You are on page 1of 22

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Oleh : Hermanto Rohman

Pengertian perencanaan memiliki banyak makna sesuai dengan pandangan masing-masing ahli diantaranya sebagai berikut :

Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Oleh karena itu pada hakekatnya terdapat pada setiap jenis usaha manusia (Khairuddin, 1992 : 47). Perencanaan adalah merupakan suatu upaya penyusunan program baik program yang sifatnya umum maupun yang spesifik, baik jangka pendek maupun jangka panjang (Sa’id & Intan, 2001 : 44 ).

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (Pasal 1 ayat 1 UU No.25/2004 dan Pasal 1 ayat 1 PP No.8/2008 ). Jadi Perencanaan pada dasarnya adalah penetapan alternatif, yaitu menentukan bidang-bidang dan langkah-langkah perencanaan yang akan diambil dari berbagai kemungkinan bidang dan langkah yang ada. Bidang dan langkah yang diambil ini tentu saja dipandang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, sumber daya yang tersedia dan mempunyai resiko yang sekecil-kecilnya.

dapat dikemukakan antara lain : industrialisasi. menertibkan penggunaan tempat dan memperindah corak kota) dan perencanaan desa (untuk menggali potensi suatu desa serta mengembangkan masyarakat desa tersebut). perencanaan dapat dibedakan : (a) perencanaan jangka pendek (1 tahun). perencanaan dapat dibedakan : (a) perencanaan haluan policy planning. dan (b) perencanaan jangka panjang (lebih dari 1 tahun). kesehatan. pendidikan. agraria (pertanahan). Dari segi tata jenjang organisasi dan tingkat kedudukan menejer.    . (b) perencanaan program (program planning) dan (c) perencanaan langkah operational planning. pertanian. Dari segi bidang kerja yang dicakup. dan (c) perencanaan lokal. Dari segi luas lingkupnya. perencanaan kota (untuk mengatur pertumbuhan kota. perencanaan dapat dibedakan : (a) perencanaan nasional (umumnya untuk mengejar keterbelakangan suatu bangsa dalam berbagai bidang). dan lain sebagainya. (b) perencanaan regional (untuk menggali potensi suatu wilayah dan mengembangkan kehidupan masyarakat wilayah itu). antara lain:  Dari segi jangka waktu. Bentuk perencanaan yang merupakan alternatif-alternatif ditinjau dari berbagai sudut. pertahanan dan keamanan. misalnya. seperti yang dijelaskan oleh Westra (1980) dalam Khairuddin (1992 : 48).

  . sosial. Perencanaan pembangunan adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ekonomi dan aspek lingkungan lainnya. (2) pengujian atau analisis opsi atau pilihan yang tersedia. maupun kelompok masyarakat stakeholder lainnya pada tingkatan yang berbeda untuk menghadapi saling ketergantungan dan keterkaitan aspek fisik. ada tiga tahapan perencanaan pembangunan yaitu : (1) perumusan dan penentuan tujuan. swasta. Menurut Solihin (2006). Dari ketiga tahapan perencanaan tersebut dapat didefenisikan perencanaan pembangunan wilayah atau dearah sebagai berikut yaitu : suatu usaha yang sistematik dari berbagai pelaku (aktor) baik umum (publik) atau pemerintah. dan (3) pemilihan rangkaian tindakan atau kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan telah disepakati bersama.

Rencana pembangunan jangka menengah desa yang selanjutnya disebut RPJMD untuk jangka waktu lima tahun. 66/2007 (1) RPJM Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) dijabarkan dalam RKP Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. PASAL 3 Permendagri No. 66/2007 (1) Perencanaan pembangunan desa disusun dalam periode 5 (lima) tahun. strategi pembangunan desa. Dalam BAB XI PASAL 63 PP No. (3) RPJM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat arah kebijakan keuangan desa.72/2005 dijelaskan bahwa (1) Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa disusun perencanaanpembangunan desa sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah kabupaten/kota.    .72/2005 (1) Perencanaan pembangunan desa sebagaimana dimaksud pasal 63 ayat (2) disusun secara berjangka meliputi: a. rencana kerja dan pendanaannya baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu pada rencana kerja pemerintah daerah. (2) RKP Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kerangka ekonomi desa. BAB XI PASAL 64 PP No. prioritas pembangunan desa. BAB II PASAL 2 Permendagri No. selanjutnya disebut RKP Desa merupakan penjabaran dari RPJMD untuk jangka waktu 1 ( satu ) tahun. (2) Perencanaan pembangunan 5 (lima) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan RPJM Desa. dan program kerja desa. (2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan dengan Peraturan Desa dan RKP Desa ditetapkan dalam Peraturan Kepala Desa. b. Rencana Kerja pembangunan desa. (2) Perencanaan pembangunan sebagaimana dimaksud ayat (1) disusun secara partisipatif oleh pemerintah desa sesuai dengan kewenangannya.

