TREND DAN ISSUE DALAM KEPERAWATAN

NS. ARMI, S.KEP.

DEFINISI TREND
 Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh

banyak orang saat ini dan kejadiannya berdasarkan fakta  Setelah tahun 2000, dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi, pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri.

 Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen,

terjadi peningkatan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis

 faktor yang dapat menyebabkan masih rendahnya peran

perawat professional, diantaranya : 1. Keterlambatan pengakuan body of knowledge profesi keperawatan. Tahun 1985 pendidikan S1 keperawatan pertama kali dibuka di UI, sedangkan di negara barat pada tahun 1869. 2. Keterlambatan pengembangan pendidikan perawat professional. 3. Keterlambatan system pelayanan keperawatan ( standart, bentuk praktik keperawatan, lisensi )

 Menyadari peran profesi keperawatan yang masih

rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan “ sehat untuk semua pada tahun 2010 “, maka solusi yang harus ditempuh adalah : 1. Pengembangan pendidikan keperawatan. 2. Memantapkan system pelayanan perawatan professional 3. Penyempurnaan organisasi keperawatan

 Nilai professional yang melandasi praktik

keperawatan dapat di kelompokkan dalam : 1. Nilai intelektual a. Body of Knowledge b. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. 2. Nilai komitmen moral

 Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku

perawat adalah : a. Beneficience selalu mengupayakan keputusan dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. (Johnstone, 1994)

b. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama, ras, social budaya, keadaan ekonomi dan sebagainya, tetapi memperlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. c. Fidelity Berperilaku caring (peduli, kasih sayang, perasaan ingin membantu), selalu berusaha menepati janji, memberikan harapan yang memadai, komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien.

3. Otonomi, kendali dan tanggung gugat Otonomi merupakan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan tindakan secara mandiri. Hak otonomi merujuk kepada pengendalian kehidupan diri sendiri yang berarti bahwa perawat memiliki kendali terhadap fungsi mereka. Otonomi melibatkan kemandirian, kesedian mengambil resiko dan tanggung jawab serta tanggung gugat terhadap tindakannya sendiribegitupula sebagai pengatur dan penentu diri sendiri.

DEFINISI ISSUE
 Issue adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh

banyak orang namun belum jelas faktanya atau buktinya.

 Beberapa issue keperawatan pada saat ini :

 EUTHANASIA
 ABORSI  CONFIDENTIALITY

 INFORMED CONSENT

TREND DAN ISSUE KESEJAGATAN DALAM KEPERAWATAN
 Pertama, Pemerintah dan seluruh elemen

masyarakat turut bertanggung jawab untuk mewujudkan derajat kesehatan setinggi tingginya. 12 Mei 2008 adalah Hari Keperawatan Sedunia. International Council of Nurses (ICN) mengangkat tema”Delivering Quality, Serving Communities: Nurses Leading Primary Health Care”. Tema tersebut sesungguhnya sangat relevan dengan kondisi Bangsa Indonesia.

 Pada tahun 2004-2009, Pemerintah telah menetapkan

kebijakan pembangunan kesehatan yang diarahkan pada peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas puskesmas, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan, pengembangan sistem jaminan kesehatan terutama bagi penduduk miskin, peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat, peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini serta pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar.

 Kedua, Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah tetapi

masalah kesehatan justru semakin kompleks. Krisis ekonomi dan berbagai bencana alam menyebabkan terpuruknya kondisi masyarakat termasuk masalah kesehatan. Sebagian masyarakat tidak lagi mampu membiayai pelayanan kesehatannya sendiri. Pola pelayanan kesehatan dasar sebagian besar masih di bawah standar pelayanan minimum (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas). Padahal, Pelayanan Kesehatan Dasar sangat diperlukan untuk menanggulangi berbagai masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat. Hal ini mengakibatkan penyakit tidak menular meningkat drastis.

 Ketiga, Alokasi anggaran kesehatan kita masih di bawah

standar WHO, yaitu minimal 5%. Anggaran sekecil itu oleh pemerintah diarahkan pada bantuan Jaminan Kesehatan Masyarakat bagi yang sakit, bukan pada upaya promotif dan preventif. Disisi lain, kemampuan fiskal daerah tidak menjamin alokasi biaya kesehatan, terutama public goods, disaat kemampuan masyarakat miskin untuk menjangkau pelayanan kesehatannya masih rendah. Hal ini mengakibatkan kita tertinggal dalam pencapaian berbagai indikator kesehatan dasar.

 Keempat, seluruh potensi profesi kesehatan belum

dioptimalkan. Sejak dulu hingga sekarang, profesi kesehatan selalu diarahkan untuk pelayanan pengobatan (kuratif). Perawat sesungguhnya memiliki kemampuan dan kompetensi untuk memimpin pelayanan kesehatan primer. Perawat mampu memberdayakan keluarga dan masyarakat untuk membantu mengatasi masalah kesehatannya sendiri.

