You are on page 1of 24

Disusun oleh : Iqbal Muhammad

Pembimbing : dr. Emil B. Moerad, Sp. P

IDENTITAS PASIEN
          

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Suku Agama Pendidikan Terakhir Status Pernikahan No. Rekam Medis Masuk Rumah Sakit

: : : : : : : : : : :

Tn. K 46 tahun Laki-laki Handil Swasta (nelayan) Bugis Islam SMA Menikah 71.80.96 19 Oktober 2013

Selain sesak pasien juga mengalami batuk berdahak warna putih-kuning-kehijauan. Pasien merasa kesulitan saat mengeluarkan udara dan terdengar mengi saat bernafas. saat hujan atau panas di siang hari. .ANAMNESIS Keluhan Utama Sesak napas Riwayat Penyakit Sekarang Pasien merasakan sesak napas sejak 2 bulan SMRS. Karena keluhan memberat. Keluhan ini pernah dirasakan pasien 20 tahun yang lalu saat pasien di diagnosa TB paru dan menjalani pengobatan selama 6 bulan secara tuntas. namun tidak ada darah. Sesak dialami sepanjang hari tanpa ada waktu tertentu. Keluhan sesak dirasakan saat berjalan atau melakukan aktivitas. Pasien juga mengalami demam dan keringat dingin di malam hari. Setiap hari hidung terasa tersumbat kerena meler. terutama bila terjadi perubahan cuaca ekstrem seperti dingin. Namun 3 hari ini keluhan dirasakan memberat. Namun tidak pernah memeriksakan dahak dan foto rontgen ulang setelahnya. pasien berobat ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit dengan diagnosa asma bronchial akut. Pasien belum pernah berobat ke rumah sakit kerena keluhan masih dapat ditahan dan pertimbangan jarak yang jauh dari rumah sakit.

INH.ANAMNESIS Riwayat Penyakit Dahulu  Pasien pernah didiagnosa TB paru BTA (+) dan Rontgen (+) 20 tahun yang lalu dan berobat secara rutin mengambil obat tiap bulan di RS dirgahayu selama 6 bulan.  Pasien juga memiliki riwayat hipertensi. namun belum dianjurkan minum obat oleh dokter puskesmas dan hanya memperbaiki pola hidup dan makanan saja. Kerena terapi DOTS dan FDC belum ada saat itu.  Riwayat DM (-)  Riwayat Stroke (-)  Riwayat Asma (-) . menggunakan regimen lama rifampisin. dan suntikan streptomisin setiap hari. pirazinamid.

 Minum alkohol (+) namun tidak rutin  Meminum obat dalam jangka waktu yang lama (+) 6 bulan untuk TBC Paru) .  Saat ini pasien tinggal bersama istri dan ketiga orang anaknya.ANAMNESIS Riwayat penyakit keluarga  Pasien juga memiliki keluarga yang mempunyai gejala yang sama yaitu ayah kandung dan adik pasien yang ke 5 dari 6 orang bersaudara juga didiagnosa TB paru. dari anggota keluarga tersebut tidak ada yang memiliki gejala yang sama Riwayat Kebiasaan  Merokok (+) 2 bungkus perhari namun telah berhenti sejak 5 tahun yang lalu.

thorakoabdominal  Temperatur : 36.PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran : sakit sedang : Compos Mentis. reguler. teratur.7oC . E4 V5 M6 Tanda-tanda Vital  Tekanan Darah : 140/80 mmHg  Nadi : 88 x/menit. isi cukup  Frekuensi Napas : 28 x/menit. equal.

pembesaran KGB (-/-). nafas cuping hidung (+). pembesaran tiroid (-). suara napas tambahan rhonki (-/-). isokor. bibir sianosis (-). wheezing (+/+) = Ictus cordis tidak terlihat = Ictus cordis tidak teraba = kanan : ICS III parasternal line dextra Kiri : ICS VI 2 jari lateral midclavicula line sinistra  A = S1 S2 tunggal. Thorax Pulmo:  I  P  P  A Cor:  I  P  P = = = = tidak simetris. gallop (-) . reguler. murmur (-). konjungtiva anemis (-/-). sklera ikterik (/-). barrel chest (-). retraksi ICS (-/-) fremitus raba Dextra > Sinistra (menurun) sonor di seluruh lapang paru suara napas vesikuler (+/ kiri menurun). JVP tidak meningkat.PEMERIKSAAN FISIK Kepala/leher Rambut tidak tampak kusam dan tidak mudah rontok. pupil 3mm/3mm. trakea terletak di tengah. refleks cahaya (+/+) kesan normal. gerak dinding dada kiri tertinggal.