.

memikirkan bagaimana cara mengatasinya. . mulai dari melakukan analisis masalah mereka.   Ndraha (1990 : 104) menyatakan bahwa. 1991. mndapatkan rasa percaya diri untuk mengatasi masalah. yaitu (Conyers. yang berfungsi membangkitkan tingkah laku (behavior). dan (3) dijadikan motivasi terhadap masyarakat. kebutuhandan sikap masyarakat setempat yang tanpa kehadirannya program pembangunan serta proyek-proyek akan gagal. mengambil keputusan sendiri tentang alternatif pemecahan masalah apa yang ingin mereka atasi. karena mereka akan lebih mengetahui seluk beluk program tersebut dan akan mempunyai rasa memiliki terhadap program tersebut.  Alasan kedua adalah bahwa masyarakat akan lebih mempercayai kegiatan atau proram pembangunan jika merasa dilibatkan dalam proses persiapan dan perencanaannya. maka perencanaan partisipasi harus dilakukan dengan usaha : (1) perencanaan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang nyata (felt need). Alasan ketiga adalah karena timbul anggapan bahwa merupakan suatu hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan. dalam menggerakkan perbaikan kondisi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Secara garis besar perencanaan partisipatif mengandung makna adanya keikutsertaan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. (2) dijadikan stimulasi terhadap masyarakat. Tiga alasan utama mengapa perencanaan partisipatif dibutuhkan. yang berfungsi mendorong timbulnya jawaban (response). 154155) :   Alasan pertama partisipasi masyarakat merupakan suatu alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi.

1. Rapid Rural Appraisal (RRA) 5. Participatory Research and Development (PRD) 4. PPKP (Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan) 7. Participatory Action Research (PAR) 6. Participatory Rural Appraisal (PRA) 2. Metodologi Participatory Assessment (MPA) . Participatory Learning Methods (PLM) 8. Kaji-Tindak Partisipatif (KTP) 3.

Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengetahui data manakah yang telah ada sehingga tidak perlu lagi dikumpulkan.  . Direct Observation adalah kegiatan observasi langsung pada obyek-obyek tertentu. Merupakan cara mengumpulkan sumber-sumber informasi yang telah diterbitkan maupun yang belum disebarkan. untuk dan bersama dengan masyarakat untuk mengetahui.  Direct Observation – Observasi Langsung. kejadian. proses. Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah sebuah metode pemahaman lokasi dengan cara belajar dari. menganalisa dan mengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlian untuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan Teknik-teknik PRA antara lain :  Secondary Data Review (SDR) – Review Data Sekunder. hubungan-hubungan masyarakat dan mencatatnya. Tujuan dari teknik ini adalah untuk melakukan cross-check terhadap jawabanjawaban masyarakat.

SSI dapat dilakukan bersama individu yang dianggap mewakili informasi. Kriteria ini mungkin berbeda dari satu orang dengan orang lain. Teknik ini berupa diskusi antara beberapa orang untuk membicarakan hal-hal bersifat khusus secara mendalam. pemuda. misalnya menurut wanita dan pria tentang tanaman sayur. Direct Matrix Ranking. Adalah sebuah bentuk ranking yang mengidentifikasi daftar criteria obyek tertentu. Teknik ini adalah wawancara yang mempergunakan panduan pertanyaan sistematis yang hanya merupakan panduan terbuka dan masih mungkin untuk berkembang selama interview dilaksanakan. Teknik-teknik PRA antara lain :  Semi-Structured Interviewing (SSI) – Wawancara Semi Terstruktur. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memahami prioritas-prioritas kehidupan masyarakat sehingga mudah untuk diperbandingkan. anak-anak. Preference Ranking and Scoring. pejabat lokal. Tujuannya untuk memperoleh gambaran terhadap suatu masalah tertentu dengan lebih rinci.    . Adalah teknik untuk menentukan secara tepat problem-problem utama dan pilihan-pilihan masyarakat. petani. misalnya wanita. Focus Group Discussion – Diskusi Kelompok Terfokus. misalnya mengapa mereka lebih suka menanam pohon rambutan dibandingkan dengan pohon yang lain. Tujuannya untuk memahami alasan terhadap pilihan-pilihan masyarakat. pria.

Tujuannya untuk memperoleh gambaran profil kondisi sosio-ekonomis dengan cara menggali persepsi perbedaan-perbedaan kesejahteraan antara satu keluarga dan keluarga yang lainnya dan ketidak seimbangan di masyarakat. dan sarana-sarana umum. Teknik ini adalah suatu cara untuk membuat gambaran kondisi sosial-ekonomi masyarakat.    Kalender Musim. fokus masyarakat terhadap suatu tema tertentu. Hasil gambaran ini merupakan peta umum sebuah lokasi yang menggambarkan keadaan masyarakat maupun lingkungan fisik. jalan. menemukan indicator-indikator lokal mengenai kesejahteraan. . Transek merupakan teknik penggalian informasi dan media pemahaman daerah melalui penelusuran dengan berjalan mengikuti garis yang membujur dari suatu sudut ke sudut lain di wilayah tertentu. Pemetaan Sosial. Tujuan teknik ini untuk memfasilitasi kegiatan penggalian informasi dalam memahami pola kehidupan masyarakat. sehingga diketahui kapan saat-saat sibuk dan saatsaat waktu luang. masalah-masalah. Rangking Kesejahteraan Masyarakat di suatu tempat tertentu. mengkaji pola pemanfaatan waktu. kegiatan. Adalah penelusuran kegiatan musiman tentang keadaankeadaan dan permasalahan yang berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu (musiman) di masyarakat. sumber-sumber mata pencaharian. misalnya gambar posisi pemukiman. Transek (Penelusuran). peternakan. Teknik-teknik PRA antara lain :  Peringkat Kesejahteraan.

Tujuan dari teknik ini yaitu memfasilitasi pengenalan dan analisa terhadap jenis pekerjaan. Teknik ini adalah untuk mengetahui hubungan institusional dengan masyarakat. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai topik-topik penting di masyarakat.   Diagram Venn. hambatan. Kecenderungan dan Perubahan. Alur sejarah adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui kejadian-kejadian dari suatu waktu sampai keadaan sekarang dengan persepsi orang setempat. Tujuannya untuk memahami perkembangan bidangbidang tertentu dan perubahan-perubahan apa yang terjadi di masyarakat dan daerahnya. Analisa Mata Pencaharian. Masyarakat akan terpandu untuk mendiskusikan kehidupan mereka dari aspek mata pencaharian. Adalah teknik untuk mengungkapkan kecenderungan dan perubahan yang terjadi di masyarakat dan daerahnya dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh masing-masing institusi dalam kehidupan masyarakat serta untuk mengetahui harapan-harapan apa dari masyarakat terhadap institusi-institusi tersebut. pembagian kerja pria dan wanita. potensi dan kesempatan. Teknik-teknik PRA antara lain :  Alur Sejarah.  .

aksi-refleksi partisipatif. dan nama kegiatan mencerminkan suatu dialektika yang dinamis antara kajian dan tindakan secara tak terpisahkan. belajar dan bertindak bersama. Kaji-Tindak Partisipatif. . Kaji-Tindak Partisipatif (KTP) adalah istilah program sedangkan esensinya menunjuk pada metodologi Participatory Learning and Action (PLA) atau belajar dari bertindak secara partisipatif.  Penggunaan istilah PLA dimaksudkan untuk menekankan pengertian partisipatif pada proses belajar bersama masyarakat untuk pengembangan.

  Penelitian mengenai partisipasi dan pembangunan masyarakat memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama. dan (b) melalui kampanye dan aksi sosial yang memungkinkan kebutuhankebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pihak-pihak lain yang bertanggungjawab (Suharto. 2002). mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. . PRD yang merupakan wujud nyata dari pengembangan masyarakat seringkali diimplementasikan dalam bentuk (a) proyek-proyek pembangunan yang memungkinkan anggota masyarakat memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhannya.

dan case studies   Perbedaan yang menonjol dari kedua pendekatan ini adalah dari segi partisipasi masyarakat. workshop dan brainstorming. informasi dikumpulkan oleh pihak luar (outsiders). developing chronologies of local events. ranking and scoring. mulai dari pengumpulan informasi. transect. analisa sampai pada perencanaan program . Dalam RRA. sedangkan PRA dilaksanakan bersama-sama masyarakat (let them do it). kemudian data dibawa pergi. dianalisa dan peneliti tersebut membuat perencanaan tanpa menyertakan masyarakat. RRA lebih bersifat penggalian informasi. mapping. Pendekatan dalam RRA hampir sama dengan PRA antara lain : secondary data review. direct observation. Teknik RRA mulai berkembang pada akhir 1970-an dan diterima secara akademis pada akhir tahun 1980-an. Teknik RRA berkembang karena adanya ketidak puasan penggunaan kuisioner pada metode penelitian konvensional. semi-strucuted interview.

