You are on page 1of 30

ILEUS

dr. Noviyanti Setyaningrum
Magetan, 21 November 2013

IDENTITAS


  

Nama : Ny K Umur : 80 tahun Alamat : Sukomoro, Magetan No RM : 180175 Tanggal pemeriksaan : 21 – 09 – 2013

Keluhan Utama : tidak bisa kentut

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien perempuan, 80 tahun, datang ke IGD dengan keluhan tidak bisa kentut dan perut terasa kembung sejak 3 hari yang lalu. Awalnya pasien mengeluh perutnya terasa tidak enak sehingga 4 hari yang lalu pasien datang ke tukang pijat. Setelah dipijat, keluhan tidak membaik namun justru perutnya menjadi nyeri, tidak bisa kentut dan tidak bisa BAB. Nyeri perut dirasakan semakin bertambah nyeri, terutama di perut bagian kanan atas dan di daerah ulu hati. Pasien juga mengeluh mual dan pada hari MRS pasien muntah 1x. Pasien tidak mengeluhkan demam, nyeri kepala, maupun gangguan BAK. Sebelum keluhan muncul pasien tidak habis meminum obat-obatan tertentu.

Riwayat Hipertensi (-) Riwayat DM (-) Riwayat Alergi (-) RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA • Riwayat keluhan serupa (-) • Riwayat Hipertensi (+)  ayah dan anak pasien .RIWAYAT PENYAKIT DAHULU     Riwayat keluhan serupa disangkal.

nyeri tekan (+) di ulu hati dan regio hipokondrium dextra Ekstremitas : akral hangat (+). perkusi hipersonor. edema (-)      . SI (-/-) Leher : lnn tidak teraba Thorax : cor : S1 S2 reguler. bising (-) pulmo : SDV +/+. BU (+) ↓. Rhonki (-/-).PEMERIKSAAN FISIK   KU : cukup. Whez (-/-) Abdomen : supel. compos mentis VS : TD : 130/80 mmHg N : 84 x /menit RR : 20x /menit T : afebris Kepala : CA (-/-).

PEMERIKSAAN LABORATORIUM       Hb : 12. air fluid level .2 Leukosit : 11.400 Eritrosit : 502.000 HMT : 42.5 GDS : 124 • Px Penunjang : BOF  pelebaran pada hampir seluruh lumen usus.000 Trombosit : 230.

Hasil BOF .

DIAGNOSIS   DX : Suspek ILEUS PARALITIK DD : Suspek ILEUS OBSTRUKTIF .

TERAPI       Infus RL 20 tpm Pasang NGT Injeksi Cefotaxime 1 Gr / 12 jam Injeksi Ketorolac 30 mg / 8 jam Injeksi Ranitidin 1 Amp / 12 jam Rujuk .

TINJAUAN PUSTAKA .

ANATOMI USUS .

Pancreaticoduodenalis superior  duodenum bag atas  A.VASKULARISASI USUS  USUS HALUS Mesenterika superior (cabang dari aorta)  seluruh usus halus kecuali duodenum bag atas  A. . Pancreaticoduodenalis inferior (cabang A. Mesenterika superior)  duodenum bag bawah  A. Ileocolica  ileus bag bawah  A.

kolon descenden. kolon ascenden. dan bag proksimal rektum)  A. A. Rektalis superior . Kolika sinistra. A. Kolika dextra. dan A. sigmoid. Mesenterika inferior yg memvaskularisasi bag kiri (1/3 distal kolon transversum. Sigmoidalis. Ileocolika. Usus Besar :  Cabang dari A. dan 2/3 kolon transversum)  A. dan A. Mesenterika superior yg memvaskularisasi bag kanan (sekum. Kolika media  Cabang dari A.

PERSYARAFAN USUS  Saraf Ekstrinsik  Saraf parasimpatis : merangsang aktivasi sekrersi dan pergerakan (motorik) dan mengatur refleks usus (sensori)  Saraf simpatis : menghambat pergerakan usus (motorik) dan menghambat nyeri (sensoris)  Saraf Intrinsik  Pleksus Auerbach (dalam lap muskularis) : mengatur pergerakan GI dan regulasi output enzimatik  Pleksus Meissner (dalam lap submukosa) : mengatur sekresi GI dan aliran darah lokal .

tjd 2 gerakan :  Gerakan propulsif : mendorong dan memajukan isi  Gerakan mencampur : mencampur makanan dan mempermudah penyerapan   Usus halus : pencernaan secara mekanis. absorpsi (sisa air). penceranaan secara bakteri.FISIOLOGI USUS   Fungsi : pencernaan dan absorpsi nutrisi + air Dalam proses motilitas. kimiawi. . dan absorpsi Usus besar : peristalrik. dan defekasi.

intususepsi Ekstrinsik obstruction. inflamasi. Berdasarkan etiologinya.ILEUS • • Merupakan suatu keadaan terjadinya statis intestinal atau disfungsi yang disertai pelebaran lumen dan penebalan dinding usus. ileus dapat dibedakan atas dua golongan: – Obstruksi mekanis • • Intra luminar obstruction. misalnya tumor intra luminar. misalnya adhesi. tumor ekstrinsik. – Obstruksi adinamik (ileus paralitik) .

adhesi. . ILEUS OBSTRUKTIF Merupakan keadaan dimana terjadi gangguan pergerakan usus karena adanya obstruksi akibat hernia.ILEUS PARALITIK Merupakan keadaan dimana terjadi inhibisi gerakan usus (paralisis) yang menyebabkan penuruanan atau absennya peristaltik usus. tumor. dll.

