You are on page 1of 42

PSIKIATRI GERIATRI

I. G. B. INDRO N, dr.SpKJ

Psikiatri Geriatri
 Geras : usia lanjut  Iatros : obat/dokter  Geriatri : terapi medis atau penyembuhan untuk lanjut usia  Psikiatri Geriatri : cabang kedokteran yang memperhatikan pencegahan,diagnosis, dan terapi gangguan fisik dan psikologis pada lanjut usia

Faktor Penyulit
 Penyakit dan gangguan medis kronik yang menyertai  Pemakaian banyak obat-obatan  Peningkatan kerentanan terhadap gangguan kognitif

GERONTOLOGI
 ILMU YANG MEMPELAJARI PROSES PENUAAN  MENURUT WHO BATAS UMUR TUA ADALAH 65 TAHUN  PENUAAN TERDIRI DARI: PENUAAN NORMAL (SENESCENCE) PENUAAN PATOLOGIS (SENILITAS)
Ibrahim Nuhriawangsa

KEMIH DAN KELAMIN.PROSES PENUAAN NORMAL  PENURUNAN SELURUH FUNGSI TUBUH (KARDIOVASKULAR. ENDOKRIN DAN SISTEM IMUN) YANG BERJALAN SECARA BERTAHAP  MENURUNNYA PROSES MENTAL DENGAN KESULITAN DALAM REGISTRASI (MEMASUKKAN BAHAN BARU KE DALAM INGATAN) TANPA MENGGANGGU FUNGSI SEHARI-HARI DALAM BIDANG SOSIAL MAUPUN PEKERJAAN . PERNAFASAN.

PERSEPSI MOTORIK.PROSES PENUAAN NORMAL  FUNGSI KOGNITIF. PENALARAN. YAITU WAKTU PENYELESAIANNYA YANG MENJADI LEBIH LAMA . BELAJAR DAN MENGINGAT AKAN MENGALAMI PENURUNAN DIBANDING SEBELUMNYA. PERHATIAN PENGGUNAAN BAHASA. INTELEGENSIA. PEMAHAMAN.

AKAN MAMPU BERBUAT LEBIH BANYAK. TETAPI DAPAT JUGA BERFIKIR KREATIF.PROSES PENUAAN NORMAL  MEREKA YANG MENJADI TUA YANG SEHAT. MELAKUKAN HUBUNGAN CINTA KASIH SERTA PERANAN PENTING DI MASYARAKAT . TIDAK HANYA MENGURUSI DIRI SENDIRI.

FAKTOR YANG MENINGKATKAN JUMLAH USIA LANJUT  ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANAK <  PRAKTEK OBSTETRIK DAN PENGASUHAN ANAK > BAIK  FREKUENSI PENYAKIT INFEKSI < DAN DITEMUKANNYA ANTIBIOTIK  PERBAIKAN TEKNIK DIAGNOSTIK DAN TERAPI  PERBAIKAN DI BIDANG NUTRISI  PERKEMBANGAN IMUNISASI YANG LEBIH BAIK  PERKEMBANGAN TEKNIK .TEKNIK REHABILITASI .TEKNIK PENCEGAHAN PENYAKIT SECARA UMUM  PERBAIKAN DALAM TEKNIK .

HUBUNGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN MENINGKATNYA USIA LANJUT KEMAJUAN DI BIDANG TEKNOLOGI KEMAJUAN DI BIDANG KEDOKTERAN ALAT DIAGNOSTIK + OBAT-OBATAN MENURUNNYA ANGKA KEMATIAN BAYI + ANAK-ANAK MENINGKATKAN HARAPAN HIDUP INDIVIDU PREVENTIF KURATIF REHABILITASI USIA LANJUT SEHAT JUMLAH USIA LANJUT MENINGKAT USIA LANJUT SAKIT .

ANEMIA Ibrahim Nuhriawangsa . GINJAL DAN LIVER  ARTRITIS  PENYAKIT TIROID. MALNUTRISI.GEJALA PSIKIATRIK YG BERHUBUNGAN DG GANGGUAN MEDIK  PENYAKIT SEREBROVASKULAR  PENYAKIT KARDIOVASKULAR  PENYAKIT KRONIK DARI PARU.

perlu ketelitian dan kehati-hatian  Pasien diperiksa sendirian (utk mempertahankan privasi hubungan dokter dan pasien. . riwayat psikiatrik harus didapatkan dari anggota keluarga atau caregiver. menggali pikiran bunuh diri atau gagasan paranoid)  Jika pasien mengalami gangguan kognitif.Pemeriksaan Psikiatrik Lansia  Secara umum sama dg pemeriksaan pd dewasa.

