You are on page 1of 45

LAPORAN KASUS HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS

Disusun oleh: Nur Agami 111.0221.129 Moderator: dr.Adi Kusumadi Sp.A Pembimbing: dr. Martaviani B.Mkes,SpA KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN KESEHATAN ANAK PERIODE 12 AGUSTUS – 10 OKTOBER 2013 RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO FAKULTAS KEDOKTERAN UPN “ VETERAN “ JAKARTA

Identitas Pasien
• • • • • • • • Nama Pasien Jenis kelamin Tanggal lahir Umur Alamat Suku Bangsa Pendidikan Tanggal masuk : An. M : Laki-laki : 5 agustus 2013 : 9 hari : Asrama Yonarmed 7 bekasi : Jawa : Belum sekolah : 14 Agustus 2013

Identitas Orang Tua
Data Orang Tua Nama Umur Perkawinan ke Umur saat menikah Pendidikan Pekerjaan Ayah Tn. R 39 tahun Pertama 28 S1 TNI Ibu Ny. Y 35 tahun Pertama 25 S1 Ibu rumah tangga

Pangkat
Agama Suku Bangsa

Letkol
Islam Jawa/Indonesia

Islam Jawa/Indonesia

• Anamnesis Dilakukan alloanamnesis pada tanggal 14 Agustus 2013 kepada ibu pasien • Keluhan Utama Tubuh terlihat kuning • Keluhan Tambahan Nafsu makan menurun

Pada usia 7 hari kuningnya terlihat lebih jelas. dada.3 hari SMRS nafsunya makannya menurun. usia 9 hari ke poli Rumah Sakit Gatot Subroto. Ibu juga menyangkal pemberian obat-obatan dan transfusi darah pada anaknya. mual. M. fekuensi BAKnya± 6 kali sehari berwarna kuning jernih. Orangtua pasien mengatakan 5 hari setelah dilahirkan pasien terlihat kuning. sesak nafas disangkal oleh ibu pasien.• Riwayat Penyakit Sekarang • Pasien An. frekuensi BABnya ±4kali sehari berwarna kuning. • Ibu pasien juga mengatakan pada saat lahir pasien diberikan ASI dan tidak minum susu formula. Demam. perut dan ekstremitas pasien. muntah. Buang air besar pasien juga tidak ada masalah. Buang air kecil tidak ada masalah. minum asinya berkurang. . awalnya kuningnya terlihat pada bagian mata lalu menjalar ke leher. namun dihiraukan orangtuanya.

tidak pernah merokok dan minum-minuman alkohol. setiap 2 minggu sekali pada Trimester II dan III.• Penyakit sebelumnya yang ada hubungannya dengan penyakit sekarang Tidak ada • Riwayat penyakit dalam Orang tua dan kakak pasien tidak ada yang mengalami gejala serupa. • Riwayat Kehamilan Pasien merupakan anak kelima dari lima bersaudara. . Ibu tidak punya riwayat sakit DM selama kehamilan. Kontrol kehamilan teratur setiap bulan pada Trimester I. Selama kehamilan ibu tidak pernah sakit berat. tidak pernah menkonsumsi obat-obatan selain vitamin kehamilan. dua saudaranya meninggal karena abortus.

Apgar score 8/9. spontan dengan berat badan lahir : 3100 gram . cacat tidak ada.50 WIB dirumah Sakit Gatot Subroto dengan cara persalinan secara cesar atas indikasi BSC 2x. anus ada. ketuban berwarna jernih. lilitan tali pusat tidak ada. lahir hidup pada tanggal 5 agustus 2013 pukul 12. panjang badan lahir : 50 cm.Riwayat kelahiran • Pasien laki-laki. hamil 40 minggu. . G5P2A2. tidak ada ketuban pecah dini.

• Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan • Pertumbuhan gigi I : Belum tumbuh (Normal: 5-9 bulan) • Psikomotor – Tengkurap : Belum bisa (Normal: 3-4 bulan) – Duduk : Belum bisa (Normal: 6-9 bulan) – Berdiri : Belum bisa (Normal: 9-12 bulan) – Berjalan : Belum bisa (Normal: 13 bulan) – Bicara : Belum bisa (Normal: 9-12 bulan) – Membaca dan menulis : Belum bisa • Kesan : Perkembangan anak sesuai dengan usia .

tetapi sejak dirawat pasien diberikan tambahan susu formula. Batas 1 tahun Jenis Makanan Nasi Sayuran Daging Telur Ikan Tahu Tempe Susu Frekuensi Nan HA 60-70 cc 8x Kesan : pasien mendapatkan ASI dari ibunya.Riwayat makan Umur (Bln) 0-2 2-4 4-6 6-8 ASI/PASI ASI+Susu formula Buah Biskuit Bubur Susu Nasi Tim - 8-10 10-12 - - - - - Kesulitan makan : Tidak ada Kesimpulan Riwayat Makanan : pasien tidak mendapatkan ASI Eksklusif dari ibu nya tetapi sejak dirawat mendapatkan susu formula. .

