You are on page 1of 15

Metode Problem Solving

FUADILLAH PANGESTU ( K2512036 )

Mereka menganalisis dan mengidentifikasikan masalah. dapat jika diartikan “a question to be answered or solved” (pertanyaan yang butuh jawaban atau jalan keluar). Menurut Gulo (2002:111) menyatakan bahwa problem solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Menurut AS Hornsby. Pengajaran berbasis proyek (Project-based education) dan Pembelajaran berdasarkan pengalaman (Experience-based education). Menurut N.      Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan metode pembelajaran problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. . serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi pembelajaran. mengumpulkan dan menganalisis informasi dan membuat kesimpulan. makna bahasa dari problem yaitu “a thing that is difficult to deal with or understand” (suatu hal yang sulit untuk melakukannya atau memahaminya). Menurut istilah Nurhadi problem solving adalah suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan permasalahan. Dalam pembelajaran ini siswa di haruskan melakukan penyelidikan otentik untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang diberikan.Sudirman (1987:146) metode problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha untuk mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa. mengembangkan hipotesis. Secara terminologi problem solving seperti yang diartikan Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain adalah suatu cara berpikir secara ilmiah untuk mencari pemecahan suatu masalah. Menurut Nurhadi metode problem solving dalam pendidikan juga sering diistilahkan dengan Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning).Pengertian Metode Problem Solving  Beberapa definisi Metode Problem Solving Secara bahasa problem solving berasal dari dua kata yaitu problem dan solves. sedangkan solve dapat diartikan “to find an answer to problem” (mencari jawaban suatu masalah).

dan mencoba mengkonstruksi penyelesaiannya. menginterpretasi. melatih dan menanyakan dengan pertanyaanpertanyaan berwawasan dan berbagi dalam proses pemecahan masalah. sebuah proses sentral dalam matematika.Ciri – Ciri Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah ( Problem Solving )  Adanya interaksi antar siswa dan interaksi antara guru dan siswa. dan siswa mengklarifikasi.  Guru membimbing.  Sebaiknya guru mengetahui kapan campur tangan dan kapan mundur membiarkan siswa menggunakan caranya sendiri. .  Karakteristik lanjutan adalah bahwa pendekatan problem solving dapat menggiatkan siswa untuk melakukan generalisasi aturan dan konsep.  Guru menerima jawaban “ya” atau “tidak” dan bukan untuk mengevaluasi.  Guru menyediakan informasi yang cukup mengenai masalah.  Adanya dialog matematis dan konsensus antar siswa.

khususnya dengan dunia kerja. karena dalam proses belajarnya. .Alasan Penggunaan Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah ( Problem Solving )  Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan. siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dan berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya.  Proses pembelajaran melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil. Hal ini merupkan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia.  Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh.

metode ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan suatu masalah dan kecapakan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah lainnya di dalam masyarakat. Memberikan kepada murid pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai/bermanfaat bag! keperluan hidup sehari-hari. Metode ini melatih murid dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah bila akan memecahkan suatu masalah. b. c. ." .Tujuan Dan Manfaat Penggunaan Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving ) Banyak pendapat yang menguraikan tentang tujuan menggunakan metode problem solving antara lain : a. Mengembangkan kemampuan berfikir. terutama di dalam mencari sebab akibat dan tujuan suatu masalah. 2)." . Menurut Abdul Kodir Munsyi. Pendapat lain menerangkan bahwa tujuan utama dari penggunaan metode Problem Solving adalah: 1). Tayar Yusuf mengatakan dalam bukunya IImu Praktek Mengajar bahwa “. tujuan utama dari sistem pengajaran ini (metode Problem Solving) adalah melatih kemampuan masing-masing individual murid di dalam memecahkan suatu masalah secara tepat dan baik. Nasai Hasyim dan Mukhrin Banua tujuan penggunaan metode ini adalah "melatih anak-anak menghadapi masalah-masalah yang sederhana sampai yang sulit di dalam masyarakat.