UNDANG-UNDANG PRAKTIK KEPERAWATAN
 Pertama, Keperawatan sebagai profesi memiliki karateristik yaitu,

adanya kelompok pengetahuan (body of knowledge) yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan; pendidikan yang memenuhi standar dan diselenggarakan di Perguruan Tinggi; pengendalian terhadap standar praktik; bertanggungjawab dan bertanggungugat terhadap tindakan yang dilakukan; memilih profesi keperawatan sebagai karir seumur hidup, dan; memperoleh pengakuan masyarakat karena fungsi mandiri dan kewenangan penuh untuk melakukan pelayanan dan asuhan keperawatan yang beriorientasi pada kebutuhan sistem klien (individu, keluarga, kelompok dan komunitas).

 Kedua, Kewenangan penuh untuk bekerja sesuai dengan

keilmuan keperawatan yang dipelajari dalam suatu sistem pendidikan keperawatan yang formal dan terstandar menuntut perawat untuk akuntabel terhadap keputusan dan tindakan yang dilakukannya. Kewenangan yang dimiliki berimplikasi terhadap kesediaan untuk digugat, apabila perawat tidak bekerja sesuai standar dan kode etik. Oleh karena itu, perlu diatur sistem registrasi, lisensi dan sertifikasi yang ditetapkan dengan peraturan dan perundang-undangan.

 Ketiga, perawat telah memberikan konstribusi besar

dalam peningkatan derajat kesehatan. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta, dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum, bahkan cenderung menjadi objek hukum.

 Keempat, Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan

khususnya pelayanan keperawatan semakin meningkat. Hal ini karena adanya pergeseran paradigma dalam pemberian pelayanan kesehatan, dari model medikal yang menitikberatkan pelayanan pada diagnosis penyakit dan pengobatan, ke paradigma sehat yang lebih holistik yang melihat penyakit dan gejala sebagai informasi dan bukan sebagai fokus pelayanan (Cohen, 1996). Disamping itu, masyarakat membutuhkan pelayanan keperawatan yang mudah dijangkau, pelayanan keperawatan yang bermutu sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, dan memperoleh kepastian hukum kepada pemberian dan penyelenggaraan pelayanan keperawatan.

GLOBALISASI DALAM KEPERAWATAN
 Tantangan internal profesi keperawatan adalah

meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga keperawatan sejalan dengan telah disepakatinya keperawatan sebagai suatu profesi pada lokakarya nasional keperawatan tahun 1983, sehingga keperawatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bersifat professional.  Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut

 Professional keperawatan adalah proses dinamis

dimana profesi keperawatan yang telah terbentuk (1984) mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat.

 Globalisasi yang akan berpengaruh terhadp

perkembangan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan ada 2 yaitu ; a. Tersedianya alternatif pelayanan b. persaingan penyelenggaraan pelayanan untuk menarik minat pemakai jasa pemakai kualitas untuk memberikan jasa pelayanan kesehatan yang terbaik.

LIBERALISASI PERDAGANGAN JASA PELAYANAN KESEHATAN
 Indonesia merupakan negara yang cukup diminati oleh

negara asing. Pertama karena memiliki potensi pasar yang besar terkait dengan jumlah penduduk yang besar. Kedua, sekarang ini kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup menjanjikan. Dengan potensi pasar yang besar tidak mengherankan jika kelak banyak dokter atau tenaga kesehatan asing yang berniat bekerja di Indonesia. Hal ini tampaknya menakutkan profesi kesehatan, karena ketakutan untuk bersaing, seperti kita ketahui kualitas sumber daya manusia kesehatan kita rendah serta penguasaan teknologi yang terbatas pula.

 Dalam bidang kesehatan era globalisasi lebih banyak

diartikan pada perdagangan jasa pelayanan kesehatan, seperti yang tercantum dalam perjanjian GATS, poin nomor 4 dari perjanjian mengenai masuknya tenaga profesional kesehatan ke Indonesia. Perdagangan jasa pada era globalisasi berlangsung secara bebas. Pembatasan yang bersifat protektif, misal melalui lisensi yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti yang dilakukan oleh negara-negara berkembang lainnya, namun hal tersebut sudah tidak boleh dilakukan.

 Liberalisasi pada bidang kesehatan justru menjadi

cambuk bagi kita, dimana kita perlu pemusatan diri untuk meningkatkan mutu atau profesionalisme sehingga apapun yang terjadi di masa mendatang perawat Indonesia tidak perlu takut lagi di negeri sendiri dan diluar negeri.