You are on page 1of 19

By : dr. ASAD, Sp.

THT-KL

organ visual dan propioseptif. Informasi dari ketiga reseptor tersebut diolah di SSP. Keseimbangan dan orientasi tubuh terhadap lingkungan di sekitarnya tergantung pada input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin. . sehingga menggambarkan posisi tubuh saat itu.

yaitu kss horizontal(latera). kss anterior(superior) dan kss posterior(inferior). disebut ampula. Pada setiap pelebarannya terdapat makula yang didalamnya terdapat sel-sel reseptor keseimbangan.  Labirin kinetik tdd 3 kanalis semi-sirkularis(KSS).   . Pada tiap kanalis terdapat pelebaran yang berhubungan dengan utrikulus. Labirin statis yaitu utrikulus dan sakulus merupakan pelebaran labirin membran yang terdapat dalam vestibulum labirin tulang.Labirin terdiri dari labirin statis dan kinetik.

. ion kalsium masuk kedalam sel dan merangsang penglepasan neurotrasmiter eksitator yg meneruskan impuls mll saraf aperen ke pusat keseimbangan di otak.  Gerakan kepala dan tubuh akan menimbulkan perpindahan cairan endolimf dan silia sel rambut menekuk. Didalam ampula terdapat krista ampularis yg tdd sel-sel reseptor keseimbangan dan semuanya tertutup oleh suatu subtansi gelatin yg disebut kupula. shg permeabilitas membran sel berubah.

    Organ vestibuler berfungsi sebagai transduser Mengubah energi mekanik akibat rangsangan otolit dan gerakan endolimf didalam kss menjadi energi biolistrik Dapat memberi informasi mengenai perubahan posisi tubuh akibat percepatan linier atau percepantan sudut. Kelainan pada sistem vestibuler dapat menimbulkan gejala vertigo. . muntah. bradikardi atau takikardi dan berkeringat dingin.mual.

Auditiva kanan dan kiri shg terjadi perbedaan potensial . Ganguan pada organ vestibuler Perbedaan elektro potensial antara vestibuler kanan dan kiri karena perubahan konsentrasi o2 dan sklerosis pada salahsatu a. 2. 3. 4. Perubahan konsentrasi o2 dpt terjadi pd hipertensi. pd kelainan vasomotor ada perbedaan prilaku a.spondiloartrosis servikalis.1. auditiva interna. hipotensi.

 Ditemukan oleh Meniere 1861 dia yakin penyakit ini ada di dalam telinga  Dibuktikan oleh Hallpike dan caim 1938. ditemukan hidrops endolim pd pemeriksaan tulang temporal pasien meniere .

Tes kalori bitermal 5. uji berjalan(stepping test) dan pemeriksaan fungsi serebelum spt past pointing test. 2. Elektronistagmografi (ENG) 6.Pemeriksaan sederhana : uji romberg. Tes nigtasmus posisi . Tes kobrak 4. Tes nistagmus spontan 7. Posturgrafi 3.1.

Gejala klinis penyakit Meniere disebabkan oleh : Tekanan hidrostatik pada ujung arteri meningkat Tekanan osmotik dalam kapiler berkurang Tekanan osmotik ruang ekstrakapiler meningkat Tersumbatnya jalan keluar sakus endolimfatikus → terjadi penimbunan cairan endolimfa  Histopatologi : . 4. 2.pada tulang temporal ditemukan pelebaran dan perubahan morfologi membran Reissner .terdapat penonjolan kedalam skala vestibuli terutama di apeks koklea Helikotrema  1. . 3.

Pelebaran skala media dimulai pada apeks koklea dan dapat meluas mengenai bagian tengah dan basal koklea → ini dapat menjelaskan terjadinya tuli saraf nada rendah pada penyakit Meniere ..Sakulus melebar dapat menekan Utrikulus .

 Belum diketahui  Diperkirakan adanya penambahan volume endolimfa karena adanya gangguan klinik pada membran labirin .

Terdapat trias sindroma Meniere : Vertigo Tinitus Tuli sensorineural terutama nada rendah Vertigo pada penyakit meniere bersifat periodik. Tanda khusus lain adalah rasa penuh didalam telinga  1) 2) 3)  . Biasanya disertai dengan Tinitus yang kadang menetap. serangan berikutnya lebih ringan .penyakit ini bisa sembuh tanpa obat dan gejala penyakit dapat hilang  Setiap serangan biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan akan baik kembali bila tidak ada serangan.serangan pertama sangat berat disertai mual muntah dan rasa berputar.

biasanya disebabkan oleh virus (influenza) . terasa sangat sangat berat.Vertigo posisi paroksismal jinak (VPPJ) : vertigo datang secara tiba-tiba.  .Neuritis vestibuler : vertigo bersifat tidak periodik terdapat pada awal penyakit . makin lama makin menghilang.Sklerosis multipel : vertigo periodik intesitas nya sama pada tiap serangan .Penyakit lain yang mempunyai gejala Vertigo : . mula serangan lemah makin lama makin kuat . terutama pada perubahan posisi kepala. kadang disertai rasa mual sampai muntah.Tumor N VII : vertigo bersifat periodik.

. Test Gliserin :dilakukan bila ada hal yang meragukan. Anamnesis : terdapat riwayat fluktuasi pendengaran. 2. Pemeriksaan fisik : diperlukan untuk menguatkan diagnosis. 3. Kriteria baku diagnosis : vertigo hilang timbul Fluktuasi gangguan pendengaran berupa tuli saraf Menyingkirkan penyebab dari dari sentral misalnya : tumor N VII     Diagnosis penyakit Meniere ditegakan bila gejala khas penyakit Meniere pada anamnesis ditemukan.test ini berguna untuk menentukan prognosis tindakan operatif pada pembuatan ″shunt″. dan pada pemeriksaan terdapat tuli sensorineural. 1. Bila terdapat hidrops diduga operasi akan berjalan baik.

bila diagnosis telah ditemukan → pengobatan sesuai penyebab. operasi dengan membuat ″shunt″ untuk mengurangi tekananhidrops endolimfa  Alternatif lain : Obat antiskemia.  Untuk penyakit Meniere : diberi obat vasodilator perifer. anti muntah.  Untuk VPPJ tipe jinak yang diduga penyebabnya debris dengan menempelkan vibrator yg dapat menggetarkan kepala sehingga kotoran dapat terlepas dan hancur . obat neurotonik untuk menguatkan saraf. Simtomatik : sedatif.

latihan (rehabilitasi) . latihan untuk rehabilitasi  Neuritis vestibuler : simtomatik. Untuk vertigo karena rangsangan dari perputaran leher (vertigo servikal) : dengan traksi leher dan fisioterapi. anti virus.neurotonik.

 Benign paroksismal potitional vertigo(BPPV)  Vertigo tiba-tiba pada perubahan posisi kepala  Vertigo dirasakan sangat berat  Berlangsung singkat bbrp detik  Dpt disertai mual sampai muntah  Sering berulang. dpt sembuh sendiri .

 Penyakit degeneratif idiopatik  Sering ditemukan  Kebanyakan dewasa muda dan usia lanjut  Trauma penyebab kedua terbanyak pd BPPV bilateal  Penyebab lain yg jarang : labirintitis virus. neuritis vestibuler. pasca stapedectomi. fistula perilimf dan penyakit menier .