 Melatih si terdidik bagaimana menetapkan suatu keputusan dengan benar.  Melatih si terdidik menemukan langkah-langkah yang di tempuh bila menemukan masalah yang ada kemiripannya.  Melatih siswa bagaimana caranya menemukan jalan keluar ari problem yang sulit.  Belajar menyadari bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jika dilakukan bersungguh – sungguh.  Melatih siswa menetapkan suatu keputusan yang diambil. .  Melatih si terdidik bagaimana bertindak dan berbuat dalam situasi yang baru ditemukan.  Belajar meneliti suatu problem dari berbagai segi pandang.  Melatih siswa bagaimana membatasi masalah yang dihadapi.Bila Tujuan – Tujuan Dari Para Ahli Tersebut Disederhanakan Maka Akan Terlihat Tujuan Yang Akan Dicapai Dalam Mempergunakan Metode Problem Solving Antara Lain:  Melatih kemampuan berfikir si terdidik dalam menghadapi masalah.  Belajar bagaimana bekerja yang sistematis sehingga masalah yang dihadapi lebih mudah dipecahkan.

Manfaat Penggunaan Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving ). Manfaat metode pembelajaran Problem Solving adalah : (1) Dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. . (3) Siswa dapat menghadapi permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya serta berusaha mengerahkan segala kemampuan untuk dapat mencari pemecahan masalah. (2) Mengembangkan pola berpikir siswa.

Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan.  1. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 2. 4. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. 2. 7. 5. Keunggulan metode problem solving sebagai berikut: Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misalnya terbatasnya alat . 6.Kelebihan Dan Kekurangan Dari Metode Problem Solving  1. 3. . Berpikir dan bertindak kreatif. khususnya dunia kerja. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.

Enquiry and Discovery Learning Enquiry and Discovery Learning adalah Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan penyelidikan dan penemuan. .pertanyaan. yaitu: enquiry and discovery learning. secara luas agar melihat apa yang terjadi. mengajukan pertanyaan. serta menghubungkan penemuan satu dengan penemuan lainnya. membandingkannya dengan penemuan siswa lainnya. dan expository learning. 2.) Metode Penemuan.) Metode berbasis masalah.) Metode Kontekstual. 4. Dalam penggunaan metode ini guru mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri. 5.) Metode Proyek. a. ingin melakukan sesuatu. Di antara metode pembelajaran yang menggunakan pendekatan Enquiry and Discovery adalah: 1.Langkah-langkah dalam Metode Problem Solving Secara garis besar langkah – langkah metode pembelajaran dibagi menjadi dua. 3.) Tanya Jawab (Questioning).

juga tidak akan mendorong siswa belajar dengan cara rote learning (belajar dengan mengulang-ulang hafalan secara rutin). 4. 3. Expository Learning. yaitu: 1. Advance Organizer. Expository learning dikembangkan oleh David Ausubel. Consolidation. asal beberapa syarat dipenuhi. Pendekatan yang digunakan dalam Expository learning adalah pendekatan ceramah (lecture). Menurut Ausubel pendekatan belajar siswa terhadap materi verbal tidak akan menimbulkan penyakit verbalisme pada siswa. 2. Progressive diferensial. Expository learning adalah metode pembelajaran yang digunakan guru untuk menyajikan bahan pelajaran secara utuh dan menyeluruh. lengkap dan sistematis secara verbal (ceramah). Integrative reconciliation. .B.

Hal ini dengan menggunakan beberapa kaidah. Principle Learning. seperti ada kilat berarti akan ada guntur. 2. 6. Signal Learning. yaitu belajar memecahkan masalah. Seperti menghubungkan wudlu dengan kebersihan dan kesehatan . yaitu belajar menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sehingga membentuk suatu kesatuan. yaitu belajar mengenal isyarat. Discrimination Learning. Verbal Association. khususnya dalam belajar bahasa dan berkomunikasi.Beberapa Langkah Dalam Metode Problem Solving Menurut Para Ahli : Metode problem solving ini didasarkan pada tipe . Stimulus Response Learning. 8. mendengarkan. Problem Solving. yaitu belajar karena ada stimulus seperti perintah informasi dan sebagainya dan murid merespon dengan mengerjakan.tipe belajar yang dicetuskan oleh Robert M. informasi dan data-data yang ada untuk mengambil keputusan pemecahan masalahnya. yaitu belajar ubtuk dapat membedakan berbagai hal yang berbeda. Chaining. yaitu membentuk kemampuan berekspresi dengan kata -kata. yaitu belajar mengenal dan mengidentifikasi suatu konsep. 5. . obyek atau perwujudan dalam suatu klasifikasi tertentu. yaitu belajar kaidah-kaidah yang menghubungkan beberapa konsep. 3. 7. 4. seperti beda antara sholat ashar dan dhuhur. Gagne seperti dikutip Djamaludin Darwis yang terdiri atas delapan tipe belajar yaitu: 1. Concept Learning.

