan biaya variabel sebesar Rp. 200 Q. Diminta bentuk fungsi total biayanya dan berapa besarnya TC, VC, ATC, AFC dan AVC nya pada saat Q = 5 serta berapa MC jika Q naik menjadi 10. Jawab : 1. FC = 40 VC = 200 Q Maka : TC = FC + VC = 40 + 200Q 2. Pada Q = 5, maka : TC = FC + VC = 40 + 200 Q = 40 + 200 (5) = 1.040

VC = 200 Q = 200 (5) = 1000 TC 1.040 ATC = ------ = ----------- = 208 Q 5 FC 40 AFC = -------- = ------ = 8 Q 5 VC 1.000 AVC = -------- = -------- = 200 Q 5

15

3. Pada saat Q naik menjadi 10, maka : TC1 = FC + VC = 40 + 200 Q = 40 + 200 (5) = 1.040 TC 2 = FC + VC = 40 + 200 Q = 40 + 200 (10) = 2.040 ΔTC TC 2 – TC 1 2.040 – 1.040 MC = -------- = ----------------- = -------------------- = 200 ΔQ Q2 – Q1 10 - 5

16

FUNGSI PENERIMAAN
1. Total penerimaan TR = P x Q

2. Rata-rata penerimaan (Average Revenue)
TR ATR = ------Q 3. Penerimaan Marjinal (marginal revenue) ΔTR TR 2 – TR 1 MR = -------- = ----------------ΔQ Q2 – Q1

4. Harga jual TR P = -------Q

17

Contoh : Harga jual produk sepatu perpasang adalah Rp. 20.000. Diminta bentuk fungsi total penerimaannya, berapa besarnya total penerimaan jika sepatu yang berhasil dijual sebanyak 20 pasang dan rata-rata besarnya total penerimaan serta penerimanan marjinal jika sepatu terjual meningkat menjadi 30. Jawab : 1. TR = P x Q = 20.000 x Q = 20.000 Q 2. Pada saat Q = 20 TR = P x Q = 20.000 Q = 20.000 X 20 = 400.000

3. Pada saat Q = 30 TR = P x Q = 20.000 Q = 20.000 X 30 = 600.000 TR 400.000 ATR = ----- = ------------- = 20.000 Q 20 TR 600.000 ATR = ----- = ------------- = 20.000 Q 20

ΔTR TR 2 – TR 1 600.000 – 400.000 MR = -------- = ----------------- = --------------------------- = 20.000 ΔQ Q2 – Q1 30 - 20

18

KEUNTUNGAN, KERUGIAN DAN BEV
1. Keuntungan adalah suatu kondisi dimana total penerimaan lebih besar dibanding total biaya. TR > TC atau π > 0 Jawab : 2. Kerugian adalah adalah suatu kondisi dimana total penerimaan lebih kecil dibanding total biaya. TR < TC atau π < 0 TC = FC + VC = 2.000 + 10 Q TR = P x Q = 100 Q Maka pada saat Q = 20 : TC = 2.000 + 10 Q = 2.000 + 10 (20) = 2.200
19

Contoh : Jika biaya tetap adalah 2.000, biaya variabel 10 Q dan harga jual adalah Rp. 100. Diminta : Tentukan kondisi yang terjadi jika barang yang dihasilkan sebesar 20.

TR = P x Q
= 100 Q = 100 (20) = 2.000 π = TR – TC = 2.000 – 2.200 = - 200 ( kerugian )

3. BEV adalah suatu kondisi dimana total penerimaan sama besar dengan total biaya.
TR = TC atau π = 0

FUNGSI NON LINEAR PADA KESEIMBANGAN PASAR
Contoh : Fungsi permintaan Qd = 40 – P2 Fungsi penawaran Qs = - 60 + 3P2 Diminta : Tentukan besarnya nilai harga dan jumlah barang keseimbangan. Bagaimana harga dan jumlah barang keseimbangan yang baru jika pemerintah menetapkan pajak dan subsidi masing-masing sebesar Rp. 2 perunit barang
Jawab : Qs = Qd - 60 + 3P2 = 40 – P2 3P2 + P2 = 40 + 60 4 P2 = 100 P2 = 25 Peq = 5 Qd Qdeq = 40 – P2 = 40 – (5) 2 = 15 Jika ada pajak Rp. 2, maka : Qs = - 60 + 3P2 = - 60 + 3 (P – 2) 2 = - 60 + 3 (P – 2) (P – 2) = - 60 + 3 (P2 – 2 P – 2P + 4) = - 60 + 3 P2 – 12 P + 12 = 3 P2 - 12P – 48 Maka Qs = Qd adalah : 3 P2 - 12P – 48 = 40 – P2 3 P2 + P2 - 12P – 48 – 40 = 0 4 P2 – 12P – 88 = 0 Disederhanakan menjadi : P2 – 3P – 22 = 0

