KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

EVALUASI PROGRAM BOK TH 2012 DAN KEBIJAKAN UMUM PROGRAM BOK TH 2013
SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KIA

OUTLINE
1. EVALUASI 2012 2. KEBIJAKAN BOK 2013 3. BOK DI PROVINSI

EVALUASI BOK 2012 (REALISASI KEUANGAN)

887.315.000.364.485.750.977 % 97.058.595.679.050.096.000 143.050.57 952.735.55 96.292.000 .944 131.33 91.Alokasi dan Realisasi BOK 2012 ALOKASI BOK PUSK REALISASI 927.000 BOK MNJ TOTAL NAS 1.033 1.

02 2.95 13.05 6.46 50 40 26.15 4.27 0.12 20 10 0 0.42 67.36 30.85 Tahun 2011 Tahun 2012 .28 0.14 1.20 9.38 TARGET : 97.58 30 18.00% 96.56 45.57 80 70 60 55.18 41.73 56.14 87.47 36.76 21.TREND REALISASI DANA TP BOK TAHUN 2011 DAN 2012 100 90 82.

60 99.62 .57 96.80 96.36 96.41 99.10 99.50 97.02 91.69 98.66 98.87 98.60 94.10 77.40 98.36 98.17 94.86 97.55 98.94 98. RIAU NASIONAL ACEH NTT NTB KALBAR 94.96 JATIM SULUT BALI BANTEN LAMPUNG SUMUT JATENG MALUT JAMBI SULSEL SUMSEL RIAU SULTENG SULBAR 98.67 20 30 40 50 60 80 90 70 100 0 KALTIM KALTENG BABEL PAPUA MALUKU DKI SUMBAR KALSEL JABAR PAPUA BRT KEP.25 98.05 99.30 96.86 96.20 % REALISASI DANA TP BOK NASIONAL 2012 BENGKULU YOGYA SULTRA GORONTALO 99.98 99.13 98.56 99.80 98.14 93.41 96.78 94.11 91.

64 96.20 30 40 50 60 70 80 90 10 100 0 DKI KALTIM SUMBAR PAPUA PAPUA BRT 85.86 91.30 88.82 94.34 97.91 95.44 95.55 91.24 95.92 92.73 KALSEL MALUKU KALTENG NTB NTT 84.84 98.08 97.20 97.54 80.32 95.73 93.03 89.06 98.41 73.48 89.89 94.06 93.43 97.59 % REALISASI DANA TP BOK UNTUK MANAJEMEN OPERASIONAL DI KAB/KOTA NASIONAL .00 82.15 96.78 94.83 JABAR NASIONAL KEP.16 86.53 94. RIAU JATIM ACEH BABEL KALBAR JAMBI SULTENG SULSEL BANTEN SUMUT SUMSEL SULBAR BALI JATENG SULUT MALUT YOGYA RIAU BENGKULU LAMPUNG GORONTALO SULTRA 89.08 97.02 98.92 89.

47 % REALISASI DANA TP BOK PUSKESMAS NASIONAL .10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 KALTIM BABEL KALTENG PAPUA MALUKU KALSEL DKI SUMBAR JABAR NASIONAL KEP.53 76.29 97.36 98.63 99.75 94.75 99.78 99.19 94.07 99.69 99.37 99.38 97.62 98.13 92.01 99.36 97.29 98.56 99.11 91.61 97.97 96.60 99.76 99.92 99.27 99.65 98.31 97.33 97.45 98.20 97.88 99.79 98. RIAU ACEH NTT PAPUA BRT KALBAR NTB SULUT LAMPUNG BALI BANTEN MALUT JATENG JATIM SUMUT RIAU SULSEL SUMSEL JAMBI BENGKULU SULTRA SULBAR SULTENG GORONTALO YOGYA 97.16 99.

99 Realisasi BOK Jawa Timur (Total) 98.87 99.16 96.86 98.40 96.43 98.100 75 KOTA MADIUN 84.94 99.51 98.57 .80 93.77 98.10 99.45 90.87 99.77 99.77 KOTA SURABAYA KOTA BLITAR PASURUAN BOJONEGORO JOMBANG 80 85 90 95 SIDOARJO KOTA PROBOLINGGO BANYUWANGI BLITAR SITUBONDO TRENGGALEK KEDIRI MOJOKERTO KOTA KEDIRI BANGKALAN PONOROGO KOTA PASURUAN NGANJUK MALANG KOTA BATU PROBOLINGGO TUBAN PAMEKASAN SAMPANG MAGETAN TULUNGAGUNG JEMBER PACITAN 98.98 99.71 98.13 96.10 99.56 98.64 98.15 98.92 97.73 99.83 99.99 99.20 95.11 99.29 99.08 99.93 99.57 99.49 96.68 95.99 99.41 99.60 99.79 MADIUN GRESIK LUMAJANG SUMENEP KOTA MALANG KOTA MOJOKERTO LAMONGAN NGAWI BONDOWOSO RATA-RATA PROPINSI RATA-RATA NASIONAL 99.98 99.

00 100.00 100.71 90.00 100.00 100.00 85.97 99.00 100.00 100.00 95.92 99.08 KOTA MADIUN KOTA SURABAYA KOTA BLITAR SIDOARJO PASURUAN KOTA KEDIRI TUBAN PONOROGO BANGKALAN KEDIRI KOTA BATU TRENGGALEK LUMAJANG GRESIK PACITAN MALANG SUMENEP MOJOKERTO JEMBER JOMBANG SAMPANG PAMEKASAN BONDOWOSO SITUBONDO BANYUWANGI PROBOLINGGO TULUNGAGUNG NGANJUK BLITAR MADIUN NGAWI MAGETAN BOJONEGORO LAMONGAN KOTA MOJOKERTO KOTA MALANG KOTA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO RATA-RATA PROPINSI RATA-RATA NASIONAL 98.16 97.00 99.00 99.98 99.00 100.90 99.18 98.00 100.00 100.00 100.00 100.100.00 100.84 99.83 99.00 100.00 100.44 99.00 100.00 90.00 100.00 100.62 99.99 100.00 75.97 99.00 100.00 100.00 Realisasi BOK Jawa Timur (Ke Puskesmas) .00 100.00 85.33 80.37 99.00 100.75 94.

96 100.88 93.00 66.84 99.81 98.14 92.13 20.58 93.37 87.29 PACITAN MADIUN TUBAN GRESIK SUMENEP KOTA MALANG LAMONGAN KOTA MOJOKERTO NGAWI BONDOWOSO LUMAJANG RATA-RATA PROPINSI RATA-RATA NASIONAL 98.83 85.91 99.37 71.48 90.00 80.00 10.17 79.25 99.91 95.00 0.07 96.46 90.00 40.44 93.55 Realisasi BOK Jawa Timur (Manajemen Operasional Kabupaten/Kota) .06 91.00 90.00 BOJONEGORO PASURUAN JOMBANG KOTA MADIUN BANYUWANGI KOTA PROBOLINGGO SIDOARJO BLITAR SITUBONDO KEDIRI MOJOKERTO TRENGGALEK KOTA SURABAYA KOTA BLITAR MALANG PROBOLINGGO KOTA PASURUAN NGANJUK BANGKALAN PONOROGO PAMEKASAN KOTA BATU SAMPANG MAGETAN KOTA KEDIRI TULUNGAGUNG JEMBER 97.07 98.00 92.00 90.00 60.62 99.31 82.56 91.88 93.91 99.100.00 30.21 86.86 99.30 96.00 50.71 72.89 93.74 97.30 90.70 98.00 70.94 99.70 98.27 97.

KESIMPULAN • Terjadi peningkatan realisasi BOK secara nasional th 2012 dibanding dengan 2011. dan trend semakin baik • Realisasi Puskesmas dengan mekanisme pencairan LS mempercepat realisasi. namun pertanggungjawaban ??? • Kabupaten /kota belum maksimal menyerap anggaran meskipun alokasi tdk besar .

KEBIJAKAN BOK TAHUN 2013 .

419 Pusk sebelumnya 9.323 Pusk (cut off 2 Juli 2012) • Besaran alokasi per Puskesmas sama dengan 2012 kecuali 101 Puskesmas daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar ditambah Rp 100 jt/pusk/tahun • Alokasi dana Puskesmas dan kab/kota tetap bersumber TP BOK program Gizi dan KIA .KEBIJAKAN (1) • Kelanjutan BOK 2012 dan tahun sebelumnya • Jumlah sasaran penerima 9.

KEBIJAKAN (2) • Alokasi per kab/kota maksimal • Alokasi Per Puskesmas di tetapkan Dinas kesehatan Kab/kota • Realokasi antar Puskesmas dapat dilakukan • Dinkes kab/kota dapat menyusun petunjuk operasional yang belum ditampung dalam Juknis .

KEBIJAKAN (3) • Kegiatan pemeliharaan di hapus krn tidak sejalan dengan peraturan • Alokasi dana BOK Provinsi bersumber dekonsentrasi program gizi dan KIA terpisah dari dukungan manajemen • Penguatan organisasi khususnya peran Tim Teknis lintas bidang untuk mencapai MDGs .

DASAR PELAKSANAAN • DIPA 2013 PROGRAM GIZI DAN KIA (024.03. KANTOR DAERAH – DEKONSENTRASI – TUGAS PEMBANTUAN BOK • PERMENKES NO 413/MENKES/SK/XI/2012 yang berisi pelimpahan tanggungjawab • PERMENKES No 59/MENKES/PER/XII/2012 tentang Petunjuk Teknis BOK 2013 .) – KANTOR PUSAT.

LATAR BELAKANG .

4 4) 34 n. 2) Riskesdas.a 71. 3) SDKI.a 71.a 1. 2007.85 n.a 72.3 84.A 42. 2010.38 88.5 90 7 3 1.1 n.1 3 44.5 n.2 57.75 63.API) Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan CAPAIAN 2010 2011 2012 TARGET 2014 STATUS 2 3 2 70.2010 .1 1.6 3) 5 6 2.8 86. 4) Sensus Penduduk.000 kelahiran hidup Total Fertility Rate (TFR): Angka Kelahiran Total (per perempuan usia reproduksi ) Persentase jangkauan akses sumber air bersih Prevalensi pengidap HIV (Persentase penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS) Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index.7 228 70.1 n.6 47.64 3) 90 3 34 2.10 19 Ket : 1) SDKI.19 2) n.1 1.76 32 24 3 2.MIDTERM REVIEW RPJMN PN 3: KESEHATAN STATUS AWAL (2009) NO 1 2 INDIKATOR Umur harapan hidup (tahun) Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan persalinanoleh tenaga kesehatan Angka kematian bayi per 1.0 118 3 84.96 59.9 n.7 1) 4 34 2.a 79.69 64. 2012.58 1 8 9 2 80.A 3) 68 2 66.

PRIORITAS NASIONAL 3: KESEHATAN YANG MASIH MERAH NO 1 2 3 4 5 INDIKATOR Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup Total Fertility Rate (TFR): Angka Kelahiran Total (per perempuan usia reproduksi ) Persentase jangkauan akses sumber air bersih Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index.API) 1 = Sudah tercapai atau On Track/on Trend STATUS 3 3 3 3 3 2 = Perlu Kerja Keras 3 = Sangat Sulit tercapai .000 kelahiran hidup Angka kematian bayi per 1.

64 persen namun kualitas pelayanan dan kompetensi tenaga kesehatan belum sepenuhnya sesuai standar pelayanan. dan Campak 21 baru mencapai 66 persen.ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANGKA KEMATIAN BAYI SASARAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BAYI INDIKATOR 1. Polio. • SDKI 2012 melaporkan cakupan imunisasi dasar lengkap meliputi HBV. DPT. .1 persen. BCG. Penurunan tingkat kematian bayi (AKB) 80 STATUS 3 3 450 400 350 300 250 390 ANGKA KEMATIAN IBU 68 334 307 ANGKA KEMATIAN BAYI 60 Target dan Capaian Target RPJMN Target dan Capaian 57 Target RPJMN 46 228 40 200 150 100 50 0 1991 1997 2003 2007 2014 2015 20 102 35 118 34 32 24 23 Capaian Target MDGs 0 Capaian 1991 1995 1999 2003 2007 2012 2014 Target MDGs 2015 Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) terutama karena : • Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sudah mencapai 88. meskipun khusus imunisasi campak sudah mencapai 80. Penurunan tingkat kematian Ibu (AKI) 2.

KONDISI SAAT INI TAHUN 2012 2 TAHUN TAHUN 2015 TERCAPAI TDK TERCAPAI MDG MDG 4 TDK TERCAPAI 1 TIDAK MDG 5 TERCAPAI TERCAPAI • MEMPERTAHANKAN • MENINGKATKAN MDG 6 MDG 7 T E R C A P A I .

UPAYA KESEHATAN • MDGs • LAINNYA 2. MANAJEMEN INDIKATOR KEBERHASILAN .KONSEP DASAR BOK DALAM PELAYANAN KES DASAR INPUT PROSES OUPUT/OUTCOME PEMBIAYAAN • APBD • BOK • SUMBER LAIN 1.