penyalahgunaan zat.kejang. gangguan penglihatan & pendengaran.Riwayat Psikiatrik  Identifikasi awal (nama. termasuk obat bebas)  Riwayat anak & remaja (kepribadian & mekanisme pertahanan)  Riwayat keluarga (Alzheimer)  Riwayat perkawinan  Riwayat seksual . nyeri kepala. jenis kelamin. kehilangan kesadaran. usia.status perkawinan)  Keluhan utama  Riwayat penyakit sekarang  Riwayat medis (penyakit berat.

tidak berguna. ketidakmampuan mengenali benda (agnosia visual) atau wajah (prosopagnosia) . autopagnosia (penyangkalan bagian tubuh). & tidak berdaya  depresi Ekspansif/Euforia  manik. disfungsi lobus frontalis  Gangguan persepsi : halusinasi. demensia. ilusi. putus asa.Pemeriksaan Status Mental  Deskripsi umum : penampilan. agnosia (ketidakmampuan mengenali & mengiterpretasikan kesan sensorik) Anosognosia (penyangkalan thd penyakit). sikap terhadap pemeriksa. dan pembicaraan  Penilaian Fungsional (aktivitas harian)  Mood/afek : perasaan kesepian. aktivitas psikomotor.

blocking . word salad.obsesi. flight of ideas. waham Arus pikiran : neologisme. afasia fasih (Wernick). asosiasi longgar. tangensial. sirkumstansial.perlu pemeriksaan neuropsikologis yg lebih teliti  Proses Pikir Isi pikiran : fobia. Bahasa : gangguan pengeluaran bahasa berhubungan dg lesi organik otak Afasia tidak fasih (Broca). afasia global  Visuospasial : bila sangat terganggu. preokupasi.

 Sensorium dan kognisi Kesadaran : penurunan kesadaran  disfungsi otak Orientasi thd orang. kecemasan. dan pengalaman pasien Membaca & menulis . waktu tempat & situasi gangguan mood. perlupemeriksaan yg cermatapakah pasien mengalami amnesia retrograd atau amnesia anterograd Tugas intelektual : perlu memperhitungkan tingkat pendidikan.status sosial ekonomi. konversi.dll Daya ingat : bila ada defisit daya ingat.

Tes fungsi visuospasial : Tes Bender Gestalt.Depresi : Geriatric Depression Scale .Tes kemampuan intelektual : Weschler Adult Intelligence Scale-Revised (WAIS-R) . Halstead Reitan .Tes fungsi kognitif : Mini-Mental State Examination (MMSE) . Pertimbangan : kapasitas utk bertindak sesuai dalam berbagai situasi Pemeriksaan Neuropsikologis .

Gangguan Mental pada Lanjut Usia  Demensia (+ 20 % dr orang AS berusia > 65 th)  Depresi (+ 25 % dr lansia dlm rumah perawatan)  Bipolar I (dimulai pd dewasa pertengahan)  Skizofrenia (onset lambat dimulai setelah usia 45 th  Gangguan waham (tersering waham persekutorik)  parafrenia  Gangguan kecemasan  Gangguan somatoform  Gangguan tidur  Penyalahgunaan zat/alkohol .

Pertimbangkan interaksi obat psikotropik dg obat lain yg digunakan pasien .Pemeriksaan medis pra-terapi .Diperlukan penyesuaian dosis krn perubahan fisiologis .Ikuti pedoman setiap pemakaian obat .Obat psikotropik diberikan dalam dosis terbagi .Terapi Psikofarmaka pd Geriatri Prinsip-prinsip .Gunakan dosis individual .Dosis serendah mungkin hrs digunakan utk mencapai respon terapetik yg diharapkan .

PSIKOTERAPI PADA USIA LANJUT  PENYESUAIAN DIRI TERHADAP KEHILANGAN YANG BERULANGKALI DAN MENYAKITKAN  MENGATASI MASALAH EMOSIONAL YANG ADA DI SEKELILINGNYA. LAIN JENIS. SERTA MASALAH SEKSUAL. MENGURANGI KETIDAKBERDAYAAN DAN KEPUTUSASAAN SEHINGGA KELUHAN YANG TERJADI SANGAT MINIMAL  MEREDAKAN KETEGANGAN YANG DIAKIBATKAN OLEH FAKTOR BIOLOGIS. PSIKOLOGIS DAN SOSIAL  BERFUNGSI SESUAI DENGAN KEMAMPUAN YANG MASIH ADA DAN MENGHILANGKAN HARAPAN YANG TIDAK MASUK AKAL Ibrahim Nuhriawangsa . MEMAHAMI PERILAKU DAN PENGARUH PERILAKU MEREKA TERHADAP ORANG LAIN  MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN TEMAN SEBAYA. MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DAN HARGA DIRI.

