You are on page 1of 39

Identitas Pasien Nama Pasien : By Rosdiana Umur : 8 hari Jenis Kelamin : Pria Alamat : Dusun III Pagar Melintang

Lubur Tanggal Masuk : 09 Juli 2013

Anamnesis
Keluhan Utama: Tidak ada lubang anus sejak lahir Telaah: Pasien tidak ada lubang anus sejak lahir. Pasien lahir secara seksio sesaria, BBL 2500gr,anak ke-3, langsung menangis setelah lahir. Saat hamil usia ibu pasien 37 tahun. Sebelumnya,kedua anak dilahirkan…Pasien lahir cukup bulan. Ibu pasien melakukan pemeriksaan kehamilan/Antenatal Care (ANC) teratur dengan bidan.Riwayat pengambilan pil hormonal (-).Pasien diberikan susu formula, tidak ada muntahan air susu. Tidak dijumpai feses/lubang yang ada feses. BAK (+) N. RPT : RPO : -

Status Presens Sens: CM TD: - mmHg Nadi: 150 x/i Pernafasan: 32 x/i Suhu: 36,6 ͦ C Keadaan Umum: Sedang Keadaan Gizi: Sedang Berat Badan: 2500 kg Panjang Badan : 37 cm

Pemeriksaan Fisik
Kepala : Mata RC (+/+), pupil isokor, konjungtiva palpebra inferior pucat (-), sklera ikterik (-) ,anemis(-), cyanotic (-). Telinga/hidung/mulut: tidak ada kelainan. Leher : Pembesaran KGB (-) Toraks: Inspeksi: simetris Palpasi: SF ka=ki Perkusi: sonor ka=ki Auskultasi: SP: vesikuler, ST: -

Abdomen: Inspeksi: simetris, distensi (+) Palpasi: soepel(-), nyeri tekan (-) Perkusi: hipertimpani Auskultasi: peristaltik (+) N Genital: anal dimple(+) , fistel (-) Ekstremitas : pols 150x/i,reg, T/V cukup, akral hangat, CRT <3’’, Temp:36,6 oC

Diagnosis Atresia Ani Diagnosis Banding

Pengobatan IVFD D5% + 0,225 NaCL 0,9% (20gtt/i)

Rencana Babygram /Darah Lengkap/ HST/ KGD Sewaktu/ Elektrolit/RFT/LFT, Ekokardiografi

HASIL FOTO

Knee Chest Position : Jarak ujung rectum ke anal dimple > 1cm

Kesan : Atresia Ani letak tinggi

Knee Chest Position : Udara usus tidak sampai ke distal rektum. Tampak jarak antara udara usus ke udara distal > 1,5cm Kesan : Sesuai dengan gambaran Atresia Ani letak tinggi

Toraks PA :
Kepala : DBN Toraks : DBN

Abdomen : Tampak distribusi udara dalam usus tidak sampai ke rektum disertai sebagian dilatasi
Tidak tampak air fluid level atau free air Kesan : Menyokong suatu Meteorismus

HASIL EKOKARDIOGRAFI

Tanggal : 10 Juli 2013 Test Complete Blood Count Hemoglobin (Hb) Erytrocyte (RBC) 17.40 4.30 12.4 – 19.8 5.33 – 5.47 g% 106/mm3 Results Normal Value Unit

Leukocyte (WBC)
Hematocrite Trombocyte (PLT) MCV MCH MCHC RDW MPV

5.44
47.70 55 104.00 30.70 34.50 21.20 9.00

5.00 – 17.5
51 – 55 217 – 407 104 - 115 25 – 30 33 – 35 14.5 – 18.7 7.2 – 10.00

103/mm3
% 103/mm3 fL Pg g% % fL

PCT
PDW Neutrofil Limfosit Monosit Eosinophil Basophil Neutrophil absolute Limfosit absolute Monosit absolute Eosinophil absolute

0.06
14.5 36.60 17.00 5.30 0.40 0.200 4.17 0.03 0.31 0.02 37 - 80 20 – 40 2–8 1–6 0–1 5.5 – 18.3 2.8 – 9.3 0.5 – 1.7 0 .00– 0.70

%
fL % % % % % 103/µL 103/µL 103/µL 103/µL
3

Elektrolit Klorida (Cl) Magnesium (Mg) Imunoserologi TIROID T3 total T4 total TSH CRP Kualitatif Procalcitonin 1.13 2.63 14.770 Positif 0.31 <0.05 0.3 – 2 3 - 14 0.27 – 4.2 mg/ml mg/ml 134 1.90 96-106 mE/gl mE/gl

