CBD (CASE BASE DISCUSSION

)

HERPES ZOSTER
Presented by Galih Widiyanto (01.209.5913) Farkhana Dwi Ariyani (01.209.5906)

Pembimbing : Dr. M.N. Kawakib Sp.KK

PENDAHULUAN
• Herpes zoster adalah penyakit neurodermal ditandai dengan nyeri radikular unilateral serta erupsi vesikuler berkelompok dengan dasar eritematosa pada daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf kranialis atau spinalis.

• Lebih dari 200.000 anak sehat di Amerika yang terkena Herpes zoster setiap tahunnya • Anak – anak dengan riwayat terkena chicken pox yang berkembang sebelum usia 1 tahun meningkatkan resiko terkena herpes zoster

• Varisela, sebuah exanthem, akut yang sangat menular yang terjadi paling sering pada masa kanak-kanak, adalah hasil dari infeksi primer dari individu yang rentan. • Satu ciri penting virus herpes adalah kemampuannya untuk menimbulkan infeksi akut, kronik/persisten dan laten pada penjamunya yang pada waktu – waktu tertentu infeksi tersebut mengalami reaktifasi

BAB 2 LAPORAN KASUS .

R : 40 tahun : Laki-laki : Banyudowo.2.1 IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Alamat Pekerjaan Agama Suku/bangsa Status perkawinan Tanggal pemeriksaan Nomer RM : Tn. Kendal : Swasta : Islam : Jawa : Sudah Menikah : 27 Desember 2013 : 200876 .

2 ANAMNESIS Keluhan utama Plenting plenting berisi cairan di punggung atas dan tangan kiri RPS Pasien datang dengan plenting plenting berisi cairan di punggung atas dan tangan kiri.2. . Keluhan muncul sejak 5 hari yang lalu. Sebelum keluar plenting plenting pasien merasakan pegal pegal dan nyeri pada daerah yang sama. Pada plenting plenting pasien merasakan nyeri dan panas. Pasien mengaku meminum jamu untuk mengurangi pegal pegal tapi tidak ada perubahan.

• RPD – Penderita tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. • RPK – Tidak ada keluarga yang sakit seperti ini . – Riwayat sakit cacar (lupa) – DM (-).

disekitar dermatome cervical 7-8 dan thorakal 1 • Effloresensi : – Pada tangan kiri tampak vesikel bula bergerombol pada dasar eritem tersusun zosteriformis – Pada punggung kiri tampak vesikel bula bergerombol pada dasar eritem tersusun zosteriformis dengan krusta diatasnya – Vesikel berisi cairan jernih.3 pemeriksaan fisik Status Dermatologis  Regio : Regio cervicalis dan thorakalis posterior. Ukuran vesikel bervariasi.2. Lokasi lesi unilateral sinistra dan tidak melewati garis tengah tubuh .

.

Diferensial diagnosis • Herpes Zoster • Pemfigoid Bulosa • Varisela .

5 DIAGNOSIS Herpes zoster .2.

7 planning Planning Px Penunjang Tzank Smear Darah rutin Planning Terapi Terapi Medikamentosa Acyclovir tablet 5 x 800 mg selama 7 hari Asam mefenamat 3 x 500 mg/hari Neurodex® Tab(Vit B Complex) 2 x 1 hari  Fuson cream (Fusidic acid) 3x1 untuk yang sdh pecah .2.

Terapi Non Medikamentosa/Edukasi  Istirahat  Tidak menggaruk atau memecahkan plenting plenting  Makan. . minum dan minum obat secara teratur  Pasien disarankan satu minggu lagi kontrol.

2.8 Prognosis • Quo ad vitam : ad bonam • Quo ad funcionam : ad bonam • Quo ad sanationam : dubia ad bonam .

DASAR TEORI .

. • Herpes zoster merupakan hasil dari reaktivasi virus varisela zoster yang memasuki saraf kutaneus selama episode awal chicken pox.DEFINISI • Infeksi viral kutaneus pada umumnya melibatkan kulit dengan dermatom tunggal atau yang berdekatan.

EPIDEMIOLOGI Insiden terjadinya herpes zoster 1. . 0 per 1.000 orang per tahun dalam segala usia dan 7 sampai 11 per 1000 orang per tahun pada usia lebih dari 60 tahun pada penelitian di Eropa dan Amerika Utara Peningkatan insidens dari zoster pada anak – anak normal yang terkena chicken pox ketika berusia kurang dari 2 tahun  Pasien imunosupresif memiliki resiko 20 sampai 100 kali lebih besar dari herpes zoster daripada individu imunokompeten pada usia yang sama.5 sampai 3.

1.5 ETIOLOGI Varicella zoster virus (VZV) adalah penyebab diantara varicella (cacar air) dan zoster (shingles) .

PATOGENESIS HZ terjadi dari reaktivasi dan replikasi VVZ pada ganglion akar dorsal saraf sensorik Reaktivasi mungkin karena stres. Virus kemudian menyebar ke saraf sensorik menyebabkan gejala prodormal dan erupsi kutaneus dengan karakteristik yang dermatomal. atau mungkin terjadi secara spontan. sakit immunosupresi. dari saraf sensoris menuju kulit dan menimbulkan erupsi kulit vesikuler yang khas Pada masa reaktivasi virus bereplikasi kemudian merusak dan terjadi peradangan ganglion sensoris . Virus menyebar ke sumsum tulang belakang dan batang otak.

