Uveitis

Pendahuluan
• Uvea, berasal dari bahasa latin  Uva, yang berarti anggur. • Uvea : - iris - badan silier - koroid • Uveitis : inflamasi pada uvea • Uveitis  banyakdikaitkan dengan penyakit sistemik • Dx uveitis ; anamnesis, pemeriksaan fisik dan lab yang teliti dan perhatian khusus pd sistem lain yang mungkin terkait

Klasifikasi
Anatomis : 1. Uveitis anterior  iridosiklitis 2. Uveitis intermedia pars planitis 3. Uveitis posterior  uvea dibelakang vitreus 4. Panuveitis seluruh bagian uvea terkena

Klinis : 1. Uveitis akut  onset akut dan penyakit berlangsung < 6 minggu 2. Uveitis kronis  onset kronis lebih dari 3 bulan. Uveitis kronis lebih sering ditemukan dibanding yang akut
Etiologi : 1. Infeksius ( endogen/eksogen ) 2. Non0infeksius/autoimmune disease

injeksi perikornea .flare .sinekia posterior .sel vitreus anterior .sel aquos .nodul iris .Gejala klinis Uveitis Anterior Gejala • Fotofobia • Nyeri • Mata merah • Visus turun • Lakrimasi Tanda .presipitat keratik .

Uveitis intermedia • Disebut juga pars planitis • Gejala : floaters dan visus turun • Tanda : vitritis didaeah pars plana tak ada lesi pada fundus .

koroiditis . opasitas vitreus .Uveitis posterior • Gejala : floaters dan penurunan visus • Tanda : -vitritis.retinitis .vaskulitis .

Uveitis terkait artritis • • • • Spondilitis ankilosa Sindrom Reiter Juvenil rematoid artritis Artritis psoriatik .

Uveitis non infeksius pada penyakit sistemik 1. Sindrom Adamantiades-Behcet Merupakan bentuk uveitis yang sulit diterapi Ditandai dengan : • Uveitis kronis • Ulserasi oral • Ulserasi genital • Lesi kulit • artritis .

Behçet’s Disease Research Committee of Japan Major Criteria Minor Criteria Recurrent mouth Epididymitis ulcers Skin lesions Genital ulcers Ocular disease Arthritis GIT involvement Thrombophlebitis Neurologic Sign .

• Skin lesion .

Pathergy test • Pathergy test + pada sindrom Behcet .

• Lesi kulit .

• Genital ulcer .

• Mouth ulcer .

2. Ditandai dengan : • Uveitis kronis • Alopesia • Vitiligo • Poliosis • Gangguan neurologis • tinnitus . Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada Merupakan gangguan multisistem. idiopatik.

Mata yang mengalami trauma disebut exciting eye Mata yang ikut mengalami uveitis disebut sympathizing eye . Oftalmia Simpatika Merupakan panuveitis granulomatous bilateral. didahului dengan terjadinya trauma mata atau operasi intraokuler.3.

Uveitis infeksius Uveitis Toxoplasma • Disebabkan olehtoxoplasma gondii • 7-15% dari kasus uveitis • Menyerang struktur dalam bola mata • Dapat bersifat granulmatous/non granulomatous • 30-50% mengenai segmen posterior bola mata • Gejala : floaters dan penurunan tajam penglihatan .

lesi di daerah makula • Dx : ditegakkan dengan pemeriksaan direk/indirek oftalmoskop • Didapatkan adanya focal necrotizing retinochoroiditis • Px lab antibodi anti toxo dari serum pasien .Uveitis toxoplasma • Tanda : radang vitreous/viritis.

.

CLINDAMYCIN 300 MG 4 X.STEROID TIDAK DIBERIKAN TANPA ANTI PARASIT .SULPHADIAZINE LOADING DOSE 2 GRAM ~ 1 GR 4 X. DEFISIENSI FOLAT). SELAMA 3 MINGGU (AWAS COLITIS ULCERATIV) . LOADING DOSE 50 MG/ HR 4 MINGGU .PYRIMETHAMINE ( AWAS TROMBOSITOPENIA. LEUKOPENIA. SELAMA 3 – 4 MINGGU) . HITUNG JENIS DARAH TIAP MINGGU .TERAPI .ASAM FOLINIC 4 MG.

3 HARI .AZITRHOMYCIN 500 MG / HR.TERAPI KOMBINASI . 4 – 6 MINGGU KOMBINASI DG CLINDAMISIN .COTRIMOKSASOL : 960 MG 2 X.TERAPI .

Terapi pada uveitis bertujuan mencegah penyulit lebih lanjut yang membahayakan tajam penglihatan pasien midriatikum-sikloplegik Steroid NSAID Immunosupresan Antibiotik/anti virus ( uveitis infeksius ) .Terapi Uveitis • 1. 5. 4. 2. 3.

Penyulit Uveitis • • • • • • • • • • Keratopati pita ( band keratopathy ) Katarak Glaukoma Hipotoni Edema makula kistoid Kekeruhan vitreus Ablatio retina Neovaskularisasi retina/koroid Endoftalmitis Ptisis bulbi .

Lensa dan Katarak .

Anatomi lensa .

Sruktur lensa .

Kelainan anatomis lensa .

katarak • Kekeruhan lensa • Sebagian besar disebabkan karena proses degenerasi terkait usia • Merupakan penyebab kebutaan terbanyak yang reversibel .

.

Klasifikasi katarak .

Klasifikasi menurut morfologi .

Katarak nuklearis. sebabkan miopisasi . tumbuh lambat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kekeruhan kapsul posterior pasca operasi katarak dan penanganannya .

Katarak kongenital .

Dislokasi lensa .

Sebab dislokasi lensa .