20

Diselesaikan dengan rumus abc : P2 = - b ± √ b2 – 4 ac X1,2 = ----------------------2a ( -3) ± √ (-3)2 – 4 (1) ( - 22) P1,2 = ------------------------------------2(1) 3 ± √ 9 + 88 P1,2 = -------------------2 3 ± 9,88 P1,2 = -------------2 3 + 9,85 P1 = --------------------2 P1 (Peq) = 6,42

3 - 9,85 -----------2

Diselesaikan dengan rumus abc : - b ± √ b2 – 4 ac X1,2 = ----------------------2a (3) ± √ (3)2 – 4 (1) (- 22) P1,2 = -----------------------------------2(1) - 3 ± √ 9 + 88 P1,2 = ---------------------2

P2 = - 3,4 (tdk rasional) Qdeq = 40 – P2 = 40 – (6,4)2 = - 0,96 Jika ada subsidi Rp. 2 perunit Qs = - 60 + 3P2 = - 60 + 3 (P + 2) 2 = - 60 + 3 (P + 2) (P + 2) = - 60 + 3 (P2 + 2 P + 2P + 4) = - 60 + 3 P2 + 12 P + 12 = 3 P2 + 12P - 48 Maka QS = QD adalah : 3 P2 + 12P – 48 = 40 – P2 3 P2 + P2 + 12P – 48 – 40 = 0 4 P2 + 12P – 88 = 0 Disederhanakan menjadi : P2 + 3P – 22 = 0

- 3 ± 9,88 P1,2 = ----------------2
- 3 + 9,85 P1 = --------------------2 P1 (Peq) = 3,44

21

LATIHAN
Fungsi permintaan Qd = 20 – 2P2 Fungsi penawaran Qs = - 28 + 2P2 Diminta : 1. Berapa besarnya harga dan jumlah barang keseimbangan. 2. Berapa besar harga dan jumlah barang keseimbangan yang baru jika pemerintah menetapkan pajak dan subsidi masing-masing sebesar Rp. 7 perunit barang. 3. Berapa pajak yang ditanggung konsumen, produsen dan yang diterima pemerintah. 4. Berapa subsidi yang dinikmati konsumen, produsen dan dana yang harus disediakan pemerintah.

P2 =

- 3 - 9,85 -----------------2

P2 (Peq) = - 6,4 (tdk rasional) Qdeq = 40 – P2 = 40 – (3,44)2 = 28,17

22

FUNGSI NON LINEAR PADA BIAYA
Contoh : TC = 5 Q2 - 1.000Q + 85.000, Tentukan besarnya nilai kuantitas dan biaya totalnya. Jawab : Jumlah kuantitasnya : -b - (- 1.000) Q = ---------- = -------------- = 100 2a 2(5) Jumlah Biaya Totalnya : (b2 – 4ac) TC = ---------------- 4a (- 1.000)2 – 4(5) (85.000) TC = ---------------------------------- 4 (5)
LATIHAN MID SEMESTER
Jika VC = 55 Q2 - 71.000Q dan FC = 120.000. 1. Tentukan persamaan biaya totalnya. 2. Tentukan besarnya nilai kuantitas (Q) 3. Berapa besar biaya total, biaya variabel, rata-rata biaya total, rata-rata biaya variabel dan rata-rata biaya tetap jika besarnya Q seperti pada poin 2.

TC = 35.000
23

FUNGSI NON LINEAR PADA PENERIMAAN
Penerimaan total Penerimaan Rata-rata Penerimaan marjinal : TR = Q x P = f (Q) : ATR = TR/Q : MR = ∆TR / ∆Q

Contoh : P = 1.600 – 20Q. Berapa penerimaan total maksimum , harga jual barang dan penerimaan marjinal jika Q turun menjadi 35. Jawab : TR = P x Q = (1.600 – 20 Q) x (Q) = 1.600Q – 20Q2

24

Maka agar R maksimum :
-b - 1.600 Q = ---------- = -------------- = 40 2a 2(- 20) TR = 1.600Q - 20Q2 = 1.600 (40) – 20 (40) 2 = 32.000 P = 1.600 – 20Q = 1.600 – 20 (40) = 800

Penerimaan marjinal : MR = ∆TR / ∆Q Pada Q = 35 TR = 1.600Q - 20Q2 = 1.600 (35) – 20 (35) 2 = 31.500
Maka : ∆TR = 32.000 – 31.500 = 500 ∆Q = 40 – 35 = 5 MR = ∆TR / ∆Q = 500/5 = 100

