You are on page 1of 23

Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan olehenergi kinetik dari uap panas/kering.• Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. .

• • • • PLTU memiliki 3 siklus utama. yaitu Siklus Air PLTU Siklus Air Pendingin Condensor Siklus Bahan Bakar .

.

Siklus Air dan Uap • Suatu siklus dimana air diubah fasanya menjadi uap kering untuk menggerakan turbin. . dan seterusnya. kemudian dikondensasi kembali menjadi air.

Selanjutnya air tersebut dipompa lagi dengan bantuan Boiler Feed Pump (9) dipanaskan lagi ke dalam 2 buah High Pressure Heater (10) untuk diteruskan ke dalam boiler yang terlebih dahulu dipanaskan lagi dengan Economizer (11) baru kemudian masuk ke dalam Steam Drum (12). Setelah air menjadi tawar. Air kondensat yang kondisinya sudah dalam keadaan murni dipompa lagi dengan menggunakan pompa kondensat. dipanaskan lagi oleh Superheater (14) untuk kemudian dialirkan dan memutar Turbin Uap (15). .Siklus Air dan Uap Air dipompa oleh CWP (Circulating Water Pump) (1) yang sebagian besar dipakai untuk media pendingin di Condenser (6) dan sebagian lagi dijadikan air tawar di Desalination Evaporator (2). Dari sini air dipompa lagi untuk dimasukkan ke dalam Condenser bersatu dengan air kondensat sebagai air benam ban. kemudian dipompa oleh Distillate Pump (3) untuk kemudian dimasukkan ke dalam Make Up Water Tank (4) yang kemudian dipompa lagi masuk ke sistem pemurnian air (Demineralizer) dan selanjutnya dimasukkan ke dalam Demin Water Tank (5). Proses pemanasan di ruang bakar menghasilkan uap jenuh dalam steam drum. kemudian dimasukkan ke dalam 2 buah pemanas Low Pressure Heater (7) dan kemudian diteruskan ke Deaerator (8) untuk mengeluarkan atau membebaskan unsur O2 yang terkandung dalam air tadi. Uap bekas yang keluar turbin diembunkan dalam condenser dengan bantuan pendinginan air laut kemudian air kondensat ditampung di hot well.

Air yang digunakan untuk pendinginan pada condensor merupakan air laut. suhu air menjadi tinggi. air pendingin yang masuk kondensor bersuhu 29.2-38oC. Namun setelah keluar dari condensor. Air yang bersuhu tinggi ini kemudian dibuang lagi ke laut melalui Water outake/ Circulating Water Out Fall . Kemudian dibersihkan dari zat-zat pengotor dan hewan laut terlebih dahulu.2oC dan keluarannya bersuhu 36. Pada PLTU Tanjung Jati B (TJB). air menuju ke condensor.Siklus Air Pendingin Condensor Siklus air pendingin ini berkaitan erat dengan pengembunan uap air yang terjadi pada Condensor. Setelah itu. Air laut ini awalnya diambil dari water intake menggunakan Circulating Water Pump (CWP). Air laut yang masuk ke condensor awalnya memiliki suhu yang rendah.

