You are on page 1of 55

Dr. Fatah Satya W., Sp.

THT-KL

Bagian Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok Bedah Kepala dan Leher PSPD Unila
1

TUMOR
•JENIS •BESAR •LETAK •METASTASIS -DEKAT -JAUH JINAK

GANAS

2

ETIOLOGY SYMPTOMS SIGNS PEMERIKSAAN LAB & RAYS PATHOLOGY  THERAPY    

3

ETIOLOGY (Secara Umum)  IONISING RADIATION  UV RADIATION  AIR POLLUTION  FAKTOR PEKERJAAN  MAKANAN  IATROGENIC CHEMICAL  HORMONAL  TOBACCO  SEX & REPRODUCTIVE LIFE  PARASITES  GENETIC  IMMUNODEFICIENCY  VIRUS
4

SUMBER RADIASI
 ZAT TAMBANG YANG RADIOAKTIF  COSMIC RAYS  RADIASI DARI ALAT-ALAT MEDIS  X RAY  THOROTHRAST  Ra 224  BOM ATOM

5

AMINOBIPHENYL 6 .PEKERJAAN  TER MINERAL OIL YANG MENGANDUNG DERIVAT ANTHRACENE  ANILINE  ASBESTOS  BENZENE : .NAPHTHYLAMINE .BENZIDINE .

Chlorida . 18.V I R U S Human T-cell leukemia vi. (HPV 16. (HTLV) Hepatitis B vi. (EBV) Chemical Carcinogenesis .Aflatoxin 7 . 31) Epstein-Barr vi. (HBV) Human Papilloma vi.

IN SITU .DISSEMINATE 15 5 1 1 – 30 tahun – 10 tahun – 5 tahun – 5 tahun ADA : .INITIATION .INVASI .PROMOTION 8 .INDUKSI .PERKEMBANGAN TERJADINYA “CANCER” PHASE : .

RECIPROCAL TRANSFORMASI 2. PENAMBAHAN DNA PADA AREA SPESIFIK DARI CHROMOSOM 3. PERUBAHAN NON RECIPROCAL  DELETION  ADDITION 9 .PERUBAHAN CHROMOSOM PADA CANCERS TERJADI OK : 1.

telinga menonjol 5.kelainan btk hidung 3. Benjolan/kelainan (lesi) 2. Penonjolan mata .penglihatan kabur .bola mata tak bergerak 4.keluar cairan/darah .perdarahan hidung .penglihatan double .pendengaran berkurang .muka mencong 10 .rasa tersumbat . Telinga : .rasa baal/sakit . Sumbatan hidung . Wajah : .Keluhan-keluhan pasien dengan tumor daerah Kepala & leher 1.rasa sakit .

batuk berdarah 8. Pembuluh darah besar 11 . Larynx .sukar buka mulut 7.perdarahan . Mulut & Tenggorok .Thyroid.6.rasa mengganjal/nyeri saat mengunyah .suara serak .keselek/aspirasi . Kelenjar liur 10.menelan masuk hidung/regurgitasi .sesak .rasa ganjel waktu menelan/makan .sakit menelan .kelainan fisik .sulit/nyeri menelan 9. Esophagus : .

exopthalmus + kelainan bola mata Mulut : massa lesi lidah kaku trismus 12 . mandibel Mata : .VII sakit/baal periorbital mental.perdarahan Wajah : kelumpuhan N.penglihatan kabur .opthalmoplegia .massa di hidung .Tanda-tanda yang didapat (finding) pada pasien-pasien Tumor ganas kepala & leher Telinga : .perdarahan Hidung : .deformitas .cairan di telinga tengah .massa di telinga luar.tengah .

deformitas 13 .Pharynx : .ggn pergerakan pita suara .lesi Larynx : .masa .Oro Hypo pharynx .Nasoph Lunak masa kenyal perdarahan tuba terganggu .Masa .

2jamPP F.Lab : - Hb. HIV Chol. F.Hati.leuco.Ginjal.DC.T.CT.Gamb darah tepi Glukosa P. X-ray thorax PA 14 . F. triglyc ECG.BT.LED.Paru Protein darah HBSAg.

-X Ray : Telinga . polytome Hidung & SPN : -Water’s -Caldwell -Submentovertex -Lateral NS Nasoph : Schedel basis/Submentovertex Oro. Stenver’s transorbital.CT : .MRI 15 .tomogram larynx .laryngogram Esoph : esophagogram Tracheo bronchial : chest X Ray . Schuller.axial .Coromal .lat soft tissue leher posisi extensi .Hypoph & Larynx : .

