MORBILI (CAMPAK

)

Ario Kadar Suryo William

Definisi

Penyakit infeksi virus akut, menular yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu stadium prodormal ( kataral ), stadium erupsi dan stadium konvalisensi, yang dimanifestasikan dengan demam, konjungtivitis dan bercak koplik.

Didalamnya terdiri dari nukleokapsid yang berbentuk .Etiologi      Virus campak termasuk dalam paramyxovirus. genus morbilivirus Merupakan virus RNA yang berselubung Berbentuk bulat dengan tepi yang kasar Dibungkus oleh selubung luar yg terdiri dari protein dan lemak.

 .Epidemiologi Biasanya penyakit ini timbul pada masa anak dan kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup.  Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah umur tersebut kekebalan akan menurun sehingga si bayi dapat menderita morbili.

Virus campak Melalui droplet Virus Masuk kelimfatik lokal KGB regional Virus memperbanyak diri dan masuk ke organ secara hematogen Saluran cerna Saluran nafas Konjungtiva Kulit .

.

dan konjungtivitis (3C).pada mukosa pipi muncul lesi berwarna putih yg merupakan tanda diagnostik dini penyakit campak yang disebut bercak koplik  Bercak ini muncul dan menghilang dengan cepat biasanya 12-18 jam . lemas disertai batuk.Manifestasi klinis   1. gejala prodormal berakhir 3-5 hari. coryza.  Selama periode ini. Masa inkubasi sekitar 10-14 hari Ditandai dengan 3 stadium : Stadium Kataral (Prodormal)  Gejala prodormal penyakit ini adalah demam ringan sampai sedang.

sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema..BERCAK KOPLIK Pada mukosa pipi yang berhadapan dg molar bawah tetapi dapat menyebar secara tidak teratur pada mukosa bukal yg lain berwarna putih kelabu. .

2. Mula-mula eritema timbul dibelakang telinga. Timbul enantema atau titik merah di palatum durum dan palatum mole. di bagian atas lateral tengkuk. Kadangkadang terlihat pula bercak koplik. Stadium erupsi • Koriza dan batuk-batuk bertambah. Kadang-kadang terdapat perdarahan ringan pada kulit. sepanjang rambut dan bagian belakang bawah. • .

Terdapat pula sedikit splenomegali. Tidak jarang disertai diare dan muntah. muka bengkak. mulut. Variasi dari morbili yang biasa ini adalah “black measles”.• Rasa gatal. Ruam mencapai anggota bawah pada hari ke 3 dan akan menghilang dengan urutan seperti terjadinya.. yaitu morbili yang disertai perdarahan pada kulit. • . hidung dan traktus digestivus. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di sudut mandibula dan di daerah leher belakang.

.

Stadium konvalesensi    Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi) yang lama-kelamaan akan hilang sendiri. Suhu menurun sampai menjadi normal kecuali bila ada komplikasi . Selain hiperpigmentasi ditemukan pula kulit yang bersisik.3.

5. Anak dengan panas 3-5 hari (biasanya tinggi. Mata merah. petekie. fotofobia. 3. menambah kecurigaan. mendadak). batuk. Anak resiko tinggi adalah bila kontak dengan penderita morbili (1 atau 2 minggu sebelumnya) dan belum pernah vaksinasi campak. .DIAGNOSIS  Anamnesis 1. ekimosis. 4. pilek harus dicurigai atau di diagnosis banding morbili. 2. Dapat disertai dengan gejala perdarahan (pada kasus yang berat) : epistaksis. Dapat disertai diare dan muntah.

muka. Pada stadium erupsi timbul ruam (rash) yang khas : ruam makulopapular yang munculnya mulai dari belakang telinga. Pada umunya anak tampak lemah. 3. Pemeriksaan fisik 1. 4. mengikuti pertumbuhan rambut di dahi. Pada stadium kataral manifestasi yang tampak mungkin hanya demam (biasanya tinggi) dan tanda-tanda nasofaringitis dan konjungtivitis. dan kemudian seluruh tubuh. . 2. Koplik spot pada hari ke 2-3 panas (akhir stadium kataral).

Natural history of Measles Alan R Tumbelaka .

Natural history of the diseases .

Meningokoksemia .Diagnosis Banding .Infeksi Ricketsia .Eksantema subitum/Rubeola infantum .German Measles (Rubella) .

KOMPLIKASI     Perluasan peradangan karena virus Infeksi lanjutan karena bakteri Kombinasi keduanya Jangka pendek :  Otitis media. encephalitis  Jangka panjang :  SSPE (Sub Sclerosing Pan Encephalitis)  Protein calori malnutrition  Aktivasi Koch Pulmonum . pnemonia. laryngitis. laringotracheitis.

 Komplikasi lain :  Perdarahan kehamilan  keguguran  Ulcus kornea  Mencret  Infeksi kulit  Pada .

suplemen nutrisi.Dirawat di ruang isolasi . antipiretik.Pengobatan Pengobatan bersifat suportif (pemberian cairan yang cukup. Pengobatan tanpa komplikasi .Vitamin A 100 000 IU / hari . antikonvulsi jika kejang. protein dan kalori . Antibiotik jika terjadi infeksi sekunder.Tirah baring .Diet cukup cairan. dan pemberian vitamin A ) 1.

Oksigen. dan memperbaiki keadaan umum Monitoring : . sedativum. obat batuk.2. dexamethasone. Enteritis : koreksi dehidrasi Simptomatik : antipiretik. b.campak dengan BrPn dan gizi kurang pantau terhadap adanya infeksi TB laten .Pantau tumbuh kembang . Ensefalopati : Kloramfenikol dan ampisillin. Bronkopneumonia : Kloramfenikol dan ampisilin. koreksi analisis gas darah dan elektrolit c.Pantau keadaan gizi . Pengobatan dengan komplikasi a.

Prognoisis & Pencegahan Baik. tidak menderita penyakit kronis dan tidak ada komplikasi Imunisasi aktif : campak dan MMR Imunisasi pasif : Normal Human imunoglobulin (NHIG) 0. pada anak dengan Ku baik.25 ml/KgBB .

   TERIMAKASIH    .

Related Interests