Riwayat keluarga No.Riwayat imunisasi Jenis Imunisasi BCG DPT Polio Campak Hepatitis B I 0 bulan 0 bulan II III IV - Ulangan - Kesimpulan: imunisasi saat lahir lengkap. Tgl lahir Kelamin Hidup Lahir Abortus Mati/sebab Keterangan (umur) 1 2 3 4 5 mati Perempuan Perempuan Laki-laki    10 tahun 4 tahun 9 hari   Meninggal Meninggal Sehat Sehat Sehat .

sumber air menggunakan PAM. Asrama tempat tinggal pasien merupakan rumah yang padat penduduk dan bersih. . • Status Rumah Tinggal Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya di Asrama yang terdiri dari 4 kamar tidur. ruang tamu. tidak terlalu terang. dapur dan kamar mandi.• Anggota Keluarga Lain yang serumah Tidak ada • Masalah Dalam Keluarga Tidak ada. penerangan yang cukup . Rumah tersebut memiliki ventilasi yang cukup. jamban jongkok. • Kesan :Kesehatan lingkungan tempat tinggal pasien cukup baik.

isi cukup : 40 kali/menit.8 oC (peraxilla) . irama teratur.PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan di Ruang Perawatan Bayi pukul 15. kuat angkat. tidak menanggis • Keadaan umum : compos mentis • Data Antropometri • Berat badan sekarang : 2900 kg • Berat badan sblm sakit : 3100 kg • Tinggi badan : 50 cm • Lingkaran kepala : 34cm • Lingkaran dada : 33cm • Lingkaran lengan atas : 28 cm Tanda-tanda vital : • Frekuensi Nadi • Frekuensi Nafas • Suhu : 140 kali/menit.00 perawatan hari ke – 1 • Kesadaran : tenang. teratur : 36.

regular. Murmur (-) • Paru : SD vesikuler. Wheezing (-) • Abdomen: Bising usus (-). Gallop (-).• Kepala : Normocephal • Leher : Tidak terdapat pembesaran KGB • Jantung : BJ I > II. • Hepar & lien : TAK • Ekstemitas: Akral hangat. edema (-). Nyeri Tekan (-). Rhonki (-). sianosis (-) • Kulit:kremer IV-V .

Cara Kremer Zona Serum Bilirubin (mg%)   1 5.6 .0 2 9.0 3 11.4 4 12.4 5 16.

• Berdasarkan GrafikBallard dengan menilai kematangan fisik dan neuromuskular. telinga kaku : 4 • Genital : labia mayora menutup klitoris dan labia minor : 4 Maturitas Neuromuscular • Sikap tubuh : 3 • Jendela pergelangan : 3 • Rekoil lengan : 3 • Sudut popliteal : 3 • Tanda selempang : 3 • Tumit ke kuping : 3 • Total score : 40 → Tingkat maturitas 40 minggu (Neonatus Cukup Bulan) . vena jarang : 4 • Lanugo : sebagian besar tanpa lanugo : 4 • Permukaan plantar : garis kaki sampai 2/3 anterior : 3 • Payudara : areola menimbul. benjolan 2-3 mm : 3 • Mata/telinga : tulang rawan cukup tebal. pucat dan retak. Maturitas fisik • Kulit : bercak-bercak. masa gestasi sesuai dengan kehamilan 40 minggu (Neonatus Cukup Bulan).

.

.

BerdasarkanGrafik Dubowitz Kriteria Fisik Luar : • Edema : Tanpa udema :2 • Jaringan kulit : Tebal.0 cm: 3 • Bentuk kuping : Pelipatan yang jelas pada semua pinna bagian atas : 3 • Elastisitas kuping : Pinna keras tulang rawan pada pinggiran :3 • Genitalia wanita : Labia mayora menutupi labia minora secara penuh : 2 .75cm :3 • Besarnya mammae :Jaringan mammae pada dua pihak diameter > 1. bibir.pinggir terangkat diameter >0. kering. telapak tangan dan telapak kaki :3 • Opasitasnya : Beberapa pembuluh darah besar samar terlihat pada dinding abdomen :3 • Lanugo : Terdapat sedikit lanugo dan daerah tidak berambut :3 • Garis telapak kaki : lebih dari 1/3 anteroir :3 • Perkembangan puting : Areola berbintik. pecahan superfisial&dalam :4 • Warna kulit : Pucat. hanya merah muda pada telinga.