DEPRESI PADA LANSIA  GANGGUAN JIWA YANG KURANG TERDIAGNOSIS DAN KURANG TEROBATI  PREVALENSINYA 15% PADA LANSIA DI ATAS UMUR 65 TAHUN  TERDAPAT BANYAK PERBEDAAN DALAM HAL ETIOLOGI DAN RESPONNYA TERHADAP PENGOBATAN DIBANDING PADA ORANG YANG LEBIH MUDA  MEMPUNYAI GEJALA YANG TIDAK KHAS DIBANDING DEPRESI PADA UMUMNYA  PASIEN MAUPUN KELUARGANYA SERING TIDAK MENYADARI ADANYA DEPRESI PADA LANSIA KARENA DIANGGAP MERUPAKAN SEBAHAGIAN DARI PROSES PENUAAN Ibrahim Nuhriawangsa .

SAKIT FISIK Ibrahim Nuhriawangsa ETIOLOGI DEPRESI PADA LANSIA . KESEPIAN. SAKIT FISIK  BIOLOGIS: HILANGNYA SEL-SEL SARAF ATAU NEUROTRANSMITER. SOSIAL: KURANGNYA HUBUNGAN SOSIAL. KEMISKINAN. SAKIT FISIK  PSIKOLOGIS:KURANGNYA HARGA DIRI. KEMATIAN. RISIKO GENETIK. KEKURANGAN KEMAMPUAN UNTUK MENGADAKAN HUBUNGAN INTIM.

KEJADIAN KEHIDUPAN YANG MENYEBABKAN DEPRESI PADA LANSIA  KEMATIAN PASANGAN HIDUP  MASALAH KEUANGAN YANG BESAR  TERPAKSA PINDAH RUMAH Ibrahim Nuhriawangsa .

HUNTINGTON KARSINOMA GANGGUAN NEURODEGENERATIF DEPRESI TAK LANGSUNG RASA SAKIT ------------------ HENDAYA --------------------- KRONISITAS ----------------- ---. PARKINSON PENY.DIET YANG KURANG . TIROID PENYAKIT CUSHING PENY.PENGARUH LANGSUNG / TAK LANGSUNG SAKIT FISIK THD MOOD LANGSUNG STROKE PENY.PENURUNAN AKTIVITAS SAKIT FISIK .

OBAT-OBATAN YANG BISA MENYEBABKAN DEPRESI         DIGOXIN L-DOPA STEROID BETA-BLOKER ANTIHIPERTENSI LAINNYA PEMAKAIAN BENZODIAZEPIN KRONIS PHENOBARBITONE PEMAKAIAN NEUROLEPTIK SECARA KRONIS Ibrahim Nuhriawangsa .

BEBERAPA SINDROMA DEPRESI PADA LANSIA  DEPRESI AGITATIF  ANSIETAS DAN DEPRESI  DEPRESI TERSELUBUNG  SOMATISASI  PSUEDODEMENSIA  DEPRESI SEKUNDER KARENA DEMENSIA Ibrahim Nuhriawangsa .

DEPRESI AGITATIF  PENINGKATAN AKTIVITAS  MONDAR-MANDIR SERING DENGAN TINDAKAN MEMBAHAYAKAN  TIDAK HENTI-HENTINYA MEREMAS-REMAS TANGAN  SANGAT MENYULITKAN KELUARGA  PERLU PERHATIAN TERUS-MENERUS  SERING PASANGAN HIDUPNYA MENGALAMI KELELAHAN Ibrahim Nuhriawangsa .

ANSIETAS DAN DEPRESI  GEJALA SOMATIK DAN PSIKIK DARI ANSIETAS DAN DEPRESI BERADA BERSAMA  ANSIETAS SERING MENDOMINASI GAMBARAN KLINISNYA  MENINGKATNYA KECEMASAN MENYELURUH DAN JUGA KEADAAN FOBIA BISA TERJADI BERSAMA DENGAN DEPRESI  ANSIETAS 15-20 KALI LEBIH SERING TERJADI PADA LANSIA DENGAN DEPRESI  PENYAKIT FISIK SERING ADA HUBUNGANNYA DENGAN ANSIETAS MAUPUN DEPRESI Ibrahim Nuhriawangsa .

DEPRESI TERSELUBUNG  DEPRESI PADA LANSIA DAPAT DISEMBUNYIKAN DENGAN SENYUMAN WAJAH  TAK ADANYA MOOD YANG MENURUN TIDAK BERARTI TAK ADANYA DEPRESI  TIDAK ADANYA MOOD DEPRESI MUNGKIN DENGAN TUJUAN AGAR TIDAK TERJADI BEBAN  MESKIPUN DEPRESI TERSELUBUNG INI DIANGGAP ISTILAH KUNO. TETAP MASIH BISA DITERAPKAN BAGI KELOMPOK KHUSUS DEPRESI PADA LANSIA  PERLU PENCARIAN GEJALA DAN TANDA DEPRESI LAINNYA Ibrahim Nuhriawangsa .

SOMATISASI  ADANYA GEJALA SOMATIK DAPAT MENYEMBUNYIKAN SIFAT YANG SEBENARNYA DARI DEPRESI  BEGITU JUGA GEJALA GANGGUAN SOMATIK DAPAT MENINGKAT DENGAN ADANYA DEPRESI  GEJALA FISIK YANG UMUM DIKELUHKAN OLEH LANSIA ADALAH: GANGGUAN TIDUR. ANSIETAS. NYERI. PIKIRAN TENTANG KEMATIAN Ibrahim Nuhriawangsa . PENURUNAN NAPSU MAKAN. KELELAHAN. PENURUNAN BERAT BADAN.

PSUEDODEMENSIA  MERUPAKAN SUATU ISTILAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBARKAN BERBAGAI PENAMPILAN  PALING SERING DIGUNAKAN UNTUK PASIEN DENGAN DEPRESI YANG MENUNJUKKAN ADANYA PENURUNAN DAYA INGAT  DENGAN TERAPI DEPRESI YANG EFEKTIF AKAN MENGHILANGKAN GANGGUAN KOGNITIFNYA  BISA MEMBAWA KE PROGNOSIS YANG KURANG BAIK DALAM JANGKA PANJANG DENGAN RISIKO TINGGI UNTUK TERJADINYA DEMENSIA YANG IREVERSIBEL Ibrahim Nuhriawangsa .

DEPRESI SEKUNDER KARENA DEMENSIA  MANIFESTASI DEPRESI PADA DEMENSIA MENCAPAI 10% SAMPAI 50%  MOOD DEPRESI MENCAPAI HAMPIR 20%. TETAPI INSOMNIA DAN KEHILANGAN NAFSU MAKAN JARANG BERSAMAAN  KELUARGA LEBIH BANYAK MELAPORKAN ADANYA DEPRESI DARI PADA PASIENNYA  MOOD DEPRESI SERING MERUPAKAN TANDA PERMULAAN DARI DEMENSIA  ADANYA DEPRESI ( TERUTAMA ALZHEIMER) BISA MEMPERBURUK FUNGSI KOGNITIF DAN KEMAMPUAN MELAKUKAN KEHIDUPAN SEHARI HARI Ibrahim Nuhriawangsa .

ALGORITMA PENGOBATAN DEPRESI PADA LANSIA RIWAYAT DAN PEMERIKSAAN MENUNJUKKAN MOOD DEPRESI GAMBARAN PSIKOTIK BERAT ATAU MENGANCAM KEHIDUPAN TAK BISA MAKAN ATAU MINUM ATAU KESEDIHAN YANG SANGAT DAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI ECT DIMULAI 8-12 X MASIH DEPRESI DEPRESI RINGAN. SEDANG TANPA KOMPLIKASI 4-6 MINGGU SSRI ATAU TRISIKLIK DENGAN DOSIS YANG SERASI TETAP DEPRESI SEMBUH STABIL DENGAN PEMELIHARAAN ANT DEPRESAN @KOMBINASI SSRI DAN TRISIKLIK UNTUK 6 BULAN SEMBUH @ COBA MAOI @DIPERTIMBANGKAN UNTUK TIDAK MENGGUNAKAN OBAT TERAPI DI @CEK KEPATUHAN PERTAHANKAN @GANTI OBAT @TAMBAHKAN LITIUM DENGAN DOSIS PENUH SELAMA 4-6 BL .