FAAL HEMOSTASIS PT+ INR WAKTU PROTROMBIN Kontrol Pasien INR APTT Kontrol Pasien Waktu Trombin Kontrol Pasien KIMIA KLINIK AGDA pH pCO2 pO2 Bikarbonat(HCO3) TotalCO2 Kelebihan Basa(BE) Saturasi O2 Hati Bilirubin Total Bilirubin Direk AST/SGOT AST/SGPT Albumin METABOLISMA KARBOHIDRAT Glukosa ad Random GINJAL Ureum Kreatinin Asam Urat ELEKROLIT Kalsium

12.80 18.2 1.47

Detik Detik

31.9 49.2
14.2 15.6

Detik detik
detik Detik

7.209 39.7 112.0 15.5 16.7 -11.7 96.60 8.70 0.38 45 14 2.4 138.30 11.00 0.67 4.1 5.9

7.35-7.45 38-42 85-100 22-26 19-25 (-2)-(+2) 95-100 <12 0.-0.2 <38 <41 2.8-4.4 <200 <50 0.24-0.85 <7.0 8.4-10.8

Tanggal: 7 Juli 2013 KIMIA KLINIK AGDA pH pCO2 pO2 Bikarbonat(HCO3) TotalCO2 Kelebihan Basa(BE) Saturasi O2 Hati Bilirubin Total Bilirubin Direk AST/SGOT AST/SGPT Albumin METABOLISMA KARBOHIDRAT Glukosa ad Random GINJAL 138.30 <200 8.70 0.38 45 14 2.4 <12 0.-0.2 <38 <41 2.8-4.4 7.20 39.7 112.0 15.5 16.7 -11.7 96.60 7.35-7.45 38-42 85-100 22-26 19-25 (-2)-(+2) 95-100

Ureum
Kreatinin Asam Urat ELEKROLIT Kalsium Natrium Kalium Phospor Klorida

11.00
0.67 4.1 5.9 137 3.1 5.4 114

<50
0.24-0.85 <7.0 8.4-10.8 135-155 3.6-5.5 5.0-9.6 46 - 106

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Tanggal : 07 Juli 2013 Test Complete Blood Count Hemoglobin (Hb) Erytrocyte (RBC) Leukocyte (WBC) Hematocrite Trombocyte (PLT) MCV MCH MCHC RDW Neutrofil Limfosit Monosit Eosinophil Basophil Neutrophil absolute Limfosit absolute Monosit absolute Eosinophil absolute Basophil absolute 20.40 5.10 7.73 54.40 81 105.70 40.00 37.50 20.00 75.50 18.00 5.20 0.30 0.400 5.54 1.44 0.40 0.02 0.03 12.4 – 19.8 5.33 – 5.47 6.00 – 17.5 51 - 55 217 - 407 104 - 115 25 – 30 33 – 35 14.5 – 18.7 37 - 80 20 – 40 2–8 1–6 0–1 5.5 – 18.3 2.8 – 9.3 0.5 – 1.7 0 .00– 0.70 0.1 – 0.2 g% 106/mm3 103/mm3 % 103/mm3 fL Pg g% % % % % % % 103/µL 103/µL 103/µL 103/µL 103/µL Results Normal Value Unit

Tanggal : 6 Juli 2013

FAAL HEMOSTASIS PT+ INR WAKTU PROTROMBIN Kontrol Pasien INR APTT Kontrol Pasien Waktu Trombin Kontrol Pasien Hati Albumin METABOLISMA KARBOHIDRAT Glukosa ad Random GINJAL Ureum Kreatinin ELEKROLIT Natrium Kalium Klorida

13.00 21.2 1.76 32.0 67.1 14.7 30.3 3.0 52.00 15.00 0.52 114 4.4 96

Detik Detik

Detik detik detik Detik 2.8-4.4 <200 <50 0.24-0.85 135-155 3.6-5.5 46 - 116

FOLLOW UP
10/07 – 12/07/2013

Tanggal 10/07/2013

S

O

A Post op colostomy ec atresia ani letak tinggi

P Inj. Ceftriaxone 140 mg /12j / IV Inj Metronidazole 21 mg / 12j /IV IVFD D5% NACl 0,225% (430cc) + D40% (70cc) + KCI 10 mEq + Ca glukonas = 15gtt/i Ivelip 20% 0,56cc/j Amino steril 6% 1,8cc/j Inj. Vit K 3g / IV selama 3 hari Diet sementara puasa

