You are on page 1of 19

Kegagalan Perawatan Saluran Akar

2.Faktor-Faktor penyebab kegagalan PSA 1. 3. 5. Mikroorganisme yang menetap atau Masuk kembali/infeksi intraradikuler Infeksi ekstraradikular Reaksi benda asing Kista/true cyst . 4.

lactobacilli. Faecalis. streptococci. • Mikroorganisme pada gigi pasca PSA didominasi mo gram + dan fakultatif anaerob. peptostreptococci .Infeksi intraradikuler • Kegagalan perawatan endodontik disebabkan mikroorganisme yang menetap dalam saluran akar. • Mo yang tumbuh kembali : Ent. • Mikroflora yang tumbuh pada gigi pasca PSA ≠ gigi tanpa PSA.

► Mo ditemukan di jaringan periapikal karena menempel di permukaan akar sebagai struktur mirip biofilm atau dalam badan lesi inflamasi sbg koloni kohesif. ► Infeksi area periapikal hanya dapat ditangani dng bedah periapikal. . akar.Infeksi ekstraradikuler ► Abses periapikal akut – inflamasi purulen jaringan periapikal sbg respon adanya bakteri virulen sal.

. faecalis dan C.alb. • Bedah apikal dapat dihindari dengan perawatan ortograd = retreatment • Gigi dng periodontitis apikalis dengan PSA penutupan bagus masih ditemukan E.• Mo yang menyebabkan infeksi awal ditemukan menetap pada gigi pasca PSA + lesi periapikal dng hasil psa yang td bagus • Bila sal akar dirawat ulang dengan mengikuti aturan ketat diharapkan keberhasilan 85% 94%.

.

perforasi.Kesalahan prosedur iatrogenik: • Disain akses kavitas yang kurang baik • Saluran akar tidak dirawat • Pembersihan dan obturasi kurang • Komplikasi instrumentasi (ledge. instrumen patah) • Overfilling .

• Flora bakteri ditemukan pada lesi periapikal menetap bila ada kebocoran koronal. • Dilaporkan 6 – 41 spp tumbuh dalam sal akar dng pengisian tidak hermetis.Kebocoran koronal/restorasi mahkota • Bila saluran akar tidak ditutup dengan baik antar kunjungan. . enterococci akan tumbuh.

Diagnosis Kegagalan PSA • Pengumpulan informasi subjektif • Pengembangan penemuan objektif Diagnosis & Rencana Perawatan  Riwayat kesehatan scr keseluruhan  Pasien  mengingat kembali perawatan endodontik sebelumnya( teknik asepsis?)  Hindari komunikasi negatif peraw yg lama .

Evaluasi karies. resorpsi. patosis periradikular.intraoral.Pemeriksaan Objektif: • Pemeriksaan klinis. keberadaan saluran yang belum dirawat. periodontal. dibantu pembesaran dan illumination • Pemeriksaan radiografis. cacat restorasi. . fistula. Pemeriksaan visual ekstraoral. kesehatan periodontal. kualitas obturasi. perforasi. fraktur.

• Tes periradikular : perkusi. gigitan dan palpasi perkusi + berarti penyakit endodontik yang menetap. trauma oklusal. penyakit periodontal. • Supaya berhati-hati bila terjadi positif semu atau negatif semu. • Bila seluruh informasi telah terkumpul diagnosis dapat ditentukan . trauma baru. • Tes vitalitas pulpa pada gigi pasca PSA kalau ada keluhan utama pasien : terdapat sisa jaringan vital dalam saluran atau saluran tertinggal belum dirawat.

adanya tanda-tanda klinis pembengkaan. . tetapi ada kesepakatan bahwa prosedur retreatment harus dilaksanakan minimal pada kasus-kasus nyeri yang menetap. sinus tract atau patosis periapikal.Indikasi perawatan ulang (Retreatment) • Tidak ditentukan aturan umum tentang indikasi dan prosedur retreatment.

• Kriteria keberhasilan : radiograf menunjukkan radiolusensi terhenti atau menghilang. • Keputusan untuk merawat ulang saluran akar didasarkan pada perkiraan keberhasilan dan kegagalan perawatan endodontik awal. fistula menghilang. . tidak kehilangan fungsi dan tidak terjadi kerusakan jaringan.• Metode evaluasi hasil perawatan endodontik terbatas pada observasi gejala klinis dan radiografis. tidak terdapat rasa nyeri dan pembengkakan.

.• Kualitas perawatan saluran akar sebelumnya harus dimasukkan dalam proses pembuatan keputusan perawatan ulang.

Rencana perawatan: ► Tidak dilakukan tindakan ► Gigi dicabut ► Perawatan ulang nonbedah ► Perawatan ulang bedah .

menunggu perkembangan penyakit. tetapi pasien harus mendapatkan informasi lengkap tentang kemungkinan apa yang akan terjadi bila tidak dilakukan suatu tindakan. . • Pilihan tsb kadang menguntungkan. pasien akan dapat memberi penjelasan lebih lengkap.1) Merupakan pilihan waktu dekat bila penyebab kondisi patologis belum diketahui.

.2 ) Pilihan lebih baik daripada dipertahankan lewat perawatan yang mahal dan tidak jelas prognosisnya. • Pilihan yang kurang tepat. karena biaya perawatan prostetik dan implan lebih mahal dan waktu lebih lama daripada mempertahankan gigi asli.

.3) Penatalaksanaan penyakit pasca PSA dimulai dengan membentuk kembali kavitas akses kearah apikal. • Diikuti dengan aplikasi prinsip-prinsip perawatan saluran akar sampai selesai.

fistulasi • Kasus-kasus dengan simtom radiografis • Saluran akar tidak terisi • Underfilling • Overfilling • Resorpsi apikal inflamatori • Resorpsi internal inflamatori • Instrumen patah .4) • Kasus-kasus dengan simtom klinis : nyeri. pembengkaan.