Kriteria Dubowitz • Sikap : 3 • Jendela sendi pergelangan : 3 • Dorsofleksi kaki : 3 • Rekoil lengan : 2 • Rekoil tungkai : 2 • Sudut popliteal : 2 • Gerakan tumit ke kuping : 2 • Tanda skarf : 2 • Tonus otot leher : 2 • Suspensi Ventral : 2 Skor total : 55 SMK (Sesuai masa kehamilan 40 minggu) • Berdasarkan grafik Lubchenco. pasien dengan berat badan 3100 dan umur kehamilan 40 minggu. Pasien berada diantara persentil 10 dan persentil 90 → termasuk bayi SMK (Sesuai Masa Kehamilan). .

3 mg/dl <1.5 mg/dl <0.37 9.1 mg/dl    Bilirubin total Bilirubin direk Bilirubin indirek 17.98 .Pemeriksaan penunjang Jenis Pemeriksaan Hasil Keterangan 14 agustus 2013 16 agustus 2013 Hematologi Golongan darah Rhesus Kimia klinik B Positif <1.35 1.34 11.

. rhesus (+). dengan rhesus (+) Pada orangtua pasien golongan darah ibu AB.• Pada pemeriksaan golongan darah pasien : golongan darah B. golongan darah ayah O rhesus (+).

. golongan darah anak B. jantung dan paru masih dalam batas normal. kuat angkat. Pernapasan 40 kali per menit. tidak adanya edema ataupun sianosis. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil adanya peningkatan kadar bilirubin sekitar 17. usia 9 hari ke poli Rumah Sakit Gatot Subroto. Buang air besar pasien berwarna kuning.34 mg/dl. nadi 140 kali/menit. kesadaran compos mentis. Rhesus (+). isi cukup. Pemeriksaan abdomen dengan mempalpasi didapatkan tidak adanya pembesaran limpa dan pembesaran hati. M. teratur.Resume Pasien An. Ekstremitas didapatkan akral hangat. Orangtua pasien mengatakan 5 hari setelah dilahirkan pasien terlihat kuning. irama teratur. Hasil pemeriksaan THT. Dari pemeriksaan fisik didapatkan anak tampak sakit sedang. Kremer IV-V. minum asinya berkurang. 3 hari SMRS nafsunya makannya menurun. dari hasil pemeriksaan mata konjungtiva anemis (-/-) serta sklera ikterik (+/+).

Diagnosa kerja • NCB-SMK • Hiperbilirubinemia ec breast milk jundice Diagnosa Banding • Hiperbilirubinemia ec G6PD • Ikterus Obstruktif • Infeksi neonatorum .

Rencana pemeriksaan Pemeriksaan kadar bilirubin berkala Pemeriksaan darah tepi lengkap Pemeriksaan enzim G6PD Penatalaksanaan Foto terapi 2 lampu ASI / Nan Ha 8x 70-80 cc Kebutuhan cairan 150 cc/kgbb/hari+20% = 450cc +90cc =540 cc/hari. .

Prognosis • Qua ad vitam : dubia ad bonam • Qua ad fuctionam : dubia ad bonam • Qua ad sanationam : dubia ad bonam .

BAB (+).Tanggal 14 agustus 2013 Hari perawatan ke I S Tanggal 15 agustus 2013 Hari perawatan ke II Kuning (+) Berkurang . sclera ikterik +/+ Telinga : liang telinga lapang. Hidung : sekret (-). demam (-). sekret -/-. sclera ikterik +/+ Tanda-tanda vital : HR: 124 x/menit Suhu : 36.0 0C RR : 44 x/menit Mata : Konjungtiva anemis -/-. CRT < 2” Kramer : II-III : Pembesaran KGB (-) A P Hiperbilirubinemia ec breast milk jundice -Foto terapi 2 lampu - Hiperbilirubinemia ec breast milk jundice Foto terapi 2 lampu . demam (-). supel. lien tidak teraba. hepar tidak teraba. gallop (-). Wheezing(-). Wheezing(-). NCH (-) Mulut: mukosa bibir lembab Leher Thorax : BJ I-II regular. CRT < 2” Kramer :IV-V : Pembesaran KGB (-) Telinga : liang telinga lapang. sekret -/Hidung : sekret (-). Kuning (+) Berkurang . SN Vesikuler. Rhonki (-). murmur (-). kembung (-). hepar tidak teraba. BAK (+) KU/Kes : Tampak sakit sedang/Composmentis Status mental : Tenang O KU/Kes:Tampak sakit sedang/Composmentis Status mental : tenang Tanda-tanda vital : HR: 140x/menit Suhu : 37. lien tidak teraba. Rhonki (-). Abdomen : datar. Ekstremitas : Akral hangat. SN Vesikuler.6 0C RR : 42 x/menit Mata : Konjungtiva anemis -/-. murmur (-). Abdomen : datar. muntah (-). NCH (-) Mulut: mukosa bibir lembab Leher Thorax : BJ I-II regular. BAB BAK (+) (+). supel. gallop (-). kembung (-). muntah (-). Ekstremitas : Akral hangat.

