You are on page 1of 23

PEMERIKSAAN LUAR GENITALIA WANITA

HERDIAN PRIMA ARIONATA
1110070100178

Latar Belakang
Ginekologi dan obstetri dimulai bersamaan dengan timbulnya ras manusia. Berdasarkan analisis statistik mengenai populasi dunia pada tahun 1982, lebih dari 4,7 juta kelahiran hidup tiap tahun: lebih dari 12.000 tiap hari di atas 600 jam, dan lebih dari 10 tiap menit. Hampir 98% dari semua bayi lahir hidup dapat tetap bertahan hidup. Dengan laju seperti ini, populasi akan menjadi lipat dua pada tahun 2010.

Selama 30 tahun terakhir ini kematian karena kanker uterus dan serviks di Amerika Serikat telah berkurang 57%, terutama karena diagnostik fisik yang baik. Kanker uterus dan serviks sekarang menjadi penyebab pada 13% dari semua kanker dan 5% semua kematian karena kanker pada wanita. Penurunan mortalitas karena kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh deteksi dini dengan pemeriksaan fisik.

Tujuan
• • • •

Mengetahui anatomi eksterna genitalia wanita. Mengetahui fisiologi genitalia wanita. Mengetahui alat- alat yang digunakan dalam pemeriksaan genitalia wanita. Mengetahui hal- hal khusus yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan genitalia wanita. Mengetahui teknik- teknik dalam pemeriksaan luar genitalia wanita.

Manfaat

Menambah wawasan ilmu kedokteran pada umunya dan ilmu genitalia wanita khususnya teknik pemeriksaan luar genitalia wanita. Sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa yang mempelajari tentang pemeriksaan genitalia wanita dan teknik yang mendasarinya.

Anatomi Genitalia Wanita

Genitalia Wanita Eksterna

Mons veneris atau mons pubis adalah tonjolan bulat dari jaringan lemak di atas simfisis pubis. Labium mayus adalah lapisan kulit yang melindungi muara urethra dan vagina Labium minus adalah lapisan kulit di antara 2 labium mayus, lemak (-), akhir saraf sensoris (+) Vestibulum vagina adalah ruang di antara labium mayus Glandula vestibularis majus dan minus : di kiri dan kanan vestibulum vagina Klitoris : organ erektil, sangat sensitive, pada pertemuan labium minus, di ventral, analog dengan penis

• •

• • •

Alat- Alat yang Digunakan Pemeriksaan Genitalia Wanita
• • • •

Alat- alat yang diperlukan untuk pemeriksaan genitalia wanita adalah: speculum vagina Lubrikan scapers serviks


• •

kapas lidi
sarung tangan slide kaca


kartu dan reagen tes darah samar
bahan kultur (yang sesuai), zat fiksasi, tisu dan sumber cahaya.

Teknik Pemeriksaan Luar Genitalia Wanita

Pertimbangan umum
Pasien

Hindari senggama, penyemprotan vagina (douching), atau penggunaan supositoria vagina dalam waktu 24 jam hingga 48 jam sebelum menjalani pemeriksaan. Kosongkan kandung kemih sebelum pemeriksaan. Berbaringlah terlentang dengan kepala dan bahu sedikit di angkat, ke dua lengan diletakkan di samping tubuh atau di silangkan di depan dada untuk mengurangi pengencangan otot- otot abdomen.

• •

Pertimbangan umum
Pemeriksa
• •

Jelaskan setiap langkah pemeriksaan sebelum pemeriksaan dilakukan. Tutupi tubuh pasien dengan kain penutup dari bagian pertengahan abdomennya hingga lutut; tekan kain tersebut di antara celah lutut untuk menjaga kontak mata dengan pasien. Hindari gerakan yang tidak terduga atau mendadak. Hangatkan spekulum dengan air keran. Amati kenyamanan pasien selama pemeriksaan dengan memperhatikan ekspresi wajahnya.

• • •

Teknik- Teknik Dalam Pemeriksaan Luar Genitalia Wanita

1. Inspeksi genitalia eksterna dan rambut pubis
• • •

Mons veneris diperiksa untuk melihat adanya lesi atau pembengkakan. Rambut pubis diperiksa untuk melihat polanya dan adanya kutu pubis. Kulit vulva di periksa untuk melihat adanya kemerahan, ekskoriasi, massa, leukoplakia, atau pigmentasi. Setiap lesi harus di palpasi untuk mengetahui adanya nyeri tekan.

