Takikardi Supraventrikular

geulissa

Page 1

definisi
satu jenis takidisritmia yang ditandai dengan perubahan frekuensi jantung yang mendadak bertambahcepat menjadi berkisar antara 150 sampai 280 per menit. Kelainan pada TSVmencakup komponen sistem konduksi dan terjadi di bagian atas bundel HIS. Pada kebanyakan TSV mempunyai kompleks QRS normal. Kelainan ini sering terjadi pada demam, emosi, aktivitas fisik dan gagal jantung.

Page 2

Sindrom WPW adalah suatu sindrom dengan interval PR yang pendek dan interval QRS yang lebar. Beberapa penyakit jantung bawaan (anomali Ebstein’s. Sindrom Wolf Parkinson White (WPW) terdapat pada 10-20% kasus dan terjadi hanya setelah konversi menjadi sinus aritmia. Idiopatik. single ventricle L-TGA) Page 3 . 3. yang disebabkan oleh hubungan langsung antara atrium dan ventrikel melalui jaras tambahan. 2. Tipe idiopatik ini biasanya terjadi lebih sering pada bayi dari pada anak. ditemukan pada hampir setengah jumlah pasien.etiologi 1.

epidemiologi TSV merupakan jenis disritmia yang paling sering ditemukan pada usia bayi dan anak. Prevalensi TSV kurang lebih 1 di antara 25. Serangan pertama sering terjadi sebelum usia 4 bulan dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.000 anak lebih. TSV pada bayi biasanya terjadi pada hari pertama kehidupan sampai usia 1 tahun. Page 4 . tapi sering terjadi sebelum umur 4 bulan.

Takiaritmia karena otomatisasi sering berkaitan dengan gangguan metabolik sepertihipoksia. Page 5 . Struktur lain yang dapatmenjadi sumber/fokus otomatisasi adalah vena pulmonalis dan vena kavasuperior. hipokalemia. dan ventrikel. A-V junction. Contoh takikardi otomatis adalah sinus takikardi. Ciri peningkatanlaju nadi secara perlahan sebelum akhirnya takiaritmia berhenti. hipomagnesemia.Mekanisme terjadinya tsv „ Otomatisasi (automaticity ) Irama ektopik yang terjadi akibat otomatisasi sebagai akibat adanya sel yang mengalami percepatan (akselerasi) pada fase 4 dan sel ini dapat terjadi diatrium. bundel HIS. dan asidosis.

Salah satu jalur tersebut harus memiliki blok searah.„ Reentry Ini adalah mekanisme yang terbanyak sebagai penyebab takiaritmia danpaling mudah dibuktikan pada pemeriksaan elektrofisiologi. Aliran listrik Antegrad secara lambat pada jalur konduksi yang tidakmengalami blok memungkinkan terangsangnya bagian distal jalurkonduksi yang mengalami blok searah untuk kemudian menimbulkanaliran listrik secara Retrograd secara cepat pada jalur konduksi tersebut. Adanya dua jalur konduksi yang saling berhubungan baik pada bagiandistal maupun proksimal hingga membentuk suatu rangkaian konduksitertutup. Syarat mutlakuntuk timbulnya reentry adalah: a. b. c. Page 6 .

Gejala klinis Pada bayi dan anak „ mendadak gelisah „ irritabel „ diaforesis „ tidak mau menetek atau minum susu „ bernafas cepat dantampak pucat „ bernafas cepat dan tampak pucat Page 7 .

„ lightheadness „ Mudah lelah „ nyeri dada „ nafas pendek „ Penurunan kesadaran „ „ „ • Lemah nyeri kepala rasa tidak enak ditenggorokan disfungsi miokard Page 8 .Tsv kronik „ frekuensi denyut nadi yang lebih lambat „ terdapat dispalpitasi.

klasifikasi „ Takikardi atrium primer (takikardi atrial ektopik) „ Atrioventricular re-entry tachycardia (AVRT) „ Atrioventricular nodal reentry tachycardia (AVNRT) Page 9 .

Penemuannya biasanya karena pemeriksaan rutin atau karena ada gagal jantung akibat aritmia yang lama. namun TSV ini sukar diobati. tanpa disertai pemanjangan interval PR. Pada pemeriksaan elektrofisiologi intrakardiak tidak didapatkan jaras abnormal (jarastambahan). tampak adanya gelombang “p” yang agak berbeda dengan gelombang p pada waktuirama sinus.Takikardi atrium primer (takikardi atrial ektopik) Terdapat sekitar 10% dari semua kasus TSV. Takikardi ini jarang menimbulkan gejala akut. Pada takikardi atrium primer. Page 10 .