demam (-). Ekstremitas : Akral hangat.o) Becombion 1x3 tts (p. muntah (-). lien tidak teraba. BAB (+). NCH (-) Mulut: mukosa bibir lembab Leher : Pembesaran KGB (-) Thorax : BJ I-II regular.3 0C RR : 40 x/menit Mata : Konjungtiva anemis -/-. CRT < 2” Kramer : Hiperbilirubinemia ec breast milk jundice ASI Na Ha ad libitom Foto terapi 1 lampu Vit. Hidung : sekret (-). sekret -/-.E 1 x 1/10 tab (p. Wheezing(-). sclera ikterik -/Telinga : liang telinga lapang.Tanggal 16 agustus 2013 Hari perawatan ke III Kuning (-). kembung (-). SN Vesikuler. gallop (-). supel.o) . Rhonki (-). Abdomen : datar. BAK (+) KU/Kes : Tampak sakit sedang/Composmentis Status mental : Tenang Tanda-tanda vital : HR: 130 x/menit Suhu : 36. murmur (-). hepar tidak teraba.

DAFTAR PUSTAKA Hiperbilirubinemia adalah terjadinya peningkatan kadar plasma bilirubin standar deviasi atau lebih dari kadar yang diharapkan berdasarkan umur bayi atau lebih dari persentil 90. .

kloramfenikol.FAKTOR RESIKO MATERNAL ① Komplikasi kehamilan (DM. sulfisoxazol) ⑤ Rendahnya asupan ASI ⑥ Hipoglikemia ⑦ Hipoalbuminemia NEONATUS . ekimosis)  Infeksi (bakteri. benzyl-alkohol. inkompatibilitas ABO dan Rh) ② ASI PERINATAL  Trauma lahir (sefalhematom. protozoa) ① Prematuritas ② Faktor genetik ③ Polisitemia ④ Obat (streptomisin. virus.

Penatalaksanaan • Strategi pencegahan. penggunaan farmakologi • Terapi Sinar • Transfusi tukar .

> 10 mg/dL (kurang bulan) • Proses hemolisis ( adanya ikterus pada hari 1) • Bayi yg akan dilakukan transfusi tukar .Indikasi terapi sinar : • Bilirubin indirek >12 mg/dL (cukup bulan).

Indikasi Transfusi tukar : • Hiperbilirubinemia • Hemolitic disease of the newborn • Sepsis neonatal • Pembekuan intravaskular menyuleruh • Asidosis serta gangguan cairan & elektrolit .

Pada bayi baru lahir. • Kadar bilirubin direk > 2 mg/dL. ikterus yang terjadi pada umumnya adalah fisiologis. • Peningkatan bilirubin > 5 mg/dL/24 jam. • Terdapat faktor risiko. kecuali: • Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan. • Ikterus menetap pada usia >2 minggu. . • Bilirubin total/indirek untuk bayi cukup bulan > 13 mg/dL atau bayi kurang bulan >10 mg/dL.

Menyusui yang sering dengan waktu yang singkat lebih efektif dibandingkan dengan menyusui yang lama dengan frekuansi yang jarang walaupun total waktu yang diberikan adalah sama • Tidak dianjurkan pemberian air. Pertimbangkan untuk merangsang pengeluaran jika feses tidak keluar dalam waktu 24 jam • Segera mulai menyusui dan beri sesering mungkin. • Observasi berat badan.Pengelolaan bayi dengan ikterus Pengelolaan bayi ikterus yang mendapat ASI Pengelolaan ikterus dini (early jaundice) pada bayi yang mendapat ASI • Observasi semua feses awal bayi. bak dan bab yang berhubungan dengan pola menyusui . dekstrosa atau formula penganti.

rangsang pengeluaran/ produksi ASI dengan cara memompa. .• Ketika kadar bilirubin mencapai 15 mg/dL. sehingga penghentian menyusui sebagai suatu upaya hanya diindikasikan jika ikterus menetap lebih dari 6 hari atau meningkat di atas 20 mg/dL atau ibu memiliki riwayat bayi sebelumnya terkena kuning. dan menggunakan protocol penggunaan fototerapi yang dikeluarkan AAP • Tidak terdapat bukti bahwa early jaundice berhubungan dengan abnormalitas ASI. tingkatkan pemberian minum.

FOTOTERAPI .

• Bila kosentrasi bilirubin tidak menurun atau cenderung naik pada bayi-bayi yang mendapat foto terapi intensif.• Foto terapi intensif adalah fototerapi dengan menggunakan sinar blue-green spectrum (panjang gelombang 430-490 nm) dengan kekuatan paling kurang 30 uW/cm: (diperiksa dengan radiometer. atau diperkirakan dengan menempatkan bayi langsung di bawah sumber sinar dan kulit bayi yang terpajan lebih luas). • . kemungkinan besar terjadi proses hemolisis.

dan maturitas fisik neuromuscular maka diagnosa Neonatus cukup bulan – sesuai masa kehamilan ditegakkan dengan menggunakan grafik Lubchenco. pemeriksaan fisik.ANALISA KASUS • Neonatus Cukup Bulan – Sesuai Masa Kehamilan Diagnosa ini ditegakkan berdasarkan anamnesa. PBL: 50 cm. maka bayi ini disebut sesuai masa kehamilan karena berat badannya terletak diantara persentil 10 dan 90. Dikatakan pasien ini neonatus cukup bulan karena umur kehamilannya 40 minggu. BBL: 3100 gram. Dan berdasarkan kurva yang memperlihatkan hubungan antara berat badan dan masa gestasi. .

. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik didapat pada usia 5 hari setelah dilahirkan. leher.perut. dan ekstremitas pasien ( Kremer IV-V). dada. kulit bayi tampak kuning mulai dari mata. hiperbilirubinemia ditegakkan berdasarkan anamnesis. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.• Hiperbilirubin Pada pasien ini.

5 mg/dl untuk neonatus cukup bulan dan kadar bilirubin diatas 10 mg/dl untuk neontus Kurang bulan sehingga disebut hiperbilirubinemia.• • • • • Menurut kepustakaan bahwa ikterus yang timbul pada 24 jam pertama merupakan ikterus patologis karena memiliki kadar bilirubin diatas 12. Hiperbilirubinemia yang timbul pada akhir minggu pertama dan selanjutnya menurut besarnya kemungkinan disebabkan oleh: Biasanya karena obstruksi Hipotiroidisme Breast Milk Jaundice Infeksi Neonatal hepatitis dan lain-lain .

maka ikterus akan menghilang dalam 3-10 minggu. dapat terjadi ikterik yang berkepanjangan. . Pemberian ASI dengan frekuensi sering 10x dalam 24 jam dan pemberian ASI pada malam hari dapat mengurangi resiko Breast Milk Jaundice. Hal ini dapat terjadi dicurigai karena terdapat glukoronidase pada ASI. Namun. bila pemberian ASI tetap dilanjutkan. Menurut kepustakaan pada sebagian bayi yang mendapat ASI ekslusif. Peningkatan serum bilirubin indirek maksimal 10-30 mg/dl. biasanya mulai hari ke7 dan bertahan hingga 2-3 minggu kehidupan.• Pada pasien ini kemungkinan terjadinya hiperbilirubinemia disebabkan oleh Breast Milk Jaundice. karena pasien sejak hari pertama lahir minum ASI dan tidak minum susu formula.

.• Pada pasien ini BAB & BAKnya baik .dan frekuensi BAKnya ±7kali berwarna kuning .Mual & muntah juga tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat obstruksi pada saluran pencernaanya. frekuensi BABnya ±4kali sehari berwarna kuning.

• Infeksi. menurut kepustakaan adanya infeksi dapat menyebabkan kerusakan hati dengan invasi langsung ke hepatosid atau tidak langsung melalui produksi toksin sehingga ikterus yang terjadi dapat disebabkan karena infeksi. . Dugaan adanya infeksi perinatal dapat dipikirkan . Namun pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan CRP sehingga hal ini mungkin saja dapat terjadi.

untuk memastikannya dapat kita lakukan pemeriksaan penunjang. Sehingga dapat disingkirkan. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan seperti pemeriksaan hepar dan lien tidak teraba. .• Hepatitis neonatal.

34 mg/dl. .• Tatalaksana pada kasus ini sesuai dengan kepustakaan yaitu dengan pemberian terapi sinar. sesuai dengan indikasi pada bayi yaitu gejala klinis kuning kramer IV-V dengan kadar bilirubin 17.