Haematogen (Sa) .Percontinuitatum Lymphogen : tumor mucosa tumor kulit 16 .lymphogen (Ca) .Bahan & Jaringan Pathology : -biopsy jarum -Biopsy excisi -Biopsy incisi Penyebaran tumor-tumor ganas kepala & leher Area penyebaran tumor ganas kepala & leher .

JENIS • EXOPHYTIC/INFILTRASI • IKUTNYA OTOT/TULANG • MUNGKIN/TIDAKNYA RESEKSI KOMPLIT • ADA/TIDAK METASTASIS • KEADAAN UMUM • PRESERVASI : .SPEECH . RADIOTHERAPIST DAN CHEMOTHERAPIST 17 .THERAPY BERGANTUNG PADA : • UKURAN & LUAS TUMOR.MENELAN • SOCIAL STATUS • PENGALAMAN SURGEON.

THERAPY • • • • • • BEDAH + ND RADIASI CHEMOTHERAPY CRYO SURGERY. LASER IMMUNOTHERAPY KOMBINASI  MAKSUD : .PALIATIVE 18 .PENYEMBUHAN .

AREA TUMOR TUMOR KEPALA & LEHER • • • • • • • • • HIDUNG & SINUS PARANASAL TELINGA MULUT PHARYNX  NASOPHARYX  OROPHARYX  HYPOPHARYX LARYNX CERVICAL ESOPHAGUS SALIVARY GLANDS THYROID & PARATHYROID VASCULAR TUMORS 19 .

CANCER H & N (Distribusi) • • • • • ORAL CAVITY 40% LARYNX 25% PHARYNX 15% SALIVARY GL 7% LAIN-LAIN 13%  Ca H & N ≈ 10% SEMUA KEGANASAN 20 .

STAGING (Umum) : T I. II. IV. III. T1 T2 T3/4 ANY T ANY T ANY T N N0 N0 AJC/UICC M M0 M0 MO M0 M0 M1 21 N0 N1/N2 N3 Any N .

Metastasis pada satu LN ipsi lateral > 3 cm. > 6 cm pada ukuran terbesar 22 . < 6 cm : atau multiple ipsi lateral LN.Regional Lymph Nodes NX N0 N1 N2a N2b N2c N3 : : : : Kelenjar leher regional tak dapat dinilai Tak ada metastasis kelenjar regional Metastasis pada satu ipsi lateral LN < 3 cm. < 6 cm : Metastasis pada regional LN. < 6 cm : atau bilateral/contralateral LN.

TUMOR HIDUNG & SINUS PARANASAL JINAK : - OSTEOMA OSSIFYING FIBROMA FIBROUS DYSPLASIA PAPILLOMA HEMANGIOMA LYMPHANGIOMA NASOPHARYNX ANGIOFIBROMA 23 .

HIDUNG DAN SINUS PARANASAL (Jenis dan Frekwensi Tumor Ganas) • • • • SQUAMOUS CELL Ca ( 57% ) ADENOID CYSTIC Ca ADENO Ca.OSTEO Sarcoma .ROUND CELL Ca . ( 18% ) : UNDIF CELL Ca 10% SARCOMA : .SPINDLE CELL Ca (JARANG) 15% .CHONDRO Sarcoma ANAK : HIST & RHABDOMYO Sarcoma PRIMARY SITE • ANTRUM MAX • HIDUNG • ETHMOID • FRONTAL & SPH 60% 15% 20% 1% 24 .

TUMOR GANAS SINUS SUPERIOR (AREA)     FRONTAL ETHMOID SPHENOID MAXILLO ETHMOID • • • • T1 T2 T3 T4 : : : : 1 AREA 1 REGIO > 1 REGIO KULIT. NASOPHAR 25 . SKULL BASE.

Sinus Maxillaris Tx T0 T1S T1 T2 T3 : : : : Tumor primer tak dapat diketahui Tak ada tumor primer Ca in situ Tumor terbatas pada mucosa antrum tanpa erosi/destruksi tulang : Tumor dengan erosi/destruksi dari struktur dibawahnya termasuk palatum durum atau meatus media atau kedua-duanya : Tumor menginvasi : kulit pipi atau dinding posterior. area cribosa/ethmoid posterior/ sinus sphenoidalis/nasopharynx/langit-langit lembut/fosa pterygomaxillaris/fosa temporalis/ 26 dasar tengkorak T4 . lantai atau dinding medial orbita atau ethmoid sinus anterior : Tumor menginvasi isi orbita atau menginvasi area-area.

