You are on page 1of 46

By : Muhammad Muhlis, S.Si., Apt., Sp.

FRS

pustaka
• PEDOMAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS 2006 • UU Kes 2009 • Handbook of Non prescription drug • Pharmacotherapy dipiro

Perilaku si sakit di Indonesia
Hasil survei kesehatan rumah tangga DepKes RI 1992 Mencakup 27 propinsi: 65.664 rumah tangga (desa dan kota) Yang mempunyai keluhan kesehatan : • Indonesia : + 20,01 %, dari jumlah penduduk 183.446.994 orang • DIY : + 23,80 % dari jumlah penduduk 2.922.612 orang

Untuk mengatasi keluhan kesehatan tersebut :
• • • • • • • Rumah sakit negeri 3,08 % Rumah sakit swasta 1,38 % Praktek dokter 13,23 % Puskesmas 26,62 % Klinik/KIAA/BP 3,34 % Praktek petugas kesehatan 7,35 % Pengobatan sendiri 45 %

BPS mencatat bahwa terdapat orang sakit di Indonesia yang melakukan swamedikasi sebesar 66% berobat jalan ke dokter 34% swamedikasi di Amerika Serikat mencapai 73%. .Berdasarkan hasil Susenas tahun 2009.

.

919/MENKES/PER/X/1993 adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala penyakit tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu • Menggunakan Obat yang dibeli tanpa menggunakan resep dokter • Sering disebut pula dengan Pengobatan sendiri (Self Medication ) .Definisi • berdasar permenkes No.

Obat Bebas Obat Bebas Terbatas Obat Wajib Apotek Obat Tradisional . 4. 3.Kelompok obat yg dapat digunakan 1. 2.

Alasan swamedikasi menurut WHO • • • • • Faktor sosial ekonomi Gaya hidup Kemudahan memperoleh produk baru Faktor kesehatan lingkungan Ketersediaan produk baru .

pasien memegang tanggung jawab utama terhadap obat yang digunakan. seperti pada anak-anak. pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal. Kemudian perhatian khusus perlu diberikan bagi penggunaan obat untuk kelompok tertentu. maupun wanita hamil & menyusui. lanjut usia.(Consumer Healthcare Products Association) Menurut CHPA: Pada swamedikasi. Oleh karena itu sebaiknya baca label dan brosur obat dengan seksama & teliti. .

Lanjutan…. • Jika individu atau pasien memilih untuk melakukan pengobatan sendiri. maka ia harus dapat : – mengenali gejala yang dirasakan – menentukan apakah kondisi mereka sesuai untuk pengobatan sendiri atau tidak – memilih produk obat yang sesuai dengan kondisinya – mengetahui ada atau tidaknya riwayat alergi terhadap obat yang digunakan – mengikuti instruksi yang tertera pada label obat yang dikonsumsi .

Keuntungan Swamedikasi : • • • • • Harga murah Cepat didapat Mudah diperoleh Tidak membebani si-pemakai Dapat dilakukan sendiri .

.Kerugian Swamedikasi : • dapat menutupi gejala yang diperlukan dokter untuk menegakkan diagnosa • pada kasus tertentu dapat menyebabkan penyakit bertambah parah • dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.

• Kondisi fisiologis pasien. Misal CTM menyebabkan kantuk.Faktor-faktor yang dapat menyebabkan efek samping obat : • Sifat dari obat itu sendiri. dapat menyebabkan kontra indikasi • Salah pemakaian • Alergi obat • Toleransi obat • Adanya interaksi obat .

Dapat memperparah penyakit yang diderita. .Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam swamedikasi Yang digunakan hanya obat-obat yang bersifat simtomatik Hanya untuk penyakit yang ringan Tidak bolieh digunakan untuk jangka waktu yang lama tanpa konsultasi dengan dokter. Dapat menutupi gejala yang diperlukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosa.

• Tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit. • Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan • Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia • Memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.919/MENKES/PER/X/1993. kriteria obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter adalah obat yang: • Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil.Kriteria Obat yang Digunakan Dalam Swamedikasi Permenkes No. . anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

Gejala-gejala yang tidak boleh diobati dengan swamedikasi : • • • • • • • • • Keluhan pada mata. . • Demam diatas 40C • Diare atau muntah yang hebat. Batuk dan serak lebih dari 1 minggu. Keluarnya lendir atau darah yang luar biasa dari vagina Timbulnya benjolan kecil pada buah dada atau ditempat yang lain. Borok yang tidak mau sembuh. Buang air besar/kecil yang disertai darah Rasa nyeri atau sulit buang air kecil. atau berdarah Terjadinya setiap perubahan pada tahi lalat dan atau kutil Rasa nyeri atau sulit menelan yang tak mau sembuh.

Pusing batuk influenza. nyeri. penyakit kulit  dan lain-lain. diare. sakit maag. seperti demam. .Keluhan yang biasanya diatasi dengan swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhandan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. ecacingan.

Tugas Apoteker • penyalahgunaan obat (drug abuse) dan • penggunasalahan obat (drug misuse) .

Keterampilan mendengarkan secara aktif 3. Kemampuan untuk bertanya 4. Kemampuan pemilihan terapi berdasarkan efektivitasnya 5. Kemampuan bekerjasama dengan pasien .Ketrampilan utama untuk menanggapi gejala penyakit yang disampaikan oleh pasien adalah: 1. Kemampuan untuk membedakan antara gejala penyakit ringan dan serius 2.

metode WWHAM • Saat menanggapi keluhan pasien diperlukan teknik tahapan bertanya yang sistematis sehingga farmasis memperoleh informasi yang lengkap dan dapat mengambil keputusan dengan tepat • Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah metode WWHAM yaitu: .

W – who is it for ? (Siapa yang sakit) • Pertama kali harus ditanyakan siapa yang sakit. usia berapa. keringat berlebihan dan lain-lain) . pucat. apakah dalam keadaan hamil/menyusui. Bila yang datang adalah pasien sendiri. bisa dilihat penampilan fisiknya untuk membantu penilaian kondisi pasien (ruam kulit.

W – what are the symptoms ? (apa gejalanya) • Perlu ditanyakan gejala/keluhan penderita. dapat ditentukan dengan tepat apakah pasien harus diberi rekomendasi. . atau dirujuk ke dokter. dan tim farmasi harus tahu gejala-gejala yang perlu diwaspadai. Dengan memperhatikan gejala yang perlu diwaspadai.

H -how long have the symptoms ? (berapa lama gejala diderita) • Ditanyakan jangka waktu gejala yang dikeluhkan pasien. apakah pasien juga menderita penyakit lain . bagaimana perkembangan kondisi pasien saat ini.

.A -actions taken so far ? (tindakan apa yang sudah dilakukan) • Perlu ditanyakan tindakan pengobatan yang sudah dilakukan dsb.

obat yang diresepkan. maupun obat tradisional. . meliputi obat bebas / bebas terbatas. Ditanyakan apakah pasien juga minum obat untuk penyakit lain.M -medications they are taking ? (obat apa yang sudah digunakan) • Ditanyakan obat yang sudah digunakan untuk mengatasi keluhan.

.

Obat golongan ini dapat dibeli bebas di Apotek. . toko kelontong. beberapa analgetik-antipiretik.Penggolongan Obat Obat digolongkan menjadi 4 golongan yaitu • Obat Bebas. obat gosok. adalah Obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan tepi lingkaran berwarna hitam. toko obat. – Obat bebas umumnya berupa suplemen vitamin dan mineral. warung. dan beberapa antasida.

.

.

beberapa suplemen vitamin dan mineral. dan obat-obat antiseptika. Obat-obat yang umumnya masuk ke dalam golongan ini antara lain obat batuk.Obat Bebas Terbatas. • • adalah Obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru dengan tepi lingkaran berwana hitam. Obat golongan ini hanya dapat dibeli di Apotek dan Toko Obat berizin. obat tetes mata untuk iritasi ringan. obat influenza. . obat penghilang rasa sakit dan penurun panas pada saat demam (analgetikantipiretik).