defans muskular (-).PEMERIKSAAN FISIK Abdomen  I = Flat  A = Bising usus (+) kesan menurun  P = timpani. edema (-/-) . asites (-)  P = Distended (-). nyeri tekan (-). organomegali (-) Ekstremitas  Superior /-)  Inferior = Akral hangat. edema (-/-). clubbing finger (= Akral hangat.

1 gr/dl 42.9 % 253.9 mmHg  SpO2 = 94.8 mmHg  pO2 = 95.393  pCO2 = 48.2 mg/dl 1.3% Kimia Darah  GDS  Ureum  Creatinin  Natrium  Kalium  Chloride = = = = = = 103 mg/dl 47.1 mmol/L 107 mmol/L .000 /uL Serologi  HbsAg = negatif  Ab HIV = non reaktif Analisa Gas Darah  pH = 7.2 mg/dl 143 mmol/L 4.Pemeriksaan Penunjang Darah Lengkap  Leukosit =  Hemoglobin =  Hematokrit =  Trombosit = 7.400 /uL 14.

.

Diagnosis IGD Asma Bronkial Eksaserbasi Akut Diagnosis Ruangan & DM SOPT Penatalaksanaan  O2 3 L/menit  IVFD RL + drip aminofilin 2 amp 20 tpm  Inj. Relivan 1/2 amp SC Prognosis  Vitam  Functionam : dubia ad bonam : dubia ad bonam . Dexametason 1 amp IV  Inj.

4 Creatinin=1. II Inj. akral hangat.batuk berdahak x/i.Follow Up Tanggal S O A P Hari 2 21/10/13 BB=65kg Sesak napas CM.SGPT=28 Bilirubin=2.8ºC. edema (/-) GDS=127 3x2amp Salbutamol 3x4mg Amlodipin 1x5mg DMP syr 3xCI SGOT=50. soefl.2 Albumin=3.Dexametason BU (+) N. Rh (-/-).1 . NT (-). N: 120 PPOK eksaserbasi akut + IVFD RL + drip (+). Ikt(/-).0 Cholesterol=113 Nebulizer ventolin 3x Cek sputum BTA Asam Urat=11 Ureum=24. An (-/-). TD: 160/110. RR: 28 x/i (+) warna kuning T: 36. Wh (+/+). aminofilin 2 amp 20 tpm Hipertensi gr.

batuk berdahak 100 x/i. TD: 140/90.8ºC. BU (+) N. Ikt(-/-). RR: 28 x/i (+) warna kuning T: 36. Wh (+/+). An (-/-).Follow Up Tanggal Hari 3 22/10/13 S Sesak napas O CM. N: A PPOK eksaserbasi IVFD akut P RL + drip (+).Dexametason 3x2amp Salbutamol 3x4mg Amlodipin 1x5mg DMP syr 3xCI BTA -/-/- Nebulizer ventolin 3x . akral hangat. edema (-/-) aminofilin 2 amp 20 tpm Inj. soefl. NT (-). Rh (-/-).

kuning Ikt(-/-).Follow Up Tanggal Hari 4 23/10/13 S Sesak napas (+) berkurang. NT (-). An (-/-). Rh (-/-). RR: 28 x/i T: 36. Wh (+/+). soefl. Wh (-/-). RR: 28 x/i A SOPT eksaserbasi akut P IVFD RL + drip aminofilin 2 amp 20 tpm Inj. BU (+) N. soefl. TD: 140/90. batuk O CM. edema (-/-) Hari 5 24/10/13 Sesak napas (-) CM. edema (-/-) . akral hangat.Dexametason 3x2amp Salbutamol 3x4mg Amlodipin 1x5mg DMP syr 3xCI Nebulizer ventolin 3x SOPT post eksaserbasi akut ACC KRS Resep pulang: Dexametason tab 3x1 Salbutamol 3x4mg Amlodipin 1x5mg DMP syr 3xCI berdahak (+) warna T: 36. An (-/-).8ºC. Ikt(-/-). N: 120 x/i. Rh (-/-). TD: 140/90. NT (-). N: batuk (+) berkurang 120 x/i. BU (+) N.8ºC. akral hangat.

