You are on page 1of 33

KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK

Pembimbing: dr. Pulung M. Silalahi, Sp.A

Penyaji: Gabriela Christy


Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya RS Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto, Jakarta

Definisi
Bicara adalah pengucapan yang menunjukkan ketrampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata. Keterlambatan bicara adalah keterlambatan perkembangan atau penggunaan mekanisme bicara. Keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan atau hilangnya pendengaran. Bisa mulai dari bentuk yang sederhana seperti bunyi suara yang tidak normal (sengau, serak) sampai dengan ketidakmampuan untuk mengerti atau menggunakan bahasa, atau ketidakmampuan mekanisme motorik oral dalam fungsinya untuk bicara.

Bicara pada Anak


Kemampuan bicara pada anak berkembang melalui suatu proses menurut usia. Keterlambatan bicara merupakan keluhan yang sering dikeluhkan orang tua kepada dokter. Penyebabnya sangat luas, yang sering dialami adalah keterlambatan bicara fungsional yang biasanya akan membaik terutama setelah usia 2 tahun.

Epidemiologi
20% dari anak berumur 2 tahun mempunyai gangguan keterlambatan bicara. Keterlambatan bicara paling sering terjadi pada usia 3-16 tahun. Anak dengan lingkungan sosial ekonomi rendah memiliki insidensi keterlambatan bicara lebih tinggi dibanding anak dengan lingkungan sosial ekonomi menengah ke atas.

Anatomi

Proses Fisiologi Bicara


Melibatkan sistem pernapasan, pusat pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung.

2 proses: sensorik dan motorik


Sensorik: pendengaran, penglihatan, rasa raba Motorik: mengatur laring dan struktur artikulasi

Proses Fisiologi Bicara

Proses Fisiologi Bicara

Umur (bulan) 1

Bahasa reseptif (bahasa pasif)

Bahasa ekspresif (bahasa aktif)

Kegiatan terhenti akibat suara

Vokalisasi yang masih sembarang, terutama huruf hidup

Tampak mendengar ucapan pembicara, dapat tersenyum pada Tanda-tanda pembicaraan menunjukkan senyum sosial

vokal perasaan

yang senang,

Melihat kearah pembicara

Tersenyum

sebagai

jawaban

terhadap pembicara 4 Memberi tanggapan yang berbeda terhadap suara bernada Jawaban vokal terhadap rangsang marah/senang 5 6 Bereaksi terhadap panggilan namanya Mulai mengenal kata-kata da-da, pa-pa, ma-ma sosial Mulai meniru suara Protes vokal, berteriak karena

kegirangan
7 Bereaksi terhadap kata-kata naik, kemari, dada Mulai menggunakan suara mirip kata-kata kacau 8 Menghentikan aktivitas bila namanya di panggil Menirukan rangkaian suara

Umur (bulan)

Bahasa reseptif (bahasa pasif)

Bahasa ekspresif (bahasa aktif)

Menghentikan kegiatan bila dilarang

Menirukan rangkaian suara

10
11

Secara tepat menirukan variasi suara tinggi

Kata-kata pertama mulai muncul


kacau mulai dapat

Reaksi atas pertanyaan sederhana dengan melihat atau Kata-kata menoleh

dimengerti dengan baik

12

Reaksi dengan melakukan gerakan terhadap berbagai Mengungkapkan kesadaran tentang

pertanyaan verbal

objek yang telah akrab dan menyebut


namanya

15

Mengetahui dan mengenali nama-nama bagian tubuh

Kata-kata

yang

benar

terdengar

diantara kata-kata yang kacau, sering dengan disertai gerakan tubuhnya 18 Dapat mengetahui dan mengenali gambar-gambar objek Lebih banyak menggunakan kata-kata yang sudah akrab dengannya, jika objek tersebut disebut daripada namanya 21 gerakan, untuk

mengungkapkan keinginannya

Akan mengikuti petunjuk yang berurutan (ambil topimu dan Mulai mengkombinasikan kata-kata

letakkan diatas meja)


24 Mengetahui lebih banyak kalimat yang lebih rumit

(mobil papa, mama berdiri)


Menyebut nama sendiri

Faktor Resiko dan Etiologi


Beberapa penyebab: gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutisme selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan: lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Pemakaian dua bahasa juga dapat mempengaruhi perkembangan bicara anak.

Faktor Resiko dan Etiologi


Tiga penyebab keterlambatan bicara terbanyak: retardasi mental, gangguan pendengaran, dan keterlambatan fungsional.

Keterlambatan fungsional (keterlambatan maturasi) disebabkan keterlambatan maturitas saraf pusat untk memproduksi gangguan bicara pada anak. Biasanya terjadi pada anak laki-laki dan ada riwayat keluarga Biasanya ringan dan prognosisnya baik.

Penyebab
Lingkungan Sosial ekonomi kurang

Efek pada perkembangan bicara


Terlambat

Tekanan keluarga
Keluarga bisu

Gagap
Terlambat bahasa memperoleh

Dirumah menggunakan bahasa bilingual


Emosi Ibu yang tertekan Gangguan serius pada orang tua Gangguan serius pada anak

Terlambat memperoleh struktur bahasa


Terlambat bahasa memperoleh

Terlambat atau gangguan perkembangan bahasa Terlambat atau gangguan perkembangan bahasa

Penyebab Masalah pendengaran Kongenital

Didapat
Perkembangan terlambat Perkembangan lambat

Efek pada perkembangan bicara Terlambat/gangguan bicara yang permanen Terlambat/gangguan bicara yang permanen Terlambat bicara

Perkembangan lambat, tetapi Terlambat bicara masih dalam batas rata-rata Retardasi mental Pasti terlambat bicara Cacat bawaan Palatoschizis Sindrom Down Terlambat dan gangguan kemampuan bicaranya Kemampuan bicaraya lebih rendah

Penyebab

Kerusakan otak

Kelainan neuromuskular

Kelainan sensorimotor

Palsi serebral

Kelainan persepsi

Efek pada perkembangan bicara Mempengaruhi kemampuan mengisap, menelan, mengunyah, dan akhirnya timbul gangguan bicara dan artikulasi seperti disartria Mempengaruhi kemampuan mengisap dan menelan, akhirnya timbul gangguan artikulasi seperti dispraksia Berpengaruh pada pernapasan, makan dan timbul juga masalah artikulasi yang dapat mengakibatkan disartria dan dispraksia Kesulitan membedakan suara, mengerti bahasa, simbolisasi, mengenai konsep, akhirnya menimbulkan kesulitan belajar di sekolah

Klasifikasi Keterlambatan Bicara


Ringan Keterlambatan akuisisi dari Dislalia bunyi normal Sedang Keterlambatan lebih berat Disfasia ekspresif dari akuisisi bunyi kata-kata kata-kata, bahasa

dan perkembangan bahasa


terlambat Berat Keterlambatan lebih berat Disfasia reseptif dan tuli dari akuisisi dan bahasa, persepsi gangguan bahasa Sangat berat Gangguan pada seluruh Tuli persepsi dan tuli sentral pemahaman

kemampuan bahasa

Diagnosis
Kesulitan utama: membedakan dengan variasi normal. Sering diikuti kesulitan dalam membaca dan mengeja, kelainan dalam hubungan interpersonal, serta gangguan emosional dan perilaku.

Diagnosis: Anamnesis
Harus mencakup uraian perkembangan bahasa anak Dokter harus curiga bila orang tua melaporkan bahwa anaknya tidak dapat menggunakan katakata yang berarti pada umur 18 bulan atau belum mengucapkan frase pada umur 2 tahun, atau anak memakai bahasa yang singkat untuk menyampaikan Kecurigaan adanya gangguan tingkah laku perlu dipertimbangkan. (tanyakan bagaimana anak bermain dengan temannya)

Diagnosis: Instrumen Penyaring


Denver Developmental Screening Test Receptive-Expressive Emergent Language Scale

Early Language Milestone Scale (ELM scale)


ELM scale cukup sensitif dan spesifik untuk mengidentifikasi gangguan bicara pada anak kurang dari 3 tahun.

Diagnosis: Pemeriksaan Fisik


Dapat mengungkap penyebab lain keterlambatan bicara. Beberapa contoh kelainan: anomali telinga luar, otitis media yang berulang, celah palatum dan lainlain Gangguan oromotor dapat diperiksa dengan menyuruh anak menirukan gerakan mengunyah, menjulurkan lidah dan mengulang suku kata PA, TA, PA-TA, PA-TA-KA.

Diagnosis: Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan audiometri, terutama untuk anak yang pendengarannya tampak terganggu. Jenis-jenis audiometri:
Audiometri tingkah laku Audiometri bermain Audiometri objektif

Diagnosis: Pemeriksaan Penunjang


Audiometri tingkah laku: pemeriksaan pada anak yang dilakukan dengan melihat respon dari anak jika diberi stimulus bunyi. Respon yang diberikan dapat berupa menoleh ke arah sumber bunyi atau mencari sumber bunyi. Audiometri bermain:pemeriksaan pada anak yang dilakukan sambil bermain, misalnya anak diajarkan untuk meletakkan suatu objek pada tempat tertentu bila dia mendengar bunyi. Dapat dimulai pada usia 3-4 tahun

Diagnosis: Pemeriksaan Penunjang


Audiometri objektif: timpanometri untuk mengukur kelenturan membran timpani dan sistem osikuler. Pada anak yang tidak kooperatif atau hasil audiometrinya mencurigakan, dapat dilakukan pemeriksaan Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA) CT scan kepala untuk mengetahui abnormalitas otak

Diagnosis: Konsultasi
Pemeriksaan dari psikolog/neuropsikiater anak diperlukan jika ada gangguan bahasa dan tingkah laku. Masalah tingkah laku dapat diperiksa lebih lanjut dengan menggunakan instrumen seperti Vineland Social Adaptive Scale Revised, Child Behavior Checklist, atau Childhood Autism Rating Scale Konsultasi ke psikiater anak dilakukan bila ada gangguan tingkah laku yang berat. Ahli patologi wicara akan mengevaluasi cara pengobatan anak dengan gangguan bicara.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan keterlambatan bicara pada anak disesuaikan dengan penyebab kelainan tersebut. Dapat melibatkan multi disiplin ilmu dan terapi ini dilakukan oleh suatu tim khusus yang terdiri dari fisioterapis, dokter, guru dan orang tua pasien. Konsultasi dengan psikoterapis anak diperlukan jika gangguan bicara dan bahasa diikuti oleh gangguan tingkah laku, sedangkan gangguan bicaranya dievaluasi oleh ahli terapi wicara.

Masalah Lingkungan Sosial ekonomi kurang Tekanan keluarga Keluarga bisu

Penatalaksanaan Meningkatkan stimulasi Mengurangi tekanan Meningkatkan stimulasi

Emosi

Dirumah menggunakan bahasa Menyederhanakan bilingual masukan bahasa Ibu yang tertekan Meningkatkan stimulasi Gangguan serius pada orang tua Gangguan serius pada anak Menstabilkan lingkungan emosi Meningkatkan status emosi anak Monitor dan obati kalau memungkinkan Monitor dan obati kalau memungkinkan

Masalah pendengaran Kongenital Didapat

Masalah Perkembangan terlambat Perkembangan lambat

Penatalaksanaan Tingkatkan stimulasi

Perkembangan lambat, tetapi Tingkatkan stimulasi masih dalam batas rata-rata Retardasi mental Cacat bawaan Palatoschizis Sindrom Down Kerusakan otak Kelainan neuromuskular Maksimalkan potensi Monitor dan dioperasi Monitor dan stimulasi Mengatasi masalah makan dan meningkatkan kemampuan bicara anak Mengatasi masalah makan dan meningkatkan kemampuan bicara anak Mengoptimalkan kemampuan fisik kognitif dan bicara anak

Kelainan sensorimotor

Palsi serebral

Kelainan persepsi

Mengatasi masalah keterlambatan bicara.

Prognosis
Tergantung penyebab keterlambatan bicara. Perbaikan masalah medis seperti tuli konduksi dapat menghasilkan perkembangan bahasa yang normal pada anak yang tidak retardasi mental. Anak dengan gangguan prognosisnya lebih baik. fonologi biasanya

Anak yang intelegensianya normal perkembangan bahasanya lebih baik daripada anak yang retardasi mental.

Daftar Pustaka
Ranuh IGNG, editor. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Edisi I. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2002. Ranuh IGNG. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC; 1995. Markum AH. Gangguan Perkembangan Berbahasa. Dalam : Markum AH, Ismael S, Alatas H, Akib A, Firmansyah A, Sastroasmoro S, editor. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Jilid I. Jakarta : Balai Penerbit FKUI; 1991. Salim P, Salim Y. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Edisi Kedua. Jakarta: Modern English Press; 1995. Alwi H, Sugono D, Adiwinata SS. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Departement Pendidikan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka; 2005.

Daftar Pustaka
Ropper AH, Brown RH, editors. Adams and Victors Principles of Neurology. 8th ed. New York: McGraw-Hill Companies; 2005. Adam, Boies Highler. Buku Ajar Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok. Edisi Keenam. Jakarta: EGC; 1997. Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 11th ed. Philadelphia: Elsevier; 2006. Soedjatmiko. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Sari Pediatri. 2001; 3(3): 175-188. Maddeppungeng M, Soedjatmiko. Penilaian Early Language Milestone Scale 2 (ELM Scale 2) Pada Anak dengan Keterlambatan Bicara. Sari Pediatri. 2007; 9(2): 93-100.