.

Obat keras merupakan obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. obat diabetes. obat darah tinggi/antihipertensi. Obat golongan ini hanya dapat diperoleh diapotek dengan resep dokter. Obat-obat yang umumnya masuk ke dalam golonggan ini antara lain obat jantung. • . hormon. obat darah rendah/antihipotensi. dan beberapa obat ulkus lambung. antibiotika.Obat Keras • adalah obat yang pada kemasan nya ditandai dengan lingkaran merah yang di dalamnya terdapat huruf K berwarna hitam yang menyentuh tepi lingkaran yang berwarna hitam.

.

.

Obat Narkotika. yang dibedakan kedalam golongan-golongan sebagai mana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. mengurangin sampai menghilangkan rasa nyeri. (UURI No 22 Th 1997 tentang Narkotika ) . dan dapat mnimbulkan ketergantungan . • adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. hilangnya rasa.

coca. Dalam bidang kedokteran. . obat-obat narkotika biasa digunakan sebagai anestesi/obat bius dan analgetika/obat penghilang rasa sakit. morfin. dan lain sebagainya. Contoh dari obat narkotika antara lain: Opium. • Obat narkotika bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi dengan ketat. heroin. ganja/marijuana.obat ini pada kemasan nya ditandai dengan lingkaran yang di dalamnya terdapat palang (+) berwarna merah. sehingga obat golongan narkotika hanya dapat diperoleh di Apotek dengan resep dokter yang asli (tidak dapat menggunakan kopi resep).

seperti pada gambar . tanda peringatan tersebut berwarna hitam dengan ukuran panjang 5 cm dan lebar 2 cm atau disesuaikan dengan kemasannya. dan memuat pemberitahuan dengan huruf berwarna putih.• Penandaan khusus obat bebas terbatas • Ada enem tanda peringatan yang dipilih sesuai dengan obatnya seperti yang tertera pada Surat Keputusan No 6355/Direktorat Tenderal/SK/69.

No 3. No 1. jangan ditelan P. Hanya untuk bagian luar dari badan P. Awas ! Obat Keras. Awas ! Obat Keras. Bacalah Aturan Memakainya P. No 6. Hanya Untuk dibakar P. Awas ! Obat Keras. Awas ! Obat Keras. No 4. Obat Wasir Jangan ditelan . Hanya untuk dikumur. Tidak boleh ditelan P. No 5. No 2. Awas ! Obat Keras.P. Awas ! Obat Keras.

(UURI No 5 Th 1997 tentang Psikotropika) • Obat psikotropika ini termasuk golongan obat keras tertentu.Psikotropika/OKT • Psikotropika. adalah zat atau obat. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahn khas pada aktifitas mental dan perilaku. .

1. sampai saat ini telah ditetapkan daftar OWA No. serta dicatat jumlah obat. dengan syarat apoteker harus mengetahui dengan jelas kegunaan obat tersebut dan digunakan untuk apa.Obat Wajib Apotek (OWA) • Obat Wajib Apotek (OWA) adalah obat keras yang boleh diserahkan apoteker di apotek. OWA No 2. OWA No 3. Yang termasuk Obat OWA ditetapkan oleh menteri Kesehatan. . nama serta alamat pasien.

.

Obat Herbal Terstandar c. Fitofarmaka . Berdasarkan cara pembuatan serta jenis klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat. Jamu b.Obat Bahan Alam Yang dimaksud dengan Obat Bahan Alam Indonesia adalah Obat Bahan Alam yang diproduksi di Indonesia. Obat Bahan Alam Indonesia dikelompokkan menjadi a.

Obat Tradisional • Definisi Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. bahan mineral. sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut. . yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. bahan hewan.

bahan bakunya tcrdiri dari simplisia atau sediaan galenik yang telah memenuhi persyaratan yang bcrlaku. .Fitofarmaka • adalah sediaan obat dan obat tradisionaI yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya.