CASTING

( Penuangan / Pengecoran )

Buku acuan

Buku acuan

Buku acuan

Casting : Pengecoran logam campur gigi ( dental alloy ) dalam rangka pembuatan restorasi gigi dari logam .

Tahap-tahap casting Tahap-tahap yang dilalui :  Pembuatan model malam restorasi  Pemasangan sprue dan crucible former  Penanaman model pada bumbung tuang  Pemanasan bumbung tuang dan bahan tanam  Penuangan / pengecoran / casting .

.

TUJUAN PROSES PENGECORAN Tujuan : membuat duplikat/tiruan logam dari struktur gigi yang sudah hilang secara akurat .

mempunyai ekspansi pengerasan 0. Bahan die : .gipsum tipe V ( high strengh.PEMBUATAN MODEL MASTER / DIE Die adalah model dari gips dimana restorasi gigi akan dibuat model malamnya.3 % .gipsum tipe IV ( high strengh ) mempunyai ekspansi pengerasan 0.1 % atau lebih rendah .lebih keras . high expansion ) .

– kombinasi gipsum dan bahan tanam – akrilik – poliester – resin epoksi .Spesifikasi ADA No.25  Ekspansi yang lebih besar berguna untuk mengkompensasi penyusutan pemadatan ( setting contraction ) yang relatif lebih besar dari logam campur logam dasar.

.SPRUE / PIN SPRUE Sprue adalah saluran yang mana akan dilalui logam cair yang mengalir ke cetakan (mould) yang ada pada bumbung tuang (cincin cor / casting ring) setelah model malamnya dibuang.

Model malam pada die .

.  Ukuran dari bumbung tuang.Diameter dan panjang sprue tergantung pada :  Jenis dan ukuran model malam.  Jenis mesin tuang yang digunakan.

 Sudah jadi dari malam model dengan berbagai ukuran panjang atau diameter.Persediaan sprue :  Membuat sendiri dari malam model.  Ada yang terbuat dari plastik atau logam. .

Prinsip menentukan pilihan sprue : Diameter yang kira-kira sama dengan bagian yang paling tebal dari model malamnya.  Tangkai sprue harus direkatkan pada bagian model malam yang penampang melintangnya terluas.  .

Bila memakai sprue plastik harus dengan tehnik pembakaran / burn out dua tahap agar pembuangan karbon sempurna.  . Panjang sprue harus cukup untuk memposisikan model malam dengan tepat di dalam bumbung tuang dengan jarak 6 mm dari tepi ujung bumbung tuang tapi cukup pendek sehingga logam cair tidak memadat sebelum masuk mould.

– langsung  sprue menghubungkan model langsung dengan crucible former misal: pada restorasi mahkota. inlay. onlay. – tidak langsung  sprue menghubungkan model dengan crucible former malalui penghubung atau batang cadangan misal: pada restorasi jembatan. . Model malam dapat dipasang sprue secara langsung dan tidak langsung.

selulose ( kertas )  ekspansi bahan tanam ini diperlukan untuk mengimbangi kontraksi logam saat membeku  .keramik aluminium silikat .asbes ( sudah jarang dipakai karena potensi karsinogenik ) .BUMBUNG TUANG / CASTING RING Bumbung tuang terbuat dari logam padat  perlu sesuatu untuk memungkinkan terjadinya ekspansi bahan tanam  diberi pelapik dari : .

Model siap ditanam .

.

 mengurangi tegangan permukaan model malam  pembasahan oleh bahan tanam akan lebih baik  perlekatan yang sempurna pada bagian model yang kecil dan tipis .PROSEDUR PENANAMAN  Model malam harus bersih dari kotoran. debu dan minyak  perlu pembersih model malam komersial atau detergen cair  dibiarkan mengering.