INF & MEDIA NASAL SEPTUM DASAR HIDUNG 27 .TUMOR HIDUNG • LOKASI     ATAP + CONCHA SUP LATERAL HIDUNG + C.

PRE OP . OPERASI : ( Tumor Ganas Hidung & Sinus Paranasalis ) P .000 Rad .MAXILLECTOMY T + ORBITAL EXENTERASI . RADIO THERAPY : 6. 3. CHEMO THERAPY : PALLIATIVE 5 years : 30-40 % 28 .POST OP.THERAPY 1.FRONTAL BONE RESECTION 2.RESEKSI ANTERIOR SKULL BASE .LATERAL RHYNOTOMY .

SPINDLE CELL .ADENO CA .MYXOMA .TUMOR MULUT DAN OROPHARYNX JINAK : .CYST.HEMANGIOMA .M. LYMPHOMA .SARCOMA : . CA JARANG .LINGUAL THYMOMA .RHABDOMYOSAR 29 GANAS : .ANAPLASTIC .SQUAMOUS CELL CA .PAPILLOMA .AD.

UPPER ALVEOLUS .DASAR MULUT .BIBIR .TUMOR MULUT :  J I N A K  G A N A S LOKASI : .BUCCAL MUCOSA .LANGIT-LANGIT KERAS .RETROMOLAR TRIGONUM .LIDAH 2/3 DEPAN STAGING & THERAPY 30 .LOWER ALVEOLUS .

TUMOR BIBIR  TIS  T0  T1 2 CM  T2  T3  T4 2-4 CM > 4 CM KE SEKELILINGNYA 31 .

Tumor > 4cm dengan invasi ke antrum T4 Mulut .Tumor < 2cm pada ukuran terbesar T2 .Massive > 4cm dengan invasi ke antrum. M Platerygoid.Ca in situ T1 .Tumor > 2cm. < 4cm T3 . basis lidah atau kulit leher T4 Oropharynx : > 4cm dengan invasi ke tulang jaringan lunak leher atau otot lidah 32 .Mulut & Oropharynx T1S .

PHARYNX : • NASOPHARYNX • OROPHARYNX • HYPOPHARYNX 33 .

TH/. CA .Q NEOPLASMA NASOPHARYNX . 34 .UNDIFF.SQUAMOUS CELL CA. Q OROPHARYNX - BASIS LIDAH ARCUS FAUCEUM TONSIL + PILLAR PHARYNGEAL WALL .NON KERATINISNG CA .TH/. .HISTO : .CRANIOPHARYNGIOMA . .CHORDOMA.

Nasopharynx T1S T1 : Ca in situ : Tumor terbatas pada satu tempat saja di nasopharynx atau tumor tak terlihat hanya biopsy saja yang positif T2 : Tumor meliputi/terletak pada 2 tempat (bagian posterosuperior & dinding lanteral kedua-duanya) T3 T4 : Tumor dengan extensi ke hidung atau oropharyx : Tumor telah menginvasi pada tengkorak atau syaraf-syaraf otak 35 .

36 .Q HYPOPHARYNX • PIRIFORM SINUS • POST CRICOID • POST PHARYNX WALL TIS T0 T1 T2 T3 T4 : 1 LOKASI : KE LOKASI LAIN FIXASI (-) : KE LOKASI LAIN + FIXASI : EXTENSIVE KESEKELILINGNYA  TH/.

.  AURICLE  CANAL .ANT.NEOPLASMA TELINGA      TH/.POST  TELINGA TENGAH & MASTOID 37 .

TUMOR VASCULAR H & N CHEMODECTOMA 10% MALIGNAN  5%  5% METASTASE DEKAT METASTASE JAUH. 38 .

CHONDRO SARCOMA 39 .TUMOR LARYNX JINAK : POLYPS REINKE’S EDEMA PAPILLOMA KISTA RETENSI CHONDROMA LEUKOPLAKIA GANAS : : Grade 1. . .3.SQUAMOUS CELL CA.2.

TUMOR GANAS LARYNX  GLOTTIS  SUPRA GLOTTIS  SUB GLOTTIS  STAGING  TH/. 65% 30% 5% 40 .

jaringan lunak leher atau destruksi dari rawan thyroid 41 T4 . dinding medial pryfrom sinus atau daerah pre epiglotic : Tumor yang masif yang telah menginvasi ke oropharynx. atau kedua-duanya ke postcricoid.Larynx Supraglottic T1S T1 T2 T3 : Ca in situ : Tumor terbatas pada tempat asalnya dengan pergerakan normal : Tumor meluas pada daerah-daerah supraglotis yang berdekatan tanpa fixasi : Tumor terbatas pada larynx dengan fixasi atau extensi.