25

KEUNTUNGAN, KERUGIAN DAN BEP PADA FUNGSI NON LINEAR Pada saat fungsi biaya total (TC) dan fungsi penerimaan total (TR) diketahui, maka dapat ditentukan kondisi apa yang akan ditemui. Jika kita membandingkan besarnya nilai biaya total dengan nilai penerimaan total atau dengan cara mengurangi nilai penerimaan total dengan nilai biaya total akan diperoleh persamaan sebagai berikut : π = TR – TC Berdasarkan persamaan diatas, maka akan ditemukan kondisi sebagai berikut : TR – TC > 0 atau π > 0 atau profit (keuntungan) TR – TC < 0 atau π < 0 atau loss (kerugian) TR – TC = 0, BEP atau π = 0 atau BEP (pulang pokok)
26

Contoh : Jika TR = - 3 Q2 + 750 Q dan TC = 5 Q2 - 1.000Q + 85.000. Kondisi apa yang dihadapi jika Q = 100 dan Q = 60 Jawab : π = TR – TC = - 3 Q2 + 750 Q – (5 Q2 - 1.000Q + 85.000) = - 3 Q2 + 750 Q – 5 Q2 + 1.000Q - 85.000 = - 8 Q2 + 1.750 Q – 85.000
Pada Q = 100, maka : π = - 8 Q2 + 1.750 Q – 85.000 = - 8 (100)2 + 1.750(100) – 85.000 = - 80.000 + 175.000 – 85.000 = 10.000 (kondisi untung) π = - 8 Q2 + 1.750 Q – 85.000 = - 8 (60)2 + 1.750(60) – 85.000 = - 28.800 + 105.000 – 85.000 = - 8.000 (kondisi rugi)

27

FUNGSI KONSUMSI DAN TABUNGAN
I. PENGERTIAN  Fungsi konsumsi menjelaskan hubungan antara konsumsi dan pendapatan nasional. C = ƒ (Y) C = Co + cY Co = konsumsi otonom c = MPC = ∆C/ ∆Y II. CONTOH C = 40 + 0,20Y 1. Bagaimana fungsi tabungan, besarnya pendapatan dan konsumsi pada saat tabungan 30. Jawab : S=Y–C S = Y – (40 + 0,20Y) = Y – 40 – 0,20Y = Y – 0,20Y – 40 S = – 40 + 0,80Y Pada tabungan = 30, maka S = – 40 + 0,80Y 30 = – 40 + 0,80Y 30 + 40 = 0,80 Y 70 = 0,80 Y Y = 87,5
28

 Fungsi tabungan menjelaskan
hubungan antara tabungan dan pendapatan nasional. S = ƒ (Y) S = So + sY So = tabungan otonom s = MPS = ∆S/ ∆Y

C, S
C = 40 + 0,20Y

57,5 Dan C = 40 + 0,20 Y = 40 + 0,20 (87,5) = 57,5 Jika Y = C + I I = S maka Y = C + S Y = 57,5 + 30 Y = 87,5
S = - 40 + 0,80Y

40 30
0 50 87,5 Y

-40

29

FUNGSI INVESTASI
I. PENGERTIAN  Fungsi investasi menjelaskan hubungan antara investasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya interest rate. I = ƒ (i) I = Io - Ii Io = investasi otonom Ii = proporsi I terhadap i Kondisinya : Jika i naik maka I turun dan jika i turun maka I naik.
Mempengaruhi gairah investasi melalui kredit

II. CONTOH I = 500 – 1.000i Berapa I pada saat i = 15 % Jawab : i = 15 % = 0,15 Maka : I = 500 – 1.000i I = 500 – 1.000 (0,15) = 350

i 0,50
I = 500 – 1.000i

0,20

0,15

Jika i = 20 % (0,20), maka I = 500 – 1.000i I = 500 – 1.000 (0,20) = 300

0

300

350

1000 I

30

FUNGSI IMPOR
I. PENGERTIAN  Fungsi impor menjelaskan hubungan antara impor dan pendapatan nasional. M = ƒ (Y) M = Mo - mY Mo = impor otonom Y = pendapatan nasional M = MPM = ∆M / ∆Y Kondisinya : Jika Y naik maka M naik dan sebaliknya. M II. CONTOH M = 25 + 0,05 Y Berapa M pada saat Y = 500. Jawab : Y = 500 Maka : M = 25 + 0,05 Y M = 25 + 0,05 (500) = 50
M = 25 + 600Y

50

25

0

500

Y

31

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful