You are on page 1of 55

Pembimbing :

dr. Andrie Ronggani , Sp.OG


Dibuat Oleh :
Kristinova Chandra Dewi Terenia Halim Audrey Melanie Gabriela Christy 2011.061.082 2011.061.087 2010.061.166 2011.061.034

Identitas Pasien
Nama : Ny. Z

Umur : 70 tahun
Agama : Islam Pendidikan : SD

Pekerjaan : Pengurus Panti


Alamat : Pansos

Anamnesa
Keluhan utama:

Terdapat benjolan yang keluar dari kemaluan dan terasa nyeri sejak

Riwayat penyakit sekarang:


Pasien mengeluhkan terdapat benjolan yang keluar dari kemaluan pasien. Pasien mengeluh nyeri pada benjolan tersebut. Nyeri dirasakan terus menerus dan meningkat saat benjolan ditekan.

Riwayat Penyakit/Pengobatan
Riwayat penyakit kronis:

- Riwayat diabetes melitus disangkal - Riwayat hipertensi disangkal - Riwayat asma disangkal - Riwayat batuk lama disangkal - Riwayat alergi disangkal - Riwayat trauma disangkal
Riwayat operasi : Penyakit keluarga: -

Anamnesa
Menarche Siklus Lama Haid Dysmenore Kontrasepsi HPHT

: : : : : :

13 tahun 28 hari 7 hari tidak -

Keluhan Lain
Miksi Defekasi Nyeri ulu hati Dyspnoe Palpitasi Lain-lain

: t.a.k. : t.a.k. ::::-

Riwayat Obstetri
Gravida
Menikah Lama perkawinan

: G0P0A0 ::-

Status Praesens (1) Tanggal 12 Agustus 2013 pk 10:30


Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi : 78 x/menit Pernafasan : 24 x/menit Suhu : 36,80C Berat badan : 50 kg Tinggi badan : 159 cm

Status Praesens (2)


Kepala

: Normocephali, deformitas Muka : Raut wajah simetris Mata : Konjungtiva ananemis, sklera anikterik, pupil 3mm/3mm, +/+ Telinga : dalam batas normal, sekret -/ Gigi : dalam batas normal Leher : tidak teraba massa, pembesaran KGB -

Status Praesens (3)


Thorax : Jantung Paru Mammae

: BI & II reguler, Murmur -, Gallop : Sonor, Rhonki -/-, Wheezing -/: Hiperpigmentasi Areola -/- , Retraksi -/-

Abdomen : I = tampak datar, striae gravidarum -, linea nigra P = supel, nyeri tekan P = timpani pada seluruh regio A = BU + ( 2-3x/menit ) Ekstremitas : Edema : -/Refleks fisiologis :

Biseps +/+ Triseps +/+ Refleks patologis : -/Kulit : tampak kering

Patella +/+ Achilles +/+

Pemeriksaan Ginekologis
Alat kelamin luar : tampak massa berwarna merah

muda dengan ukuran 10x8x6 cm, konsistensi kenyal, permukaan, batas, tidak ada cairan seperti nanah atau darah, nyeri tekan (+) Inspekulo dan Vaginal toucher tidak dilakukan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium : Hb : 10,5 g/dL Ht : 33 % Leukosit : 7.100/l Trombosit : 317.000/ l Golongan Darah : O/Rh+ 12 Agustus 2013 Waktu Perdarahan: 2 menit Waktu Pembekuan: 4 menit GDS: 79 mg/dl Albumin : 4,13 g/dl Globulin : 3,77 g/dl SGOT : 18 SGPT :7

Pemeriksaan Penunjang (2)


Natrium

: 141 mmol/L Clorida : 110 mmol/L Kalsium : 1,09 mmol/L Kalium : 3,7 mmol/L Ureum : 13 mg/dl Kreatinin : 0,5 mg/dl

Diagnosa Awal
WD/:

P0A0,70 tahun,dengan prolaps uteri grade IV

Penatalaksanaan
Pemasangan pessarium no. 6,5

Penatalaksanaan Pre-Op
Furosemid 1 x 1 tab
ISDN 2 x 5 mg

Prognosa
Quo ad vitam Quo ad fungsionam Quo ad sanationam : bonam : dubia ad malam : dubia ad malam

Follow Up Bangsal

12 Agustus 2013
P0A0, 70 tahun, post pemasangan pessarium atas indikasi prolaps uteri grade IV KU : Terdapat benjolan yang keluar dari kemaluan dan terasa nyeri sejak
RPS : Pasien mengeluhkan terdapat benjolan yang

keluar dari kemaluan pasien. Pasien mengeluh nyeri pada benjolan tersebut. Nyeri dirasakan terus menerus dan meningkat saat benjolan ditekan.

RPD :
Riwayat alergi disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat diabetes melitus disangkal Riwayat asma dan penyakit paru disangkal

Pemeriksaan Fisik
KU : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis TD : 110/70 mmHg RR : 24 x/menit Nadi : 78 x/ menit Suhu : 36,8 o C Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Mulut : mukosa oral basah Thoraks : cor-pulmo dbn Abdomen : I : datar, nyeri tekan -; P : timpani; A: BU + (23x/ menit) Ekstrimitas : akral hangat, CRT < 2detik, edema -/-; refleks fisiologis +/+/+/+, refleks patologis -/-/-/-

Pemeriksaan Ginekologis
Alat kelamin luar : tampak massa berwarna merah

muda dengan ukuran 10 x 8 x 6 cm, konsistensi kenyal, tidak ada cairan seperti nanah atau darah, nyeri tekan (+) Inspekulo dan VT tidak dilakukan.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium : Hb : 10,5 g/dL Ht : 33 % Leukosit : 7.100/l Trombosit : 317.000/ l Golongan Darah : O/Rh+ 12 Agustus 2013 Waktu Perdarahan: 2 menit Waktu Pembekuan: 4 menit GDS: 79 mg/dl Albumin : 4,13 g/dl Globulin : 3,77 g/dl SGOT : 18 SGPT :7

Pemeriksaan Penunjang (2)


Natrium

: 141 mmol/L Clorida : 110 mmol/L Kalsium : 1,09 mmol/L Kalium : 3,7 mmol/L Ureum : 13 mg/dl Kreatinin : 0,5 mg/dl

Pk. 12.45

Rencana operasi tgl 13 Agustus 2013, konsultasi bagian interna, periksa EKG, klisma
Pk. 19.45

Lapor dokter spesialis penyakit dalam


Pk. 20.15

dr. Edihan, Sp. OG acc terapi interna

13 Agustus 2013
Pk. 05.00

S : Nyeri pada benjolan di kemaluan O : KU : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis TD : 100/70 mmHg N : 80 x/ menit RR : 26 x/ menit Suhu : 36,0 OC Wajah : mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-. Mukosa oral : basah Thoraks : Cor : BJ I & II reguler, murmur -, gallop Pulmo : bunyi napas vesikuler, rhonki -/-. Wheezing -/-

Abdomen :

I : tampak datar P : supel P : timpani A : BU +, 3x / menit Ekstrimitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema -/-, refleks fisiologis +/+/+/+, refleks patologis -/-/-/-

Pemeriksaan Ginekologis
Alat kelamin luar : tampak massa berwarna merah

muda, dengan ukuran 10 x 8 x 6 cm, konsistensi kenyal, tidak keluar cairan seperti nanah atau darah, nyeri tekan (+) A : P0A0, usia 70 tahun dengan prolaps uteri grade IV

10.30

dr . Edihan visite bangsal : - Lapor hasil konsul ke dr. Swa - dr. Edihan acc tunda histerektomi transvaginal - rencana pasang pessarium no. 7 - semua terapi dari interna

14 Agustus 2013
Pk.05.00

S : tidak ada keluhan O : KU : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis TD : 110/70 mmHg N : 68 x/ menit RR : 18 x/ menit Suhu : 36,7 OC Wajah : mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-. Mukosa oral : basah Thoraks : Cor : BJ I & II reguler, murmur -, gallop Pulmo : bunyi napas vesikuler, rhonki -/-. Wheezing -/-

Abdomen :

I : tampak datar P : supel P : timpani A : BU +, 2-3x / menit Ekstrimitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema /refleks fisiologis +/+/+/+, refleks patologis -/-/-/ A : P0A0, usia 70 tahun dengan prolaps uteri grade IV

Pk.09.40

dr. Edihan visite bangsal, dipasang pessarium ukuran 6,5, atas instruksi beliau : - Pantau kemampuan pasien buang air kecil dalam 4 jam - Pantau posisi pessarium dan hasil reposisi portio dan uterus
Pk. 12.00

Pasien sudah BAK spontan 200 cc urin, jernih Vulva/ vagina tidak ada kelainan, tidak tampak portio di luar vagina (uterus, portio, dan pessarium di dalam vagina)

15 Agustus 2013
Pk.05.00

S : tidak ada keluhan O : KU : tampak sakit ringan Kesadaran : compos mentis TD : 130/80 mmHg N : 72 x/ menit RR : 24 x/ menit Suhu: 36,5 OC Wajah : mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-. Mukosa oral : basah Thoraks : Cor : BJ I & II reguler, murmur -, gallop Pulmo : bunyi napas vesikuler, rhonki -/-. Wheezing -/-

Abdomen :

I : tampak datar P : supel P : timpani A : BU +, 7x / menit Ekstrimitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema /refleks fisiologis +/+/+/+, refleks patologis -/-/-/-

Pemeriksaan ginekologis : Alat kelamin luar : vulva dan vagina tidak ada kelainan, terpasang pessarium di dalam vagina A : P0A0, usia 70 tahun post pemasangan pessarium atas indikasi prolaps uteri.

Pk. 08.30 Lapor dr. Edihan, Sp.OG, tentang keadaan pasien via telepon, atas intruksi beliau : Pasien boleh pulang Becombion 1 x 1 tab po Konsultasi ke bagian interna mengenai obat pulang Kontrol Senin, 19 Agustus 2013 Pk. 09.00 Lapor dr. Swa mengenai keadaan pasien dan rencana pasien untuk pulang : Pasien boleh pulang Furosemid tablet distop ISDN 2 x 5 mg po dilanjutkan Kontrol Senin bersamaan dengan kontrol ke poli obsgyn

PROLAPS UTERI

Anatomi Panggul
Pintu bawah panggul terdiri atas diafragma pelvis (m. Levator ani, m. coccygeus), diafragma urogenital (aponeurosis m. Transversus perinei profunda & transversus superfisialis, m. Rhabdosphincter urethra) serta lapisan lapisan otot yang ada di luarnya (m. Bulbokavernosa, m. Perineum transverse superficialis, m. Sfingter ani externa, m.ischiocavernosum).

Ligamen Penyokong Uterus


Ligamentum kardinale sinistrum et dekstrum (Mackenrodt),

berjalan dari serviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis. Ligamentum sakro-uterinum sinistrum et dekstrum, berjalan dari serviks bagian belakang, kiri dan kanan, ke arah os sakrum kiri dan kanan. Ligamentum rotundum sinistrum et dekstrum, berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal kiri dan kanan. Ligamentum latum sinistrum et dekstrum, yaitu ligamentum yang meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi. Ligamentum infundibulo-pelvikum, berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis.

Definisi
Prolaps organ pelvis adalah perpindahan ke bawah

atau keluar salah satu organ pelvis dari lokasi normalnya. Perpindahan ini biasanya dibagi menjadi derajat 0 sampai 3 (atau 0 sampai 4). Derajat 3 atau 4 merupakan prolaps total atau procidentia.

Sistokel Sistouretrokel

Prolaps uteri
Rektokel Enterokel

Klasifikasi Prolaps Organ Pelvis

Aa: Dinding vagina anterior, 3 cm proksimal dari himen (-3 s.d.

+3) Ba: ujung terdepan prolaps dinding anterior vagina (-3 s.d. +tvl) C: ujung distal serviks atau tunggul vagina (bila serviks tidak ada) (+/-tvl) D: ujung distal forniks posterior (+/-tvl) Ap: dinding vagina posterior, 3 cm proksimal hymen (-3 s.d. +3) Bp: ujung prolaps dinding vagina posterior (-3 s.d. +tvl) Gh: hiatus genital, yaitu jarak tegak lurus antara pertengahan meatus uretra ke hymen posterior (tidak ada batas) Pb: badan perineal, yaitu jarak tegak lurus antara pertengahan anus ke hymen posterior (tidak ada batas) Tvl: panjang vagina total, yaitu forniks posterior atau tunggul vagina ke himen (tidak ada batas)

Epidemiologi
Meningkat seiring dengan berjalannya usia
Usia rata-rata untuk melakukan repair prolaps organ

adalah usia 54,6 tahun.

Etiologi
Trauma obstetrik
Kelemahan kongenital dari jaringan penyokong pelvis Penurunan kadar estrogen Peningkatan tekanan intraabdominal Varian anatomi tertentu

Patofisiologi
Usia dan paritas tinggi -> kelemahan dan peregangan

jaringan penyokong pelvis-> menopause -> kurangnya elastisitas jaringan penyokong pelvis -> prolaps.

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik Laboratorium Radiologi

Tatalaksana
Terapi Konservatif (latihan otot - otot panggul, vaginal

pessary) Terapi operatif (colporaphy, colpoperinoplasty, venterofixation, manchester procedure, enterocele repair, hysterectomy, kolpokleisis)

Komplikasi
Komplikasi pemakaian pessarium: Vaginitis Perdarahan Erosi Ulserasi Retensi urin Fistula

Prognosis
Prognosis lebih baik pada pasien: Usia muda Tidak disertai penyakit lainnya IMT normal
Rekurensi prolaps setelah operasi: 16%

TERIMA KASIH