Sanitasi Tempat-tempat Umum

Disusun oleh : Anan Lamus I (05) Dwi ariyani (15) Ika Dian M (25) Putri Marga W (35) Siti Nurul H (45)

Pengertian
Sanitasi menurut WHO, ialah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempunyai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup Jadi sanitasi tempat-tempat umum adalah suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah kerugian akibat dari tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit. Untuk mencegah akibat yang timbul dari tempat-tempat umum.

Tujuan
• Untuk memantau sanitasi tempat-tempat umum secara berkala. • Untuk membina dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di tempat-tempat umum.

Manfaat
• Mencegah penyakit menular. • Mencegah kecelakaan. • Mencegah timbulnya bau tidak sedap. • Menghindari pencemaran. • Mengurangi jumlah (presentase sakit). • Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.

Peran
Peran sanitasi tempat-tempat umum dalam kesehatan masyarakat adalah usaha untuk menjamin : 1. Kondisi fisik lingkungan TTU yang memenuhi syarat :
Kualitas kesehatan. Kualitas sanitasi.

2. Psikologis bagi masyarakat :
Rasa keamanan (security) Kenyamanan (confortmity) Ketenangan (safety)

Ruang lingkup Secara spesifik ada beberapa ruang lingkup sanitasi tempat-tempat umum, yaitu:  Penyediaan air minum (Water Supply),  Pengelolaan sampah padat, air kotor, dan kotoran manusia (wastes disposal meliputi sawage, refuse, dan excreta),  Hygiene dan sanitasi makanan (Food Hygiene and Sanitation),  Perumahan dan kontruksi bangunan (Housing and Contruction),  Pengawasan vektor (Vektor Control),  Pengawasan pencemaran fisik (Physical Pollution), dan  Hygiene dan sanitasi industri (Industrial Hygiene and Sanitation). Jenis-jenis tempat umum Ada beberapa jenis-jenis tempat umum, antara lain: 1. Hotel 2. Kolam renang 3. Pasar 4. Salon 5. Panti Pijat 6. Tempat wisata 7. Terminal 8. Tempat ibadah, dsb

Syarat
Syarat-syarat dari sanitasi tempat-tempat umum, yaitu:  Diperuntukkan bagi masyarakat umum.  Harus ada gedung dan tempat yang permanent.  Harus ada aktivitas (pengusaha / pengelola, pegawai, pengunjung).  Harus ada fasilitas :  Fasilitas kerja pengelola.  Fasilitas sanitasi, seperti penyediaan air bersih, bak sampah, WC/ Urinoir, kamar mandi, pembuangan limbah.

Aspek
 Aspek penting dalam penyelenggaraan sanitasi tempat-tempat umum yaitu:  Aspek teknis/hukum (persyaratan Hygiene dan Sanitasi, peraturan dan perundang-undangan sanitasi).  Aspek sosial, yang meliputi pengetahuan tentang : kebiasan hidup, adat istiadat, kebudayaan, keadaan ekonomi, kepercayaan, komunikasi,dll.  Aspek administrasi dan manegement, yang meliputi penguasaan pengetahuan tentang cara pengelolaan STTU yang meliputi: Man, Money, Method, Material, dan Machine.

Langkah-langkah Melakukan STTU
• Pemetaan (monitoring) • Inspeksi sanitasi • Penyuluhan

Undang-undang
Hukum yang mendasari nilai ambang batas (NAB),yaitu: 1. UU No.23 thn 1992 tentang Kesehatan. 2. UU No.11 thn 1962 tentang Hygiene untuk usaha bagi umum. 3. UU No. 2 thn 1966 tentang Hygiene. 4. Permenkes No. 06/menkes/per/I/1990 tentang pesyaratan kesehatan kolam renang dan pemandian umum. 5. Pemerkes No.80/menkes/II/1990 tentang persyaratan kesehatan hotel. 6. Peraturan daerah yang mengatur kegiatan-kegiatan usaha bagi umum.