. Pengadukan bahan tanam : Pengadukan secara mekanis dan hampa udara akan menghilangkan gelembung udara yang timbul selama pengadukan.

lalu bahan tanam dituang sedikit demi sedikit diatas vibrator.  Bumbung tuang ditempatkan pada crucible former. .Penanaman / pemendaman model malam  Seluruh model malam diulasi dengan selapis bahan tanam.  Diisi sampai penuh dan diratakan setinggi bumbung tuang .

 Bahan tanam akan setting dan mengeras setelah waktu tertentu.  Kalau tidak langsung dilakukan pengecoran sebaiknya disimpan dalam humidor dengan kelembaban 100% . (sekitar 1 jam untuk sebagian besar bahan gipsum dan fosfat)  Siap dilakukan pembakaran.

PROSEDUR PENGECORAN Crucible & sprue dilepas dengan hati-hati  Semua kotoran pada lubang masuk dibersihkan  Pemanasan  Teknik pemanasan  Jarak waktu tuang yang diperbolehkan  Mesin tuang / mesin cor / casting machine  Crucible tuang  Mencairkan logam campur / alloy  Membersihkan tuangan  .

malam yang cair akan diserap oleh bahan tanam dan sisa karbon akibat pembakaran malam cair akan terperangkap dalam bahan tanam.● Pemanasan – Dilakukan pembuangan malam dengan cara dipanaskan pada tungku sampai suhu tertentu pada oven/furnace – Untuk bhn tanam gipsum 468º . – Selama pembakaran.870º C. . tergantung jenis logam campur yang digunakan.650º C – Untuk bahan fosfat 700º .

.

dan ketika menguap akan ikut mengalirkan dan membuang malam dari mould. – Air yang terperangkap dalam pori-pori bahan tanam akan mengurangi penyerapan malam.– Dengan tehnik pemanasan yang tinggi. temperatur mould yang tinggi cukup untuk mengubah carbon menjadi karbon monoksida atau karbon dioksida. – Gas ini akan keluar melalui pori-pori bahan tanam yang dipanaskan .

● Teknik pemanasan :  Teknik higroskopik panas-rendah  Teknik ekspansi termal panas-tinggi  Bahan tanam gipsum  Bahan tanam fosfat .

Oven / furnace .

.

mould mengkerut  perubahan dimensi  Bila .● Jarak waktu tuang yang diperbolehkan  Segera dilakukan casting setelah dilakukan pemanasan dalam oven mould bahan tanam dingin  kontraksi termal.

● Mesin tuang / mesin cor / casting machine  Centrifugal casting machine – pencairan logam dengan blow torch – pencairan logam secara elektrik  Induction casting machine – pencairan logam secara induksi  Gas-air / steam casting machine .

untuk logam dg titik cair rendah – karbon – Quartz.● Crucible tuang Tempat mencairkan logam pada casting machine  Berbentuk corong  Terbuat dari – tanah liat. untuk logam dg titik cair tinggi  .

● Mencairkan logam campur / alloy Menggunakan blow torch  Secara elektrik  Secara induksi   Menggunakan blow torch – pada zona reduksi – nyala api berwarna biru – nyala api terpanas .

Mencairkan logam dengan blow torch .

Mencairkan logam campur / alloy  Secara elektrik – Logam dicairkan secara otomatis oleh tahan elektrik dalam crucible yang terbuat dari grafit dalam tungku – Untuk logam dengan titik cair lebih dari 1504º C  Secara induksi – Logam dicairkan secara induksi panas pada crucible .

● Membersihkan tuangan Setelah casting selesai  bumbung tuang dikeluarkan  Direndam dalam air segera setelah logam pada sprue berkilau merah-gelap  Manfaat direndam  – Annealing – Bahan tanam akan lunak bergranular  mudah dibersihkan  .

 warna gelap kerena oksidasi atau karat  dipanaskan kemudian dimasukkan dalam asam  HCl 50% Pengasaman ini hanya untuk menghilangkan oksida pada permukakaan logam Kelemahan cara ini  tepi logam dapat berubah bentuk akibat thermal shock   .

Finishing  Grinding – Dihaluskan – Potong bintil. sayap  Polishing – Dikilapkan .