Batubara yang telah diturunkan dari kapal tongkang tersebut selanjutnya diletakkan diatas Conveyor Belt. Batubara yang diangkut oleh kapal tongkang tersebut diturunkan dengan menggunakan alat yang bernama Ship Unloader.Siklus Bahan Bakar Dalam proses PLTU. perbakaran dari serbuk batubara tersebut menghasilkan energi panas yang selanjutnya digunakan untuk memanaskan air yang ada didalam Boiler. Oleh karenanya. Ketika batubara yang ada di Coal Yard ingin digunakan sebagai bahan bakar. batubara tersebut dikeruk dengan suatu alat pengeruk yang dinamakan dengan Stacker Reclaimer. semakin halus batubara. biasanya terdapat sistem tersendiri. Perlu diketahui saja.000 ton). Disini. kandungan-kandungan tersebut harus diminimalisir hingga batas yang aman. batubara diangkut dari tambang batubara menggunakan kapal kosong tanpa mesin bernama kapal tongkang dengan kapasitas 66 metrix ton. batubara disimpan untuk sementara waktu hingga selanjutnya disalurkan oleh Coal Feeder untuk menuju ke Pulverizer. Kapal tersebut berlabuh disuatu dermaga didalam PLTU yang bernama Coal Jetty. Batubara seperti ini tidaklah baik untuk dibakar didalam tungku pembakaran. kebanyakan dari PLTU yang ada di bumi menggunakan bahan bakar batubara. kalori yang dihasilkan juga semakin besar. seperti : batubara. Coal Yard yang ada biasanya mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar PLTU hingga 2 bulan (630. Selain menghasilkan energi panas. Sox (Oksida Sulfur). . Kemampuan keruk dari Stacker Reclaimer dan kemampuan angkut dari Belt Conveyor dapat mencapai 1500 ton per jam. untuk mendidihkan air didalam boiler dibutuhkan energi panas. Batubara yang masuk ke Pulverizer awalnya berbentuk seperti batu dengan diameter berkisar 5 cm. Coal Jetty ini memiliki panjang 240 meter dan letaknya pun 1 kilometer dari tepi pantai. Awalnya. Coal Yard/ Stockpile adalah lapangan luas tempat diletakkan dan disimpannya batubara setelah diangkut oleh kapal tongkang. maka semakin kecil kalori yang dihasilkan oleh batubara tersebut ketika pembakaran nantinya. Kalori yang dihasilkan oleh batubara tergantung pada jenis batubara yang digunakan. minyak bumi atau gas. batubara ini kembali diletakkan diatas Belt Conveyor namun menuju ke bagian dalam PLTU. Untuk menurunkan seluruh batubara yang terdapat pada kapal tongkang tersebut dibutuhkan waktu selama 3 hari penuh. Hal ini dikarenakan semakin besar ukuran batubara. Karena harga batubara yang murah. Converyor Belt adalah suatu alat yang mirip seperti eskavator yang mengangkut batubara dari Coal Jetty yang letaknya 1 kilometer dari garis pantai menuju ke Coal Yard/ Stockpile. Pulverizer ini berperan dalam menghaluskan batubara hingga bentuknya berubah menjadi serbuk batubara. Sistem tersebut dinamakan Sistem Penanganan Batubara (Coal Handling System). Energi panas ini dapat berasal dari pembakaran bahan bakar. Untuk menangani batubara pada suatu PLTU. Serbuk batubara yang dihasilkan oleh Pulverizer ini selanjutnya dihembuskan ke dalam Furnace bersamaan dengan udara panas. Kemampuan Pulverizer dalam menghaluskan batubara dapat mencapai 335 ton setiap jam. pembakaran dari batubara ternyata juga menghasilkan kandungan lain. yaitu Nox (Oksida Nitrogen). dan COx (oksida karbon). Didalam Furnace ini. Untuk menciptakan PLTU yang ramah bagi manusia dan lingkungan. batubara ini masuk ke bagian dalam PLTU tepatnya di Coal Bunker. Setelah dikeruk. Setelah diangkut oleh Belt Conveyor.

.

.

•Turbin uap Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik).Bagian utama dari PLTU pada umumnya adalah : •Boiler Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin. . •Kondensor Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar. •Generator Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik.

•Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang.PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. •Kedua. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut : •Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan. . uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran. •Ketiga. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator •Keempat.

.

Kondensor merupakan alat penukar kalor yang berfungsi mengkondensasikan uap bekas dari turbin menjadi titik-titik air (air kondensat) dan air yang terkondensasi menjadi air ditampung pada Hotwell. Selanjutnya air tersebut disirkulasikan kembali keboiler untuk diproses kembali menjadi uap .

maka efisiensi turbin bagus. .Fungsi Utama Kondensor · Mengubah uap bekas dari turbin menjadi air embun. · Dengan vakum kondensor yang bagus. Menampung dan mengontrol air kondensat. · Mengeluarkan udara atau gas yang tidak terkondensasi. .