6 PatogenesIS .1.

bisa pecah. Bula-bula terisi dengan cairan limfe.Gambaran perkembangan rash pada herpes zoster diawali dengan: 1. . Lesi menghilang. Terbentuknya krusta (akibat bula-bula yang pecah). 5. Munculnya lenting-lenting kecil yang berkelompok. Lenting-lenting tersebut berubah menjadi bulabula. 3. 2. 4.

sekelompok vesikel – vesikel dalam bentuk bervariasi sekelompok vesikel – vesikel berkonfluens pada kasus inflamasi berat vesikel berumbilikasi dan membentuk krusta vesikel pecah menjadi krusta dan mungkin dapat menjadi “scar” jika inflamasi berat .

1.1-2 hari timbul gerombolan vesikel diatas kulit eritematus • Stadium krustasi Vesikel menjadi purulen. krustasi dan lepas dalam waktu 1-2 minggu .7 Gejala Klinis Terbagi menjadi 3 stadium : • Stadium prodormal rasa sakit dan parestesi disertai panas. malaise dan nyeri kepala • Stadium erupsi papul atau plakat .

Masa inkubasi 7-12 hari Masa aktif 1-2 minggu Lokasi unilateral Bersifat dermatomal .

. disestesia. malaise. dan limfadenopati. Lebih dari 80% pasien biasanya diawali dengan prodormal.GEJALA KLINIS • Gejala prodormal biasanya nyeri. nyeri kepala. Nyeri prodormal : lamanya kira –kira 2 – 3 hari. namun dapat lebih lama • Gejala lain dapat berupa rasa terbakar dangkal. parestesia. gejala tersebut umumnya berlangsung beberapa hari sampai 3 minggu sebelum muncul lesi kulit. beberapa dermatom atau difus. demam. nyeri tekan intermiten atau terus menerus. nyeri dapat dangkal atau dalam terlokalisir. gatal.

titer antibodi. biopsi kulit. dan kultur dari cairan vesikel . mikroskop elektron. cairan vesikuler antibodi immunofluorescent (direct fluorescent antibody). Tzanck smear .• Metode laboratorium untuk identifikasi adalah sama seperti orang-orang untuk herpes simpleks.

8 DIAGNOSIS Anamnesis Px fisik Pemeriksaan penunjang .1.

Tzank smear sel raksasa yang multilokuler .

Herpes simpleks 2.Diagnosa Banding 1. Bulosa Pemfigoid . Varisela 3.

PENGOBATAN • ANTIVIRAL – Asiklovir 5x 800 mg/hari selama 7 hari – Valasiklovvir 3x1000 mg per hari selama tujuh hari – Famsiklovir 3×200 mg/hari selama tujuh hari • ANALGETIK – Analgetik diberikan untuk mengurangi neuralgia yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster. atau dapat juga dipakai seperlunya ketika nyeri muncul. . Dosis asam mefenamat adalah 1500 mg/hari diberikan sebanyak tiga kali. – Obat yang biasa digunakan adalah asam mefenamat.

• Topikal – Pengobatan topikal bergantung pada stadiumnya.5 . Jika masih stadium vesikel diberikan bedak dengan tujuan protektif untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi sekunder. Kalau terjadi ulserasi dapat diberikan salap antibiotik. – Bila erosif diberikan kompres terbuka.

12 . gangguan kandung kemih. palsi saraf ipsilateral VII dengan atau tanpa gangguan vestibular).KOMPLIKASI • Zoster paralitik : akibat keterlibatan saraf motorik seperti sindrom Ramsay Hunt (erupsi nyeri pada dan sekitar telinga.8. oftalmoplegia eksternal. dan kelemahan otot ekstremitas.

. dan hemiplegia kontralateral akibat angitis granulomatosa jarang terjadi. Meningoensefalitis.• Komplikasi SSP : pleiositosis limfositik CSS asimtomatik dengan protein meningkat ringan serta kadar glukosa normal sering terjadi. mielitis.

8 . keadaan yang dirasakan paling menganggu pada herpes zoster11 dirasakan sebagai nyeri dermatomal yang menetap setelah penyembuhan8 walau lesi sudah hilang.8 nyeri biasanya menghilang dalam 3 -6 bulan namun pada beberapa pasien nyeri hebat ini bisa menetap selama 6 bulan.8 Neuralgia ini bervariasi dalam hal keparahan. dan kualitasnya. mencapai 50% pada usia > 60 tahun.• Neuralgia pascaherpes : – komplikasi paling sering8. 10 – 15 % >40 tahun16.9 Insidensi keseluruhan adalah 9-15%. tipe.

• Zoster sakralis : – keterlibatan segmen – segmen sakral bisa menyebabkan retensi urin akut di mana hal ini bisa dihubungkan dengan adanya ruam kulit.11 .

dan/atau iridosiklitis bisa terjadi bila cabang nasosiliaris dari bagian oftalmika terkena (ditunjukkan oleh adanya vesikel –vesikel di sisi hidung).15 .11. keratitis.• Zoster trigeminalis : – herpes zoster bisa menyerang setiap bagian dari saraf trigeminus.15 Gangguan mata seperti konjungitvitis. tetapi paling sering terkena adalah bagian oftalmika. dan pasien dengan zoster oftalmika hendaknya diperiksa oleh oftalmolog.11 – herpes keratokonjungtivitis : termasuk HZO. dalam waktu 3 minggu selama rash. keratitis punctata. terdapat ulkus kornea.