Atrioventricular re-entry tachycardia (AVRT) Pada sindrom Wolf-Parkinson-White (WPW) jenis orthodromic konduksi antegrad terjadi pada jaras his-purkinye (slow conduction) sedangkan konduksiretrograd terjadi pada jaras tambahan (fast conduction). Pada jenis antidromic Konduksi antegrad terjadi pada jaras tambahan sedangkan konduksi retrograd terjadi pada jaras his-purkinye. Kelainan pada EKG yangtampak adalah takikardi dengan kompleks QRS yang lebar dengangelombang p yang terbalik dan timbul pada jarak yang jauh setelahkompleks QRS. Page 11 . Kelainan yang tampak pada EKG adalah takikardidengan kompleks QRS yang sempit dengan gelombang p yang timbul segera setelah kompleks QRS dan terbalik.

jenis ini disebut jenisatypical (fast-slow) atau antidromic. Jika konduksi antegrad terjadi pada sisi cepat dankonduksi retrograd terjadi pada sisi lambat. Page 12 .Atrioventricular nodal reentry tachycardia (AVNRT) Jika konduksi Antegrad terjadi pada sisi lambat (slow limb) dan konduksi Retrograd terjadi pada sisi cepat (fast limb). Kelainan yang tampak pada EKGadalah takikardi dengan kompleks QRS sempit dan gelombang p terbalikdan timbul pada jarak yang cukup jauh setelah komplek QRS. Kelainan pada EKG yang tampakadalah takikardi dengan kompleks QRS sempit dengan gelombang pyang timbul segera setelah kompleks QRS tersebut dan terbalik ataukadang-kadang tidak tampak karena gelombang p tersebut terbenam didalam kompleks QRS. jenis ini disebut juga jenistypical (slow-fast ) atau orthodromic.

Gambaran EKG Page 13 .

180-300 kali/menit (mungkin sulit dihitung) „ Dapat terjadi gagal jantung (bila dalam 24 jam tidak membaik) „ EKG „ Pemeriksaan esophageal electrophysiology dapat digunakan sebagai prediktor apakah bayi membutuhkan obat anti aritmia. Page 14 .diagnosis Diagnosis TSV berdasarkan pada gejala dan tanda sebagai berikut: „ Pada bentuk akut: pucat. takipneu dan sukar minum „ Denyut jantung. gelisah.

tatalaksana farmakologi „ Segera „ Jangka panjang Non farmakologi Page 15 .

segera „ Perasat valsava yaitu berupa pemijatan sinus karotis. dan tekanan pada bola mata akan tetapi berisiko terjadinya luka pada mata dan retina. „ refleks selam (diving reflex) dengan menutup muka bayi dengan kantong plastik berisi air es (sekitar 10-20 detik) Page 16 .

Page 17 .„ Pemberian adenosin akan menyebabkan blok segera pada nodus AVsehingga akan memutuskan sirkuit pada mekanisme reentry. Diberikan secara IV. Dosis yang efektif pada anak yaitu 100 ‟ 150 µg/kg. Padasebagian pasien diberikan digitalisasi untuk mencegah takikardiberulang. „ Verapamil bersifat menurunkan cardiac output. 50 µg/kg dan dinaikkan 50 µ/kg setiap 1 sampai 2 menit (maksimal 250µ/kg). Adenosinmempunyai efek yang minimal terhadap kontraktilitas jantung. sebaiknya tidak digunakan pada pasien yangberusia kurang dari 2 tahun karena risiko kolap kardiovaskular.

„ Prokainamid bekerja memblok konduksi pada jaras tambahan atau pada konduksi retrograd pada jalur cepat pada sirkuit reentry di nodus AV „ Digoksin (anak) „ direct current synchronized cardioversion dengan kekuatan listrik sebesar 0. Page 18 . Dosis yang dianjurkan pada pemberianpertama adalah sebesar ½ dari dosis digitalisasi (loading dose) dilanjutkan dengan ¼ dosis digitalisasi. 2 kali berturut-turut berselang 8 jam.25 watt-detik/pon „ Preparat digitalis secara intravena.

Page 19 . Dosis phenylephrin 10 mg ditambahkan ke dalam200 mg cairan intravena diberikan secara drip dengan pengawasandoketr terhadap tekanan darah. Tekanan sistolik tidak boleh melebihi150-170 mmHg.„ infus intravena phenylephrine bisadicoba untuk konversi cepat ke irama sinus. Phenylephrine dapatmeningkatkan tekanan darah dengan cepat dan mengubah takikardi dengan meningkatkan refleks vagal.

Alogaritma jangka pendek Page 20 .

Alogaritma jangka panjang Page 21 .

Non farmakologi „ Pacu jantung „ Terapi bedah „ Pemasanan kateter Page 22 .