2. Menilai maturitas seksual pada pasien remaja; stadium tanner

3. Inspeksi Labia

Dengan tangan kanan anda, labia mayora dan minora dibuka terpisah di antara dua ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan, periksalah introitus vagina. Catatlah setiap lesi, peradangan, ulserasi, pengeluaran secret, parut, kutil, trauma, bengkak, perubahan atrofik atau massa yang ditemukan.

4. Inspeksi meatus uretra
Apakah ada pus atau peradangan? Jika ada pus, tentukanlah sumbernya. Celupkan kapas lidi ke dalam sekret itu dan oleskanlah pada slide mikroskop untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Inspeksi daerah kelenjar bartholin
Beritahukan bahwa anda akan melakukan palpasi kelenjar- kelenjar labia. Palpasilah daerah kelejar kanan (pada jam 7- 8) dengan memegang bagian posterior labia kanan di antara jari telunjuk kanan di dalam vagina dan ibu jari kanan di luar vagina. Apakah ada nyeri tekan, bengkak atau pus? Biasannya kelenjar bartholin tidak dapat dilihat maupun diraba. Pakailah tangan kiri untuk memeriksa daerah kiri (pada jam 4- 5).

6. Inspeksi perineum
Perineum dan anus di periksa untuk melihat adanya massa, parut, fisura atau fistel. Apakah kulit perineum memerah? Anus harus di periksa untuk melihat adanya hemorrhoid, iritasi, atau fisura.

7. Pemeriksaan relaksasi pelvis

Dengan kedua labia terpisah lebar, pasien diminta untuk mengejan atau batuk. Jika ada relaksasi vagina, mungkin terlihat penggembungan dinding anterior atau posterior. Penonjolan dinding anterior berkaitan dengan sistokel; penonjolan dinding posterior menunjukkan adanya suatu rektokel. Jika ada inkontinensia stress, batuk atau mengejan dapat menyebabkan menyemprotnya urin dari uretra.

KESIMPULAN
Pemeriksaan luar genitalia berbeda dengan kebanyakan pemeriksaan fisik lainnya, terkadang banyak koasisten merasa cemas atau risih ketika pertama kali memeriksa organ genitalia orang lain. Pada saat yang sama pasien juga memiliki kekhawatiran yang sama. Sebagian wanita telah mempunyai pengalaman yang menyakitkan, memalukan, atau bahkan pengalaman merasa direndahkan pada pemeriksaan sebelumnya. Sementara sebagian lainnya mungkin sedang menghadapi pemeriksaan pertamanya. Untuk itu di perlukan beberapa cara atau pendekatan- pendekatan yang khusus.

KESIMPULAN
Teknik pemeriksaan tentu akan berjalan dengan baik jika pemeriksa memberikan informasi yang memadai. Tentu saja pemeriksa juga harus menguasai anatomi dan fisiologi dari genitalia wanita. Untuk pemeriksaan luar genitalia wanita dapat dilakukan dengan inspeksi genitalia eksterna dan rambut pubis, inspeksi labia, inspeksi uretra, inspeksi daerah kelenjar bartholin, inspeksi perineum, serta pemeriksaan relaksasi pelvis.

DAFTAR PUSTAKA

Prawihardjo, sarwono. Ilmu Kebidanan Edisi ke Empat. Jakarta: penerbit PT Bina Pustaka Sarwono prawihardjo; 2010. Hal 115- 129, 334- 347 Mc Glynn, Thomas J. Physical Diagnosis, 17 th edition. Lukmanto H, Penyunting. Diagnosis fisik, edisi 17. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1995. Hal 287307 Swartz MH. Text book of physical diagnosis. Lukmanto P, effendi H, penyunting. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1995. Hal. 282308 Moore, Keith L. essential clinical anatomy. Laksman H, penyunting. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Penerbit Hipokrates; 1995. Hal. 154- 189. Bickley, Lynn S. Bates’ guide to physical examination & history taking, 8 th edition. Hartono A, penyunting. Buku Ajar Pemeriksaan fisik & ruwayat kesehatan bates, edisi 8. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009. Hal. 389- 407

Sherwood L. Human Physiology from cell to systems, 6 th edition. Pendit BU, yesdelita N, penyunting. Fisiologi manusia dari sel ke system, edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;2011. Hal. 811- 831