SISTEM SARAF PUSAT OTAK MEDULA SPINALIS

SISTEM SARAF TEPI

SISTEM SARAF OTONOM

SISTEM SARAF SOMATIK

SISTEM SARAF SIMPATIS

SISTEM SARAF PARASIMPATIS

PSIKOTROPIKA
UU RI No.5/1997 Psikotropika : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Golongan Psikotropika
• Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan • Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.

Golongan Psikotropika
• Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. • Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam

MEKANISME KERJA OBAT
Bersifat lipofil dan mudah masuk ke dalam central celebri spinal dimana obat melakukan kegiatannya secara langsung terhadap saraf otak (berhubungan erat dengan kadar neurotransmitter di otak atau antar keseimbangan. ( DIAZEPAM DAN TRIZOLAM) : LARUT LEMAK (CEPAT) ( LORAZEPAM) : KURANG LARUT (LAMBAT) NEUROTRANSMITTER : zat yg menyebabkan penerusan dari sistem adrenergik di otak adalah zat monoamin mis: noradrenalin, serotonin, dopamin
KONTRA INDIKASI  Penderita Jantung  Hati  Glaukoma  Parkinson  Depresi

PENGGOLONGAN OBAT PSIKOTROPIKA BERDASARKAN PENGGUNAAN KLINIK
A. OBAT ANTIPSIKOSIS
B. ANTIANSIETAS = sifat sama dengan sedativ (perasaan kuatir/ketakutan)

• DERIVAT FENOTIAZIN • BENZODIAZEPIN (diazepam, klordiazepoksid) (klorpromazin, mepazin, asetofenazin) • NON FENOTIAZIN (klorprotiksen) • BUTIROFENON (haloperidol)

PENGGOLONGAN OBAT PSIKOTROPIKA BERDASARKAN PENGGUNAAN KLINIK
D. OBAT PSIKOTOGENIK Kelainan tingkah laku, halusinasi

C. OBAT ANTIDEPRESI/ gangguan heterogen

• PENGHAMBATAN MAO (isokarbokzasid, nialamid) • SENYAWA DIBENZAPENIN (amitriptilin) • SENYAWA LAIN (amoksapin)

• Marihuana, meskalin ( tumbuhan kaktus di amerika utara/meksiko.

1.1 Antipsikosis

Klorpromazin dan derivatnya Fenotiazin  farmakodinamik : CPZ (largactil) sangat luas. Menimbulkan efek sedasi, pemakaian lama dapat menimbulkan sedasi.  farmakokinetika : diabsorpsi baik dengan per oral/parenteral. Distribusi di semua jaringan (paru-paru, hati, kelenjar suprarenal dan limpa)  Efek samping : Gejala idiosinkrasi (berlawanan dengan efek normalx cth: pasien mendapat obat neuroleptik untuk menenagkan tetapi justru memperlihatkan reaksi berlawanan justru menjadi gelisah)

1.2 Antiansietas
Golongan Benzodiazepin ( klordiazapoksid, diazepam, oksazepam, lorazepam, alprazolam, halozepam ) : antiansietas  Farmakologi : klordiazepoksid dan diazepam merupakan derivat benzodiazepin secara luas digunakan untuk antiansietas  Efek samping : depresi SSP (ngantuk) kelanjutan efek farmakodinamik obat gol ini  indikasi : derivat benzodiazepin untuk menimbulkan sedasi, menghilangkan rasa cemas  Toleransi dan ketergantungan : bila diberikan dengan dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama (>3minggu)

 Dosis : a. klordiazepoksid : oral/suntik dapat diulang 24 jam dengan dosis 25-100 mg sehari dalam 2/4 kali pemberian b. Diazepam : 2-20 mg sehari, pemberian suntikan dapat diulang tiap 3-4 jam  sediaan : klordiazepoksid : tablet 5 dan 10 mg Diazepam : tablet 2 dan 5 mg

1.3 Antidepresi
Penghambatan Mono Amin Oksidase (MAO)  Mengatasi depresi (terbatas karena toksik)  sediaan : isokarboksazid …dll (tab 10 mg) 3x10 mg sehari. Efek terlihat (1-4 minggu)

1.4 Psikotogenik
Meskalin ( hanya digunakan dalam penelitian )

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS
N O 1 OBAT Barbiturat ( fenobarbital, pirimidon) Benzodiazepin (diazepam, oksazepam, temazepam, nitrazepam) Phenotiazin (klorpromazin, thioridazin, prokloperazin) Butirofenon (haloperidol) EFEK TIDAK DIHARAPKAN YANG BERMAKNA Sedasi,ketergantungan PERTIMBANGAN DAN REKOMENDASI Secara umum tidak direkomendasikan karena waktu paruh yang panjang dan toksisitasnya. Idem

2

mengantuk, gangguan ingatan, jatuh, ketergantungan

3

mengantuk

Gunakan dosis terendah yang masih mungkin, hindari penggunaan jangka panjang Idem

4

idem

Lanjutan
N O 5 OBAT Antidepresan trisiklik (amitriptilin, imipramin, doxepine, dothiepin) EFEK TIDAK DIHARAPKAN YANG BERMAKNA Idem PERTIMBANGAN DAN REKOMENDASI Mulai dengan dosis rendah dan secara perlahan ditingkatkan. Berikan sebagai dosis tunggal pada malam hari. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) secara umum lebih dianjurkan karena ditoleransikan lebih baik, tetapi lebih mahal

Peresepan Pada penggunaan Obat Psikotropika
NO PERESEPAN OBAT DALAM PRAKTIK RESIKO BAGI PASIEN ALTERNATIF TERAPI

1

Peresepan jangka panjang Jatuh, adiksi benzodiazepin dengan waktu paruh panjang untuk insomnia

Terapi nonfarmakologis, atau benzodiazepin dengan waktu paruh pendek Terapi nonfarmakologis, atau benzodiazepin dengan waktu paruh pendek

2

Peresepan barbiturat jangka panjang untuk pengobatan insomnia

Jatuh, dan adiksi

Lanjutan
NO PERESEPAN OBAT DALAM PRAKTIK RESIKO BAGI PASIEN ALTERNATIF TERAPI

3

Peresepan jangka panjang benzodiazepin dengan waktu paruh panjang untuk pengobatan agitasi pada demensia

Idem

Loxapine/haloperodi

4

Peresepan jangka panjang triazolam untuk pengobatan insomnia

Menyebabkan abnormalitas Terapi tingkah laku nonfarmakologis atau benzodiazepin waktu paruh pendek

EFEK SAMPING PSIKOTROPIKA
 gejala ekstrapirimidal (MENGHAMBAT RESEPTOR DOPAMIN): kejang muka, tremor, kaku anggota gerak (kekurangan kadar dopamin dalam otak) dapat dihilangkan dengan mengurangi dosis/menggunakan obat neuroleptika yg lain.  Sedativ : disebabkan oleh efek anti histamin antara lain mengantuk, lelah da pikiran keruh, cth (obt yg mempunyai efek sedatif kuat mis klorpromazin)  diskenesiatarda : gerakan tidak disengaja terutama pada otot muka (bibir, rahang)  hipotensi : disebabkan oleh blokade reseptor alfa adrenergik dan vasodilatasi  efek antikolinergik : ciri mulut kering, obstipasi dan gguan penglihatan  efek anti serotonin : menyebabkan gemuk, karena mempunyai sifat menstimulasi nafsu makan  Galaktorea : meluapkan ASI kerena mendorong produksi ASI berlebih

Related Interests