You are on page 1of 58

RUBRIK PENILAIAN KARYA ILMIAH (utk Peer-Reviewer

)
Halmar Halide @ Fisika_UNHAS Tim Validasi dan Tim PAK Pusat
Acara Sosialisasi Penilaian Karya Ilmiah Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas Makassar, 7 Januari 2014

Tim Validasi PERTIMBANGAN: Untuk peningkatan kualitas dan kuantitas karya tulis dosen [SK REKTOR UNHAS NO. 15314/UN4.2/KP.45/2012] OUTPUT: 1. Penilaian dan validasi karya ilmiah dosen (buku dan jurnal) 2. Penyusunan rekomendasi utk keperluan: kenaikan jabatan fungsional, perpanjangan batas usia pensiun GB, pemberian reward kepada penulis, pembayaran tunjangan kehormatan GB 3. Penyampaian rekomendasi kepada Rektor

Halmar Halide (Ketua), Sumbangan Baja (Wakil Ketua), Syamsul Bahri (Sekretaris) Ade Rosmana & Andi Iqbal (Pertanian, Peternakan, Perikanan)

Gemini Alam & Ahyar (MIPA, Farmasi)
Ramli Rahim & M. Wihardi Tjaronge (Teknik)

Ridwan & Gatot Susilo Lawrence (Kesehatan)
SM Noor, Hasrullah, Mediaty & Alwi Rahman (Sosial, Ekonomi dan Humaniora) A. Halim Doko, Ernawaty Rivai, Akhmad, dan sejumlah staf lainnya (Sekretariat)

http://personal.fmipa.itb.ac.id/hgunawan/files/ 2012/11/59-Perguruan-Tinggi-Indonesia-di-Scopus11-Juli-2013.pdf

http://www.scimagojr.com/countryrank.php?area=0 &category=0&region=Asiatic+Region&year=all&orde r=h&min=0&min_type=it

Halmar Halide, Fisika FMIPA Unhas 2013

DRAF

PEDOMAN OPERASIONAL PENILAIAN ANGKA KREDIT KENAIKAN PANGKAT/JABATAN AKADEMIK DOSEN

6

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)  Jurnal atau berkala ilmiah atau majalah ilmiah yang selanjutnya disebut sebagai jurnal adalah bentuk terbitan yang berfungsi meregistrasi kegiatan kecendekiaan, mensertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum, mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai, dan mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan dan pandit yang dimuatnya. Untuk proses penilaian karya ilmiah dalam jabatan akademik dosen jurnal dibedakan menjadi:  Jurnal nasional  Jurnal nasional terakreditasi  Jurnal internasional  Jurnal internasional bereputasi

7

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)
Jurnal nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan b. Memiliki ISSN c. Memiliki terbitan versi online d. Dikelola secara profesional: ketepatan keberkalaan, ketersediaan petunjuk penulisan, identitas jurnal, dll. e. Bertujuan menampung/mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu f. Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin-disiplin keilmuan yang relevan. g. Diterbitkan oleh Penerbit/badan Ilmiah/Organisasi Profesi/Perguruan Tinggi dengan unit-unitnya. h. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia. i. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda j. Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal dua institusi yang berbeda k. Jurnal nasional yang memenuhi kriteria a sampai j dan terindek oleh DOAJ diberi nilai yang lebih tinggi dari jurnal nasional yaitu maksimal 15.
8

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)
 Jurnal nasional terakreditasi adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapat status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan masa berlaku hasil akreditasi yang sesuai.  Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan b. Memiliki ISSN c. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Cina) d. Memiliki terbitan versi online e. Dikelola secara profesional f. Editorial Board (Dewan Redaksi) adalah pakar di bidangnya dan biasanya berasal dari berbagai negara. g. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam satu issue berasal dari penulis berbagai negara h. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari berbagai negara dalam setiap penerbitannya i. Terindek oleh database internasional bereputasi, Scopus dan Web of Science, Microsoft Academic Search
9

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)
 Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 7 dengan kriteria tambahan terindek oleh database internasional bereputasi (Scopus , Web of Science, MAS) dan mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Scimago Journal Rank (SJR). Jurnal ini mempunyai urutan tertinggi dalam penilaian karya ilmiah dengan nilai maksimal 40  Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 7 dan terindek oleh database internasional bereputasi (Scopus dan Web of Science) namun belum mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Scimago Journal Rank (SJR) menempati urutan kedua dalam penilaian dengan nilai maksimal 30.  Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional yang belum terindek pada database internasional bereputasi (Scopus, Web of Science, MAS) namun telah terindek pada database internasional seperti DOAJ, CABI, Copernicus, Ebscho dapat dinilai sebagai jurnal internasional dengan nilai maksimal 20.