tugas diskusi. 2. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. pada langkah kedua di atas. Menarik kesimpulan. bertanya. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. 3. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.Diantaranya Yang Disebutkan Syaiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan dengan jalan membaca buku-buku. 5. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Bahwa Dalam Penggunaan Metode Problem Solving Dapat Digunakan Langkah-langkah Sebagai Berikut: 1. . berdiskusi dan lain-lain. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi. meneliti. dan lain-lain. 4.

5. Dengan jalan berpikir dapat diperkirakan akibat-akibat suatu hipotesis. Menilai hipotesis. dibatasi dengan teliti. usahanya akan sia-sia. Menyimpulkan laporan tentang keseluruhan prosedur pemecahan masalah yang diakhiri dengan kesimpulan. maka diuji melalui eksperimen. 2. Yaitu: 1. mungkin timbul suatu kemungkinan yang memberi harapan yang akan membawa pemecahan masalah. maka dimulai lagi dengan langkah kedua. Mengadakan eksperimen/menguji hipotesis. berarti masalah ini dipecahkan. .Langkah – Langkah Dalam Metode Problem Solving Menurut Sri Anitah Iryawan Dan Noorhadi Th. Mengumpulkan data kalau masalah sudah jelas. dari keterangan-keterangan yang diperoleh. yang mungkin memberi penyelesaian ). Merumuskan hipotesis ( jawaban sementara. Memahami masalah. dapat dikumpulkan data / informasi / keterangan . Di sini kemungkinan dapat dicetuskan suatu prinsip atau hukum. harus kembali lagi dari langkah-langkah kedua atau ketiga. Kalau ternyata bahwa hipotesis ini tidak akan memberi hasil baik. Tetapi kalau tidak berhasil. 3. Kalau berhasil.keterangan yang diperlukan. Bila suatu hipotesis memberi harapan baik. Masalah yang dihadapi harus dirumuskan. 4. 6. Bila tidak.

dipraktekkan atau dilaksanakan. Merumuskan dan menegaskan masalah. . Dari hasil pelaksanaan itu diperoleh informasi untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah dirumuskan. Individu melokalisasikan letak sumber kesulitan untuk memungkinkan mencari jalan pemecahan. Mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan. Dengan menggunakan prinsip atau dalil serta kaidah yang diketahui sebagai pegangan.John Dewey juga menawarkan beberapa langkah dalam memecahkan masalah. adalah sebagai berikut: John Dewey juga menawarkan beberapa langkah dalam metode memecahkan masalah ( Problem Solving ). 4. 3. Kemudian mengidentifikasi berbagai alternatif kemungkinan pemecahannya yang dapat dirumuskan sebagai pertanyaan jawaban sementara yang memerlukan pembuktian (hipotesis). Mencari fakta pendukung dan merumuskan hipotesis. Individu menghimpun berbagai informasi yang relevan termasuk pengalaman orang lain dalam menghadapi pemecahan masalah yang serupa. 2. Mengadakan pengujian atau verifikasi. Mengadakan pengujian atau verifikasi secara eksperimental alternatif pemecahan yang dipilih. Ia menandai aspek mana yang mungkin dipecahkannya. Setiap alternatif pemecahan ditimbang dari segi untung dan ruginya kemudian dilakukan pengambilan keputusan memilih alternatif yang dipandang paling mungkin dan menguntungkan. adalah sebagai berikut: 1.

TERIMA KASIH SEMOGA DAPAT BERMANFAAT .