TEROBOSAN DAN FOKUS BOK 2013  UPAYA KESEHATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF  FOCUS/PRIORITAS PENCAPAIAN TUJUAN MDG.S  KEGIATAN BERDAYA UNGKIT TINGGI MDGs  NASIONAL (MENU)  LOKAL SPESIFIK  ALOKASI ANGGARAN MINIMAL 60 % .

6 dan 7 terkait erat dengan kesehatan GENDER ENVIRONMENT CHLD HEALTH PARTNERSHIP . 5. Diseases Goals 1. 4.FOKUS KEGIATAN MDGs Poverty & Hunger Maternal Health EDUCATION Comm.

KEGIATAN LAINNYA  UPAYA KESEHATAN LAINNNYA  19 UPAYA KES LAINNYA TERMASUK LOKAL SPESIFIK  MANAJEMEN PUSKESMAS .

Kesehatan Lanjut Usia 17. Upaya Kesehatan lainnya bersifat lokal spesifik . Imunisasi 2. Penyehatan Lingkungan 5. Kesehatan Indra 15. Pengendalian Penyakit Tidak Menular 8. KIA dan KB 6. Promosi Kesehatan 4. Kesehatan Gigi & Mulut 13. Perbaikan Gizi Masyarakat 7. Kesehatan Olah Raga 10 Kesehatan Tradisional 11. Kesehatan Matra 19. Pengendalian Penyakit Menular 3. Kesehatan Kerja 9. Perawatan Kesehatan Masyarakat 18.UPAYA KESEHATAN LAINNYA 1. Kesehatan Haji 14. Kesehatan Sekolah 12. Kesehatan Jiwa 16.

provinsi. kab/kota – Diputuskan dalam minilokakarya puskesmas .PROSEDUR/PENETAPAN • Pemilihan upaya kesehatan lainnya berdasarkan – Masalah diwilayah kerja puskesmas – Kebijakan nasional.

TELEPON DAN AIR  PENGADAAN OBAT. REAGEN DAN ALKES  TRANSPORT RUJUKAN . UANG LEMBUR DAN INSENTIF  PEMELIHARAAN GEDUNG DAN KENDARAAN  BIAYA LISTRIK.YANG TIDAK BOLEH  KURATIF DAN REHABILITATIF  GAJI. VAKSIN.

PEMANFAATAN  TRANSPORT LOKAL      PUSKESMAS KE DESA/DUSUN PUSTU/POSKESDES/POLINDES KE DUSUN KADER KE UKBM KONSULTASI/KOORDINASI RAPAT-RAPAT  PERJALANAN DINAS  PEMBELIAN BARANG .

PERTANGGUNGJAWABAN      SESUAI DENGAN PEMANFAATAN MEMPERHATIKAN KONDISI DAERAH LEBIH SEDERAHANA AKUNTABEL TRANSPARAN .

INDIKATOR KEBERHASILAN • % KAB/KOTA MENERBITKAN SK TIM PENGELOLA • % REALISASI • CAKUPAN INDIKAOR KINERJA – CAKUPAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM PUSKESMAS • KEGIATAN UPAYA KES PENCAPAIAN MDGs • KEGIATAN UPAYA KES LAINNYA .

BOK PROVINSI .

DEKONSENTRASI GIZI DAN KIA 2012 2013 GIZI GIZI IBU IBU ANAK ANAK GIZI & KIA KESJOR KESJOR TRADKOM TRADKOM MANAJ MANAJ BOK .

S .TUJUAN • PENGUATAN PERAN DINKES PROVINSI DALAM PELAKSANAAN BOK DI TINGKAT KABUPATEN. PUSKESMAS DAN JARINGANNYA TERMASUK UKBM – ASPEK PENGELOLAAN KEUANGAN – ASPEK TEKNIS PROGRAM UTAMANYA MDG.

MENU PROVINSI • HONORARIUM TIM PENGELOLA BOK TK PROVINSI • KOORDINASI PERENCANAAN KAB/KOTA • SOSIALISASI BAGI KABUPATEN/KOTA • EVALUASI MENGUNDANG KAB/KOTA • PEMBINAAN KE KAB/KOTA & PUSKESMAS • KONSOLIDASI KEUANGAN KE PUSAT • KONSULTASI KE PUSAT .