10

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)
 Publikasi pada Jurnal internasional edisi khusus/suplemen atau jurnal ilmiah nasional terakreditasi edisi khusus/suplemen yang memuat artikel yang disajikan dalam sebuah seminar/simposium/lokakarya dapat dinilai sama dengan jurnal edisi normal (bukan edisi khusus) namun tidak dapat digunakan untuk memenuhi syarat publikasi kenaikan jabatan akademik. Perlu ditekankan, edisi khusus/suplemen ini harus diproses seperti pada penerbitan non edisi khusus (terbitan normal) dan memenuhi syarat-syarat karya ilmiah.  Lain-lain  Proses penilaian jurnal yang hanya mempunyai edisi elektronik disamakan dengan kriteria jurnal yang berlaku (tidak dibedakan).  Artikel dalam jurnal nasional tidak terakreditasi yang terindeks oleh DOAJ dinilai maksimal 15.  Jurnal nasional yang tidak memenuhi kriteri jurnal nasional disetarakan dengan publikasi pada proseding yang tidak didesiminasikan pada suatu seminar atau yang lainnya.  Jurnal ilmiah yang walaupun ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat-syarat sebagai jurnal ilmiah internasional, disetarakan dengan jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi.

11

Hal-hal Penting dalam Kegiatan Penelitian dan Publikasi (Unsur B)
 Prosiding seminar atau pertemuan ilmiah lainnya dalam bentuk buku atau soft copy yang selain memiliki ISBN atau ISSN juga memenuhi kriteria: a. Ada Tim Editor yang terdiri atas satu atau lebih pakar dalam bidang ilmu yang sesuai. b. Diterbitkan dan diedarkan serendah-rendahnya secara nasional.  Koran/majalah populer/majalah umum adalah koran/majalah populer/majalah umum yang memenuhi syarat-syarat penerbitan untuk setiap kategori media penerbitan tersebut, diterbitkan secara reguler dan diedarkan serendah-rendahnya pada wilayah kabupaten/kota.  Menterjemahkan/menyadur buku ilmiah adalah menterjemahkan/menyadur buku ilmiah dalam bahasa asing ke dalam Bahasa Indonesia atau sebaliknya yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional dalam bentuk buku.  Mengedit/menyunting buku ilmiah adalah hasil suntingan/editing terhadap isi buku ilmiah orang lain untuk memudahkan pemahaman bagi pembaca dan diterbitkan serta diedarkan secara nasional dalam bentuk buku.

12

http://storage.kopertis6.or.id/kepegawaian/Mutasi/

http://www.elsevier.com/journals/learning-and-instruction/0959-4752/guide-for-authors#25001

http://www.elsevier.com/journals/learning-and-instruction/0959-4752/guide-for-authors#25001

SNIP=1,250, SJR=0,643

SNIP=1,38, SJR=0,591

SNIP=2,641, SJR=5,473

SNIP=3,,628, SJR=2,672

SNIP=2,108, SJR=3,145

Type Primary

Examples primary research articles in peer-reviewed journals dissertations and theses technical reports conference proceedings monographs (books dealing with a specific area of research in the sciences) literature reviews (or review articles) encyclopedias textbooks handbooks

Weight(*) 1

Secondary

2/3

Tertiary

1/3

(*) untuk pembobotan kemutakhiran dan kedalaman pembahasan

KEMUTAKHIRAN = (rujukan dlm 3 atau 5 tahun terakhir/ total rujukan) x 100%

KEDALAMAN = (rujukan pada bagian hasil dan diskusi/total rujukan) x 100%

Rujukan 5 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 28 1 1

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3

Jumlah x bobot 28 0,67 0,33

Total = Total rujukan = 37
Mutakhir (%) (29/37) x 100 % = 78 %

29

Rujukan 3 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 20 1 1

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 20 0,67 0,33 21

Total rujukan = 37

Mutakhir (%)

(21/37) x 100 % = 57 %

Rujukan pada bagian hasil dan diskusi Primer Sekunder Tertier

Jumlah 19 1 0

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 19 0,67 0 19,67

Total rujukan = 37 Kedalaman (%) (19,67/37) x 100 % = 53 %

Rujukan 5 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 29 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3

Jumlah x bobot 29 0 0

Total = Total rujukan =
Mutakhir (%) (29/55) x 100 % = 52,7 %

29 55

Rujukan 3 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 16 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 16 0 0 16

Total rujukan = 55

Mutakhir (%)

(16/55) x 100 % = 29 %

Rujukan pada bagian hasil dan diskusi Primer Sekunder Tertier

Jumlah 27 0 0

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 27 0 0 27

Total rujukan = 55 Kedalaman (%) (27/55) x 100 % = 49,1 %

Rujukan 5 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 19 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3

Jumlah x bobot 19 0 0

Total = Total rujukan = 48
Mutakhir (%) (19/48) x 100 % = 39,6 %

19

Rujukan 3 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 15 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 15 0 0 15

Total rujukan = 48

Mutakhir (%)

(15/48) x 100 % = 31,2 %

Rujukan pada bagian hasil dan diskusi Primer Sekunder Tertier

Jumlah 15 0 0

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 15 0 0 15

Total rujukan = 48 Kedalaman (%) (15/48) x 100 % = 31,2 %

Rujukan 5 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 11 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3

Jumlah x bobot 11 0 0

Total = Total rujukan = 30
Mutakhir (%) (11/30) x 100 % = 36,7 %

11

Rujukan 3 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 4 0 0

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 4 0 0 4

Total rujukan = 30

Mutakhir (%)

(4/30) x 100 % =13,3 %

Rujukan pada bagian hasil dan diskusi Primer Sekunder Tertier

Jumlah 1 2 0

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 1 1,3 0 2,3

Total rujukan = 30 Kedalaman (%) (2,3/30) x 100 % = 7,7 %

Rujukan 5 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 13 3 3

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3

Jumlah x bobot 13 2 1

Total = Total rujukan = 16
Mutakhir (%) (16/38) x 100 % = 42,1 %

16

Rujukan 3 (tiga) tahun terakhir Primer Sekunder Tertier 10 3 3

Jumlah

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 10 2 1 13

Total rujukan = 38

Mutakhir (%)

(13/38) x 100 % = 34,2 %

Rujukan pada bagian hasil dan diskusi Primer Sekunder Tertier

Jumlah 8 0 3

bobot 1 2/3 1/3 Total =

Jumlah x bobot 8 0 1 9

Total rujukan = 38 Kedalaman (%) (9/38) x 100 % = 23,7 %

Publikasi

SJR

SNIP

Kemutakhiran (%)

Kedalaman (%)

3 Tahun PNAS
J. Ecology Nature Climate Change Physica A Natural Hazards

5 Tahun 78
52,7 39,6 36,7 42,1

5,473
3,145 2,672 0,634 0,591

2,641
2,108 3,628 1,25 1,38

57
29 31,2 13,3 34,2

53
49,1 31,2 7,7 23,7

www.bms.bc.ca/resources/library/pdf/GuidelinesScientificPapers.pdf‎

KOMPONEN
1-3 1. Kelengkapan unsur karya ilmiah= (jumlah unsur/total unsur) x 100% KOMPONEN 5-14 <30

NILAI (%)
4-7 30-70 8-10 >70

NILAI (%) 15-25 20-40 26-30 > 40

2. Kemutakhiran info =
(publikasi rujukan dlm 5 tahun terakhir/ total rujukan) x 100% 3.Kedalaman pembahasan= (jumlah rujukan pada bagian hasil dan diskusi/total rujukan) x 100% 4. Kualitas penerbit < 10 10-30 > 30 < 20

Karya ilmiah utuh

Penulisan referensi sesuai

Penulisan referensi sesuai

Karya ilmiah utuh

File dapat diunduh via google: halmar halide scribd

KELENGKAPAN DOKUMEN PENILAIAN KARYA ILMIAH UNTUK USULAN KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL, KOPERTIS WIL IV, MARET 2011