ETIOLOGI ILEUS PARALITIK • • • • • • Peritonitis Ileus pasca bedah Setelah trauma abdomen Gangguan elektrolit Metastase peritoneal yang difus Obat-obatan ( obat spasmolitik ) .

PATOFISIOLOGI • • Pembedahan abdominal Post operasi  ileus fisiologis  hilang  aktivasi refleks inhibisi dari arkus dalam 2-3 hari spinal Bila ileus menetap dalam  waktu lebih dari 3 hari hipomotilitas traktus gastrointestinal setelah pembedahan   otot dinding usus terganggu ileus paralitik  gagal untuk mengalirkan isi usus  akumulasi gas dan cairan dalam usus .

insufusuensi renal.PATOFISIOLOGI ETIOLOGI Penurunan peristaltik usus Akumulasi gas dan cairan di dalam lumen usus Setelah >24 jam tjd pergerakan cairan & Na ke arah lumen Setelah 12-24 jam tjd penumpukan cairan & Na di usus proksimal Penurunan aliran dari lumen ke darah Tubuh kekurangan cairan & elektrolit Hipovolemia. atau syok .

muntah Konstipasi absolut Distensi abdomen Pergerakan usus minimal. difus) Mual. flatulence << Bunyi peristaltik kurang atau menghilang Defense muskular .MANIFESTASI KLINIS        Nyeri abdomen (sedang.

massa Perkusi : hipertimpani . nyeri tekan. tidak terlihat gerakan peristaltik Auskultasi : bising usus lemah atau bahkan hilang Palpasi : tanda2 peritonitis. distensi abdomen. massa abdomen. hernia. defanse muskular.Px FISIK     Inspeksi : tanda2 dehidrasi.

termasuk lambung dan rektosigmoid Air-fluid level pada usus halus dan usus besar muncul hanya jika ileus bertahan sampai 5-7 hari.GAMBARAN RADIOLOGIS      Terdapat distensi baik pada usus halus maupun usus besar. Seluruh rongga usus terisi udara Preperitoneal fat menjadi tipis atau kadang menghilang Membentuk gambaran herring bone (duri ikan) atau bag of popcorn .

(-) BOWEL DILATATION AIR-FLUID LEVEL ARRANGEMENT OF BOWEL LOOPS PREPERITONEAL FAT .CRITERIA GAS DISTRIBUTION OBSTRUKTIF More air proximal to the obstruction than distal to it. Fewer air-fluid level that are not dilated. Herring bone or resembles a bag of popcorn (less orderly arrangement). Dilatation proximal to the site of obstruction. Generalized dilatation of all bowel. “step ladder” appearance or more orderly arrangement (resembles a bag of sausages). Many dilated air-fluid levels. (+) PARALITIK No preferential collection of air.

.

terlokalisir) Meningkat - +++ + Lambat.PERBANDINGAN KLINIS Macam ileus Nyeri Usus Disten Muntah si borborigm i + +++ Bising usus Keteganga n abdomen Obstruksi simple tinggi Obstruksi simple rendah Obstruksi strangulasi ++ (kolik) +++ (Kolik) ++++ (terusmenerus. fekal +++ Meningkat - ++ Tak tentu biasanya meningkat + Paralitik Oklusi vaskuler + +++++ ++++ +++ + +++ Menurun Menurun + .

rektum kosong tidak terisi gas curiga obstruksi mekanis Jika: seluruh bagian usus dan gaster dilatasi curiga ileus paralitik .Jika: .terdapat dilatasi lokal (misal usus halus saja) .terdapat pada suatu bagian usus tempat distensi berakhir (misal pertengahan kolon transversum) .

Konservatif      pasang infus kristaloid pasang NGT untuk dekompresi kontrol status airway.PENATALAKSANAAN 1. cisapride Parasimpatik stimulasi : bethanecol. & circulation pasang kateter urin untuk memantau balance cairan penderita dipuasakan Antibiotik broadspeactrum Analgesik Prokinetik : metoklopramide. breathing. neostigmin Simpatis blokade : alpha 2 adrenergik antagonis 2. Farmakologi      .

Operatif  Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai peritonitis  Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau perforasi usus PROGNOSIS • Bervariasi tergantung penyebab ileusnya.3. • Bila penyebab primer segera tertangani  prognosis smakin baik. . • Ileus krn post OP laparotomi biasanya bersifat sementara & berlangsung 24-72 jam. • Prognosis memburuk pd kasus2 di mana tjd kematian jar usus.

TERIM A KASIH .