TINJAUAN PUSTAKA .

 Kelompok penderita tersebut dimasukkan dalam kategori penyakit Sindrom Obstruksi Pasca Tuberculosis (SOPT). .  Pada sebagian penderita.SOPT  Di negara dengan prevalensi TB paru yang tinggi. klasifikasi) yang minimal. radiologik menunjukkan gambaran bekas TB (fibrotik. secara klinik timbul gejala sesak terutama pada aktiviti. dan uji faal paru menunjukkan gambaran obstruksi jalan napas yang tidak reversibel. terdapat sejumlah besar penderita yang sembuh setelah pengobatan TB.

sehingga dapat menimbulkan reaksi peradangan nonspesifik yang luas karena tertariknya neutrofil ke dalam parenkim paru makrofag aktif. 4. TB paru merupakan infeksi menahun sehingga sistim imunologis diaktifkan untuk jangka lama. Akibatnya timbul destruksi jaringan paru oleh karena proses TB. 2. akibatnya proses proteolisis dan oksidasi sangat meningkat untuk jangka lama sehingga destruksi matriks alveoli terjadi cukup luas. . 3. Destruksi jaringan paru disebabkan oleh proses proteolisis dan oksidasi akibat infeksi TB. Infeksi TB dipengaruhi oleh reaksi imunologis perorangan.PATOGENESIS SOPT 1.

.

PEMBAHASAN .

ANAMNESA Fakta  Laki-laki.  Batuk berdahak warna  Batuk kronik berdahak putih. 46 tahun  Sesak napas saat berjalan atau melakukan aktivitas.  Pasien pernah didiagnosa TB paru BTA (+) dan Rontgen (+) 20 tahun yang lalu dan berobat secara rutin selama 6 bulan. .  Terdengar mengi saat bernafas. Riwayat menderita TB Teori  Timbul pada usia muda  Sesak dan mengi berulang kuning-kehijauan.

trakea deviasi ke kiri Teori Tanda sesak napas:  RR meningkat  Napas cuping hidung  Retraksi dinding dada  Wheezing Radiologik menunjukkan gambaran bekas TB (fibrotik. klasifikasi) yang minimal uji faal paru menunjukkan gambaran obstruksi jalan napas yang tidak reversibel. thorakoabdominal Napas cuping hidung (+) Thorax Pulmo: I = tidak simetris.393 pCO2 = 48.8 mmHg pO2 = 95.PEMERIKSAAN FISIK & PENUNJANG Fakta Napas: 28 x/menit. retraksi ICS (-/-) P = fremitus raba Dextra > Sinistra (menurun) P = sonor di seluruh lapang paru A = suara napas vesikuler (+/ kiri menurun).400 /uL Analisa Gas Darah pH = 7. .9 mmHg SpO2 = 94. gerak dinding dada kiri tertinggal. suara napas tambahan rhonki (-/-).3% Foto Thorax Tampak fibrosis dan kalsifikasi pada parenkim paru bagian apeks kanan dan suspek destroyed lung kiri. teratur. barrel chest (-). wheezing (+/+) Darah Lengkap Leukosit = 7.

PENATALAKSANAAN Fakta  IVFD RL + drip aminofilin 2 amp  Bronkodilator 20 tpm • Golongan antikolinergik Teori  Inj.Dexametason 3x2amp  Salbutamol 3x4mg  Amlodipin 1x5mg  DMP syr 3xCI • Golongan agonis beta – 2 • Kombinasi antikolinergik • Golongan xantin  Antiinflamasi  Nebulizer ventolin 3x  Antibiotika (hanya diberikan bila terdapat infeksi)  Mukolitik (Hanya diberikan terutama pada eksaserbasi akut)  Antitusif  Terapi Oksigen .

pemeriksaan penunjang didapatkan penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan yang telah sesuai dengan literatur yang mendukung pada kasus tersebut. dari anamnesis. pemeriksaan fisik.KESIMPULAN Telah diperiksa pasien laki-laki usia 46 tahun yang didiagnosis Sindrom Obstruksi Pasca Tuberculosis. .

TERIMAKASIH .