Glottis T1S T1 : Ca in situ : Tumor terbatas pada pita suara dengan gerak normal (termasuk juga yang mengenai Comisura anterior dan posterior : Extensi ke supra/subglotis atau kedua-duanya dengan gerak pita suara normal atau terganggu : Tumor masih didalam larynx dengan fixasi pita suara : Tumor masif dengan destruksi rawan thyroid atau extensi keluar larynx atau kedua-duanya 42 T2 T3 T4 .

Subglotis T1S T1 : Ca in situ : Tumor terbatas pada area subglotis T2 T3 : Tumor extensi ke pita suara dengan gerak masih normal/agak terganggu : Tumor masih dengan destruksi rawan atau extensi diluar larynx atau kedua-duanya 43 .

VERTICAL/HORISONTAL PARTIAL LE.CORDECTOMY .SPEECH .TOTAL LARYNGECTOMY REHABILITASI : .DECORTICASI . .SOCIAL 44 .THERAPY  SURGERY  RADIO THERAPY  CHEMO THERAPY SURGERY : .

 THERAPY 45 .NEOPLASMA GLANDULA THYROID & PARATHYROID  WORK UP.

7-20 y . ¼ MALIGN.THYROID CA • 1% dari All Ca. • PAPILLARY (60%) .40-65 y • LAKI : WANITA = 1 : 2 • 25% DARI NODULAR GOITER • IRRADIASI ¼ NODULE.multicentric 50% pada C lateral 46 . • Age : .

 DARI C Cells Calcitonin  L. NODE : META CEPAT  UNDIF THYROID Ca : 10% 47 . FOLLICULAR  UNIFOCAL  METASTASE KE LN < & VASCULAR >  PAPILARY & ALVEOLARY ADENO Ca  > MALIGNANT PD ORANG TUA  MEDULLARY Ca.

< 4 cm T3 T4 : Tumor > 4 cm terbatas pada thyroid : Tumor ukuran mana saja dengan extensi keluar dari capsul thyroid 48 .Kelenjar Thyroid TX T0 : Tumor tak dapat dinilai : Tumor primer tak ada T1 T2 : Tumor < 1cm pada ukuran terbesar dan terbatas pada thyroid : Tumor > 1 cm.

any N M0 Stage II : any T. any N M1 Diatas umur 45 tahun stage I T1 N0 M0 stage II T2 N0 M0 stage III T3 N0 M0 any T N1 M0 stage IV any T any N M1 49 .Staging Tumor Ganas Thyroid Papillary & Follicular Dibawah umur 45 tahun stage I : any T.

any M 50 . any N M0 M0 M0 M0 M0 M1 Undifferentiated semuanya stage IV any T.Medullary Stage I II T1 N0 T2 N0 T3 N0 T4 N1 III any T N1 IV any T. any N.

5 y SURVIVAL RATE  PAPILLARY  FOLLICUL. (ALV)  MEDULLARY  ANAPLASTIC : 80-90% : 50-70% : 30-40% : 5% 51 .

TUMOR KELENJAR LIUR  PAROTIS  SUB MAXILLA GLANDULA  SUB LINGUAL GLANDULA • JINAK • GANAS  TUMOR KELENJAR LIUR KECIL  TH/. 52 .

PA TUMOR GANAS KELENJAR LIUR  ADENO Ca  MUCO EPIDERMOID Ca  SQUAMOUS CELL Ca  ADENO CYSTIC  ACINIC CELLS  MALIGNANT MIXED 53 .

tanpa extensi lokal b.Kelenjar Parotis TX T0 T1 T2 T3 T4 : : : : : : Tumor tak dapat dinilai Tak ada tumor primer Tumor < 2cm pada ukuran terbesar Tumor 2-4 cm pada ukuran terbesar Tumor antara 4-6 cm pada ukuran terbesar Tumor > 6 cm Semuanya dibagi : a. dengan extensi lokal 54 .

LOWER : 54 – 85%  TONGUE –2/3 ANTERIOR : T1 – T2   FLOOR OF THE MOUTH : No LN + LN   TONSILS  75%  20%  SOFT PALATE  60 – 70%  20%  NASOPH  70%  35%  HYPOPH : 15 – 45%  PAROTIS : 30 – 50% 70-80% 30% 70% 30% 55 .CARCINOMA (Prognosis)  LIP.