You are on page 1of 48

DISTOSIA

Dr.Petrus Juntu,Sp.OG
Bagian Obstetri Ginekologi Rumah Sakit Umum Santo Antonius

Proses persalinan
ditentukan oleh 4 faktor yaitu : 1.Faktor tenaga (Power) 2.Faktor janin (Passenger) 3.Faktor jalan lahir (Passage) 4.Faktor psikis ibu Bila terdapat gangguan pada ke-4 faktor tersebut maka proses persalinan akan terganggu proses persalinan tidak maju DISTOSIA

Distosia
 Definisi

Persalinan yang sulit dimana tidak terdapat / kurang kemajuan dalam proses persalinan

Penyebab DISTOSIA
1. 2.

3. 4.

Kelainan pada His (POWER) Kelainan pada Jalan lahir (Passage) - Jalan lahir keras - Jalan lahir lunak Kelainan pada Janin (Passenger) Psikis Ibu

 His normal akan menyebabkan : 1. Penipisan dan pembukaan serviks 2. His normal : Kontraksi uterus mulai dari kornu ke fundus kemudian menjalar merata ke seluruh korpus uteri dengan dominasi fundus. Sewaktu relaksasi tonus uterus kurang dari 12 mmHg.  DISTOSIA AKIBAT KELAINAN TENAGA (HIS) HIS : Kontraksi Uterus dalam Persalinan.4 menit. amplitudo 40-60 mmHg berlangsung 60-90 detik intervalnya 2. Penurunan bagian bawah janin .

Kontraksi tidak teratur Keadaan diatas disebut INERSIA  . Durasi < 60 detik 3.Bila dalam proses persalinan di dapatkan : 1. His tidak kuat < 60 mmHg 2. Intervalnya panjang 4.

biasa timbul pada fase aktif dan disebut Inersia uteri hipotonik  Insiden + 4 % dari semua persalinan . Sifat Inersia Uteri  Kurang kuat  Instensitasnya kurang. bahkan jarang  Dinding uterus waktu kontraksi dapat ditekan ke dalam.

 Menurut  terjadinya INERSIA primer (fase laten)  Sukar ditentukan karena sering persalinan belum mulai (false labour)  Perbedaan antara true labour dan false labour  INERSIA Sekunder (fase aktif): Pernah His adequat kemudian terjadi INERSIA .

akibatnya :  Sifat his berubah-ubah. INERSIA Terdiri dari :  Hipertonik (uncoordinated hypertonic uterine contraction)  Hipotonik (Tonus otot uterus kurang)  Inkoordinate Uterine Action (Uncoordinate hipertonik Uterine Contraction)  Tidak ada koordinasi antara SAR dan SBR. tidak ada koordinasi  Kontraksi lebih kuat sehingga lebih kuat dari pada his normal. dengan tonus tinggi  Tidak ada efisien untuk pembukaan serviks  Disertai dengannyeri hebat  Kelainan biasanya pada fase laten .

 Etiologi  Tidak diketahui sebagian besar  Fungsi yang berperan yaitu :  Presentasi anak / kesempitan panggul  Kelainan letak janin / kelainan posisi anak  Heriditer  Emosi & ketakutan .

1% dr persalinan .Besar pengaruh  .G.Rx.Rx. Oksitosin tidak baik . Janin cepat terjadi .Nyeri berlebihan .Sedatif sdkt pengaruh .4% dr persalinan . Janin lambat .G.Fase aktif .Perbedaan Inersia hipotonus dan hipertonus : Hipotonus Hipertonus .fase laten .Tidak nyeri .oksitosin baik .

Maternal Exhaution / kelelahan ibu : dengan tanda     Subfebril < 380 C Nadi cepat > 100 x / mnt Acetonuria Meteorismus . Kematian dan infeksi 4. Partus lama 2.KOMPLIKASI 1. Ruptura Uteri 3.

TERAPI : Inersia Uteri Hipotonus Tanpa kelainan panggul dan janin + Pecahkan ketuban + Bila tidak berhasil : Oksitosin drip + Observasi secara seksama Inersia Uteri Hipertonus .Tokolitik :Duvadilan. 2. Nifedipin . 1.Petidin 50 mg .

Partus Presipitatus : Persalinan sekitar 3 jam : • Sering terjadi pada multipara Bahaya – bahayanya : • kontraksi terlalu kuat & kurang tahanan jln lhr • Bisa menyebabkan trauma pada kepala/intra kranial bleeding • Bisa lahir di WC • Mudah terjadi perlukaan jalan lahir • Kelainan letak pada anak / panggul sempit bisa terjadi ruptura uteri. .

Jaringan ikat) JALAN LAHIR KERAS Terdiri dari : 1. Jalan lahir Lunak (Otot. Os Coxae (Os Illium. Kelainan jalan lahir Tulang  Jalan lahir terbagi atas : 1. Os Pubis) 2. Os Sacrum 3. Jalan lahir keras (Tulang dan Sendi) 2. Os Coccygis . Os Ischium.Distosia Karena Kelainan Jalan lahir A.

.Sendi – Sendi : 1. Articulatio Sacrococcygeus (Os Sacrum dan Os Coccygis) 3. Sympisis Ossis Pubis Kedudukan Tulang-tulang dan articulationya membentuk rongga panggul. Articulatio Sacroilliaca (Os Sacrum dan Os Illium) 2.

c. a.5-13 cm Diameter Obligue : 13 cm Ruang Tengah Panggul : Bidang terluas 13 X 12.5 X 11 cm Jarak interspina ischiadika 11 cm . 1. b. d.5 cm Bidang tersempit 11. c. 2. b. Rongga Panggul di bagi atas : Pintu Atas Panggul : Ukurannya : Conjugata Vera : 11 cm Conjugata Diagonalis : CV= CD – (1. a.5 cm) Diameter Transversa : 12.

a.3. b. c. Pintu Bawah Panggul : Ukuran antero-posterior 10-11 cm Ukuran melintang 10.5 cm’ Arkus pubis dengan sudut > 90o .

P. P. P. Ginekoid (45%) paling baik Antropoid (35%) Andropoid (15%) Platipeloid (5%) .Menurut Caldwell & Moloy Jenis panggul dibagi berupa :     P.

Lingkungan Ukuran panggul menjadi lebih kecil dari normal. Penyakit. Akibat pengaruh : Gizi.   Pada panggul ukuran apapun jenisnya normal. kelahiran pervaginam dgn janin berat badan normal tidak akan mengalami kesukaran. Terdapat bentuk panggul anomali yang menyebabkan distosia. . Herediter.

Split Pelvis : Panggul terbuka ke depan  D. Kelainan Panggul Menurut Munro Kerr :  Perubahan bentuk karena keluhan Pertumbuhan :  A. Panggul asimilasi : Terjadi penambahan os sacrum (n) 5 ruas  6 ruas : asimilasi  4 ruas : asimilasi  . Panggul Robert : 2 sayap sacrum (-)  C. Panggul Naegel : 1 sayap sacrum (-)  B.

nekrosis  Penyelesaian pada art. Perubahan bentuk karena gangguan pada tulang-tulang panggul & sendi Rachitic / osteitis TBC  Osteomalacia  Neoplasma  Fraktur  Atrofi. karies. Sarkrokoksigea  . Sakroiliaka & art.

 Perubahan  Koksitis  Luksasio bentuk karena penyesuaian kaki : Koksae  Atrofi atau kelumpuhan satu kaki .

Perubahan bentuk karena gangguan panggul tulang belakang :  Kifosis  Skoliosis  Spondilostosis .

 Diagnosa panggul sempit Anamnesa  .Melihat panggul dari luar (Pemeriksaan panggul luar) .Melihat tinggi badan ibu : yaitu TB < 145 cm  .Petunjuk keadaan panggul  Inspeksi  .Persalinan yang terdahulu .

Palpasi : melalui cara : Metoda Muller – Munrokerr Osborn Test Muller test Kesempitan panggul bisa pada : 1. . PBP). 2. Ruang Tengah Panggul (mid pelvic) 3. RTP. 1. 3. Pintu Bawah Panggul (outlet) 4. Kombinasi (PAP. Pintu Atas Panggul (inlet) 2.

Dinilai : . lalu dorong masuk ke panggul ibu dan 2 jari kanan periksa sudah berapa jauh kepala masuk (PD).Cara Periksaan Kesempitan Panggul •Metode Muller – Munro Kerr Tangan kiri memegang kepala anak. kepala menonjol atau tidak.Masuk : Muller Munro Kerr (-) .Tidak Masuk s/i H III : Muller Munro Kerr (+) . & Ibu jari menilai dari atas simphysis.Apakah kepala bisa masuk s/1 Hodge III .

2. Muller Test Kepala didorong s/i masuk ke spina ischiadika Kriteria masuk / tidak Bila masuk : PD (-) Bila tidak masuk : PD (+) . Osborn Test Kepala didorong masuk ke rongga panggul. lalu dinilai tonjolan dari simphysis setinggi berapa Bila tonjolan > 2 cm : Osborn test (+) Bila tonjolan < 2 cm : Osborn test (-) 3.

CV . Borderline  Pada PAP :  P. relatif (CV 9 – 10 cm)  P. Sempit absolut / mutlak ( CV < 6 cm ) Faktor penting : . Sempit ringan/P.Linea Inominata .J.Kesempitan Panggul P. Sempit ( CV 6-8 cm) Extrim / primer  P.

2. 1.    RTP (Mid Pelvis) Terjadi bila : Diameter interspinarum ≤ 9 cm Bila Diameter transversa + diameter sagitalis posterior <13.5 cm Secara klinis kesempitan mid pelvis bila ditemukan : Spina menonjol (midpelvis arrest) Side walls konvergen Ada kesempitan outlet .

Menyebabkan ruptur perineal yang luas . Pintu Bawah Panggul : .Bila Diameter transversa dan diameter sagitalis Posterior < 15 cm .Arkus Pubis <90o .

Pengukuran PBP (outlet) dalam beberapa hal khusus pada panggul miring Pelvimetri dalam (Pelvimetri klinik) Sangat penting menilai keadaan .Pelvimetri (Pengukuran Panggul) 1. PAP (inlet) serta panggul tengah dan memberikan gambaran yang jelas untuk PBP. Pelvimetri Luar Kel. Mis : Pada primi dengan kehamilan 36 mgg/lebih dan Pada multi kemungkinan ada kesempitan panggul 2. .

3. 4. Pelvimetri Rontgenologik Didasarkan atas indikasi yang nyata dalam masa antenatal maupun masa persalinan USG (ultrasonografi) Mengukur penampang Biparietal .

 Pelvimetri  Mahn luar menggunakan alat jangkar seperti :  Oseander  Collin  Boudeloque .

anak dalam letak belakang kepala dan hidup  Simfisiotomi  Kraniotomi . Sempit : Sectio Caesarea P. Penanganan :  PAP  P. Sempit ringan : Trial of Labour P. serviks lunak. Sempit absolut : Anak mati/hidup SC Penanganan CPD :  SC  Partus Percobaan Syarat : His normal / adekuat.

3. 2. • • 1. untuk memperoleh bukti ada tidaknya panggul sempit relatif Penilaian berdasarkan : Perubahan pembukaan serviks Penurunan kepala Rotasi kepala . Trial of Labor (Partus Percobaan) Penilaian kemajuan persalinan.

Keadaan ibu dan anak kurang baik 3. Pembukaan tidak atau kurang maju 2.Syarat-syarat : • His normal dan adekuat • Serviks lunak • Janin letak kepala dan hidup Trial of labor dihentikan bila : 1. Kala II dalam 1 jam Diameter terbesar tidak melewati PAP  . Ada lingkaran retraksi patologis 4.

     Test of Labor Merupakan fase akhir dari Trial of labor Di mulai pada pembukaan lengkap Berakhir 1 jam setelahnya Bila 1 jam kepala turun sampai H III dikatakan test of labor berhasil .

3. vesiko vaginalis.Bahaya pada Ibu o/k panggul sempit : 1.d Panggul Sempit di PBP  Simfisiolisis sering terjadi robekan pada Ruptura Perinei . rekto vaginalis Infeksi intra partum o/k sering dilakukan p. Partus lama > 18 jam His yang kuat  Ruptur uteri Terjadi iskemi  nekrose  tjd lubang /fistula : vesiko servicalis. 4. 2.

Ketuban sudah pecah Tali pusat terkemuka : …. Ketuban belum pecah    Ketuban pecah dini Terjadi moulage yang berlebihan  robekan pd tentorium serebeli/selaput otak perdarahan intrakranial Fraktusa os parietale kepala janin . Bahaya pada anak / janin :   Me kematian perinatal Prolapsus funikuli (tali pusat)   Tali pusat menumbung : ……..

Edema serviks . Serviks gantung (Hanging serviks) Serviks tergantung seperti corong c. Kelainan Jalan Lahir Lunak 1. Rigid serviks : pada primitua atau luka pada serviks (parut) b. Distosia serviks a.B. Serviks konglumer (conglumeratio cervix) OUI terbuka lengkap tapi OUE tidak terbuka d.

2. c. f. 3.Vagina dan vulva Kelainan lain yaitu : Tumor jalan lahir : kista/polip vagina dll VU penuh Skibala Kelainan letak serviks Ginjal yang turun kedalam rongga pelvis Kelainan bentuk uterus Dasar panggul/perineum tegang. Kelainan pada Himen. a. b. d. e. g. ketat .

Kelainan panggul (picak) . Letak Defleksi Presentasi Puncak Kepala PD : didapatkan UUB paling rendah dan sudah berputar kedepan Etiologi : . .Bentuk kepala bundar .Distosia Karena Kelainan Janin Kelainan pada Letak Kepala a.Anak kecil dan mati .Kerusakan dasar panggul 1.

Komplikasi : Partus yang lama dan robekan jalan lahir yang luas. Diameter fronto occiput melewati PAP .Bagian terbawah adalah muka dgn defleksi maksimal .5 % - .27 – 0. Mortalitas anak (9%) Presentasi Muka .Mekanisme Persalinan : UUB di depan dengan glabella dibawah simfisis sebagai hipomoklion.Frekwensi : 0.

Ansefalus . b. Etiologi : Primer : .Tangan menumbung .Lilitan tali pusat Sekunder :.a.Struma .Kongenital anomali .Panggul sempit .Congenital shortening of the cervial muscle .Hidrosefalus .Higroma koli .grande multipara dll .

3. . 3.1. 2. Tindakan : Pembukaan lengkap : Versi dan ektraksi atau ekstraksi vakum/forcep Pembukaan kecil : seksio sesarea Primigravida : seksio sesarea Pimpinan persalinan 80-90% dapat lahir biasa Ibu tidur miring kesamping sebelah dagu Usahakan merubah letak dengan prasat 1. 2.

.Anak kecil atau mati .Reposisi mento anterior menjadi posterior  Cara Schart  Cara Zangemeister-Thorn Presentasi Dahi .Etiologi : .Kepala antara fleksi dan defleksi. dahi pd posisi terendah dan paling depan.Penempatan dahi persisten .seperti letak muka  .