You are on page 1of 23

BLEFARITIS

Tri Danu Warsito 203.311.114 Pembimbing: dr. Doni Aldian, Sp. M

PENDAHULUAN
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit. Etiologinya bisa karena dari debu, asap, bahan kimia iritatif, dan bahan kosmetik.

Infeksi kelopak mata dapat disebabkan kuman streptococcus alfa atau beta, pneumococcus, dan pseudomonas. Dalam banyak kasus, Kebersihan dan rajin membersihkan kelopak mata bisa mencegah blefaritis. 5% dari keseluruhan penyakit mata yang ada (sekitar 2-5% penyakit sebagai penyakit penyerta)

ANATOMI
Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Palpebra merupakan alat penutup mata yang berguna untukmelindungi bola mata terhapat trauma, trauma sinar dan pengeringan mata. Kelopak mempunyai lapisan kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.

Anatomi kelopak

Anatomi
Pada kelopak terdapat bagian-bagian : Kelenjar seperti kelenjar sebasea, kelenjar moll atau kelenjar keringat, kelenjar zeis pada pangkal rambut, dan kelenjar meibom pada tarsus. Otot seperti : M. Orbikularis okuli yang berjalan melingkar didalam kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. M. Orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. fasial. M. Levator palpebra berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata. Di dalam kelopak terdapak tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra. Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosa berasal dari rima orbita merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.

PATOFISIOLOGI
Patofisiologi blefaritis biasanya terjadi kolonisasi bakteri pada mata. Hal ini mengakibatkan invasi mikrobakteri secara langsung pada jaringan ,kerusakan sistem imun atau kerusakan yang disebabkan oleh produksi toksin bakteri , sisa buangan dan enzim. Kolonisasi dari tepi kelopak mata dapat ditingkatkan dengan adanya dermatitis seboroik dan kelainan fungsi kelenjar meibom.

ETIOLOGI
Terdapat 2 jenis blefaritis, yaitu : 1. Blefaritis anterior :
mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat melekatnya bulu mata). Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus dan seboreik. Blefaritis stafilokok dapat disebabkan infeksi dengan Staphylococcus aureus, yang sering ulseratif, atau Staphylococcus epidermidis atau stafilokok koagulasenegatif. Blefaritis seboroik (non-ulseratif) umumnya bersamaan dengan adanya Pityrosporum ovale.

ETIOLOGI
2. Blefaritis posterior :
mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata yang lembab, yang bersentuhan dengan mata). Berhubungan dengan kelainan kelenjar meibom Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak. Dua penyakit kulit yang bisa menyebabkan blefaritis posterior adalah rosasea dan ketombe pada kulit kepala (dermatitis seboreik).

FREKUENSI DAN INSIDEN

KLASIFIKASI
BLEFARITIS BAKTERIAL
Blefaritis Skuamosa Blefaritis superfisial Blefaritis Seboroik Blefaritis Ulseratif Blefaritis angularis Meibomianitis.

KLASIFIKASI
BLEFARITIS VIRUS
Herpes zoster Herpes simplek

BLEFARTIS JAMUR
Infeksi superficial Infeksi jamur dalam Blefaritis pedikulosis

GAMBARAN KLINIK
Gejala : 1. Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa

2.

3.

juga terbentuk sisik dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata. Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang.Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur, sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.

GAMBARAN KLINIK
Tanda : Skuama pada tepi kelopak Jumlah bulu mata berkurang Obstruksi dan sumbatan duktus meibom Sekresi Meibom keruh Injeksi pada tepi kelopak Abnormalitas film air mata

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata. Banyak kasus blefaritis dapat di diagnose dengan menanyakan tentang tanda, dan melakukan pemeriksaan mata serta memeriksa adakah penyakit yang bisa mendukung seperti dermatitis seboroik dan rosea.

Tipe blefaritis

DIAGNOSIS BANDING
Squamous sel, Basal cell, or sebaceous cell carcinoma of the eyelid margin. Dermatitis (contohnya dermatitis kontak, dermatitis atopic) Infection (contohnya impetigo).

PENGOBATAN
Pengobatan utama adalah membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan bagi bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus. Untuk membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya erythromycin atau sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya tetracycline). Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati. Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar bulu mata.

KOMPLIKASI
Syndrome mata kering Konjungtivitis Kista meibom Bintil pada kelopak mata

PROGNOSIS
Meski bisa menyebabkan komplikasi dan terjadi kekambuhan namun blefaritis tidak menyebabkan kerusakan pandangan dan penglihatan. Pada blefaritis prognosis sangat baik dan dapat hilang dengan terapi

Kesimpulan
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata atau tepi kelopak mata yang ditandai dengan kelopak mata yang berminyak. Disebabkan karena bakteri jamur dan virus atau juga karena ganguan aliran kelanjar meibom pada kelopak mata. Blefaritis memberikan gejala mata merah berair dan nyeri, rontok bulu mata.

Blefaritis sebenarnya bisa hilang tanpa pengobatan, prinsip utama pengobatan blefaritis adalah kebersihan kelopak mata untuk membantu mempercepat peneyembukan biasanya diberikan terapi khusus sesuai dengan penyebab blefaritis tersebut.