3. 2. AMNESIA. APRAKSIA. AFASIA.AGNOSIA .BEHAVIORAL and PSYCHOLOGICAL SYMPTOM of DEMENTIA (BPSD)  DEMENSIA MERUPAKAN SINDROMA YANG MENUNJUKKAN ADANYA GANGGUAN DAYA INGAT DAN KOGNISI YANG DISERTAI OLEH PENURUNAN FUNGSI SOSIAL DAN PEKERJAAN TANPA GANGGUAN KESADARAN  GANGGUAN KOGNITIF BISA JUGA MENYANGKUT: 1. 4.

GANGGUAN YANG TERJADI PADA BPSD  GEJALA KHUSUS  GANGGUAN PSIKOLOGIS  GANGGUAN PERILAKU Ibrahim Nuhriawangsa .

Gejala Khusus & Psikologis     HALUSINASI WAHAM MISIDENTIFIKASI MOOD DEPRESI DAN GEJALA AFEKTIF LAINNYA  APATI DAN AMOTIVASI      ANSIETAS AGRESI DISINHIBISI NEGATIVISME PEMAKSAAN (INTRUSIVENESS) DAN MEMBAYANGI (SHADOWING) .

GELISAH @HIPERAKTIF @MENGEMBARA @AKTIVITAS YANG TAK SERASI @ABULIA (KEHILANGAN ATAU BERKURANGNYA DORONGAN ) . MENGEMBARA & TERIAKTERIAK GANGGUAN AKTIVITAS @AGITASI.Gangguan Perilaku AGRESI: VERBAL ATAU FISIK GANGGUAN MAKAN DAN NAFSU MAKAN PERILAKU SOSIAL YANG TAK PATUT GANGGUAN RITME DIURNAL: BANGUN / TIDUR SUNDOWNING ( PERILAKU AGITASI VERBAL / FISIK SAAT MATAHARI T’BENAM) BERHUB DNG AGITASI MALAM HARI.

INSIDENSI DAN PREVALENSI  SELAMA PERJALANAN DEMENSIA SATU ATAU LEBIH YG SCR KLINIK BERMAKNA UTK BPSD MUNGKIN MENCAPAI 90% KASUS  INSIDENSI & PREVALENSI BPSD SANGAT BERVARIASI DALAM JENIS DAN TAHAPAN DEMENSIA SERTA ADA TIDAKNYA KOMORBIDITAS DENGAN PENYAKIT SOMATIK & APAKAH PASIEN TSB ADA DI LEMBAGA ATAU TIDAK  AKIBATNYA PENEMUAN YANG DILAPORKAN TIDAK BISA DITERAPKAN PADA KELOMPOK PASIEN YANG TIDAK SAMA .

UNTUK BEBERAPA GEJALA MENCAPAI 90%  BPSD MENYEBABKAN PENDERITAAN YANG BERMAKNA BAGI PASIEN.HAL-HAL YANG PENTING PADA BPSD  BPSD MERUPAKAN HAL YANG BIASA. KELUARGA DAN YANG MERAWATNYA  JIKA TIDAK DIKELOLA SECARA EFEKTIF KEMUNGKINAN MEMPERCEPAT UNTUK DIMASUKKAN KE LEMBAGA PERAWATAN .

 PENANGANAN BPSD HARUS SAMA EFEKTIFNYA DENGAN PENANGANAN GANGGUAN KOGNITIF PADA DEMENSIA  SEMUA DOKTER BESERTA STAFNYA YANG TERLIBAT DI GARIS DEPAN PERAWATAN PASIEN DEMENSIA. HARUS BIASA DENGAN PENAMPILAN KLINIK DARI BPSD  DOKTER HARUS MENCOBA UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB BPSD SEBELUM MEMULAI MELAKUKAN INTERVENSI .

. SEBAGIAN ATAU SAMA SEKALI TAK BERESPON THD INTERVENSI NON FARMAKOLOGIS SAJA. MAKA DIPERTIMBANGAN PENGGUNAAN OBAT. INTERVENSI NONFARMAKOLOGIS HARUS DIPERTIMBANGKAN UNTUK SEMUA TINGKAT KEGAWATAN BPSD. MESKIPUN KESEMPATAN UTK BERHASIL AKAN LEBIH BESAR BAGI BPSD YANG RINGAN DAN SEDANG  UNTUK BPSD YANG SEDANG DAN BERAT.

 BILA PEMBERIAN OBAT DIPERTIMBANGKAN. UMPAMANYA DEPRESI. MAKA PERTAMA-TAMA DOKTER HARUS MENCARI GEJALA PSIKIATRIK TERTENTU. PSIKOSIS ATAU ANSIETAS UNTUK MEMULAI PEMBERIAN OBAT .