A x (to – ti )[log(T-ti /T-to)] Dimana : Q = Jumlah panas yang harus dibuang ke kondensor (kJ/kg) U = Koefisien perpindahan panas universal (kkal/jam) A = Luas permukaan perpindahan panas (m2) T = Temperatur uap masuk Kondensor (0C) ti = Temperatur Air pendingin masuk Kondensor (0C) to = Temperatur air pendingin keluar Kondensor (0C .Proses pada kondensor yang terjadi adalah proses perpindahan panas. Panas dari uap bekas diteruskan ke massa Fluida pendingin melalui media pemisah yaitu permukaan perpindahan panas yang dibuat dengan pipa-pipa dengan ketebalan yang tipis dalam jumlah banyak untuk mencapai effektifitas transmisi sesuai persamaan : Q = U .

• Fouling disebabkan oleh lumpur atau binatang laut seperti tritip atau karang hijau akan mempertinggi resistansi sehingga akan menurunkan kecepatan Transmitasi (U) yang menghambat perpindahan panas dari Last Stage Steam Turbine ke air pendingin. maka beda temperatur antara uap dan air pendingin naik untuk sejumlah panas (Q) yang harus dipindahkan.• Masalah yang umum dan sering terjadi pada kondensor adalah Fouling • Fouling memperbesar hambatan yang berarti menurunkan transmitasi. karena itu harus dihambat laju fouling terhadap pipa kondensor yang dapat menurunkan performance kondensor. • Bila transmitasi (U) turun. kenaikan suhu pada permukaan Kondensor akan berefek kenaikan tekanan dalam Kondensor sebagai konsekuensinya. .

2. Condensor Permukaan (Surface Condensor). Prinsipnya mencampur uap dan air pendingin yang di sprey kan dalam satu tabung sehingga terbentuk air kondensate dan biasanya campuran air yang terbentuk diinjeksikan lagi keperut bumi untuk menjaga kelestarian alam.Condensor dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. •Menurut arah alirannya ada beberapa type Condensor : Single Flow (aliran tunggal) satu arah Double Flow (aliran ganda) dua/tiga arah . Pada Condensor Permukaan air pendingin yang tersedia dalam jumlah besar dan diharapkan air yang masuk kedalam kondensor air yang bersih . Prinsipnya air pendingin dan uap yang didinginkan tidak dicampur . Condensor jenis ini banyak digunakan pada PLTP. yaitu : 1. terpisah air pendingin didalam pipa-pipa (tubes) pendingin sedangkan uap yang terkondensasi didalam cangkang (shell). Condensor kontak langsung (Direct Contact Condensor/Jet Condensor).

.

Generator yang biasa digunakan dalam proses PLTU adalah generator sinkron revolving field. dan LP ini dikopel langsung dengan rotor generator.Generator • Turbin HP. maka ketika turbin ini berputar. Pada generator jenis ini. 11. bagian rotornya diberi arus eksitasi sedangkan statornya menghasilkan energi listrik. . rotor generator juga ikut berputar. atau 22 kV. maka digunakan trafo stepup untuk menaikkan tegangan keluarannya. Karena sistem transmisi di Indonesia bertegangan 150 kV(SUTT) atau 500 kV(SUTET). IP. Tegangan yang dihasilkan dari generator ini biasanya 6.

Kontinyuitas operasinya tinggi 5. 2. Usia pakai (life time) relatif lama . cair dan gas).Keunggulan PLTU Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis pembangkit listrik lainnya: 1. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan 4. Dapat dioperasikan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi 3.

Investasi awalnya mahal 5.Kerugian PLTU 1. Menghasilkan polusi udara yaitu gas sisa hasil pembakaran bahan bakar (gas CO2. NOX. Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu 4. SOX dan debu batu bara) . Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar 3. Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar 2.