2. 3. merupakan proses penggunaan kecerdasan kritis saling mendiskusikan tindakan mereka dan mengembangkannya. PAR harus diletekkan sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki praktekpraktek sosial dengan cara merubahnya dan belajar dari akibat-akibat dari perubahan tersebut. Mahmudi (2004). 5. 4. semua yang memiliki tanggungjawab atas tindakan perubahan dilibatkan dalam upaya-upaya meningkatkan kemampuan mereka. tindakan (pelaksanaan atas rencana). 1. refleksi (teoritisi pengalaman). . ada beberapa prinsip-prinsip PAR yang yang harus dipahami terlebih dahulu. PAR suatu proses yang melibatkan semua orang dalam teoritisasi atas pengalaman-pengalaman mereka sendiri. PAR merupakan kerjasama (kolaborasi). secara keseluruhan merupakan partisipasi yang murni (autentik) dimana akan membentuk sebuah spiral yang berkesinambungan sejak dari perencanaan (planing). sehingga tindakan sosial mereka akan dapat benar-benar berpengaruh terhadap perubahan sosial. observasi (evaluasi atas pelaksanaan rencana). PAR merupakan suatu proses membangun pemahaman yang sistematis (systematic learning process). Antara lain.

dan dari unsur pemerintah desa.  Metode PPKP ini dilaksanakan oleh pengambil kebijakan bersama petani. . Saharia (2003). Bahan informasi ini dapat digunakan oleh orang lain atau suatu lembaga yang akan membantu petani. pelaksanaan.  Informasi yang diperoleh dengan Metode PPKP dapat digunakan sebagai bahan perencanaan kegiatan dalam pemberdayaan masyarakat desa (petani). metode PPKP adalah salah satu metode perencanaan partisipatif yang bertujuan untuk menggali permasalahan yang ada di masyarakat. penyebab terjadinya masalah. berperan aktif dalam perencanaan.  Mempelajari kondisi dan kehidupan pedesaan dari dan oleh masyarakat desa untuk saling berbagi. Dalam Metode PPKP ini kelompok pendamping lapangan hanya sebatas fasilitator. dan pengendalian serta tidak lanjutnya. dan cara mengatasinya dengan menggunakan sumberdaya lokal atas prinsip pemberdayaan masyarakat yang acuannya sebagai berikut :  Mengumpulkan informasi yang dilakukan oleh petani sendiri. kelompok pendamping lapangan.

di mana kegiatan belajar dalam pelatihan dibangun atas dasar partisipatif (keikutsertaan) peserta pelatihan dalam semua aspek kegiatan pelatihan. . melaksanakan. mulai dari kegiatan merencanakan. sampai pada tahap menilai kegiatan pembelajaran dalam pelatihan. model pembelajaran partisipatif sebenarnya menekankan pada proses pembelajaran. Thoyib (2007). Upaya yang dilakukan pelatih pada prinsipnya lebih ditekankan pada motivasi dan melibatkan kegiatan peserta.

manajer program dan masyarakat. sehingga masayarakat setempat dapat memantau kesinambungan pembangunan dan mengambil tindakan yang diperlukan agar menjadi semakin baik.   Dayal. Metodologi tersebut mengungkapkan bagaimana caranya kaum perempuan dan keluarga yang kurang mampu dapat ikut berpartisipasi. dan mengambil manfaat dari pembangunan. bersama-sama dengan kaum lelaki dan keluarga dimana mereka berada. . et. al (2000). Methodology for Participatory Assessments (MPA) adalah metode yang dikembangkan untuk menjalankan penilaian suatu proyek pembangunan masyarakat (community development). MPA merupakan alat yang berguna bagi pembuat kebijakan.

gender dan kepekaan akan kemiskinan. MPA menggunakan satu set indikator yang “sector specific” untuk mengukur kesinambungan. perempuan kaya. Data kuantitatif ini dapat dianalisis secara statistik. Dengan demikian MPA dapat digunakan untuk menghasilkan informasi manajemen untuk proyek skala besar dan data yang sesuai untuk analisis program. Dirancang sedemikian rupa untuk melibatkan pihak yang berkepentingan (stakeholder) utama dan menganalisis keberadaan masyarakat yang memiliki 4 komponen penting: lelaki miskin. lelaki kaya. kebutuhan. instansi pelaksana dan pembuat kebijakan. dengan tujuan untuk secara bersama mengevaluasi faktor-faktor kelembagaan yang berpengaruh pada dampak proyek dan kesinambungan pada tingkat lapangan. Hasil dari penilaian kelembagaan digunakan untuk melakukan peninjauan ulang atas kebijakan pada tingkat program atau tingkat nasional. Hasil dari penilaian pada tingkat masyarakat dibawa oleh wakil-wakil masyarakat pengguna dan instansi pelaksana ke dalam rapat pihak berkepentingan (stakeholder). Dengan cara ini kita dapat mengadakan analisis antar masyarakat. Masing-masing diukur dengan menggunakan urutan alat partisipatifi pada masyarakat. MPA mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:  MPA merupakan metode yang ditujukan baik kepada instansi pelaksana maupun kepada masyarakat untuk mencapai kondisi pengelolaan sarana yang berkesinambungan dan digunakan secara efektif. MPA menghasilkan sejumlah data kualitatif tingkat desa. perempuan miskin. sebagiannya dapat dikuantitatifkan kedalam sistem ordinal oleh para warga desa itu sendiri. antar proyek dan antar waktu. serta pada tingkat program.    .

.

2 November 2007. A. Lembaga Penerbit. Ekonomi.T. 1992.hu/suharto/modul_a/makindo_19. Teknik Planologi ITB. 2003.org/default/policy/web. Dayal.petra. Sosiolog Pedesaan Institut Pertanian Bogor. E-mail: sahauntad@yahoo. Khairuddin. Metode Penelitian Kritis dan Prinsip-prinsip Participatory Action Research (PAR). 2003. dan Perencanaan.S. Rejuvinasi Peran Perencana Dalam Menghadapi Era Perencanaan Partisipatif “Sebuah Tahapan Awal dalam Pembentukan Kultur Masyarakat Partisipatif”. Di akses.waspola. Makalah Individu Pengantar Falsafah Sains (PPS702). Website. Indonesia Center For Sustainable Development. Di akses.com. Institutions and Policy Makers. Syarat-Syarat Mutlak Pembangunan dan Modernisasi. Press. Mahmudi. Di akses. A. M. 3 November 2007. Pemberdayaan Masayarakat Di Pedesaan Sebagai Salah Satu Upaya Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Manusia Secara Optimal. Jakarta. Yogyakarta. 1990. 2007.policy. Asngari. Methodology for Participatory Assessments with Communities. Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas. Suharto. D. dan Budimanta. 2 November 2007. Community work in New Zealand. Ndraha. Perkumpulan Masyarakat Penanggulangan Bencana. Di akses. Website. Metode Pendekatan Sosial Dalam Pembangunan Partisipatif. Institut Pertanian Bogor.Y.ditpertais. S. B. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Rudito.ac. 2001.net/swara . Buku dan Makalah Seminar Adi. 2 November 2007. Jakarta.           . Di akses. Mosher. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. 2 November 2007. Sekolah Tinggi Pemerintahan Abdi Negara. Tinjauan Aspek. A.htmn . 15 November 2004. Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. IPB. Blogspot http://iagusta. 3 November 2007. 27 Desember 2006. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Sosial Ekonomi. Metodologi Pengembangan Masyarakat. 2006. Krisnandhi dan Bahrin Samad. 2003. 2004. Malang Juli 2004. Bogor. Makalah disampaikan pada Pelatihan Aparatur Pemerintahan Daerah. P. Membangun Masyarakat Mempersiapkan Masyarakat Tinggal Landas. Christine van Wijk. Cahyono. Sekolah Pascasarjana / S3 Institut Pertanian Bogor.       Anonim. Pengelolaan Community Development. http://www. Rineka Cipta. R. 2003. http://www. Disampaikan Dalam : Seminar Tahunan ASPI (Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia) Universitas Brawijaya. Participatory Rural Appraisal (PRA). II. Perencanaan Pembangunan Partisipatif. Perenan Agen Pembaruan/Penyuluh Dalam Usaha Memberdayakan (Empowerment) Sumberdaya Manusia Pengelola Agribisnis.id/ppm/COP/download. Aneka Metode Partisipasi Untuk Pembangunan Desa. Di akses. Fakultas Peternakan. Di akses. 2002. lppm.S. I. Liberty. Aristo. E. 19 Th. R. Disadur oleh : Ir.A. Jakarta. Solihin. 2002. Pembangunan Masyarakat. 2004. 2000. Yasaguna. Sosiologi.com/. Agusta. 2 November 2007. Saharia. and Nilanjana Mukherjee. D. T.blogspot. B. Jurnal Inovasi Pendidikan Tinggi Agama Islam Swara Ditpertais: No. C. Slamet.V.org. 2006. http://www. Pemberdayaan. http://pmpbencana. Jakarta.