Demam (-), gerak Sens : CM, kurang aktif, HR : 144x/i, menangis lemah RR : 38 x/I, T : 37°C, desah (-), ronkhi (-), peristaltic (+), abdomen : soepel

Tanggal 11/07/2013

S

O

A Post op colostomy ec atresia ani letak tinggi

P Inj. Ceftriaxone 140mg /12j / IV Inj Metronidazole 21 mg / 12j /IV IVFD D5% NACl 0,225% (430cc) + D40% (70cc) + KCI 10 mEq + Ca glukonas = 15gtt/i Ivelip 20% 0,56cc/j Amino steril 6% 1,8cc/j Inj. Vit K 3g / IV selama 3 hari Diet sementara puasa

Sesak (-), demam Sens : CM, (-) HR : 140x/i, RR : 32 x/I, T : 37°C, desah (-), ronkhi (-), peristaltic (+), abdomen : soepel

Tanggal 12/07/2013

S

O

A Post op colostomy ec atresia ani letak tinggi

P Inj. Ceftriaxone 140mg /12j / IV Inj metronidazole 21 mg / 12j /IV IVFD D5% NACl 0,225% (430cc) + D40% (70cc) + KCI 10 mEq + Ca glukonas = 15gtt/i Ivelip 20% 0,56cc/j Amino steril 6% 1,8cc/j Inj. Vit K 3g / IV selama 3 hari Diet sementara puasa

Demam (-), gerak Sens : CM, kurang aktif, HR : 132x/i, menangis (+) RR : 32 x/I, T : 37°C, desah (), ronkhi (-), peristaltic (+), abdomen : soepel

TINJAUAN PUSTAKA

Latar Belakang
 Atresia ani adalah kelainan congenital yang sering dikenali sebagai anus imperforate meliputi anus, rektum atau keduanya.  Atresia ani atau anus imperforate adalah tidak terjadinya perforasi membran yang memisahkan bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna.  Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak berhubungan lansung dengan rektum.

EMBRIOLOGI

Foregut

• faring, sistem pernapasan bagian bawah,esofagus, lambung sebagian duodenum,hati dan sistem bilier serta pankreas

Midgut Hingut

• usus halus, sebagian duodenum,sekum, appendik, kolon ascendensampai pertengahan kolontransversum

• sepertiga distal dan kolon tranversum, kolon desenden, sigmoid, rektum, bagian atas kanalis ani.

Definisi
Atresia ani adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna, termasuk didalamnya agenesis ani, agenesis rektum dan atresia rektum. Insiden 1:5000 kelahiran yang dapat muncul sebagai sindroma VACTRERL (Vertebra, Anal, Cardial, Esofageal, Renal, Limb) (Faradilla, 2009).

Gagal bentuk septum urorektal Gangguan organogenenesis Sindroma Down

Putus sal. cerna

Etiologi

Kelainan bawaan yang lain

Kelainan sis.
pencernaan

Kelainan sistem
perkemihan

Kelaian tulang belakang

Sindrom vactrel

Fungsional

Tanpa anus tetapi dengan dekompresi adekuat traktus gastrointestinalis dicapai melalui saluran fistula eksterna. Tanpa anus dan tanpa fistula traktus yang tidak adekuat untuk jalan keluar tinja.

Klasifikasi
Letak

Anomali rendah

Anomali tinggi

Anomali intermediet

Penatalaksanaan
• Rendah : anoplasti • Tinggi : kolostomi - PSARP (Posterior Sagital Anorektoplasti)

Fistula: • rendah :
 laki-laki: anoplastik  wanita : “cutback” incision

• tinggi : kolostomi - PSARP

Komplikasi
Jangka Pendek • Infeksi saluran kemih yang berkepanjangan. • Obstruksi intestinal. • Kerusakan uretra akibat prosedur pembedahan. Jangka Panjang
• Eversi mukosa anal • Stenosis akibat kontraksi jaringan parut dari anastomosis. • Impaksi dan konstipasi akibat terjadi dilatasi sigmoid. • Masalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet training. • Inkontinensia akibat stenosis anal atau impaksi. • Fistula kambuh karena tegangan di area pembedahan dan infeksi.

Prognosis
Usia

Keadaan mental penderita

Pengendalian defekasi

Prognosis

Kekuatan kontraksi otot sfingter

Sensibilitas rektum

Gangguan pemisahan kloaka yang terjadi saat kehamilan.

Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur, sehingga bayi lahir tanpa lubang dubur.

Kesimpulan
Gangguan pertumbuhan, fusi atau pembentukan anus dari tonjolan embrionik. Kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan usia 12 minggu atau 3 bulan.